Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Kominfo Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Langsa

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Langsa melaksanakan fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK bagi angkatan kerja muda. Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari tersebut dimulai pada tanggal  05 s/d 09 November 2019, bertempat di SMK Negeri 2 Langsa dan diikuti oleh 66 peserta yang merupakan lulusan SMK, D3 dan S1 bidang TIK yang berasal dari wilayah Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur. Skema yang diujikan yaitu Junior Programming, Junior Networking, Junior Technical Support dan Graphic Design.

Dengan tujuan membantu angkatan kerja muda, khususnya lulusan sekolah menengah kejuruan bidang TIK dalam memperoleh sertifikat keahlian. Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Rabu, 06 November 2019 yang dihadiri oleh Wakil Walikota Langsa yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Langsa, Yanis Prianto, SE, M.Si, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Drs.Irbar Samekto, M.SI, Asisten Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Langsa Riza Fahlevi, S.STP., M.AP, Direktur LSP Komputer Jakarta, Ir. Besar Agung Martono, MM, DBA, diwakili oleh Satrya Gunayoman, Instruktur Rian Farta Wijaya, S.Kom, M.Kom, Saiful Bahril, S.Kom, M.Kom, Khairul, S. Kom, M.Kom dan Firdaus Nuzula, S.Kom, M.Kom.

Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, “Untuk mendorong perubahan, ada tiga kemajuan teknologi spesifik yaitu kecerdasan buatan, adopsi bigdata analitik yang meluas dan teknologi cloud. Di negara berkembang khususnya langkah menuju ekonomi global yang lebih maju akan dicapai melalui kemajuan teknologi energi baru”. Lanjutnya, “Mengingat gelombang teknologi dan tren baru yang menggangu model bisnis dan perubahan pembagian kerja antara pekerja dan mesin yang mengubah profil pekerjaan saat ini, sebagian besar pengusaha yang di survei mengharapkan pada tahun 2021, keterampilan yang diperlukan untuk melakukan sebagian besar pekerjaan akan berubah secara signifikan”.

Fasilitasi sertifikasi SKKNI dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Langsa yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Langsa, Yanis Prianto, SE, M.Si Yanis Prianto, SE, M.Si, dalam  sambutannnya mengatakan, “Bimbingan dan Sertifikasi ini akan menghasilkan tenaga kerja yang handal dan teruji kompetensinya sehingga sanggup bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif. Saat ini kita sudah berada di era industri 4.0 yang salah satunya ditandai dengan digitalisasi dan otomasi yang akan mengubah struktur dan lapangan pekerjaan di Indonesia. Menurut riset PT. McKinsey Indonesia, pada tahun 2030 diperkirakan 23 juta pekerjaan di Indonesia bakal digantikan mesin otomasi. Analisis mereka menunjukkan 800 jenis pekerjaan dari 2.000 jenis pekerjaan yang dijadikan unit analisis rentan diganti otomasi yaitu jenis pekerjaan yang mengandalkan aktivitas fisik berulang dan pengolahan data. Potensi kehilangan pekerjaan tersebut akan tergantikan dengan terciptanya peluang pekerjaan baru yang diperkirakan akan mencapai 27 juta pekerjaan tambahan darii otomasi, artinya Indonesia akan mendapatkan keuntungan bersih dari sektor tenaga kerja sebanyak 4 juta pada tahun 2030”. Lanjutnya, “Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, yang dapat memberikan bekal pengetahuan bagi generasi muda agar memiliki kesiapan skill untuk memasuki lapangan pekerjaan”. Tambahnya lagi, “Di dalam dunia kerja harus ada keterbukaan informasi agar dapat terjalin hubungan komunikasi yang baik di Kota Langsa dalam rangka pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)”. Kegiatan Fasilitasi Sertifikasi Bagi Angkatan Kerja Muda Bidang TIK ini diharapkan dapat dipergunakan sebaik mungkin oleh para peserta agar angkatan kerja muda di Kota Langsa dapat meningkatkan kompetensi dan mampu bersaing dengan angkatan kerja lainnya.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda di Labuhan Batu Utara

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan pada tanggal 29 Oktober s/d 2 November 2019 melaksanakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Labuhan Batu Utara. Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari ini bertempat di Hotel Grans Labura Aek Kanopan dan diikuti oleh 53 peserta yang merupakan lulusan SMK, D3 dan S1 bidang TIK yang berasal dari Kabupaten Labuhan Batu Utara dan sekitarnya.

Acara pembukaan dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2019 dan dihadiri oleh Asisten III Kabupaten Labuhan Batu Utara, Abdul Haris Rangkuti, MAP, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, MSi, Kadis Kominfo Kabupaten Labuhan Batu Utara, Drs. Sugeng, Direktur LSP Komputer, Ir. Besar Agung Martono, MM dan dibuka secara resmi oleh oleh Asisten III Kabupaten Labuhan Batu Utara, Abdul Haris Rangkuti, MAP. Dalam laporan Panitia, Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si selaku Kabid Pengembangan SDM BBPSDMP Kominfo Medan mengatakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap pengembangan SDM angkatan kerja muda agar mereka dapat meningkatkan kompetensi diri dan memiliki daya saing tinggi dalam mencari kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Sementara itu Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto mengatakan bahwa dengan adanya Revolusi Industri 4.0 maka peluang pertumbuhan ekonomi semakin terbuka lebar dan hal ini merupakan hasil dari percepatan kemajuan pengetahuan dan teknologi yang inovatif, disamping e-commerce yang semakin memberikan harapan terhadap peningkatan perekonomian. Senada dengan hal tersebut, Asisten III Kabupaten Labuhan Batu Utara, Abdul Haris Rangkuti, MAP dalam sambutannya sebelum membuka acara secara resmi menyampaikan apresiasi kepada BBPSDMP Kominfo Medan atas perhatian yang diberikan kepada pengembangan SDM bidang TIK di Kabupaten Labuhan Batu Utara dan mengatakan bahwa perkembangan TIK dewasa ini semakin membuka banyak peluang bagi angkatan kerja muda untuk bergerak maju, baik itu peluang untuk berwirausaha, peluang kerja maupun peluang untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Kegiatan Fasilitasi Sertifikasi Bagi Angkatan Kerja Muda Bidang TIK ini diharapkan dapat dipergunakan sebaik mungkin oleh para peserta agar angkatan kerja muda di Kabupaten Labuhan Batu Utara dapat meningkatkan kompetensi dan mampu bersaing dengan angkatan kerja lainnya bahkan diharapkan para peserta mampu menciptakan peluang kerja baru sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Informatika Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Batam

Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan melaksanakan fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK bagi angkatan Kerja Muda di Kota Batam. Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari dimulai pada tanggal 17 s/d 21 September 2019 bertempat di Hotel 89 Batam dan diikuti oleh 62  peserta yang merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3 dan S1 bidang TIK  yang berasal dari Kota Batam dan sekitarnya. Fasilitasi sertifikasi ini bertujuan untuk membantu angkatan kerja muda, khususnya lulusan sekolah menengah kejuruan bidang TIK dalam memperoleh sertifikat keahlian.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari  Selasa (17/9)  dan dihadiri oleh Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, DR. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, MSi, Kadis Kominfo Kota Batam, Salim, S.Sos, Msi, Direktur LSP Telematika, Victor Terinathe, dan para Instruktur. Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si selaku penanggung jawab kegiatan dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan fasilitasi sertifikasi ini mengimplementasikan program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam  nawacita, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Peningkatan pengembangan SDM bidang TIK mutlak diperlukan dalam rangka menghadapi perkembangan global menuju ekonomi berbasis digital. Kementerian Kominfo telah  melakukan  beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas SDM bidang TIK berbasis kompetensi dan merupakan kunci peningkatan daya saing nasional di era global. Sementara itu Kadis Kominfo Kota Batam, Bapak Salim, S.Sos, M.Si mengapresiasi BBPSDMP Kominfo Medan memilih Kota Batam sebagi tempat dilaksanakannya fasilitasi SKKNI ini, beliau juga mengatakan pengembangan kompetensi SDM di era Revolusi Industri 4.0 mutlak diperlukan, Dilaksanakannya SKKNI bidang TIK ini bertujuan untuk mewujudkan tenaga kerja bidang komunikasi dan informatika yang kompeten dan professional. Oleh karena itu peserta diharapkan fokus agar tercapai komponen kompetensi yakni sikap kerja yang merupakan satu dari tiga aspek penting yang membentuk kompetensi kerja.

Sementara itu Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, DR. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA dalam paparannya mengatakan dampak disrupsi digital sangat berpengaruh terhadap SDM di Indonesia. Berdasarkan riset Oxford Economic, pada tahun 2028 akan terdapat 9,5 juta job displaced jika tidak dilakukan shifting. Kondisi ketenagakerjaan di Indonesia saat ini mayoritas tenaga kerja Indonesia berpendidikan dan berketerampilan rendah namun era digitalisasi berpotensi memberikan peningkatan tenaga kerja hingga 2,1 juta pekerjaan baru pada tahun 2025. Semua keterampilan di bidang teknologi baik yang dasar maupun lanjutan akan mengalami kenaikan permintaan yang substansial di masa mendatang karena itulah sikap kerja (attitude), pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Dengan terselenggaranya sertifikasi nasional berbasis SKKNI diharapkan peserta dapat meningkatkan kompetensi  diri, disiplin dan memiliki daya saing tinggi dalam  mencari kerja dan menciptakan peluang kerja baru. (Ratna)

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Kominfo Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kabupaten Asahan

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan melaksanakan fasilitasi sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Kominfo bagi angkatan kerja muda. Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 (lima) hari tersebut dimulai pada tanggal 09 s/d 13 Juli 2019, bertempat di Hotel Septy Garden dan diikuti oleh 60  peserta yang merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3 dan S1 bidang Kominfo yang berasal dari wilayah Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara, Kabupaten Labura dan Kota Tanjung Balai. Skema yang diujikan yaitu Junior Programming, Junior Networking, Junior Technical Support dan Graphic Design. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu angkatan kerja muda, khususnya lulusan SMK bidang TIK dalam memperoleh sertifikat keahlian.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 11 Juli 2019 yang dihadiri oleh Bupati Kabupaten Asahan yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan H. Rahmad Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si, mewakili Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo yaitu Kepala Bidang Pengembangan SDM Kominfo Medan, Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si, Direktur LSP TIK Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA, Instruktur dan Assesor LSP TIK Surabaya.

Sambutan Kepala Badan Litbang SDM Kominfo yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan SDM Kominfo Medan, Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si dalam  sambutannya mengatakan, kegiatan  fasilitasi sertifikasi SKKNI bagi angkatan kerja muda  ini merupakan salah satu upaya Kementerian Kominfo mengimplementasikan  program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam Nawa Cita, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Pertama, era distrubsi dan persaingan bisnis/usaha  yang makin  tinggi diera globalisasi ditandai dengan inovasi dan strategi baru dari tiap negara, institusi dan individu. Kedua, penguatan blog perdagangan  antar kawasan, seperti kehadiran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah membuka peluang persaingan, peluang pasar serta aliran perpindahan tenaga ahli (profesionalism expert) dan jasa. Ketiga, trending revolusi industri 4.0 menuju making Indonesia 4.0.

Lanjutnya momentum pertama dan kedua dampaknya sedang  kita  rasakan sampai saat ini (real time), adanya lintas komunikasi mendunia dan adanya industri maupun institusi yang terus maju ada juga institusi/perusahaan yang tidak mampu beradaptasi terhadap  keberadaan momentum tersebut dengan berbagai alasan. Revolusi industri 4.0 merupakan hasil dari percepatan kemajuan pengetahuan dan teknologi yang inovatif hasil dari fasilitas penelitian dan pengembangan yang tidak pernah berhenti.

Fasilitasi sertifikasi SKKNI ini dibuka secara resmi oleh Bupati Asahan dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan, H. Rahmad Hidayat  Siregar S.Sos, Msi dalam sambutannnya mengatakan, era kemajuan yang ditandai dengan  semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini telah menuntut kita semua untuk meningkatkan kualitas sumber daya  manusia, terlebih  dalam  upaya kita menyiapkan para generasi mudah calon angkatan kerja yang handal dan siap pakai. Hal ini sejalan  dengan peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No 5 Tahun 2012, tentang Sistem Standarisasi Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai salah satu rumusan kemampuan para tenaga kerja, yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan keahlian serta sikap kerja  yang  relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan perundang-undangan.

Badan Litbang SDM Kemkominfo mengharapkan hasil dari bimtek dan sertifikasi ini dapat  membentuk tenaga kerja bidang kominfo yang mengenali kompetensi milik sendiri, yang dapat diindikasikan melalui sikap dan perilakunya, pengetahuan dan keahlian. Standar  kompetensi yang akan diujikan kepada para peserta merupakan persyaratan kompetensi manajerial minimal yang harus dimiliki oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas  jabatan kelak. Diharapkan juga untuk pemerintah di setiap kabupaten/kota untuk sinergitas dan kontinuitas dalam menyiapkan program pengembangan SDM bidang kominfo agar  terwujud pemerataan pengembangan SDM bidang kominfo di setiap  daerah.

Bimtek Literasi TIK Bagi Pelaku UMKM dan Anggota KIM di Galang, Kabupaten Deli Serdang

Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Medan (BBPSDMP Kominfo Medan) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Anggota Kawasan Industri Modern (KIM) pada hari Senin, 25 Maret 2019 di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid dan dihadiri oleh Sekretaris Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Dra. Haryati, M.I.Kom; Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si dan Kadis Kominfo Kabupaten Deli Serdang, Drs. Haris Binar Ginting.

Bimtek Literasi TIK bagi pelaku UMKM dan anggota KIM ini dihadiri oleh 100 peserta yang berasal dari Galang, Kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya. Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si, dalam sambutannya mengatakan saat ini di Indonesia pengguna internet sangat aktif dalam berbagi informasi. Dalam era globalisasi seperti saat ini, TIK menjadi kekuatan perubahan terbesar dalam membuka pintu pengetahuan dan TIK juga memberikan banyak manfaat bagi masyarakat termasuk pelaku UMKM dan anggota KIM. Kegiatan Bimtek literasi TIK bagi pelaku UMKM dan anggota KIM ini merupakan salah satu upaya Kementerian Kominfo dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terutama pelaku UMKM dan anggota KIM terhadap perkembangan TIK yang begitu pesat. Sementara itu, Kadis Kominfo Kabupaten Deli Serdang, Drs. Haris Binar Ginting, mengapresiasi kegiatan Bimtek Literasi TIK bagi pelaku UMKM dan anggota KIM yang dilaksanakan BBPSDMP Kominfo Medan. Beliau berharap bahwa kemajuan TIK yang tidak dapat dihindari tidak menyebabkan masyarakat Kabupaten Deli Serdang tergilas zaman namun dapat terus meningkatkan kemampuannya untuk dapat bersaing dalam era digital.

Sekretaris Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Dra. Haryati, M.I.Kom, mengatakan bahwa masyarakat yang sudah melek informasi merupakan salah satu ciri dari masyarakat informasi karena penduduknya sudah dapat mengakses informasi dengan mudah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjembatani kesenjangan informasi adalah dengan membangun titik akses komunitas dan membangun akses TIK terutama di lokasi yang penduduknya masih mengalami kesenjangan informasi.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, mengatakan bahwa perkembangan e-commerce begitu pesat. Satu dekade lalu kita tentu tidak menyangka perkembangan e-commerce akan sepesat ini. Hal ini dapat terjadi karena anak mudanya berpikir jauh ke depan, membaca perkembangan zaman dan terus berinovasi serta ditunjang oleh para pelaku usaha termasuk pelaku UMKM yang terus mengembangkan produknya dan berupaya melakukan peningkatan penjualan melalui e-commerce. Kegiatan bimtek literasi ini diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh peserta.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Batam

Pemerintah Kota Batam sangat menyambut baik kegiatan Bimbingan Teknis sekaligus Fasilitasi sertifikasi SKKNI bagi Angkatan Kerja Muda Bidang TIK yang dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Pelatihan ini diharapkan akan menciptakan banyak entrepreneur/wirausaha yang bisa menumbuhkan ekonomi kreatif. Orang orang yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Orang-orang pintar bergabung saya yakin suatu saat Kota Batam mampu bersaing. Tak lupa beliau menyampaikan terima kasih kepada Kominfo yang sudah memberi kesempatan kedua pada anak muda Batam. Hal ini disampaikan oleh Walikota Batam dalam hal ini diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Batam, Pebrialin, SE, MSi dalam kegiatan pembukaan acara Fasilitasi Bimbingan Teknis dan Sertifikasi SKKNI Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Batam. Acara pembukaan dilaksanakan di Nagoya Mansion Hotel & Residence hari Rabu 21 November 2018.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Kota Batam adalah sebuah kawasan yang sangat strategis karena berada pada jalur perlintasan internasional sekaligus memiliki kedekatan dengan Negara Singapore dan Malaysia. Fakta lain tergambarkan bahwa kawasan ini masih didominasi pendatang,  termasuk di dalamnya pengisian tenaga kerja. Harus diakui bahwa penduduk Kota Batam kalah bersaing dengan SDM daerah lain dalam mengisi posisi lowongan kerja yang ada. Disamping itu pertumbuhan ekonomi Kepri masuk dalam urutan ke-33  dari 34 provinsi yang ada. Batam tidak mampu jadi lokomotif perekonomian. Ini belum pernah terjadi. Dan ini terjadi karena pergeseran pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, beliu berharap anak-anak peserta ini nantinya dapat menumbuhkan kembali pertumbuhan ekonomi ini, dan juga kegiatan Sertifikasi kompetensi SKKNI ini diharapkan nantinya dapat menjadi awal untuk meningkatkan daya saing bagi angkatan kerja yang ada saat ini. Momen itu sangat menarik karena saat ini pengenaan standar kompetensi merupakan sebuah keharusan menyusul disepakatinya beberapa konsensus, termasuk konsensus Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pemberlakukan MEA akan memunculkan sebuah kondisi terkait dengan bebasnya keluar masuk arus tenaga kerja dari seluruh Negara Asean, sehingga kompetensi dan keahlian tenaga kerja menjadi satu tolak ukur seseorang untuk mampu bersaing satu sama lain.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika , DR. Basuki Yusuf Iskandar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu implementasi program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam NawaCita, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Kabadan mengatakan bahwa potensi Indonesia menjadi salah satu Negara dengan ekonomi terbesar di dunia seperti hasil riset yang dipublikasikan oleh McKinsley Global Institut menunjukan bahwa Negara ini akan menjadi sebuah Negara besar dengan berbagai potensi yang dimiliki. Kebutuhan tenaga kerja terampil sangat mendesak. Namun demikian, keberadaan angkatan kerja yang ada yang hanya didominasi SMA/SMK masih memiliki kekurangan terkait dengan kemampuan dan keterampilan bekerja yang dimiliki. Kondisi ini ditegaskan dalam peringkat daya saing Indonesia berdasarkan penelitian Institute Management Development (IMD) tahun 2017 yang mengatakan masih berada di bawah Singapore, Malaysia, Thailand dan Philipina yang notebene merupakan pesaing nyata Indonesia dalam kelompok Masyarakat Ekonomi Asean. Globalisasi dan liberalisasi perdagangan bebas antar Negara (MEA dan WTO) menimbulkan dampak ganda di satu sisi era ini membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi tenaga SDM professional Indonesia untuk bisa berkiprah secara global namun di sisi lain berdampak SDM asing juga mendapatkan kesempatan yang sama berkompetisi menempati posisi tenaga SDM professional lokal Indonesia. Integrasi global, berdampak pada semakin derasnya arus: 1. manusia, 2.  Barang dan jasa, 3.  modal dan investasi , 4. Informasi. Era sekarang apalagi di era industri 4.0 keunggulan ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan yang melekat pada Sumber Daya Manusia dan suatu masyarakat /komunitas peran kompetensi SDM menjadi sangat penting.

Atas dasar dan fakta tersebut, maka Pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika RI berupaya meningkatkan kualitas dan kompetensi kerja masyarakat dengan menyusun Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 24 Tahun 2015 tentang pemberlakukan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Kominfo. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan tenaga kerja Indonesia bidang Kominfo yang kompeten dan professional serta memiliki daya saing nasional dan produktivitas. Seperti diketahui bahwa langkah ini dilakukan sebagai pelaksanaan mandat dari UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Upaya penyiapan Sumber Daya Manusia Indonesia yang berkualitas dalam menghadapi MEA dan persaingan global harus dilakukan secara sinergitas dan kontinuitas. Penyiapan program dan pengembangan SDM Kominfo bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan dapat berjalan harmonis sehingga terwujud peningkatan pengembangan SDM bidang Kominfo  yang merata pada tiap daerah.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini (21 November S/d 23 November 2018) diikuti oleh 60 peserta yang merupakan lulusan SMK, D3 dan S1 bidang TIK yang berasal dari Kota Batam dan sekitarnya. Secara umum, pembukaan kegiatan Fasilitasi Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Batam berlangsung lancar. Antusias semua pihak pada pelaksanaan kegiatan ini cukup besar. Kehadiran jajaran pimpinan dilingkungan Pemerintah Kota Batam, peserta yang antusias menjadi indikator yang dapat dinilai. Diharapkan kegiatan ini berjalan lancar hingga beberapa hari ke depan, termasuk dalam proses pengujian peserta yang akan dilaksanakan oleh Tim Assesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Telematika Jakarta.

Batam, 21 November 2018 (Ida)

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Pontianak

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan pada tanggal 8 s/d 10 November 2018 melaksanakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Pontianak. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini bertempat di Hotel Grand Mahkota Pontianak dan diikuti oleh 60 peserta yang merupakan lulusan SMK, D3 dan S1 bidang TIK yang berasal dari Kota Pontianak dan sekitarnya.

Acara pembukaan dilaksanakan pada 8 November 2018 dan dihadiri oleh Asisten III Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Marlina, MSi, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, MSi, Plt. Kadis Kominfo Kota Pontianak, Drs. Alfian, MSi, Direktur LSP TIK Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA dan dibuka secara resmi oleh oleh Asisten III Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Marlina, Msi. Dalam laporan Panitia, Abdul Rahman, S.Sos, M.Si selaku Kabid Pengembangan SDM BBPSDMP Kominfo Medan mengatakan fasilitasi sertifikasi SKKNI ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap pengembangan SDM angkatan kerja muda agar mereka dapat meningkatkan kompetensi diri dan memiliki daya saing tinggi dalam mencari kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Sementara itu Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto mengatakan bahwa dengan adanya Revolusi Industri 4.0 maka peluang pertumbuhan ekonomi semakin terbuka lebar dan hal ini merupakan hasil dari percepatan kemajuan pengetahuan dan teknologi yang inovatif, disamping e-commerce yang semakin memberikan harapan terhadap peningkatan perekonomian. Senada dengan hal tersebut, Asisten III Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Marlina, M.Si dalam sambutannya sebelum membuka acara secara resmi menyampaikan apresiasi kepada Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo atas perhatian yang diberikan kepada pengembangan SDM bidang TIK di Provinsi Kalimantan Barat dan mengatakan bahwa perkembangan TIK dewasa ini semakin membuka banyak peluang bagi angkatan kerja muda untuk bergerak maju, baik itu peluang untuk berwirausaha, peluang kerja maupun peluang untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Kegiatan Fasilitasi Sertifikasi Bagi Angkatan Kerja Muda Bidang TIK dibuka secara resmi dengan harapan sertifikasi ini dapat dipergunakan sebaik mungkin oleh para peserta agar angkatan kerja muda di Kota Pontianak dapat meningkatkan kompetensi dan mampu bersaing dengan angkatan kerja lainnya bahkan diharapkan para peserta mampu menciptakan peluang kerja baru sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Pembukaan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Deli Serdang 2018 Soroti Attitude Angkatan Kerja Indonesia

“Kekurangan (angkatan kerja) kita ada di attitude!”, demikian penegasan Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA., saat mengisi arahan dalam agenda pembukaan fasilitasi sertifikasi SKKNI angkatan kerja muda bidang TIK di Kabupaten Deli Serdang 6 hingga 8 September 2018. Attitude, yang jika diterjemahkan dalam komponen kompetensi sebagai sikap kerja, adalah satu dari tiga aspek penting yang membentuk kompetensi kerja. Selain sikap kerja, pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) juga menjadi hal yang harus diperhatikan.

Kekurangan dari  sisi sikap kerja, khususnya rasa kurang percaya diri, harus segera dibenahi mengingat Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain global di era ekonomi digital. Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada kurun 2020 hingga 2030, ketika angkatan kerja yang merupakan generasi millenials mencapai komposisi 70% populasi penduduk Indonesia. Indonesia juga memiliki potensi ekonomi digital yang besar melalui layanan jasa keuangan dan game. Jika Indonesia mampu memanfaatkan potensi-potensi tersebut, Bank Indonesia memprediksi sharing digital economy Indonesia akan mencapai 10% PDB bahkan Google meramalkan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor satu di Asia Tenggara. Namun, Indonesia akan kehilangan kesempatan emas, jika gagal menyiapkan tenaga ahli. Manpower Indonesia yang akan berjumlah 113 juta tidak cukup diimbangi dengan ketersediaan expert hanya sebanyak 13,4 juta orang. Sertifikasi SKKNI menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli yang kompeten.

Anggota Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid, M.IP juga menyoroti aspek attitude dalam angkatan kerja Indonesia. Ia menekankan bahwa aset bangsa Indonesia yang paling penting adalah manusianya, sehingga investasi fisik harus dibarengi dengan investasi di sisi sumber daya manusia. Terlebih lagi, akses informasi saat ini masuk sebagai hak asasi sesuai amanat hasil amandemen II UUD 1945, maka kompetensi SDM yang menjadi pengawal hak asasi ini mutlak ditingkatkan, yaitu SDM TIK. SKKNI merupakan standar yang diakui di ASEAN sebagai standar angkatan kerja, sehingga angkatan kerja muda TIK yang berhasil lulus dalam sertifikasi ini akan memiliki kesempatan kerja yang lebih besar, yaitu dapat bekerja di negara-negara ASEAN. Namun di era globalisasi ini, angkatan kerja negara tetangga juga memiliki kesempatan yang sama untuk bisa masuk ke Indonesia jika mereka memiliki standar kompetensi setara SKKNI. Oleh karena itu, kelemahan angkatan kerja Indonesia, yaitu sikap kerja yang kurang percaya diri harus segera diperbaiki.

“Yakin bisa bersaing dengan tenaga kerja luar negeri?”, Meutya Hafid mencoba memotivasi peserta yang disambut dengan jawaban “Yakin!” dari pada peserta. Motivasi itu sekaligus mengakhiri sambutan Anggota Komisi I DPR RI tersebut. Meutya Hafid juga didaulat untuk membuka secara resmi acara fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2018.

Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta oleh Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo Bapak Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA dan Anggota Komisi I DPR RI Ibu Meutya Viada Hafid, M. IP. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Plt. Irjen III Kementerian Kominfo, Fajar Budianto; Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Drs. Irbar Samekto, M. Si; Kepala Seksi Pengolahan Data Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara, Junaidi Irwansyah, ST; Kepala Seksi Infrastruktur Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara, Imron Pribadi, ST; Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Deli Serdang, Drs, Haris Binar Ginting; Direktur LSP Komputer, Ir. Besar Agung Martono, MM, DBA; Ketua APJII Sumatera Utara, Bambang Heru Wijaksono; dan CEO PT. Jualan Online Indonesia, Diatce G. Harahap. Fasilitasi sertifkasi SKKNI di Kabupaten Deli Serdang 2018 diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP KOMINFO) Medan dan diikuti oleh 65 peserta dari kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya. (mohm)

Bimtek Literasi TIK dan Pembuatan Blog Bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Labuhan Batu

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu menyelenggarakan Bimtek Literasi TIK dan Pembuatan Blog bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Labuhan Batu pada tanggal 27 s/d 29 Agustus 2018 di Kota Rantau Prapat. Bimtek ini dibuka secara resmi oleh Bupati Labuhan Batu yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Labuhan Batu, Bapak Muhammad Ihsan Harahap, ST dan dihadiri oleh mewakili Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Kabid Pengembangan SDM BBPSDMP Kominfo Medan, Bapak Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si, Kepala OPD Kabupaten Labuhan Batu, Camat, Lurah, Tim Penggerak PKK dan anggota KIM yang berada di Kabupaten Labuhan Batu.

Bimtek Literasi TIK dan Pembuatan Blog ini diikuti oleh 60 Peserta yang berasal dari anggota KIM yang berasal dari 9 (sembilan) Kecamatan yang berada di Kabupaten Labuhan Batu yaitu Kecamatan Bilah Barat, Bilah Hulu, Bilah Hilir, Panai Tengah, Panai Hulu, Panai Hilir, Rantau Selatan, Rantau Utara dan Pangkatan.

Dalam sambutannya mewakili Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Kepala Bidang Pengembangan SDM BBPSDMP Kominfo Medan, Bapak Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si menyampaikan bahwa di era globalisasi seperti saat ini Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi kekuatan perubahan terbesar dalam membuka pintu pengetahuan dan TIK juga memberikan banyak manfaat bagi masyarakat termasuk di dalamnya anggota KIM yang memiliki peran strategis dalam penyerapan dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

Sementara itu Kadis Kominfo Kabupaten Labuhan Batu, Bapak Muhammad Ihsan Harahap, ST dalam sambutannya mengatakan bahwa pemberdayaan KIM kian penting menuju peradaban masyarakat informasi, dimana pemberdayaan KIM dapat dilakukan dengan cara mengembangkan jaringan antar KIM dan melakukan pelatihan seperti yang dilakukan saat ini yakni pemberian Bimtek Literasi dan Pembuatan Blog bagi anggota KIM di Kabupaten Labuhan Batu.  Bupati Labuhan Batu sangat mengapresiasi kegiatan ini untuk kemajuan anggota KIM dan berharap kegiatan lainnya yang dapat mengembangkan SDM anggota KIM dapat dilakukan kembali di masa mendatang. (Ratna)

Bimtek Literasi TIK Bagi Kaum Perempuan di Kabupaten Aceh Tenggara

Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo (BBPSDMP) Medan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menyelenggarakan Bimtek Literasi bagi Kaum Perempuan di Kutacane pada tanggal 23 s/d 24 Januari 2018 di Laboratorium Komputer SMK Negeri 1 Kutacane. Bimbingan Teknis ini dibuka secara resmi oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, MSi dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Aceh Tenggara, Azhari, SH.

Bimtek Literasi TIK bagi Kaum Perempuan ini dihadiri oleh 40 Peserta yang berasal dari Ibu PKK, Majelis Taqlim dan Kader Kelurahan yang berasal dari Kecamatan Bambel, Kecamatan Batu Mbulan dan Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Tenggara. Dalam sambutannya Kepala BBPSDMP Medan, Drs. Irbar Samekto mengatakan di era globalisasi seperti saat ini Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi kekuatan perubahan terbesar dalam membuka pintu pengetahuan dan TIK juga memberikan banyak manfaat bagi kaum perempuan. Masyarakat yang sudah melek informasi merupakan salah satu ciri dari masyarakat informasi dimana penduduknya sudah dapat mengakses teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam upaya menjembatani kesenjangan informasi adalah membangun titik akses komunitas terutama di lokasi dimana penduduknya masih mengalami kesenjangan informasi dan membangun akses TIK.
Kegiatan Bimtek Literasi TIK Bagi Kaum Perempuan ini merupakan salah satu upaya Kementerian Kominfo dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terutama kaum perempuan terhadap perkembangan TIK yang begitu pesatnya. Kemajuan teknologi informasi tidak dapat dihindari, masyarakat harus meningkatkan kapabilitasnya untuk dapat bersaing dalam perkembangan zaman.keunggulan kompetitif, perekonomian yang berbasis sumber daya alam yang tersedia, SDM berkualitas dan kemampuan IPTEK.

Bimtek Literasi TIK ini memilih sasaran kaum Perempuan karena kaum perempuan Sementara itu Kadis Kominfo Kabupaten Aceh Tenggara, Azhari, SH menyampaikan bahwa dengan Bimtek Literasi ini diharapkan kaum Ibu dapat mengawasi anak anak dan remaja dalam menggunakan internet agar dalam menggunakannya secara baik dan bertanggung jawab sehingga manfaat internet dapat mereka rasakan.
Diharapkan upaya meningkatkan kualitas SDM kaum Perempuan dapat berimbas positif juga kepada peningkatan kualitas hidup dan peningkatan perekonomian rumah tangga. (Ratna)