Pembukaan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Deli Serdang 2018 Soroti Attitude Angkatan Kerja Indonesia

“Kekurangan (angkatan kerja) kita ada di attitude!”, demikian penegasan Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA., saat mengisi arahan dalam agenda pembukaan fasilitasi sertifikasi SKKNI angkatan kerja muda bidang TIK di Kabupaten Deli Serdang 6 hingga 8 September 2018. Attitude, yang jika diterjemahkan dalam komponen kompetensi sebagai sikap kerja, adalah satu dari tiga aspek penting yang membentuk kompetensi kerja. Selain sikap kerja, pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) juga menjadi hal yang harus diperhatikan.

Kekurangan dari  sisi sikap kerja, khususnya rasa kurang percaya diri, harus segera dibenahi mengingat Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain global di era ekonomi digital. Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada kurun 2020 hingga 2030, ketika angkatan kerja yang merupakan generasi millenials mencapai komposisi 70% populasi penduduk Indonesia. Indonesia juga memiliki potensi ekonomi digital yang besar melalui layanan jasa keuangan dan game. Jika Indonesia mampu memanfaatkan potensi-potensi tersebut, Bank Indonesia memprediksi sharing digital economy Indonesia akan mencapai 10% PDB bahkan Google meramalkan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor satu di Asia Tenggara. Namun, Indonesia akan kehilangan kesempatan emas, jika gagal menyiapkan tenaga ahli. Manpower Indonesia yang akan berjumlah 113 juta tidak cukup diimbangi dengan ketersediaan expert hanya sebanyak 13,4 juta orang. Sertifikasi SKKNI menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli yang kompeten.

Anggota Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid, M.IP juga menyoroti aspek attitude dalam angkatan kerja Indonesia. Ia menekankan bahwa aset bangsa Indonesia yang paling penting adalah manusianya, sehingga investasi fisik harus dibarengi dengan investasi di sisi sumber daya manusia. Terlebih lagi, akses informasi saat ini masuk sebagai hak asasi sesuai amanat hasil amandemen II UUD 1945, maka kompetensi SDM yang menjadi pengawal hak asasi ini mutlak ditingkatkan, yaitu SDM TIK. SKKNI merupakan standar yang diakui di ASEAN sebagai standar angkatan kerja, sehingga angkatan kerja muda TIK yang berhasil lulus dalam sertifikasi ini akan memiliki kesempatan kerja yang lebih besar, yaitu dapat bekerja di negara-negara ASEAN. Namun di era globalisasi ini, angkatan kerja negara tetangga juga memiliki kesempatan yang sama untuk bisa masuk ke Indonesia jika mereka memiliki standar kompetensi setara SKKNI. Oleh karena itu, kelemahan angkatan kerja Indonesia, yaitu sikap kerja yang kurang percaya diri harus segera diperbaiki.

“Yakin bisa bersaing dengan tenaga kerja luar negeri?”, Meutya Hafid mencoba memotivasi peserta yang disambut dengan jawaban “Yakin!” dari pada peserta. Motivasi itu sekaligus mengakhiri sambutan Anggota Komisi I DPR RI tersebut. Meutya Hafid juga didaulat untuk membuka secara resmi acara fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2018.

Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta oleh Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo Bapak Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA dan Anggota Komisi I DPR RI Ibu Meutya Viada Hafid, M. IP. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Plt. Irjen III Kementerian Kominfo, Fajar Budianto; Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Drs. Irbar Samekto, M. Si; Kepala Seksi Pengolahan Data Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara, Junaidi Irwansyah, ST; Kepala Seksi Infrastruktur Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara, Imron Pribadi, ST; Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Deli Serdang, Drs, Haris Binar Ginting; Direktur LSP Komputer, Ir. Besar Agung Martono, MM, DBA; Ketua APJII Sumatera Utara, Bambang Heru Wijaksono; dan CEO PT. Jualan Online Indonesia, Diatce G. Harahap. Fasilitasi sertifkasi SKKNI di Kabupaten Deli Serdang 2018 diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP KOMINFO) Medan dan diikuti oleh 65 peserta dari kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya. (mohm)

Bimtek Literasi TIK dan Pembuatan Blog Bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Labuhan Batu

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu menyelenggarakan Bimtek Literasi TIK dan Pembuatan Blog bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Labuhan Batu pada tanggal 27 s/d 29 Agustus 2018 di Kota Rantau Prapat. Bimtek ini dibuka secara resmi oleh Bupati Labuhan Batu yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Labuhan Batu, Bapak Muhammad Ihsan Harahap, ST dan dihadiri oleh mewakili Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Kabid Pengembangan SDM BBPSDMP Kominfo Medan, Bapak Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si, Kepala OPD Kabupaten Labuhan Batu, Camat, Lurah, Tim Penggerak PKK dan anggota KIM yang berada di Kabupaten Labuhan Batu.

Bimtek Literasi TIK dan Pembuatan Blog ini diikuti oleh 60 Peserta yang berasal dari anggota KIM yang berasal dari 9 (sembilan) Kecamatan yang berada di Kabupaten Labuhan Batu yaitu Kecamatan Bilah Barat, Bilah Hulu, Bilah Hilir, Panai Tengah, Panai Hulu, Panai Hilir, Rantau Selatan, Rantau Utara dan Pangkatan.

Dalam sambutannya mewakili Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Kepala Bidang Pengembangan SDM BBPSDMP Kominfo Medan, Bapak Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si menyampaikan bahwa di era globalisasi seperti saat ini Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi kekuatan perubahan terbesar dalam membuka pintu pengetahuan dan TIK juga memberikan banyak manfaat bagi masyarakat termasuk di dalamnya anggota KIM yang memiliki peran strategis dalam penyerapan dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

Sementara itu Kadis Kominfo Kabupaten Labuhan Batu, Bapak Muhammad Ihsan Harahap, ST dalam sambutannya mengatakan bahwa pemberdayaan KIM kian penting menuju peradaban masyarakat informasi, dimana pemberdayaan KIM dapat dilakukan dengan cara mengembangkan jaringan antar KIM dan melakukan pelatihan seperti yang dilakukan saat ini yakni pemberian Bimtek Literasi dan Pembuatan Blog bagi anggota KIM di Kabupaten Labuhan Batu.  Bupati Labuhan Batu sangat mengapresiasi kegiatan ini untuk kemajuan anggota KIM dan berharap kegiatan lainnya yang dapat mengembangkan SDM anggota KIM dapat dilakukan kembali di masa mendatang. (Ratna)

Bimtek Literasi TIK Bagi Kaum Perempuan di Kabupaten Aceh Tenggara

Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo (BBPSDMP) Medan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menyelenggarakan Bimtek Literasi bagi Kaum Perempuan di Kutacane pada tanggal 23 s/d 24 Januari 2018 di Laboratorium Komputer SMK Negeri 1 Kutacane. Bimbingan Teknis ini dibuka secara resmi oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, MSi dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Aceh Tenggara, Azhari, SH.

Bimtek Literasi TIK bagi Kaum Perempuan ini dihadiri oleh 40 Peserta yang berasal dari Ibu PKK, Majelis Taqlim dan Kader Kelurahan yang berasal dari Kecamatan Bambel, Kecamatan Batu Mbulan dan Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Tenggara. Dalam sambutannya Kepala BBPSDMP Medan, Drs. Irbar Samekto mengatakan di era globalisasi seperti saat ini Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi kekuatan perubahan terbesar dalam membuka pintu pengetahuan dan TIK juga memberikan banyak manfaat bagi kaum perempuan. Masyarakat yang sudah melek informasi merupakan salah satu ciri dari masyarakat informasi dimana penduduknya sudah dapat mengakses teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam upaya menjembatani kesenjangan informasi adalah membangun titik akses komunitas terutama di lokasi dimana penduduknya masih mengalami kesenjangan informasi dan membangun akses TIK.
Kegiatan Bimtek Literasi TIK Bagi Kaum Perempuan ini merupakan salah satu upaya Kementerian Kominfo dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terutama kaum perempuan terhadap perkembangan TIK yang begitu pesatnya. Kemajuan teknologi informasi tidak dapat dihindari, masyarakat harus meningkatkan kapabilitasnya untuk dapat bersaing dalam perkembangan zaman.keunggulan kompetitif, perekonomian yang berbasis sumber daya alam yang tersedia, SDM berkualitas dan kemampuan IPTEK.

Bimtek Literasi TIK ini memilih sasaran kaum Perempuan karena kaum perempuan Sementara itu Kadis Kominfo Kabupaten Aceh Tenggara, Azhari, SH menyampaikan bahwa dengan Bimtek Literasi ini diharapkan kaum Ibu dapat mengawasi anak anak dan remaja dalam menggunakan internet agar dalam menggunakannya secara baik dan bertanggung jawab sehingga manfaat internet dapat mereka rasakan.
Diharapkan upaya meningkatkan kualitas SDM kaum Perempuan dapat berimbas positif juga kepada peningkatan kualitas hidup dan peningkatan perekonomian rumah tangga. (Ratna)

Bimtek Literasi TIK Bagi Kaum Perempuan di Kabupaten Pakpak Bharat

Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo (BBPSDMP) Medan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menyelenggarakan Bimtek Literasi bagi Kaum Perempuan di Kota Salak Kabupaten Pakpak Bharat pada tanggal 25 s/d 26 Januari 2018 di Aula Bupati Pakpak Bharat. Bimbingan Teknis ini dibuka secara resmi oleh Sekda Pakpak Bharat, Sahat Banurea S.Sos dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pakpak Bharat, Arianto Tinambunan, Kabid Pengembangan SDM BBPSDMP Kominfo Medan, Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M,Si.

Bimtek Literasi TIK bagi Kaum Perempuan ini dihadiri oleh 40 Peserta yang berasal dari Ibu PKK, Majelis Taqlim dan Kader Desa yang berasal dari Kecamatan Salak, Kecamatan Tinada dan Kecamatan Kerajaan. Dalam sambutannya Sekda Pakpak Bharat, Sahat Banurea, S.Sos mengatakan Bimtek Literasi TIK ini memilih sasaran kaum Perempuan karena kaum perempuan terutama kaum Ibu dapat mengawasi anak anak dan remaja dalam menggunakan internet agar dalam menggunakannya secara baik dan bertanggung jawab sehingga manfaat internet dapat mereka rasakan. Diharapkan upaya meningkatkan kualitas SDM kaum Perempuan dapat berimbas positif juga kepada peningkatan kualitas hidup dan peningkatan perekonomian rumah tangga.

Sementara itu Kabid Pengembangan SDM BBPSDMP Kominfo Medan, Abdul Rahman Harahap, S.Sos, Msi mengatakan di era globalisasi seperti saat ini Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi kekuatan perubahan terbesar dalam membuka pintu pengetahuan dan TIK juga memberikan banyak manfaat bagi kaum perempuan. dengan Bimtek Literasi ini diharapkan kaum Ibu dapat mengawasi anak anak dan remaja dalam menggunakan internet agar dalam menggunakannya secara baik dan bertanggung jawab sehingga manfaat internet dapat mereka rasakan.

Diharapkan upaya meningkatkan kualitas SDM kaum Perempuan dapat berimbas positif juga kepada peningkatan kualitas hidup dan peningkatan perekonomian rumah tangga. Kegiatan Bimtek Literasi TIK Bagi Kaum Perempuan ini merupakan salah satu upaya Kementerian Kominfo dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terutama kaum perempuan terhadap perkembangan TIK yang begitu pesatnya. Kemajuan teknologi informasi tidak dapat dihindari, masyarakat harus meningkatkan kapabilitasnya untuk dapat bersaing dalam perkembangan zaman.keunggulan kompetitif, perekonomian yang berbasis sumber daya alam yang tersedia, SDM berkualitas dan kemampuan IPTEK. (Ratna)

Bimtek Literasi TIK Bagi Guru dan Siswa SMP

Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), bagi Guru sekolah dan siswa SMP dilaksanakan diruang Media Center BBPPKI Medan, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17 dan 18 Febuari 2017. Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam melaksanakan tugas disekolah. Kemajuan TIK harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dan sebagai alat untuk mewujudkan bangsa yang cerdas dan maju. Bimtek Tanggal 17 Febuari 2017 dilaksanakan bagi guru sekolah dengan materi cara gampang membuat blog bagi guru dan siswa. Bimtek dibuka Kepala Bagian TU, Amal Hasyim, S. Sos. dalam sambutannya mengatakan, sekarang guru dituntut untuk banyak menulis tentang kegiatan atau kewajiban di sekolah, blog merupakan salah satu sarana bagi guru untuk mempraktekkan kemampuan menulis di era internet ini. Kemudian Kabid Program dan Evaluasi Abdul Rahman S.Sos, M.Si. menambahkan, internet dapat memberikan manfaat besar bagi pendidikan, meningkatkan pengetahuan, aspek kehidupan lainnya serta keberdayaan dalam meraih kualitas kehidupan yang lebih baik. Dengan meningkatnya penggunaan ponsel, telah merubah akses dan penggunaan media digital internet di kalangan remaja selalu tertarik untuk belajar hal-hal baru, namun tidak menyadari risiko yang dapat ditimbulkan. Undang-undang Informasidan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 11 Tahun 2008 perangkat perateran yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik. “Mereka yang secara sengaja dan tanpa hak melakukan penyadapan atas informasi ,atau dokumen elektronik pada komputer atau alat elektronik milik orang lain akan dikenakan hukuman berupa penjara dan denda termasuk menyampaikan informasi yang tidak jelas”, ujarnya. Selanjutnya kegiatan ini dibimbing oleh narasumber Relawan TIK, Syurahbil degan materi pembuatan blog. Dari hasil bimtek literasi TIK ini diharapkan para guru dan siswa sudah bisa membuat blog. Karena dengan blog, kita dapat berbagi informasi atau pengetahuan di dunia maya, ujarnya. (martha)

Bimtek Literasi TIK di Kab. Mandailing Natal

Mandailing Natal (30/1).
Kehadiran internet telah banyak memberikan manfaat positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam meningkatkan berbagai kemudah-an dalam menjalankan aktifitas di berbagai bidang kehidupan, sehingga bila tidak dimanfaatkan secara cerdas maka internet dapat merugikan penggunanya. Agar penggunaannya dapat memperoleh manfaat yang tepat serta terhindar dari dampak negatif internet, diperlukan kebijakan dan upaya pengawasan terhadap anak-anak dalam memanfaatkan internet sehingga mereka mampu menggunakan internet secara benar dan efektif. Karena itulah untuk kepentingan perlindungan anak-anak khususnya, diharapkan para orang tua perlu menyadari tentang bahaya yang dapat ditimbulkan dari penggunaan internet, terutama kaum wanita/ibu yang memiliki peran penting dalam membina dan mengawasi anak-anak dalam menggunakan internet. Dalam kondisi demikian diperlukan pengembangan SDM bidang TIK melalui program literasi TIK. Literasi bukan hanya tentang membaca, menulis, mendengar, berbicara, atau melihat. Literasi TIK merupakan kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, menggunakan dan berbagi informasi dengan berpikir kritis, kreatif dan etis. Hal ini juga berkaitan dengan tentang kapan, mengapa dan bagaimana menggunakan TIK dengan cara yang bertanggung jawab. Melalui pengembangan literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), diharapkan kaum ibu ataupun keluarga dapat mendampingi anak-anak dalam menghadapi masa depan yang menarik tapi menantang. Serta bagaimana kita mempersiapkan mereka untuk berhasil dalam dunia yang berubah begitu cepat.

Sehubungan dengan itu Kementerian Kominfo dalam hal ini Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) Kabupaten Mandailing Natal Propinsi Sumatera Utara menyelengggarakan Bimbingan Teknis  Literasi Teknologi informasi Dan Komunikasi (TIK) Bagi Masyarakat. Kegiatan Bimtek ini diselenggarakan  mulai dari 30 Januari hingga 1 Pebruari 2017 di Hotel Rindang dan SMKN 1 Panyabungan yang diikuti sebanyak 50 (lima puluh) orang peserta dari PKK Kabupaten, Muslimat NU, Muslim Taqlimah, Bhayangkari, Persit, BKMP Kabupaten Mandailing Natal. Dalam Laporannya Ketua panitia  yang disampaikan oleh Amal Hasyim S.Sos. mengatakan bahwa tujuan kegiatan bimtek ini adalah: 1. Agar peserta dapat memahami dampak positif dan negatif dalam  pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi; 2. Mampu menggunakan dan berbagi informasi dengan berpikir kritis, kreatif dan etis melalui pemanfaatan TIK. Selanjutnya sambutan Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo Republik Indonesia yang diwakili oleh Kepala BBPPKI Medan Drs. Irbar Samekto M.Si. dalam kata sambutannya mengatakan dalam periode RPJMN kedua tahun 2010-2014 Kementerian Kominfo telah mewujudkan target Indonesia connected. Pembangunan Backbone kabel laut dari bagian barat ke wilayah timur Indonesia serta memperkecil kesenjangan digital (digital divide) di wilayah Indonesia melalui Program Desa Dering, Desa Pinter, Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK), dan Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan (M-PLIK). Program ini kemudian dilanjutkan dalam RPJMN ke tiga tahun 2015-2019 dengan penyediaan jaringan serat optik ke seluruh Kab/Kota (Palapa Ring), penyedian nirkabel untuk broadband di pedesaan, pembangunan pusat data terpadu, reformasi kewajiban pelayanan universal (USO) serta pengembangan SDM dan industri TIK. Pembangunan konektivitas Kominfo tersebut telah memberikan signifikasi yang tinggi terhadap penggunaan mobile phone maupun internet di Indonesia. Saat ini berdasarkan buku putih Kominfo 2014, terdapat 313 juta di tahun 2013 dengan pelanggan internet 94, 2 juta di tahun 2015 dan diprediksi mengalami kenaikan 106,4 jiwa di tahun 2016. Dari data tersebut tentulah terdapat penggunaannya oleh diri kita, keluarga kita, dari anak-anak kita ataupun dari teman-teman kita.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kabupaten Madina yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Madina Drs.H. Muhammad Safei Lubis, M.Si. Dalam sambutannya Safei mengatakan pentingnya pengintegrasian teknologi informasi ke dalam proses pembelajaran sangat berkaitan erat dengan upaya mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia untuk memasuki era masyarakat berbasis pengetahuan dan rekayasa teknologi, termasuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah mulai bergulir sejak akhir Desember 2015 lalu. Oleh karena itulah, bimtek ini dirasakan sangat penting bagi kaum ibu-ibu, mengingat kaum ibu inilah yang paling banyak waktunya untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak di rumah. Jadi sangat wajar jika kaum ibu harus paham teknologi informasi dan komunikasi agar mereka bisa memotivasi anak-anak dan keluarga, untuk akrab terhadap perkembangan serta menguasai teknologi informasi, tetapi sekaligus pula mengawasi mereka saat menggunakan perangkat teknologi, khususnya yang berkaitan dengan internet. Sebagai Pengantar Materi dalam Bimtek Literasi ini, Bpk. Surabil narasumber dari Universitas Sumatera Utara menyampaikan bahwa masyarakat harus bijak dalam menggunakan internet, internet memang sangat bermanfaat namun tetap diperlukan kehati-hatian. (IDW)

Bimtek Literasi TIK Jaringan Tingkat Dasar Bagi Aparatur Pemerintah Kabupaten Nias Barat

Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyelenggarakan bimbingan teknis literasi TIK (jaringan TIK kompetensi tingkat  dasar) selama empat  hari, tanggal 19 s.d. 22 November 2016, di Aula Kantor BBPPKI Medan. Bimbingan Teknis (Bimtek) diikuti oleh 10 orang peserta yang berasal dari dinas perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nias Barat. Bimtek dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi Aparatur Pemerintah Kabupaten  Nias Barat khususnya staf Dishub Kominfo dalam peningkatan kompetensi jaringan  tingkat dasar.

Kepala bagian Tata Usaha  BBPPKI Medan Abdul Rahman Harahap,S.Sos, M.Si dalam laporan panitia menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek ini  merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman/kerjasama antara Dinas Perhubungan Kominfo Nias Barat dengan BBPPKI Medan yang telah ditanda tangani kedua belah pihak pada bulan  Agustus 2016. Bimbingan teknis TIK  dengan menghadirkan nara sumber dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara yang juga relawan TIK Sumatera Utara bapak Syurahbil, SSi, M.Comp.SC, Abdul Muis, ST serta didampingi oleh Instruktur dari BBPPKI Medan yaitu Erwin antonius Manurung, ST., Marudur pandapotan Damanik, ST., M.Eng., Meilinia D. Ginting, S,Kom., dan Alex Siregar, S.Kom.

Kepala BBPPKI Medan, Drs.Irbar Samekto MSI, dalam sambutannya mengatakan terimkasih kepada pemerintah Kabupaten Nias Barat yang telah mengimplementasikan Perjanjian Kerjasama antara BBPPKI Medan dengan Dishub Kominfo Kabupaten Nias Barat untuk membangun Sumatera Utara menjadi lebih maju. Membangun tidak harus dengan infrastruktur kuat tapi membangun dalam pribadi kita masing-masing, tanpa adanya skill SDM bagaimana organisasi berjalan dengan  lancar. Oleh karena itu BBPPKI Medan punya keinginan untuk membangun dan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia  yang handal dan memiliki kompetensi dalam rangka membangun masyarakat menjadi lebih baik begitu juga kedepannya Nias Barat kiranya cepat berkembang Bidang pelayanan Publik berbasis TIK.

Sekretaris Dinas Perhubungan  Kominfo Kabupaten Nias Barat Hezisokhi Gulo, S.Ag dalam sambutanya mengatakan sangat mengapresiasi dan  menyambut baik pelaksanan bimtek TIK dilaksanakan bagi staf Dinas Perhubungan Kominfo Kabupaten Nias Barat. Perkembangan kominfo di Nias Barat sangat terbelakang khususnya di Dishub Kominfo dan belum terbentuk baru ada  pada tahun 2017. SDM di Dishub Kominfo baru  dua  orang  selainnya  pegawai tidak tetap dengan adanya pendidikan tingkat dasar jaringan TIK bisa diterapkan dalam pengembagan SDM Kabupaten Nias Barat. Peserta bimtek TIK diharapkan memahami analisis dan perancangan Jaringan Komputer, setting dan konfigurasi jaringan, trouble shooting dan maintenance serta adminitstrator jaringan Komputer menggunakan windows server dan Ubuntu linux server.(marta)