Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Deli Serdang dan Sekitarnya

Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan melaksanakan fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK bagi angkatan kerja muda di Kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, yaitu mulai tanggal 26 s/d 30 Maret 2019, bertempat di Hotel Grand Sakura Medan. 60 peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3, dan S1 bidang TIK yang berasal dari Kabupaten Deli Serdang, Kota Medan, dan sekitarnya. Fasilitasi sertifikasi ini bertujuan untuk membantu angkatan kerja muda bidang TIK dalam memperoleh sertifikat kompetensi.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari  Selasa (26/3)  dan dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid; Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si; Direktur LSP TIK Indonesia, Ir. Edwin Suryosuptanto; dan para instruktur. Kabid Pengembangan SDM Kominfo, BBPSDMP Kominfo Medan, Abdul Rahman, S.Sos, MSi selaku penanggung jawab kegiatan dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan fasilitasi sertifikasi ini mengimplementasikan program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam nawacita, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Peningkatan pengembangan SDM bidang TIK mutlak diperlukan dalam rangka menghadapi  perkembangan global menuju ekonomi berbasis digital.

Sementara itu, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si, dalam paparannya menjelaskan, Kementerian Kominfo telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas SDM bidang TIK berbasis kompetensi dan sekaligus merupakan kunci peningkatan daya saing nasional di era global. SKKNI bidang kominfo merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memfasilitasi sertifikasi kompetensi tenaga kerja bidang komunikasi dan informatika. Oleh karena itu, dalam mengikuti kegiatan ini peserta diharapkan dapat fokus agar setiap komponen yang diujikan dapat memenuhi standar kompetensi. Komponen kompetensi tersebut yakni meliputi sikap (attitude), pengetahuan (knowledge), dan keterampilan (skill). Dengan diselenggarakannya sertifikasi nasional berbasis SKKNI ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan kompetensi diri, disiplin, kejujuran, dan memiliki daya saing tinggi dalam  mencari kerja dan menciptakan peluang kerja baru.

Bimtek Literasi TIK Bagi Pelaku UMKM dan Anggota KIM di Galang, Kabupaten Deli Serdang

Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Medan (BBPSDMP Kominfo Medan) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Anggota Kawasan Industri Modern (KIM) pada hari Senin, 25 Maret 2019 di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid dan dihadiri oleh Sekretaris Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Dra. Haryati, M.I.Kom; Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si dan Kadis Kominfo Kabupaten Deli Serdang, Drs. Haris Binar Ginting.

Bimtek Literasi TIK bagi pelaku UMKM dan anggota KIM ini dihadiri oleh 100 peserta yang berasal dari Galang, Kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya. Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si, dalam sambutannya mengatakan saat ini di Indonesia pengguna internet sangat aktif dalam berbagi informasi. Dalam era globalisasi seperti saat ini, TIK menjadi kekuatan perubahan terbesar dalam membuka pintu pengetahuan dan TIK juga memberikan banyak manfaat bagi masyarakat termasuk pelaku UMKM dan anggota KIM. Kegiatan Bimtek literasi TIK bagi pelaku UMKM dan anggota KIM ini merupakan salah satu upaya Kementerian Kominfo dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terutama pelaku UMKM dan anggota KIM terhadap perkembangan TIK yang begitu pesat. Sementara itu, Kadis Kominfo Kabupaten Deli Serdang, Drs. Haris Binar Ginting, mengapresiasi kegiatan Bimtek Literasi TIK bagi pelaku UMKM dan anggota KIM yang dilaksanakan BBPSDMP Kominfo Medan. Beliau berharap bahwa kemajuan TIK yang tidak dapat dihindari tidak menyebabkan masyarakat Kabupaten Deli Serdang tergilas zaman namun dapat terus meningkatkan kemampuannya untuk dapat bersaing dalam era digital.

Sekretaris Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Dra. Haryati, M.I.Kom, mengatakan bahwa masyarakat yang sudah melek informasi merupakan salah satu ciri dari masyarakat informasi karena penduduknya sudah dapat mengakses informasi dengan mudah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjembatani kesenjangan informasi adalah dengan membangun titik akses komunitas dan membangun akses TIK terutama di lokasi yang penduduknya masih mengalami kesenjangan informasi.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, mengatakan bahwa perkembangan e-commerce begitu pesat. Satu dekade lalu kita tentu tidak menyangka perkembangan e-commerce akan sepesat ini. Hal ini dapat terjadi karena anak mudanya berpikir jauh ke depan, membaca perkembangan zaman dan terus berinovasi serta ditunjang oleh para pelaku usaha termasuk pelaku UMKM yang terus mengembangkan produknya dan berupaya melakukan peningkatan penjualan melalui e-commerce. Kegiatan bimtek literasi ini diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh peserta.

Seminar Hasil Penelitian Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Penelitian Komunikasi Dan Informatika Medan Tahun 2018

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan menggelar seminar hasil penelitian BBPSDMP Kominfo Medan Tahun 2018, di Aula BBPSDMP Kominfo Medan, 29 November 2018. Tema “ Komunikasi dan Pemanfaatan Hasil  Penelitian dan Pengembangan Bidang Kominfo Menuju Revolusi Industri 4.0. Dengan tujuan untuk berbagi informasi tentang berbagai strategi meningkatkan kemampuan peneliti dan penerapan hasil-hasil penelitian dalam pembuatan kebijakan secara nasional  maupun daerah. Seminar  tersebut  dihadiri Dinas Kominfo Provsu, Badan Litbang Provsu, Dinas Kominfo Kota Medan, Badan Litbang Kota Medan, Balai Bahasa Sumatera Utara, Ketua LPPM: USU, UNIMED, UIN-SU, UMA, Univ. Panca Budi, UMSU, Pejabat Eselon III dan IV di lingkungan BBPSDMP Kominfo Medan, fungsional Peneliti dengan narasumber: Prof. Dr. Suwardi Lubis, MS, Prof. Dr Yusnadi, MS, Dr Mhd. Furqan Amal, M.Comp.Sc dan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Kabid Pengembangan TIK, Dedi Irawan.

Kegiatan seminar  hasil penelitian dibuka secara resmi oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs.  Irbar Samekto, M.Si dalam  sambutannya  mengatakan, Badan  Antariksa Amerika Serikat, Nasa, pada Hari Selasa, 27 November 2018 lalu telah memperlihatkan betapa bangganya profesi peneliti, Nasa menyatakan, hari ini kami telah sukses mendarat kedelapan kalinya di Planet Mars dalam sejarah manusia. Insight (sejenis robot penjelajah), akan meneliti interior Mars dan akan memberi ilmu sains yang berharga saat kami mempersiapkan astronot ke bulan dan kemudian Mars, yang berjarak 481,6 juta kilometer dan akan menjadi rumah kedua penduduk bumi. Peryataan  tersebut  untuk memposisikan  betapa  peran  peneliti  amatlah  penting  manakalah hasil penelitian tersebut bermanfaat bagi lembaga/industri maupun masyarakat dan pemerintahpun mendukung dalam bentuk pengakuan serta anggaran penelitian yang lebih dari memadai.

Saat ini, seiring dengan penggunan teknologi 4-5 G, teknologi digital telah memasuki barbagai  sisi kehidupan manusia, dengan kondisi demikian memberikan kesempatan metamorposis profesi peneliti menjadi digital researcher/peneliti digital. Profesi peneliti digital merupakan adaptasi dan antisipasi ke masa depan dimana Indonesia saat ini telah memasuki pasar bebas dan hasil  riset dunia dengan mudah ada dihadapan kita. Peneliti digital ini diharapkan dapat menjawab  tantangan Presiden RI Bapak Joko Widodo, tentang pemanfaatan lembaga riset agar  menghasilkan outcome hasil penelitian yang bernilai inovasi pada bidang teknologi, maka untuk pencapaian  tujuan  tersebut dibutuhkan penguatan kompetensi peneliti bidang kominfo yang diharapkan dapat beradaptasi terhadap era disrupsi dan kehadiran revolusi industri 4.0.

Lanjutnya di Indonesia penggunaan penelitian sebagai dasar pembuatan kebijakan belum cukup membumi, meskipun peran serta peneliti dalam penyusunan peraturan perundang-undangan sebagai instrumen kebijakan telah dibuka melalui UU No 12 tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan yang mengatur bahwa dalam penyusunan peraturan perundang-undangan juga harus melibatkan peneliti dan tenaga ahli. Namun permasalahannya saat ini  adalah relasi antara lembaga penelitian sebagai para pihak penyedia data dan hasil-hasil penelitian dengan pihak pengambil  kebijakan masih belum optimal. Penyebab utamanya adalah  kurangnya kualitas dan kuantitas penelitian yang relevan dengan prioritas kebijakan pemerintah, serta belum optimalnya akses pengambilan kebijakan terhadap hasil penelitian yang relevan.

Menghadirkan empat  penyaji yang  akan menyampaikan materi:

  1. Jarudo Damanik, S. Kom: Penggunaan TIK Serta Implikasinya Terhadap Aspek Sosial Budaya Masyarakat Rural dan Perbatasan (di wilayah kerja BBPSDMP Kominfo Medan).
  2. Oktolina Simatupang, Sos, M.IKom: Suvei Pemetaaan SDM TIK dan Kehumasan pada ASN Provinsi.
  3. Muttaqin, ST, M.Eng: Rencana Induk Pengembangan TIK Kabupaten Nunukan.
  4. Ratna, SE, MS: Analisis Kebijakan Pembangunan Bidang Kesra, Ekuin dan Polhukam pada surat kabar terbitan Sumatera Utara.

Forum seminar diisi dengan pemaparan hasil studi oleh penyaji dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, sehingga menjadikan hasil-hasil penelitian sebagai masukan penyusunan dan penyempurnaan kebijakan. Melalui forum seminar ini hasilnya diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sosial budaya khususnya bidang kominfo.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Batam

Pemerintah Kota Batam sangat menyambut baik kegiatan Bimbingan Teknis sekaligus Fasilitasi sertifikasi SKKNI bagi Angkatan Kerja Muda Bidang TIK yang dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Pelatihan ini diharapkan akan menciptakan banyak entrepreneur/wirausaha yang bisa menumbuhkan ekonomi kreatif. Orang orang yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Orang-orang pintar bergabung saya yakin suatu saat Kota Batam mampu bersaing. Tak lupa beliau menyampaikan terima kasih kepada Kominfo yang sudah memberi kesempatan kedua pada anak muda Batam. Hal ini disampaikan oleh Walikota Batam dalam hal ini diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Batam, Pebrialin, SE, MSi dalam kegiatan pembukaan acara Fasilitasi Bimbingan Teknis dan Sertifikasi SKKNI Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Batam. Acara pembukaan dilaksanakan di Nagoya Mansion Hotel & Residence hari Rabu 21 November 2018.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Kota Batam adalah sebuah kawasan yang sangat strategis karena berada pada jalur perlintasan internasional sekaligus memiliki kedekatan dengan Negara Singapore dan Malaysia. Fakta lain tergambarkan bahwa kawasan ini masih didominasi pendatang,  termasuk di dalamnya pengisian tenaga kerja. Harus diakui bahwa penduduk Kota Batam kalah bersaing dengan SDM daerah lain dalam mengisi posisi lowongan kerja yang ada. Disamping itu pertumbuhan ekonomi Kepri masuk dalam urutan ke-33  dari 34 provinsi yang ada. Batam tidak mampu jadi lokomotif perekonomian. Ini belum pernah terjadi. Dan ini terjadi karena pergeseran pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, beliu berharap anak-anak peserta ini nantinya dapat menumbuhkan kembali pertumbuhan ekonomi ini, dan juga kegiatan Sertifikasi kompetensi SKKNI ini diharapkan nantinya dapat menjadi awal untuk meningkatkan daya saing bagi angkatan kerja yang ada saat ini. Momen itu sangat menarik karena saat ini pengenaan standar kompetensi merupakan sebuah keharusan menyusul disepakatinya beberapa konsensus, termasuk konsensus Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pemberlakukan MEA akan memunculkan sebuah kondisi terkait dengan bebasnya keluar masuk arus tenaga kerja dari seluruh Negara Asean, sehingga kompetensi dan keahlian tenaga kerja menjadi satu tolak ukur seseorang untuk mampu bersaing satu sama lain.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika , DR. Basuki Yusuf Iskandar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu implementasi program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam NawaCita, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Kabadan mengatakan bahwa potensi Indonesia menjadi salah satu Negara dengan ekonomi terbesar di dunia seperti hasil riset yang dipublikasikan oleh McKinsley Global Institut menunjukan bahwa Negara ini akan menjadi sebuah Negara besar dengan berbagai potensi yang dimiliki. Kebutuhan tenaga kerja terampil sangat mendesak. Namun demikian, keberadaan angkatan kerja yang ada yang hanya didominasi SMA/SMK masih memiliki kekurangan terkait dengan kemampuan dan keterampilan bekerja yang dimiliki. Kondisi ini ditegaskan dalam peringkat daya saing Indonesia berdasarkan penelitian Institute Management Development (IMD) tahun 2017 yang mengatakan masih berada di bawah Singapore, Malaysia, Thailand dan Philipina yang notebene merupakan pesaing nyata Indonesia dalam kelompok Masyarakat Ekonomi Asean. Globalisasi dan liberalisasi perdagangan bebas antar Negara (MEA dan WTO) menimbulkan dampak ganda di satu sisi era ini membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi tenaga SDM professional Indonesia untuk bisa berkiprah secara global namun di sisi lain berdampak SDM asing juga mendapatkan kesempatan yang sama berkompetisi menempati posisi tenaga SDM professional lokal Indonesia. Integrasi global, berdampak pada semakin derasnya arus: 1. manusia, 2.  Barang dan jasa, 3.  modal dan investasi , 4. Informasi. Era sekarang apalagi di era industri 4.0 keunggulan ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan yang melekat pada Sumber Daya Manusia dan suatu masyarakat /komunitas peran kompetensi SDM menjadi sangat penting.

Atas dasar dan fakta tersebut, maka Pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika RI berupaya meningkatkan kualitas dan kompetensi kerja masyarakat dengan menyusun Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 24 Tahun 2015 tentang pemberlakukan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Kominfo. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan tenaga kerja Indonesia bidang Kominfo yang kompeten dan professional serta memiliki daya saing nasional dan produktivitas. Seperti diketahui bahwa langkah ini dilakukan sebagai pelaksanaan mandat dari UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Upaya penyiapan Sumber Daya Manusia Indonesia yang berkualitas dalam menghadapi MEA dan persaingan global harus dilakukan secara sinergitas dan kontinuitas. Penyiapan program dan pengembangan SDM Kominfo bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan dapat berjalan harmonis sehingga terwujud peningkatan pengembangan SDM bidang Kominfo  yang merata pada tiap daerah.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini (21 November S/d 23 November 2018) diikuti oleh 60 peserta yang merupakan lulusan SMK, D3 dan S1 bidang TIK yang berasal dari Kota Batam dan sekitarnya. Secara umum, pembukaan kegiatan Fasilitasi Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Batam berlangsung lancar. Antusias semua pihak pada pelaksanaan kegiatan ini cukup besar. Kehadiran jajaran pimpinan dilingkungan Pemerintah Kota Batam, peserta yang antusias menjadi indikator yang dapat dinilai. Diharapkan kegiatan ini berjalan lancar hingga beberapa hari ke depan, termasuk dalam proses pengujian peserta yang akan dilaksanakan oleh Tim Assesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Telematika Jakarta.

Batam, 21 November 2018 (Ida)

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Pontianak

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan pada tanggal 8 s/d 10 November 2018 melaksanakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Pontianak. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini bertempat di Hotel Grand Mahkota Pontianak dan diikuti oleh 60 peserta yang merupakan lulusan SMK, D3 dan S1 bidang TIK yang berasal dari Kota Pontianak dan sekitarnya.

Acara pembukaan dilaksanakan pada 8 November 2018 dan dihadiri oleh Asisten III Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Marlina, MSi, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, MSi, Plt. Kadis Kominfo Kota Pontianak, Drs. Alfian, MSi, Direktur LSP TIK Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA dan dibuka secara resmi oleh oleh Asisten III Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Marlina, Msi. Dalam laporan Panitia, Abdul Rahman, S.Sos, M.Si selaku Kabid Pengembangan SDM BBPSDMP Kominfo Medan mengatakan fasilitasi sertifikasi SKKNI ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap pengembangan SDM angkatan kerja muda agar mereka dapat meningkatkan kompetensi diri dan memiliki daya saing tinggi dalam mencari kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Sementara itu Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto mengatakan bahwa dengan adanya Revolusi Industri 4.0 maka peluang pertumbuhan ekonomi semakin terbuka lebar dan hal ini merupakan hasil dari percepatan kemajuan pengetahuan dan teknologi yang inovatif, disamping e-commerce yang semakin memberikan harapan terhadap peningkatan perekonomian. Senada dengan hal tersebut, Asisten III Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Marlina, M.Si dalam sambutannya sebelum membuka acara secara resmi menyampaikan apresiasi kepada Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo atas perhatian yang diberikan kepada pengembangan SDM bidang TIK di Provinsi Kalimantan Barat dan mengatakan bahwa perkembangan TIK dewasa ini semakin membuka banyak peluang bagi angkatan kerja muda untuk bergerak maju, baik itu peluang untuk berwirausaha, peluang kerja maupun peluang untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Kegiatan Fasilitasi Sertifikasi Bagi Angkatan Kerja Muda Bidang TIK dibuka secara resmi dengan harapan sertifikasi ini dapat dipergunakan sebaik mungkin oleh para peserta agar angkatan kerja muda di Kota Pontianak dapat meningkatkan kompetensi dan mampu bersaing dengan angkatan kerja lainnya bahkan diharapkan para peserta mampu menciptakan peluang kerja baru sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

BBPSDMP KOMINFO MEDAN GELAR UPACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA KE – 90 TAHUN 2018

Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan menggelar upacara peringatan hari Sumpah Pemuda ke-90 tahun 2018 yang dipimpin oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Bapak Amal Hasyim, S.Sos. Upacara digelar di halaman Kantor BBPSDMP Kominfo Medan, Senin (29/10/2018) yang dihadiri Pejabat Struktural, Fungsional, serta karyawan di lingkungan BBPSDMP Kominfo Medan.

Dengan mengambil tema “Bangun Pemuda Satukan Indonesia”, pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam kerangka NKRI.

Upacara peringatan hari Sumpah Pemuda berlangsung khitmad, dengan rangkaian acara pembacaan naskah Pancasila, pembacaan Undang-undang Dasar 1945, Ikrar Sumpah Pemuda, menyanyikan lagu wajib nasional Satu Nusa Satu Bangsa serta diakhiri dengan doa.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kabupaten Pidie Provinsi Aceh

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pidie Provinsi Aceh dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) TIK Surabaya, melaksanakan Fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK bagi angkatan  kerja muda di Kabupaten Pidie. Fasilitasi Sertifikasi SKKNI tersebut diikuti oleh peserta yang berasal dari Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Pidie dan Kota Banda Aceh.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini dimulai pada tanggal 30 Agustus s.d. 01 September 2018 yang diikuti oleh 54 peserta yang merupakan lulusan SMK, D1 , D2, D3,  dan S1,  bidang TIK. Pembukaan dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 30 Agustus 2018 dihadiri oleh Bupati Kabupaten Pidie yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM Kabupaten Pidie, Bapak Bahrul Walidi, Kepala BBPPSDMP Kominfo Medan yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Bapak Amal Hasyim, S.Sos, Direktur LSP TIK Indonesia Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto, BBA, MBA, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Pidie diwakili oleh Bapak Muzakkir.

Fasilitasi sertifikasi SKKNI dibuka secara  resmi oleh Bupati Pidie dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM Kabupaten Pidie, Bapak Bahrul Walidi. Dalam sambutannya mengatakan, diselenggarakannya sertifikasi SKKNI  ini memberikan konstribusi besar dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang TIK khususnya bagi calon tenaga kerja muda yang handal dan siap pakai. Lebih lanjut Barul Walidi menjelaskan hal ini sejalan dengan peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Tranmigrasi RI Nomor 5 Tahun 2012 tentang Sistem Standarisasi Kompentensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sebagai salah satu rumusan kemampuan para tenaga kerja yang mencakup aspek pengetahuan keterampilan dan keahlian dan kemampuan serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan perundang-undangan. Kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-sebaiknya dan diharapkan lulus memperoleh sertifikat Standarisasi Kompentensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Pencerahan/pembekalan yang disampaikan oleh Nara Sumber Yusrizal,  S. Kom, M. Eng tentang fungsi TIK dalam segala bentuk termasuk dalam bidang ekonomi. Nara sumber dari LSP TIK Indonesia, Ir. Edwin Suryosuptanto, BBA, MBA dalam  paparannya menjelaskan tentang pentingnya TIK  pada masa sekarang ini, kompentensi kerja merupakan spesifikasi yang terdiri dari sikap kerja (attitude) pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) maka kepada peserta  dapat meningkatkan tiga hal tersebut dalam mengelola SDM TIK sehingga impelementasinya dapat mendukung tata kelola TIK di Kabupaten Pidie.

BIMBINGAN TEKNIS DAN SERTIFIKASI BERBASIS SKKNI BIDANG TIK BAGI ANGKATAN KERJA MUDA DI KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

Penggunaan internet di Indonesia semakin meningkat dari masa ke masa dan akan semakin meningkat pada masa yang akan datang. Pemerintah juga telah membangun berbagai infrastruktur pendukung aksesibilitas internet secara menyeluruh melalui proyek palapa ring, yakni proyek yang menghubungkan pulau – pulau besar di negeri ini dengan menggunakan fiber optik. Proses negara ini dalam industri digital akan semakin diperhitungkan dunia manakala Indonesia pada tahun 2030 akan menjadi the big five GDP Forecast In Purchasing Power Parity. Hal ini disampaikan Prof. Dr. Henri Subiakto, SH, MA, staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI Bidang Hukum dalam acara Pembukaan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Berbasis SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Asahan Sumatera Utara, Selasa 2 Oktober 2018.

Menurut Henri, secara kasatmata perkembangan ekonomi digital akan menjadi tren menarik bagi Indonesia dan dipastikan akan menjadi penopang utama perekonomian nasional saat ini dan masa mendatang. Saat ini sektor budaya sosial pantas menjadi perhatian kita semua agar perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang diselaraskan dengan ekonomi dan perkembangan digitalisasi pada seluruh sektor kehidupan dapat menjadi selaras. Perkembangan Artificial Intelligence yang tertanam dalam platform Internet Of Thing akan memberi dampak besar dalam berbagai kondisi termasuk pada pengembangan sumber daya manusia. Upaya untuk hadir dan menjadi bagian dari perkembangan dan penerapan revolusi industri 4.0 bagi semua kalangan, khususnya bagi angkatan kerja adalah dengan meningkatkan pengetahuan serta meningkatkan kreativitas diri. Dengan kreativitas tinggi maka, melesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk didalamnya revolusi industri 4.0 akan menjadi peluang besar bagi siapapun baik dari sisi karir, sosial dan finansial.

Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, Msi mengingatkan semua pihak untuk bersiap diri, ditengah hadirnya revolusi industri 4.0. Sebagaimana diketahui bahwa revolusi industri 4.0 akan mengedepankan penerapan Artificial Intelligence (AI) pada seluruh sistem dan kebutuhan manusia, termasuk didalamnya aplikasi robotic yang akan memberikan beberapa dampak bagi manusia, khususnya sumber daya manusianya. Ibarat kata, saat ini gerbong-gerbong industri teknologi tinggi sudah dibuka, dan akan kembali kepada diri kita sendiri, apakah kita akan menjadi bagian dari gerbong industri itu sendiri, atau hanya menjadi penonton dan tidak mendapatkan apa – apa, selain hanya sebagai user atau pengguna semata. Dengan bimbingan teknis dan uji kompetensi ini, diharapkan sinergisitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengadvokasi kesiapan angkatan kerja menyongsong masifnya penerapan industri 4.0 akan menjadi lebih siap.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Asahan yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Bapak Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, Msi mengatakan bahwa era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi secara global dipastikan juga akan menerpa Kabupaten Asahan. Secara birokrasi, Pemerintah Kabupaten Asahan harus siap dengan perkembangan apapun itu. Berbagai upaya telah dilakukan baik perbaikan infrastruktur, termasuk peningkatan sumber daya manusia. Upaya dan fasilitasi yang diberikan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam uji kompetensi ini akan menjadi tren sangat positif serta selaras dengan tujuan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah ini. Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5/2012 tentang Sistem Standar Kompetensi Kerja Nasional telah dirumuskan tentang kemampuan standar angkatan kerja yang harus disepakati bersama. Untuk itu, kepada seluruh peserta yang merupakan angkatan kerja di Kabupaten Asahan ini untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, sehinga daya saing daerah ini akan didukung oleh sumber daya kompeten dan mampu menjawab tantangan dan kebutuhan daerah ini terkait teknologi informasi dan komunikasi.

Secara umum, pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Berbasis SKKNI Bidang TIK di Kisaran, Kabupaten Asahan Sumatera Utara berjalan lancar. Acara yang diikuti 65 orang angkatan kerja bidang TIK dari berbagai kawasan di Kabupaten Asahan, beberapa pimpinan OPD Kabupaten Asahan, jajaran pimpinan dan asesor LSP Komputer Jakarta dan undangan dari berbagai pihak, diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan semangat dan kreativitas semua pihak dalam menyongsong hadirnya berbagai teknologi informasi dan komunikasi yang pada akhirnya akan memperkuat fondasi dalam menyonsong hadirnya ekonomi digital di negeri ini pada masa mendatang.

BBPSDMP KOMINFO MEDAN PERINGATI HARI KESAKTIAN PANCASILA

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober 2018 di Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, dengan tema Pancasila sebagai landasan kerja mencapai prestasi bangsa. Bertindak selaku pembina upacara Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M. Si dan diikuti oleh Pejabat Struktural, Staf dan Tenaga Pendukung BBPSDMP Kominfo Medan, bertempat di halaman  kantor BBPSDMP Kominfo Medan. Upacara diawali dengan mengheningkan cipta sebagai ucapan syukur atas perjuangan pahlawan bangsa, selanjutnya Kepala BBPPSDMP Kominfo Medan membacakan  naskah pancasila  yang diikuti peserta upacara.

Pada upacara Hari Kesaktian Pancasila ini dibacakan Ikrar Kesaktian Pancasila oleh Kepala Bidang Pengembangan  SDM Kominfo, Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si. Upacara  berlangsung dengan  lancar dan penuh  suasana  khidmat.

KEGIATAN BIMTEK DAN UJI SERTIFIKASI SKKNI BAGI ANGKATAN KERJA MUDA INDONESIA BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI KOTA TEBING TINGGI

Tebing Tinggi(18/09/18). Pada era globalisasi saat ini, penggunaan teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Perkembangan teknologi infomasi semakin hari semakin berkembang pesat. Pada dasarnya, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membuat semua teknologi yang berhubungan dengan penanganan informasi. TIK adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Dengan demikian teknologi informasi atau information technology (IT) dipahami sebagai keterpaduan antara tiga aspek, yaitu hardware, software, dan brainware. Secara normatif hal diatas adalah pengertian TIK, tetapi dewasa ini kita perlu mengetahui bersama bahwa terdapat transformasi nilai, yaitu dimasa kini TIK sudah menjadi sebuah kebutuhan yang melekat pada diri manusia, bukan lagi hanya pelengkap dalam kehidupan sehari-hari. Kita ambil saja satu sampel data dari komponen yang ada dalam TIK yaitu internet. Jumlah pengguna internet tahun 2017 telah mencapai 143,26 juta jiwa atau setara dengan 54,68% dari total jumlah penduduk Indonesia. Ini menjadi sebuah fakta yang menuntut kita sebagai angkatan kerja muda mawas diri tentang pentingnya menguasai TIK dalam peningkatan kualitas diri. Alasan lain pentingnya menguasai TIK bagi para pemuda adalah untuk menjadi modal awal dalam mempersiapkan diri untuk bersaing khususnya dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid. M.IP saat pembukaan acara Uji sertifikasi berbasis SKKNI bidang TIK bagi angkatan kerja Muda di kota Tebing Tinggi.

Lebih Lanjut Meutya Viada Hafid menjelaskan, bahwa tanpa dukungan sumber daya manusia yang handal dan terampil, maka teknologi informasi tidak dapat digunakan secara optimal yang pada gilirannya tujuan penggunaan teknologi informasi untuk pencapaian tujuan kinerja yang baik akan sulit dicapai.

Meutya Viada hafid berharap, bahwa melalui Uji Sertifikasi SKKNI, dapat mencetak para angkatan kerja muda yang memiliki kualitas penggunaan teknologi yang baik, sehingga siap berkompetisi di dalam dan luar negeri. kita harus memiliki keyakinan, dan semangat bahwa setiap hal yang kita mulai dengan baik dan sungguh-sungguh, insya Allah pasti akan berjalan dengan baik.

Wali kota Tebing Tinggi dalam sambutannya yang diwakili oleh Asisten Umum Bapak Kamlan Rasyid, SH, MM menyampaikan bahwa saat ini Kota Tebing Tinggi berupaya menerapkan konsep “Smart City”, kota cerdas untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Mengingatdinamika masyarakat yang berkembang dengan pesat harus diiringi dengan pelayanan publik yang cepat. Pendekatan E-Government dan Open-Government adalah sebuat jawaban dari tuntutan dinamika saat ini, bukan sekedar konsumsi teknologi semata. Kecepatan dan keakuratan sistem pelayanan adalah langkah yang harus di tempuh. Dukungan untuk mempermudah kinerja membutuhkan sistem aplikasi di suatu organisasi, sehingga efisien terhadap penggunaan anggaran dan SDM.

Sedangkan Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, Kegiatan fasilitasi sertifikasi SKKNI angkatan kerja muda saat ini merupakan salah satu upaya Kementerian KOMINFO mengimplementasikan program “INDONESIA KERJA” yang termaktub dalam NAWA CITA, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Ada tiga momentum besar yang memicu dalam peningkatan pengembangan SDM bidang Kominfo/TIK yaitu: Persaingan yang makin tinggi di era globalisasi ditandai dengan inovasi dan strategi baru dari setiap negara, institusi, dan individu.Kedua, Penguatan blog perdagangan antar kawasan, seperti kehadian Masyarakat Ekonomi Asean(MEA) telah membuka peluang persaingan, peluang pasar serta aliran perpindahan tenaga ahli (Profesionalism Expert) dan jasa.Ketiga, trending revolusi industri 4.0.

Momentum pertama dan kedua dampaknya sedang kita rasakan sampai saat waktu ini (Real Time), adanya lintas komunikasi mendunia, dan adanya industri maupun institusi yang terus maju, ada juga institusi/perusahaan yang tidak mampu beradaptasi terhadap keberadaan momentum tersebut dengan berbagai alasan.

Kemampuan bangsa untuk berdaya saing tinggi adalah kunci bagi tercapainya kemajuan dan kemakmuran bangsa. Daya saing yang tinggi, akan menjadikan Indonesia siap menghadapi tantangan-tantangan globalisasi dan mampu memanfaatkan peluang yang ada.

Kementerian KOMINFO telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas SDM bidang TIK, antara lain dengan penyusunan peta okupasi bidang teknologi informasi dan komunikasi dan diterbitkannya peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2015 tentang pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang komunikasi dan informatika yang bertujuan mewujudkan tenaga kerjabidang komunikasi dan informatika yang kompeten dan profesional dalam meningkatkan daya saing nasional serta produktivitas lapangan usaha dan industri komunikasi dan informatika. SKKNI bidang KOMINFO ini diberlakukan terhadap tenaga kerja industri, baik tenaga kerja Indonesia maupun tenaga kerja asing, yang keahlian atau keterampilannya di bidang komunikasi dan informatika.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Irbar Samekto  berpesan kepada peserta agar melihat peradaban yang terus berubah cepat akibat kehadiran teknologi informasi dan komunikasi serta bila memperoleh kerja nanti agar terus meningkatkan kompetensi, disiplin, kejujuran dan etos kerja serta mewujudkan profesionalitas dalam bekerja.

Abdul Rahman Harahap, S.Sos.,M.Si dalam laporan panitia menyampaikan jumlah peserta sebanyak 65 orang lulusan SMK, D3 , dan S1 bidang Teknologi informasi dan Komunikasi yang berasal dari Kota Tebing Tinggi dan sekitarnya. Kegiatan Uji Sertifikasi dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 18-20 September 2018 di Hotel Malibou Kota tebing Tinggi. Adapun kegiatan dilaksanakan berupa:

  1. Pengantar berupa penjelasan materi uji kompetensi, disampaikan Oleh Tim Assesor LSP Komputer,
  2. Kemudian Pra Assesment, untuk memberikan gambaran kepada peserta mengenai Skema yang di ujikan,
  3. Kemudian peserta melakukan Registrasi Online.
  4. Uji Kompetensi/Assesment, berupa Uji Praktek dan Observasi demonstrasi yang dilaksanakan oleh Tim Asesor.
  5. Kemudian hari terakhir Peserta dibekali dengan semangat dan pemahaman Enterpreneurship untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan

Skema yang diujikan yaitu:Operator Komputer Junior, Disain grafis Junior, Desainer Multi Media Junior,  Junior Technical Support, Junior Programming, dan Junior Networking, dan lembaga yang melakukan pengujian adalah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komputer Jakarta. (BP 19/09/18).