KEGIATAN BIMTEK DAN UJI SERTIFIKASI SKKNI BAGI ANGKATAN KERJA MUDA INDONESIA BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI KOTA TEBING TINGGI

Tebing Tinggi(18/09/18). Pada era globalisasi saat ini, penggunaan teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Perkembangan teknologi infomasi semakin hari semakin berkembang pesat. Pada dasarnya, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membuat semua teknologi yang berhubungan dengan penanganan informasi. TIK adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Dengan demikian teknologi informasi atau information technology (IT) dipahami sebagai keterpaduan antara tiga aspek, yaitu hardware, software, dan brainware. Secara normatif hal diatas adalah pengertian TIK, tetapi dewasa ini kita perlu mengetahui bersama bahwa terdapat transformasi nilai, yaitu dimasa kini TIK sudah menjadi sebuah kebutuhan yang melekat pada diri manusia, bukan lagi hanya pelengkap dalam kehidupan sehari-hari. Kita ambil saja satu sampel data dari komponen yang ada dalam TIK yaitu internet. Jumlah pengguna internet tahun 2017 telah mencapai 143,26 juta jiwa atau setara dengan 54,68% dari total jumlah penduduk Indonesia. Ini menjadi sebuah fakta yang menuntut kita sebagai angkatan kerja muda mawas diri tentang pentingnya menguasai TIK dalam peningkatan kualitas diri. Alasan lain pentingnya menguasai TIK bagi para pemuda adalah untuk menjadi modal awal dalam mempersiapkan diri untuk bersaing khususnya dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid. M.IP saat pembukaan acara Uji sertifikasi berbasis SKKNI bidang TIK bagi angkatan kerja Muda di kota Tebing Tinggi.

Lebih Lanjut Meutya Viada Hafid menjelaskan, bahwa tanpa dukungan sumber daya manusia yang handal dan terampil, maka teknologi informasi tidak dapat digunakan secara optimal yang pada gilirannya tujuan penggunaan teknologi informasi untuk pencapaian tujuan kinerja yang baik akan sulit dicapai.

Meutya Viada hafid berharap, bahwa melalui Uji Sertifikasi SKKNI, dapat mencetak para angkatan kerja muda yang memiliki kualitas penggunaan teknologi yang baik, sehingga siap berkompetisi di dalam dan luar negeri. kita harus memiliki keyakinan, dan semangat bahwa setiap hal yang kita mulai dengan baik dan sungguh-sungguh, insya Allah pasti akan berjalan dengan baik.

Wali kota Tebing Tinggi dalam sambutannya yang diwakili oleh Asisten Umum Bapak Kamlan Rasyid, SH, MM menyampaikan bahwa saat ini Kota Tebing Tinggi berupaya menerapkan konsep “Smart City”, kota cerdas untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Mengingatdinamika masyarakat yang berkembang dengan pesat harus diiringi dengan pelayanan publik yang cepat. Pendekatan E-Government dan Open-Government adalah sebuat jawaban dari tuntutan dinamika saat ini, bukan sekedar konsumsi teknologi semata. Kecepatan dan keakuratan sistem pelayanan adalah langkah yang harus di tempuh. Dukungan untuk mempermudah kinerja membutuhkan sistem aplikasi di suatu organisasi, sehingga efisien terhadap penggunaan anggaran dan SDM.

Sedangkan Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, Kegiatan fasilitasi sertifikasi SKKNI angkatan kerja muda saat ini merupakan salah satu upaya Kementerian KOMINFO mengimplementasikan program “INDONESIA KERJA” yang termaktub dalam NAWA CITA, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Ada tiga momentum besar yang memicu dalam peningkatan pengembangan SDM bidang Kominfo/TIK yaitu: Persaingan yang makin tinggi di era globalisasi ditandai dengan inovasi dan strategi baru dari setiap negara, institusi, dan individu.Kedua, Penguatan blog perdagangan antar kawasan, seperti kehadian Masyarakat Ekonomi Asean(MEA) telah membuka peluang persaingan, peluang pasar serta aliran perpindahan tenaga ahli (Profesionalism Expert) dan jasa.Ketiga, trending revolusi industri 4.0.

Momentum pertama dan kedua dampaknya sedang kita rasakan sampai saat waktu ini (Real Time), adanya lintas komunikasi mendunia, dan adanya industri maupun institusi yang terus maju, ada juga institusi/perusahaan yang tidak mampu beradaptasi terhadap keberadaan momentum tersebut dengan berbagai alasan.

Kemampuan bangsa untuk berdaya saing tinggi adalah kunci bagi tercapainya kemajuan dan kemakmuran bangsa. Daya saing yang tinggi, akan menjadikan Indonesia siap menghadapi tantangan-tantangan globalisasi dan mampu memanfaatkan peluang yang ada.

Kementerian KOMINFO telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas SDM bidang TIK, antara lain dengan penyusunan peta okupasi bidang teknologi informasi dan komunikasi dan diterbitkannya peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2015 tentang pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang komunikasi dan informatika yang bertujuan mewujudkan tenaga kerjabidang komunikasi dan informatika yang kompeten dan profesional dalam meningkatkan daya saing nasional serta produktivitas lapangan usaha dan industri komunikasi dan informatika. SKKNI bidang KOMINFO ini diberlakukan terhadap tenaga kerja industri, baik tenaga kerja Indonesia maupun tenaga kerja asing, yang keahlian atau keterampilannya di bidang komunikasi dan informatika.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Irbar Samekto  berpesan kepada peserta agar melihat peradaban yang terus berubah cepat akibat kehadiran teknologi informasi dan komunikasi serta bila memperoleh kerja nanti agar terus meningkatkan kompetensi, disiplin, kejujuran dan etos kerja serta mewujudkan profesionalitas dalam bekerja.

Abdul Rahman Harahap, S.Sos.,M.Si dalam laporan panitia menyampaikan jumlah peserta sebanyak 65 orang lulusan SMK, D3 , dan S1 bidang Teknologi informasi dan Komunikasi yang berasal dari Kota Tebing Tinggi dan sekitarnya. Kegiatan Uji Sertifikasi dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 18-20 September 2018 di Hotel Malibou Kota tebing Tinggi. Adapun kegiatan dilaksanakan berupa:

  1. Pengantar berupa penjelasan materi uji kompetensi, disampaikan Oleh Tim Assesor LSP Komputer,
  2. Kemudian Pra Assesment, untuk memberikan gambaran kepada peserta mengenai Skema yang di ujikan,
  3. Kemudian peserta melakukan Registrasi Online.
  4. Uji Kompetensi/Assesment, berupa Uji Praktek dan Observasi demonstrasi yang dilaksanakan oleh Tim Asesor.
  5. Kemudian hari terakhir Peserta dibekali dengan semangat dan pemahaman Enterpreneurship untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan

Skema yang diujikan yaitu:Operator Komputer Junior, Disain grafis Junior, Desainer Multi Media Junior,  Junior Technical Support, Junior Programming, dan Junior Networking, dan lembaga yang melakukan pengujian adalah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komputer Jakarta. (BP 19/09/18).

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Kominfo Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Padang Panjang

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang Panjang melaksanakan fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang Kominfo bagi angkatan kerja muda di Kota Padang Panjang. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut dimulai pada tanggal 12 s/d 14  September 2018, bertempat di Hotel Flaminggo dan diikuti oleh 60  peserta yang merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3 dan S1 bidang Kominfo yang berasal dari Kota Padang Panjang, Kota Bukit Tinggi, Kabupaten Payakumbuh dan Kabupaten Tanah Datar. Dengan tujuan membantu angkatan kerja muda, khususnya lulusan sekolah menengah kejuruan bidang TIK dalam memperoleh sertifikat keahlian.Acara pembukaan dilaksanakan pada hari  Rabu  tanggal 12 September  2018 yang dihadiri oleh Wakil Walikota Padang Panjang, DR. H. Mawardi, M.KM, Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo RI, DR. IR. Basuki Yusuf Iskandar, MA yang diwakili Kabag Tata Usaha BBPSDMP Kominfo Medan Amal Hasyim S.Sos,  Direktur LSP TIK Indonesia, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA, Kepala SKPD Se-Kota Padang Panjang, Instruktur dan Asesor LSP TIK Surabaya.

Sambutan Kepala Badan Litbang SDM Kominfo yang diwakili oleh Kabag Tata Usaha BBPSDMP Kominfo Medan, Amal Hasyim S.Sos dalam sambutannya mengatakan, kegiatan fasilitasi bimtek dengan mengimplementasikan program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam  nawa cita, yakni memperkuat daerah-derah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Ada tiga momentum besar yang memicu peningkatan pengembangan SDM bidang Kominfo/TIK dalam rangka menghadapi perkembangan global menuju ekonomi berbasis pengetahuan. Pertama, persaingan di era globalisasi ditandai  dengan inovasi, Kedua, penguatan blog perdagangan antar kawasan masyarakat ekonomi Asean, Ketiga, trending revolusi industri 4.0.

Lanjutnya tiga  revolusi industri sebelumnya telah menciptakan perubahan dan peluang besar masyarakat, tetapi transformasi hari ini unik, teknologi baru menyebar di seluruh  dunia melalui kecepatan ide-ide. Saat ini setiap perusahaan, industri dipaksa untuk mempertimbangkan kembali cara-cara tradisional mereka dalam berbisnis untuk mengimbangi teknologi yang berubah dengan cepat serta harapan-harapan konsumen. Revolusi industri 4.0 merupakan hasil dari  percepatan  kemajuan pengetahuan dan teknologi yang inovatif,  hasil dari fasilitas penelitian. E– Commerce  yang memberikan harapan peningkatan  ekonomi sampai dengan transportasi online yang membuka  ribuan lapangan pekerjaan.

Kegiatan Bimtek dan SKKNI dibuka secara resmi oleh Wakil  Walikota Padang Panjang, DR. H. Mawardi, M.KM  dalam sambutannya mengatakan, era kemajuan yang ditandai dengan semakin pesatnya perkembangan TIK sekarang ini, telah membuat kita semua untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terlebih dalam menyiapkan para generasi muda calon  angkatan kerja yang handal dan siap  pakai. Setiap angkatan kerja ke depan akan dituntut untuk mampu bekerja secara  professional dengan upaya perubahan dan perbaikan diberbagai tatanan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diorientasikan kepada peningkata kinerja yang ditopang oleh kualitas SDM yang menguasai TIK. Melalui penyelenggaraan  pelatihan ini harus terwujud angkatan kerja yang sudah tersedia, ke depan Padang Panjang akan terus mengalami kemajuan  sejalan dengan visi dan misi pembangunan kita. ”Pelaksanaan pembangunan dan dampak dari hasil yang kita capai tidak terlepas dari kemajuan TIK dan sistem komputerisasi yang setiap saat mengalami perubahan seiring dengan kemajuan zaman,“ ujarnya.

Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si dalam paparannya menyampaikan, fasilitasi sertifikasi kompetensi berbasis SKKNI bidang  kominfo menjelaskan bahwa Kementerian Kominfo telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas SDM bidang TIK berbasis kompetensi dan merupakan kunci peningkatan daya saing nasional di era global. Dilaksanakannya SKKNI bidang Kominfo untuk mewujudkan tenaga kerja bidang komunikasi dan informatika yang kompeten dan professional. Oleh karena itu peserta harus fokus agar tercapai komponen kompetensi sebagai sikap kerja, adalah satu dari tiga aspek penting yang membentuk kompetensi kerja. Selain sikap kerja, pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Terselenggaranya sertifikasi nasional berbasis SKKNI ini diharapkan peserta dapat meningkatkan kompetensi  diri, disiplin, kejujuran dan memiliki daya saing tinggi dalam  mencari kerja dan menciptakan peluang kerja baru.

Pemilihan Miss Internet Indonesia 2018 Sumatera Utara

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyelenggarakan pemilihan Miss Internet Indonesia 2018 di Sumatera Utara, Rabu (5/9/2018). Kegiatan ini diselenggarakan di Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention Medan. Dengan tujuan untuk mencari duta-duta yang akan mewakili dan membantu APJII dalam mensosialisasikan program-program APJII, supaya bisa berinternet yang bersih, selektif dan  aman.

Pemilihan Miss Internet Indonesia ini dibuka secara resmi oleh PJ. Gubernur Sumatera Utara Drs. Eko Subowo, MBA yang dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Bapak Nouval Mahyar, SH, M.Hum dan dihadiri Sekretaris Dinas Kominfo Provsu, H. M. Ayub SE, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si yang diwakili, Kabid Pengembangan SDM BBPSDMP Kominfo Medan, Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si, Kadis Pariwisata Medan Agus Suryono, Sekjen APJII Sumut Bambang Heru Wijaksono dan Staf APJII Sumut.

Sambutan PJ. Gubernur Sumatera Utara yang disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, H. Nouval Mahyar, SH, M.Hum mengatakan internet telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, semoga saja nantinya para peserta miss internet bisa  menjadi duta yang akan mensosialisasikan internet yang baik dan bermanfaat di masyarakat. Terutama dalam menyampaikan informasi tentang budaya melalui media sosial maupun sarana yang lain, sehingga informasi tersebut bisa sampai kepada masyarakat serta berguna dan dan membawa bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu Ketua Pengurus Wilayah Asosiasi Penyedia Jasa Internet  Indonesia (APJII) Sumut, Bambang Heru Wikjaksono mengatakan marilah kita berinternet dengan secara dewasa apapun yang kita buka, baik itu sharing, maupun posting menjadi tanggung jawab kita sendiri. Pemilihan Miss Internet merupakan kompetisi yang digelar oleh APJII sejak tahun 2017 untuk memilih Duta/Miss yang bertugas mengkampanyekan program-program APJII dan pemerintah.  Kompetisi ini dibuka untuk perempuan Indonesia dengan syarat harus mampu berbahasa inggris, dan berwawasan luas.

Pemerintah Sumatera Utara berharap Miss Internet dapat bersinergi, ikut terlibat dan berkolaborasi pada program-program pemerintah dalam mengedukasi masyarakat dalam masalah sosial, budaya, kerukunan beragama dan cinta tanah air. Untuk tahun 2018, pencarian finalis Miss Internet digelar di 12 kota termasuk Medan. Pada pemilihan di Medan terpilih Difa Putri Anriani dari Universitas Prima Indonesia Medan sebagai Miss Internet Sumut yang akan mewakili Sumut untuk berkompetisi di tingkat nasional. Diharapkan Miss internet yang terpilih  dapat membantu pemerintah dalam usaha pemerataan informasi dan komunikasi di Sumatera Utara.

Pembukaan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Deli Serdang 2018 Soroti Attitude Angkatan Kerja Indonesia

“Kekurangan (angkatan kerja) kita ada di attitude!”, demikian penegasan Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA., saat mengisi arahan dalam agenda pembukaan fasilitasi sertifikasi SKKNI angkatan kerja muda bidang TIK di Kabupaten Deli Serdang 6 hingga 8 September 2018. Attitude, yang jika diterjemahkan dalam komponen kompetensi sebagai sikap kerja, adalah satu dari tiga aspek penting yang membentuk kompetensi kerja. Selain sikap kerja, pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) juga menjadi hal yang harus diperhatikan.

Kekurangan dari  sisi sikap kerja, khususnya rasa kurang percaya diri, harus segera dibenahi mengingat Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain global di era ekonomi digital. Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada kurun 2020 hingga 2030, ketika angkatan kerja yang merupakan generasi millenials mencapai komposisi 70% populasi penduduk Indonesia. Indonesia juga memiliki potensi ekonomi digital yang besar melalui layanan jasa keuangan dan game. Jika Indonesia mampu memanfaatkan potensi-potensi tersebut, Bank Indonesia memprediksi sharing digital economy Indonesia akan mencapai 10% PDB bahkan Google meramalkan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor satu di Asia Tenggara. Namun, Indonesia akan kehilangan kesempatan emas, jika gagal menyiapkan tenaga ahli. Manpower Indonesia yang akan berjumlah 113 juta tidak cukup diimbangi dengan ketersediaan expert hanya sebanyak 13,4 juta orang. Sertifikasi SKKNI menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli yang kompeten.

Anggota Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid, M.IP juga menyoroti aspek attitude dalam angkatan kerja Indonesia. Ia menekankan bahwa aset bangsa Indonesia yang paling penting adalah manusianya, sehingga investasi fisik harus dibarengi dengan investasi di sisi sumber daya manusia. Terlebih lagi, akses informasi saat ini masuk sebagai hak asasi sesuai amanat hasil amandemen II UUD 1945, maka kompetensi SDM yang menjadi pengawal hak asasi ini mutlak ditingkatkan, yaitu SDM TIK. SKKNI merupakan standar yang diakui di ASEAN sebagai standar angkatan kerja, sehingga angkatan kerja muda TIK yang berhasil lulus dalam sertifikasi ini akan memiliki kesempatan kerja yang lebih besar, yaitu dapat bekerja di negara-negara ASEAN. Namun di era globalisasi ini, angkatan kerja negara tetangga juga memiliki kesempatan yang sama untuk bisa masuk ke Indonesia jika mereka memiliki standar kompetensi setara SKKNI. Oleh karena itu, kelemahan angkatan kerja Indonesia, yaitu sikap kerja yang kurang percaya diri harus segera diperbaiki.

“Yakin bisa bersaing dengan tenaga kerja luar negeri?”, Meutya Hafid mencoba memotivasi peserta yang disambut dengan jawaban “Yakin!” dari pada peserta. Motivasi itu sekaligus mengakhiri sambutan Anggota Komisi I DPR RI tersebut. Meutya Hafid juga didaulat untuk membuka secara resmi acara fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2018.

Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta oleh Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo Bapak Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA dan Anggota Komisi I DPR RI Ibu Meutya Viada Hafid, M. IP. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Plt. Irjen III Kementerian Kominfo, Fajar Budianto; Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Drs. Irbar Samekto, M. Si; Kepala Seksi Pengolahan Data Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara, Junaidi Irwansyah, ST; Kepala Seksi Infrastruktur Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara, Imron Pribadi, ST; Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Deli Serdang, Drs, Haris Binar Ginting; Direktur LSP Komputer, Ir. Besar Agung Martono, MM, DBA; Ketua APJII Sumatera Utara, Bambang Heru Wijaksono; dan CEO PT. Jualan Online Indonesia, Diatce G. Harahap. Fasilitasi sertifkasi SKKNI di Kabupaten Deli Serdang 2018 diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP KOMINFO) Medan dan diikuti oleh 65 peserta dari kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya. (mohm)

Bimtek Literasi TIK dan Pembuatan Blog Bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Labuhan Batu

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu menyelenggarakan Bimtek Literasi TIK dan Pembuatan Blog bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Labuhan Batu pada tanggal 27 s/d 29 Agustus 2018 di Kota Rantau Prapat. Bimtek ini dibuka secara resmi oleh Bupati Labuhan Batu yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Labuhan Batu, Bapak Muhammad Ihsan Harahap, ST dan dihadiri oleh mewakili Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Kabid Pengembangan SDM BBPSDMP Kominfo Medan, Bapak Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si, Kepala OPD Kabupaten Labuhan Batu, Camat, Lurah, Tim Penggerak PKK dan anggota KIM yang berada di Kabupaten Labuhan Batu.

Bimtek Literasi TIK dan Pembuatan Blog ini diikuti oleh 60 Peserta yang berasal dari anggota KIM yang berasal dari 9 (sembilan) Kecamatan yang berada di Kabupaten Labuhan Batu yaitu Kecamatan Bilah Barat, Bilah Hulu, Bilah Hilir, Panai Tengah, Panai Hulu, Panai Hilir, Rantau Selatan, Rantau Utara dan Pangkatan.

Dalam sambutannya mewakili Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Kepala Bidang Pengembangan SDM BBPSDMP Kominfo Medan, Bapak Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si menyampaikan bahwa di era globalisasi seperti saat ini Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi kekuatan perubahan terbesar dalam membuka pintu pengetahuan dan TIK juga memberikan banyak manfaat bagi masyarakat termasuk di dalamnya anggota KIM yang memiliki peran strategis dalam penyerapan dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

Sementara itu Kadis Kominfo Kabupaten Labuhan Batu, Bapak Muhammad Ihsan Harahap, ST dalam sambutannya mengatakan bahwa pemberdayaan KIM kian penting menuju peradaban masyarakat informasi, dimana pemberdayaan KIM dapat dilakukan dengan cara mengembangkan jaringan antar KIM dan melakukan pelatihan seperti yang dilakukan saat ini yakni pemberian Bimtek Literasi dan Pembuatan Blog bagi anggota KIM di Kabupaten Labuhan Batu.  Bupati Labuhan Batu sangat mengapresiasi kegiatan ini untuk kemajuan anggota KIM dan berharap kegiatan lainnya yang dapat mengembangkan SDM anggota KIM dapat dilakukan kembali di masa mendatang. (Ratna)