Sertifikasi SKKNI Bidang TIK di Kota Singkawang

Singkawang merupakan lokasi kedua pelaksanaan Bimtek dan Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi angkatan kerja muda tahun 2017 di Provinsi Kalimantan Barat. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan yang bertindak sebagai panitia, menyelenggarakan kegiatan tersebut di Ballroom Swiss-Belinn Hotel Singkawang. Kepala BBPPKI Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si dalam sambutannya mengatakan, “Kegiatan fasilitasi Bimtek SKKNI ini merupakan salah satu upaya Kementerian Kominfo mengimplementasikan program Indonesia Kerja yang termaktub dalam Nawacita yakni memperkuat daerah-daerah dan desa-desa di perbatasan atau daerah terdepan untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.” Sebanyak 76 angkatan kerja muda ulusan SMK, D1, D2. D3 dan Sarjana bidang teknologi komputer dan jaringan yang berasal dari Singkawang, Bengkayang dan Sambas menjadi peserta dalam kegiatan ini. Peserta menjalani proses sertifikasi yang diuji dan dipandu oleh para asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) TIK Surabaya. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari yaitu 14-17 Juni 2017 tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Drs. Syech Bandar, M.Si. Dalam sambutannya yang sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan SKKNI di Singkawang, Syech Bandar meminta kepada seluruh peserta agar serius mengikuti sertifikasi. Menurut beliau dengan memiliki sertifikat SKKNI maka peluang kerja akan semakin terbuka dan mempermudah peserta yang lulus untuk memperoleh pekerjaan. (oktolina)

Sertifikasi SKKNI Bidang TIK di Kabupaten Bintan

Pemerintah Kabupaten Bintan sangat menyambut baik kegiatan Bimbingan Teknis sekaligus Fasilitasi sertifikasi SKKNI bagi Angkatan Kerja Muda Bidang TIK yang dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM di kawasan ini, sekaligus suatu langkah dalam mempersiapkan pemimpin di kabupaten ini pada masa mendatang. Hal ini disampaikan oleh Bupati Bintan dalam hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan Tamsir, MSi dalam kegiatan pembukaan acara Fasilitasi Bimbingan Teknis Sertifikasi SKKNI Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Bintan. Acara pembukaan dilaksanakan di Gedung Nasional Tanjung Uban hari Senin 12 Juni 2017 pukul 08.30 Wib.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Kabupaten Bintan adalah sebuah kawasan yang sangat strategis karena berada pada jalur perlintasan internasional sekaligus memiliki kedekatan dengan Negara Singapore dan Malaysia. Fakta lain memperlihatkan bahwa Kabupaten Bintan hanya memiliki tingkat kepadatan penduduk sebanyak 3/meter persegi, sehingga tergambarkan bahwa kawasan ini masih didominasi pendatang, termasuk didalam nya pengisian tenaga kerja. Harus diakui bahwa penduduk Kabupaten Bintan kalah bersaing dengan SDM daerah lain dalam mengisi posisi lowongan kerja yang ada. Oleh karena itu, kegiatan Sertifikasi kompetensi SKKNI ini diharapkan dapat menjadi awal untuk meningkatkan daya saing bagi angkatan kerja yang ada saat ini. Momen itu sangat menarik karena saat ini pengenaan standar kompetensi merupakan sebuah keharusan menyusul disepakati nya beberapa konsensus, termasuk konsensus Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pemberlakukan MEA akan memunculkan sebuah kondisi terkait dengan bebasnya keluar masuk arus tenaga kerja dari seluruh Negara Asean, sehingga kompetensi dan keahlian tenaga kerja menjadi satu tolak ukur seseorang untuk mampu bersaing satu sama lain.
Dalam sambutannya, Bupati juga mengingatkan semua pihak bahwa perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang sangat massif merupakan sebuah keharusan dan tidak dapat dihindari. Dapat kita lihat bersama bahwa seluruh lini aktivitas kehidupan masyarakat sudah “terkontaminasi” kehadiran teknologi informasi dan komunikasi. Sebagai contoh, kita dapat melihat berbagai penggunaan istilah “e” seperti e- learning, e-commerce, e-procuretment dan lainnya. Hal ini menunjukan bahwa kehadiran Teknologi Informasi dan komunikasi yang massif akan semakin dekat dengan kehidupan kita dimasa yang akan dating.
Teknologi informasi dan komunikasi sangat dekat dengan generasi muda saat ini. Banyak pemuda pemuda yang berhasil mewujudkan keinginannya dengan menggunakan bantuan teknologi informasi. Mark Zuckerberg, pendiri sekaligus pemilik jejaring media social terpopuler di dunia mengembangkan aplikasi ini ketika masih berusia muda. Untuk skala dalam negeri, banyak perusahaan start-up sukses seperti Gojek, OLX, Tokopedia dan lainnya yang diawaki oleh anak anak muda kreatif dan memiliki semangat yang sangat tinggi. Semangat itulah kiranya yang memotivasi anak muda di Kabupaten Bintan ini, khususnya peserta kegiatan sertifikasi SKKNI ini sehingga mampu menjadi motor penggerak pembangunan di kabupaten Bintan.

Kepala BBPPKI Medan ,menyampaikan sambutan Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo RI pada pembukaan Sertifikasi SKKNI Bagi Angkatan Kerja Muda di Gedung Nasional Tanjung Uban Kabupaten Bintan tanggal 12 Juni 2017.
Sementara itu, Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika RI yang diwakili oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Drs. Irbar Samekto, MSi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu implementasi program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam Nawa Cita, yakni memperkuat daerah daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Irbar Samekto mengatakan bahwa potensi Indonesia menjadi salah satu Negara dengan ekonomi terbesar di dunia seperti hasil riset yang dipublish oleh McKinsley Global Institut menunjukan bahwa Negara ini akan menjadi sebuah Negara besar dengan berbagai potensi yang dimiliki. Kebutuhan tenaga kerja trampil sangat mendesak. Namun demikian, keberadaan angkatan kerja yang ada yang hanya didominasi SMA/SMK masih memiliki kekurangan terkait dengan kemampuan dan keterampilan bekerja yang dimiliki. Kondisi ini ditegaskan dalam peringkat daya saing Indonesia berdasarkan penelitian Institute Management Development (IMD) tahun 2017 yang mengatakan masih berada dibawah Singapore, Malaysia, Thailand dan Philipina yang notebene merupakan pesaing nyata Indonesia dalam kelompok Masyarakat Ekonomi Asean.
Atas dasar dan fakta tersebut, maka Pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika RI berupaya meningkatkan kualitas dan kompetensi kerja masyarakat dengan menyusun Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 24 Tahun 2015 tentang pemberlakukan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Kominfo. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan tenaga kerja Indonesia bidang Kominfo yang kompeten dan professional serta memiliki daya saing nasional dan produktivitas. Seperti diketahui bahwa langkah ini dilakukan sebagai pelaksanaan mandat dari UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Upaya penyiapan Sumber Day Manusia Indonesia yang berkualitas dalam menghadapi MEA dan persaingan global harus dilakukan secara sinergitas dan kontinuitas. Penyiapan program dan pengembangan SDM Kominfo bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan dapat berjalan harmonis sehingga terwujud peningkatan pengembangan SDM bidang Kominfo yang merata pada tiap daerah.
Secara umum, pembukaan kegiatan Fasilitasi Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Standar Kompetenasi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Bintan berlangsung lancar. Antusias semua pihak pada pelaksanaan kegiatan ini cukup besar. Kehadiran jajaran pimpinan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bintan, peserta yang antusias menjadi indikator yang dapat dinilai. Diharapkan kegiatan ini berjalan lancar hingga beberapa hari kedepan, termasuk dalam proses pengujian peserta yang akan dilaksanakan oleh Tim Asseor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komputer Jakarta.

Bimtek Dan Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda Indonesia di Kabupaten Aceh Besar

Aceh Besar (23/5) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melaksanakan fasilitasi bimbingan teknis dan sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi angkatan kerja muda di Kabupaten Aceh Besar. Peserta sebanyak 88 orang yang berasal dari Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya dan Kota Banda Aceh.
Kegiatan SKKNI dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Besar yang diwakili oleh Staff Ahli Bupati bidang pelayanan publik, kesejahteraan rakyat dan hubungan antar lembaga, Bpk. T. Hasbi, SH di Aula Hotel Mekkah Banda Aceh, Selasa (23/5). Dalam sambutannya T. Hasbi mengatakan bahwa upaya pengembangan SDM tenaga kerja Indonesia sudah tidak bisa ditunda lagi, mengingat sudah diberlakukannya secara penuh perdagangan bebas ASEAN Ekonomi Community (AEC) pada tahun 2015 yang lalu, juga perdagangan bebas diwilayah Asia (AFTA) serta menyongsong era perdagangan bebas dunia. Dimana bukan saja arus perdagangan bebas dalam bentuk barang, namun juga perdagangan bebas tenaga kerja yang memungkinkan SDM asing memasuki lapangan kerja di wilayah Indonesia dari tingkat manajerial hingga tingkat teknisi atau operator. Ancaman tenaga kerja asing ini berpotensi mengancam lapangan kerja Indonesia jika SDM Indonesia tidak memiliki kompetensi memadai untuk bersaing dengan sumber daya asing. Melalui sertifikasi SKKNI inilah, salah satu upaya pengembangan SDM Indonesia, terutama SDM tenaga kerja yang sekaligus sebagai benteng pertahanan dari berbagai ancaman SDM tenaga kerja asing yang akan masuk ke Indonesia. Bupati berharap agar para peserta dapat memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan ini untuk menyiapkan SDM angkatan kerja muda bidang TIK, agar memiliki sertifikat sebagai bukti kepemilikan kompetensi standar yang dimanfaatkan dan membantu dalam mencari pekerjaan. Tak lupa bupati menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kemkominfo (BBPPKI) Medan karena Kabupaten Aceh Besar mendapat kesempatan dalam Pelaksanaan SKKNI ini.
Kepala Badan Litbang SDM Kemkominfo yang diwakili Sekretaris Badan Litbang SDM, Ibu Sri Cahaya Khoironi dalam sambutannya mengatakan adanya ketidak sesuaian antara dunia ketenaga kerjaan dengan keterampilan yang dimiliki. Dilihat dari sisi pendidikan dan produktivitas, Indonesia masih kalah bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari Malaysia, Singapura, dan Thailand serta pondasi industri yang bagi Indonesia sendiri membuat Indonesia masih berada pada peringkat keempat di ASEAN.
Pembukaan acara SKKNI juga dihadiri oleh Anggota Komisi I DPR RI, Prof. Dr. Bachtiar Aly, MA yang menyambut baik program SKKNI bidang TIK sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan kualitas angkatan kerja muda Indonesia di era MEA ini. Kepada peserta Bachtiar mengatakan beruntung kalian ada disini, mendapat fasilitas yang wah, tidur di hotel yang bagus, makan gratis, tidur juga gratis. Syukuri nikmat Allah itu, karena tidak semua orang mendapat kesempatan ini. Kalau tidak punya sertifikasi, out anda, terpental anda. Kalau tidak punya kompetensi tidak ada cerita.
Hadir dalam pembukaaan Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum , Bapak Prof. Dr. Henri Subiakto, MA, Kadis Kominfo Kabupaten Aceh Besar Bapak Rasidi, S.Sos beserta jajarannya , Kepala SMKN II Banda Aceh, Kepala Balai Jakarta dan yang mewakili Direktur LSP TIK Surabaya. Adapun bidang keahlian yang dapat dipilih oleh peserta sesuai dengan kompetensi masing-masing adalah Junior Network Administrator, Junior Graphic Design, Junior Computer Operator, dan Junior Programmer. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 22 Mei s.d 25 Mei 2017. Tes Uji Kemampuan dilaksanakan di SMKN II Banda Aceh dengan menggunakan fasilitas Ruang Laboratorium Komputer. Uji kompetensi (assessment) dilaksanakan Oleh Tim Asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) TIK Surabaya. (idawati)