PELAKSANAAN PENUTUPAN PELATIHAN DIGITAL TALENT SCHOLARSHIP (DTS) DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA TAHUN 2019

Sebanyak 127 orang berhasil mengikuti program pelatihan intensif di bidang teknologi, yaitu Digital Talent Scholarship (DTS) 2019 yang dilaksanakan di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mulai tanggal 8 Juli – 8 September 2019. Hal ini disampaikan pada Closing Ceremony kegiatan ini oleh Wakil Rektor IV, Dr. Hizir di Aula FMIPA Unsyiah. (Senin, 9/9).

Digital Talent Scholarship 2019 merupakan program dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Kegiatan ini adalah program beasiswa pelatihan intensif bagi 25.000 peserta, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing SDM bidang teknologi informasi dan komunikasi dalam menyongsong revolusi industri 4.0.

Kepala UPT TIK Unsyiah, Nazaruddin, S.Si., M. Eng.Sc dalam laporannya mengatakan, dalam kegiatan ini ada enam program yang ditawarkan kepada Unsyiah yaitu Big Data Anaytic, Artificial Inteligent, Machine Learning, Cloud Computing, Cyber Security dan Internet of Things.

Namun Unsyiah hanya menjalankan tiga program saja yaitu “Big Data Analytic, Cyber Security dan Internet of Things”. Program ini dijalankan dalam 36 sesi atau 144 jam pelajaran. Nazar juga menjelaskan, awalnya kegiatan ini diikuti oleh 185 orang yang terdiri dari 75 orang di bidang Big Data Analytic, 60 orang di bidang Cyber Security dan 50 orang bidang Internet of Things. “Namun dalam perjalananannya, jumlah tersebut berkurang sebanyak 58 orang, sehingga tinggal 127 orang berhasil melewati program ini. Dari 8 kelas, tinggal 7 kelas saja,” ucap Nazaruddin.

Peserta yang mengikuti program ini berasal dari berbagai perguruan tinggi nasional dan swasta di Aceh. Yaitu, Universitas Malikussaleh, Politeknik Lhokseumawe, Politeknik Aceh, UIN Ar Raniry, Ubudiyah, Universitas Serambi Mekkah, STIMIK Bina Bangsa Lhokseumawe. Sementara dari Unsyiah, pesertanya berasal dari Fakultas Teknik dan FMIPA.

Sementara itu Wakil Rektor IV, Dr. Hizir Unsyah mengucapkan selamat kepada 127 orang yang berhasil mengikuti materi program ini. Beliau berharap, peserta yang lulus ini bisa memberikan kontribusi yang positif baik bagi dirinya sendiri maupun masyarakat. Mengingat, ilmu yang mereka peroleh melalui program ini adalah sesuatu yang sangat mahal. Apalagi di era revolusi industri seperti sekarang ini. “Semoga ilmu yang telah kalian dapatkan, bisa bermanfaat bagi masyarakat. Karena ilmu ini adalah bekal yang sangat penting untuk bisa bersaing di era digital sekarang ini”.

Pelaksanaan Digital Talent Scholarship (DTS) di Kota Lhokseumawe

Pelaksanaan Digital Talent Scholarship (DTS) di Kota Lhokseumawe diikuti sebanyak 172 orang siswa SMK yang berasal dari berbagai daerah di Aceh, antara lain Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Lhokseumawe, dan Aceh Utara. Pembukaan DTS digelar di Auditorium Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) Kampus Buket Rata, Lhokseumawe.

DTS yang merupakan program pelatihan dan sertifikasi digital ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Litbang SDM, Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan bekerja sama dengan Politeknik Negeri Lhokseumawe. Kegiatan ini akan berlangsung selama 30 hari mulai tanggal 1 sampai dengan 30 Juli 2019.

Para peserta akan diampu oleh instruktur-instruktur yang mempunyai skill atau keahlian khusus bidang IT yang didatangkan oleh Kementerian Kominfo. Nantinya peserta akan disertifikasi kompetensinya berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sehingga keahliannya diakui secara nasional,” kata Ketua Panitia DTS, Muhammad Hatta, MT saat acara pembukaan, Rabu (3/7). Ia menjelaskan, ada empat bidang teknis yang akan diberikan kepada para peserta pelatihan DTS untuk dipilih yaitu Junior Mobile Programmer, Junior Graphic Designer, Intermediate Animator, dan Junior Web Developer.

Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib saat membuka pelatihan itu mengajak generasi milenial cerdas dalam memanfaatkan teknologi informasi, terlebih di era revolusi industri 4.0 saat ini. “Jadilah generasi yang maju dan cerdas, jangan sebagai generasi yang menjadi objek teknologi,” katanya seraya mencontohkan main game sampai berjam-jam dan lupa waktu sebagai bentuk kebiasan buruk. Menurutnya, jika dimanfaatkan secara benar, teknologi akan sangat berguna untuk kemajuan daerah. Bukan hanya terhadap perbaikan sistem layanan publik oleh pemerintah, tetapi juga dalam pertumbuhan ekonomi berbasis digital atau yang disebut sebagai ekonomi kreatif.

Direktur PNL, Rizal Syahyadi, ST, M.EngSc mengatakan, PNL akan terus berupaya mengembangkan pendidikan vokasional bagi masyarakat. Karenanya PNL sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kementerian Kominfo yang telah memercayakan PNL melaksanakan pelatihan DTS bagi siswa-siswa SMK di Aceh.

Sementara itu, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Sumekto, M.Si mengharapkan semua peserta yang telah mengikuti pelatihan DTS dapat berkompeten nantinya. Sebab di akhir masa pelatihan peserta akan diuji kompetensinya sesuai bidang keahlian yang diambil masing-masing peserta. Selanjutnya beliau memaparkan, “Ke depan, semua bidang pekerjaan dan profesi akan ditangani dan dikendalikan dengan basis teknologi IT, baik dalam administrasi pemerintahan maupun  swasta. Misalnya, dalam pengembangan Smart City, E-commerce, juga pertumbuhan ekonomi digital yang kian pesat sekarang ini”.

Pembukaan pelatihan DTS tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Yusuf, SE, MM, sejumlah kepala SKPK Pemkab Aceh Utara dan Pemko Lhokseumawe, Wakil Direktur PNL, sejumlah dosen PNL, dan pejabat dari BBPSDMP Kominfo Medan.

KOMINFO GELAR PEMBUKAAN PELATIHAN DIGITAL TALENT SCHOLARSHIP (DTS) DI POLITEKNIK NEGERI MEDAN TAHUN 2019

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Litbang SDM, Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan bekerja sama dengan Politeknik Negeri Medan (Polmed) menggelar Program Digital Talent Scholarship (DTS) 2019, Vacation School Graduate Academy (VGA) di Aula Gedung Z Lt.V.Po­liteknik Negeri Medan, Jumat (5/7).

Kegiatan ini betujuan guna meningkatkan “kompetensi lulusan SMK serta untuk mengurangi angka pengangguran dan memenuhi kebutuhan tenaga terampil di bidang teknologi”. Demikian disampaikan Wakil Direktur IV Polmed, Ir. Berta Ginting, M.T dalam sambutannya saat membuka kegiatan yang diikuti 175 peserta ini.

Peserta program akan dilatih di Pol­med secara intensif untuk menguasai hardskill dan softskill sesuai dengan pe­minat di bidang teknis yaitu Junior Network Administrator sebanyak 50 orang, Junior Mobile Programmer se­banyak 25 orang, Junior Graphic Designer sebanyak 50 orang, dan Junior Web Developer sebanyak 50 orang.

Kementerian Kominfo RI juga menyiap­kan kegiatan pasca pelatihan bagi peserta program. Targetnya untuk mempertemukan ke­ahlian yang dimiliki oleh talenta digital dengan “peluang kerja dan usaha di berbagai perusahaan teknologi”.

Dalam sambutannya, Wakil Direktur IV Polmed, Ir. Berta Ginting, M.T menyampai­kan terima kasih kepada Kominfo atas kepercayaan kepada Politeknik Negeri Medan sebagai penyelenggara, dan ia berharap kepada seluruh peserta semoga kegiatan ini bermanfaat bagi semua pe­serta dan memperoleh sertifikat kom­petensi sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Polmed untuk waktu dan tenaga dalam proses pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) ini. Ia juga meng­ucapkan selamat kepada seluruh peserta yang lulus dalam proses seleksi talenta digital ini, dan nantinya diharapkan semua adik-adik peserta 100 persen dinyatakan lulus dalam pelatihan ini.

Turut juga hadir dalam pembukaan kegiatan ini, Wakil Direktur I Polmed, Nursiah, S.E., M.Si, Wakil Direktur III Polmed, Nisfan Bah­ri, S.T., M.T, serta jajaran Polmed dan Kepala Dinas Kominfo Provsu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Me­dan, serta jajaran dari Balai Besar Pengem­bangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Kominfo Medan.