Pelatihan Pengelolaan Konten Animasi

Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Profesi Universitas Panca  Budi (UNPAB) Medan melaksanakan pelatihan pengelolaan konten animasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumatera Utara di Aula kantor BBPSDMP Kominfo Medan, Rabu, 5 Desember 2018. Dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan peserta/staf Dinas  Kominfo tentang pengelolaan konten website di masing-masing dinas, mendorong terjadinya   pertukaran informasi dan pengetahuan serta pengalaman dalam rangka peningkatan kapasitas   SDM bidang TIK.

Pelatihan pengelolaan konten informasi tersebut dihadiri Rektor UNPAB Medan yang diwakili oleh Heru Tony Hardjanto, SE, MM, Narasumber Dr. Syafruddin Pohan, M.Si, Ratna, SE, MS, Komda  Raharja, Yusrizal, S. Kom, M. Eng, Aditya, ST, dan peserta ASN Dinas Kominfo Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Paluta dan Kabupaten Labuhan Batu, Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut dimulai pada tanggal 05 s/d 07 Desember 2018 dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si dalam sambutannya mengatakan komunikasi media saat ini adalah era masyarakat berpengetahuan dan harus bersiap menyambut era revolusi industri 4.0, sehingga kedepan kita akan memasuki masyarakat informasi. Kominfo sudah melaksanakan pengembangan SDM di bidang teknologi informasi dan komunikasi melalui kegiatan sertifikasi di bidang TIK.

Lanjutnya kerangka desainnya adalah untuk membangun kebebasan berekspresi terutama jurnalistik dalam menjamin keterbukaan informasi, pendidikan berkualitas untuk semua, menghormati keanekaragaman budaya dan bahasa, akses universal terhadap informasi dan pengetahuan menuju masyarakat berpengetahuan. Dimana suatu kelompok masyarakat yang setiap anggota masyarakatnya ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan dengan menguasai keterampilan dasar yang diperlukan dan mendapatkan akses terhadap informasi.

Laporan Ketua Pelaksana Kabid Pengembangan SDM Kominfo Medan, Abdul Rahman, S.Sos, M.Si menegaskan kegiatan  ini merupakan  wujud  upaya Balai Besar  Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Medan dalam meningkatkan kapasitas  SDM bidang komunikasi dan informatika khusunya pengelolaan konten website. Penyelenggaraan kegiatan ini juga merupakan awal dari upaya kerjasama yang akan dibangun antara BBPSDMP Kominfo Medan dengan LPPro Universitas  Panca Budi Medan dan merupakan implementasi dari kerjasama antara lembaga yang telah terjalin dengan baik antara BBPSDMP Kominfo Medan dengan kabupaten/kota di wilayah Sumatera Utara.

Menghadirkan lima Nara Sumber yang  akan menyampaikan materi:

  1. DR. Syafruddin Pohan, M.SI dari Universitas Sumatera Utara (Tehnik  menulis dan  membuat  berita)
  1. Komda Raharjo, dari Politehnik Media Kreatif Medan (Tehnik Fotographi, Aplikasi Grafis Corel Draw/Photoshop, praktek Desain Infografis dan  video grafis)
  1. Aditya, ST, dari Politehnik Media Kreatif Medan (Tehnik Animasi, praktek  tehnik  animasi)
  1. Ratna SE, MS, dari BBPSDMP Kominfo Medan (Kajian Opini Publik dalam pemberitaan media)
  1. Yusrizal, S.Kom, M.Eng dari BBPSDMP Kominfo Medan  (Manajemen Konten  Website)

Pelatihan pengelolaan konten animasi dilaksanakan  dengan metode pelatihan  ceramah, diskusi dan praktek. Dengan  terlaksananya pelatihan tersebut diharapkan dapat  meningkatkan  pengetahuan, keterampilan, dan sikap  peserta. Serta  meningkatkan  kualitas dan produktivitas  Lembaga Pengembangan SDM, Dinas Kominfo, meningkatkan  kinerja  dan pada  gilirannya  akan meningkatkan  daya  saing  SDM bidang   komunikasi  dan Informatika   kearah  lebih  baik.

Seminar Hasil Penelitian Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Penelitian Komunikasi Dan Informatika Medan Tahun 2018

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan menggelar seminar hasil penelitian BBPSDMP Kominfo Medan Tahun 2018, di Aula BBPSDMP Kominfo Medan, 29 November 2018. Tema “ Komunikasi dan Pemanfaatan Hasil  Penelitian dan Pengembangan Bidang Kominfo Menuju Revolusi Industri 4.0. Dengan tujuan untuk berbagi informasi tentang berbagai strategi meningkatkan kemampuan peneliti dan penerapan hasil-hasil penelitian dalam pembuatan kebijakan secara nasional  maupun daerah. Seminar  tersebut  dihadiri Dinas Kominfo Provsu, Badan Litbang Provsu, Dinas Kominfo Kota Medan, Badan Litbang Kota Medan, Balai Bahasa Sumatera Utara, Ketua LPPM: USU, UNIMED, UIN-SU, UMA, Univ. Panca Budi, UMSU, Pejabat Eselon III dan IV di lingkungan BBPSDMP Kominfo Medan, fungsional Peneliti dengan narasumber: Prof. Dr. Suwardi Lubis, MS, Prof. Dr Yusnadi, MS, Dr Mhd. Furqan Amal, M.Comp.Sc dan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Kabid Pengembangan TIK, Dedi Irawan.

Kegiatan seminar  hasil penelitian dibuka secara resmi oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs.  Irbar Samekto, M.Si dalam  sambutannya  mengatakan, Badan  Antariksa Amerika Serikat, Nasa, pada Hari Selasa, 27 November 2018 lalu telah memperlihatkan betapa bangganya profesi peneliti, Nasa menyatakan, hari ini kami telah sukses mendarat kedelapan kalinya di Planet Mars dalam sejarah manusia. Insight (sejenis robot penjelajah), akan meneliti interior Mars dan akan memberi ilmu sains yang berharga saat kami mempersiapkan astronot ke bulan dan kemudian Mars, yang berjarak 481,6 juta kilometer dan akan menjadi rumah kedua penduduk bumi. Peryataan  tersebut  untuk memposisikan  betapa  peran  peneliti  amatlah  penting  manakalah hasil penelitian tersebut bermanfaat bagi lembaga/industri maupun masyarakat dan pemerintahpun mendukung dalam bentuk pengakuan serta anggaran penelitian yang lebih dari memadai.

Saat ini, seiring dengan penggunan teknologi 4-5 G, teknologi digital telah memasuki barbagai  sisi kehidupan manusia, dengan kondisi demikian memberikan kesempatan metamorposis profesi peneliti menjadi digital researcher/peneliti digital. Profesi peneliti digital merupakan adaptasi dan antisipasi ke masa depan dimana Indonesia saat ini telah memasuki pasar bebas dan hasil  riset dunia dengan mudah ada dihadapan kita. Peneliti digital ini diharapkan dapat menjawab  tantangan Presiden RI Bapak Joko Widodo, tentang pemanfaatan lembaga riset agar  menghasilkan outcome hasil penelitian yang bernilai inovasi pada bidang teknologi, maka untuk pencapaian  tujuan  tersebut dibutuhkan penguatan kompetensi peneliti bidang kominfo yang diharapkan dapat beradaptasi terhadap era disrupsi dan kehadiran revolusi industri 4.0.

Lanjutnya di Indonesia penggunaan penelitian sebagai dasar pembuatan kebijakan belum cukup membumi, meskipun peran serta peneliti dalam penyusunan peraturan perundang-undangan sebagai instrumen kebijakan telah dibuka melalui UU No 12 tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan yang mengatur bahwa dalam penyusunan peraturan perundang-undangan juga harus melibatkan peneliti dan tenaga ahli. Namun permasalahannya saat ini  adalah relasi antara lembaga penelitian sebagai para pihak penyedia data dan hasil-hasil penelitian dengan pihak pengambil  kebijakan masih belum optimal. Penyebab utamanya adalah  kurangnya kualitas dan kuantitas penelitian yang relevan dengan prioritas kebijakan pemerintah, serta belum optimalnya akses pengambilan kebijakan terhadap hasil penelitian yang relevan.

Menghadirkan empat  penyaji yang  akan menyampaikan materi:

  1. Jarudo Damanik, S. Kom: Penggunaan TIK Serta Implikasinya Terhadap Aspek Sosial Budaya Masyarakat Rural dan Perbatasan (di wilayah kerja BBPSDMP Kominfo Medan).
  2. Oktolina Simatupang, Sos, M.IKom: Suvei Pemetaaan SDM TIK dan Kehumasan pada ASN Provinsi.
  3. Muttaqin, ST, M.Eng: Rencana Induk Pengembangan TIK Kabupaten Nunukan.
  4. Ratna, SE, MS: Analisis Kebijakan Pembangunan Bidang Kesra, Ekuin dan Polhukam pada surat kabar terbitan Sumatera Utara.

Forum seminar diisi dengan pemaparan hasil studi oleh penyaji dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, sehingga menjadikan hasil-hasil penelitian sebagai masukan penyusunan dan penyempurnaan kebijakan. Melalui forum seminar ini hasilnya diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sosial budaya khususnya bidang kominfo.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Batam

Pemerintah Kota Batam sangat menyambut baik kegiatan Bimbingan Teknis sekaligus Fasilitasi sertifikasi SKKNI bagi Angkatan Kerja Muda Bidang TIK yang dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Pelatihan ini diharapkan akan menciptakan banyak entrepreneur/wirausaha yang bisa menumbuhkan ekonomi kreatif. Orang orang yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Orang-orang pintar bergabung saya yakin suatu saat Kota Batam mampu bersaing. Tak lupa beliau menyampaikan terima kasih kepada Kominfo yang sudah memberi kesempatan kedua pada anak muda Batam. Hal ini disampaikan oleh Walikota Batam dalam hal ini diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Batam, Pebrialin, SE, MSi dalam kegiatan pembukaan acara Fasilitasi Bimbingan Teknis dan Sertifikasi SKKNI Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Batam. Acara pembukaan dilaksanakan di Nagoya Mansion Hotel & Residence hari Rabu 21 November 2018.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Kota Batam adalah sebuah kawasan yang sangat strategis karena berada pada jalur perlintasan internasional sekaligus memiliki kedekatan dengan Negara Singapore dan Malaysia. Fakta lain tergambarkan bahwa kawasan ini masih didominasi pendatang,  termasuk di dalamnya pengisian tenaga kerja. Harus diakui bahwa penduduk Kota Batam kalah bersaing dengan SDM daerah lain dalam mengisi posisi lowongan kerja yang ada. Disamping itu pertumbuhan ekonomi Kepri masuk dalam urutan ke-33  dari 34 provinsi yang ada. Batam tidak mampu jadi lokomotif perekonomian. Ini belum pernah terjadi. Dan ini terjadi karena pergeseran pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, beliu berharap anak-anak peserta ini nantinya dapat menumbuhkan kembali pertumbuhan ekonomi ini, dan juga kegiatan Sertifikasi kompetensi SKKNI ini diharapkan nantinya dapat menjadi awal untuk meningkatkan daya saing bagi angkatan kerja yang ada saat ini. Momen itu sangat menarik karena saat ini pengenaan standar kompetensi merupakan sebuah keharusan menyusul disepakatinya beberapa konsensus, termasuk konsensus Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pemberlakukan MEA akan memunculkan sebuah kondisi terkait dengan bebasnya keluar masuk arus tenaga kerja dari seluruh Negara Asean, sehingga kompetensi dan keahlian tenaga kerja menjadi satu tolak ukur seseorang untuk mampu bersaing satu sama lain.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika , DR. Basuki Yusuf Iskandar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu implementasi program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam NawaCita, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Kabadan mengatakan bahwa potensi Indonesia menjadi salah satu Negara dengan ekonomi terbesar di dunia seperti hasil riset yang dipublikasikan oleh McKinsley Global Institut menunjukan bahwa Negara ini akan menjadi sebuah Negara besar dengan berbagai potensi yang dimiliki. Kebutuhan tenaga kerja terampil sangat mendesak. Namun demikian, keberadaan angkatan kerja yang ada yang hanya didominasi SMA/SMK masih memiliki kekurangan terkait dengan kemampuan dan keterampilan bekerja yang dimiliki. Kondisi ini ditegaskan dalam peringkat daya saing Indonesia berdasarkan penelitian Institute Management Development (IMD) tahun 2017 yang mengatakan masih berada di bawah Singapore, Malaysia, Thailand dan Philipina yang notebene merupakan pesaing nyata Indonesia dalam kelompok Masyarakat Ekonomi Asean. Globalisasi dan liberalisasi perdagangan bebas antar Negara (MEA dan WTO) menimbulkan dampak ganda di satu sisi era ini membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi tenaga SDM professional Indonesia untuk bisa berkiprah secara global namun di sisi lain berdampak SDM asing juga mendapatkan kesempatan yang sama berkompetisi menempati posisi tenaga SDM professional lokal Indonesia. Integrasi global, berdampak pada semakin derasnya arus: 1. manusia, 2.  Barang dan jasa, 3.  modal dan investasi , 4. Informasi. Era sekarang apalagi di era industri 4.0 keunggulan ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan yang melekat pada Sumber Daya Manusia dan suatu masyarakat /komunitas peran kompetensi SDM menjadi sangat penting.

Atas dasar dan fakta tersebut, maka Pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika RI berupaya meningkatkan kualitas dan kompetensi kerja masyarakat dengan menyusun Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 24 Tahun 2015 tentang pemberlakukan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Kominfo. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan tenaga kerja Indonesia bidang Kominfo yang kompeten dan professional serta memiliki daya saing nasional dan produktivitas. Seperti diketahui bahwa langkah ini dilakukan sebagai pelaksanaan mandat dari UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Upaya penyiapan Sumber Daya Manusia Indonesia yang berkualitas dalam menghadapi MEA dan persaingan global harus dilakukan secara sinergitas dan kontinuitas. Penyiapan program dan pengembangan SDM Kominfo bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan dapat berjalan harmonis sehingga terwujud peningkatan pengembangan SDM bidang Kominfo  yang merata pada tiap daerah.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini (21 November S/d 23 November 2018) diikuti oleh 60 peserta yang merupakan lulusan SMK, D3 dan S1 bidang TIK yang berasal dari Kota Batam dan sekitarnya. Secara umum, pembukaan kegiatan Fasilitasi Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Batam berlangsung lancar. Antusias semua pihak pada pelaksanaan kegiatan ini cukup besar. Kehadiran jajaran pimpinan dilingkungan Pemerintah Kota Batam, peserta yang antusias menjadi indikator yang dapat dinilai. Diharapkan kegiatan ini berjalan lancar hingga beberapa hari ke depan, termasuk dalam proses pengujian peserta yang akan dilaksanakan oleh Tim Assesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Telematika Jakarta.

Batam, 21 November 2018 (Ida)