KEGIATAN BIMTEK DAN UJI SERTIFIKASI SKKNI BAGI ANGKATAN KERJA MUDA INDONESIA BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI KOTA TEBING TINGGI

Tebing Tinggi(18/09/18). Pada era globalisasi saat ini, penggunaan teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Perkembangan teknologi infomasi semakin hari semakin berkembang pesat. Pada dasarnya, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membuat semua teknologi yang berhubungan dengan penanganan informasi. TIK adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Dengan demikian teknologi informasi atau information technology (IT) dipahami sebagai keterpaduan antara tiga aspek, yaitu hardware, software, dan brainware. Secara normatif hal diatas adalah pengertian TIK, tetapi dewasa ini kita perlu mengetahui bersama bahwa terdapat transformasi nilai, yaitu dimasa kini TIK sudah menjadi sebuah kebutuhan yang melekat pada diri manusia, bukan lagi hanya pelengkap dalam kehidupan sehari-hari. Kita ambil saja satu sampel data dari komponen yang ada dalam TIK yaitu internet. Jumlah pengguna internet tahun 2017 telah mencapai 143,26 juta jiwa atau setara dengan 54,68% dari total jumlah penduduk Indonesia. Ini menjadi sebuah fakta yang menuntut kita sebagai angkatan kerja muda mawas diri tentang pentingnya menguasai TIK dalam peningkatan kualitas diri. Alasan lain pentingnya menguasai TIK bagi para pemuda adalah untuk menjadi modal awal dalam mempersiapkan diri untuk bersaing khususnya dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid. M.IP saat pembukaan acara Uji sertifikasi berbasis SKKNI bidang TIK bagi angkatan kerja Muda di kota Tebing Tinggi.

Lebih Lanjut Meutya Viada Hafid menjelaskan, bahwa tanpa dukungan sumber daya manusia yang handal dan terampil, maka teknologi informasi tidak dapat digunakan secara optimal yang pada gilirannya tujuan penggunaan teknologi informasi untuk pencapaian tujuan kinerja yang baik akan sulit dicapai.

Meutya Viada hafid berharap, bahwa melalui Uji Sertifikasi SKKNI, dapat mencetak para angkatan kerja muda yang memiliki kualitas penggunaan teknologi yang baik, sehingga siap berkompetisi di dalam dan luar negeri. kita harus memiliki keyakinan, dan semangat bahwa setiap hal yang kita mulai dengan baik dan sungguh-sungguh, insya Allah pasti akan berjalan dengan baik.

Wali kota Tebing Tinggi dalam sambutannya yang diwakili oleh Asisten Umum Bapak Kamlan Rasyid, SH, MM menyampaikan bahwa saat ini Kota Tebing Tinggi berupaya menerapkan konsep “Smart City”, kota cerdas untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Mengingatdinamika masyarakat yang berkembang dengan pesat harus diiringi dengan pelayanan publik yang cepat. Pendekatan E-Government dan Open-Government adalah sebuat jawaban dari tuntutan dinamika saat ini, bukan sekedar konsumsi teknologi semata. Kecepatan dan keakuratan sistem pelayanan adalah langkah yang harus di tempuh. Dukungan untuk mempermudah kinerja membutuhkan sistem aplikasi di suatu organisasi, sehingga efisien terhadap penggunaan anggaran dan SDM.

Sedangkan Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, Kegiatan fasilitasi sertifikasi SKKNI angkatan kerja muda saat ini merupakan salah satu upaya Kementerian KOMINFO mengimplementasikan program “INDONESIA KERJA” yang termaktub dalam NAWA CITA, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Ada tiga momentum besar yang memicu dalam peningkatan pengembangan SDM bidang Kominfo/TIK yaitu: Persaingan yang makin tinggi di era globalisasi ditandai dengan inovasi dan strategi baru dari setiap negara, institusi, dan individu.Kedua, Penguatan blog perdagangan antar kawasan, seperti kehadian Masyarakat Ekonomi Asean(MEA) telah membuka peluang persaingan, peluang pasar serta aliran perpindahan tenaga ahli (Profesionalism Expert) dan jasa.Ketiga, trending revolusi industri 4.0.

Momentum pertama dan kedua dampaknya sedang kita rasakan sampai saat waktu ini (Real Time), adanya lintas komunikasi mendunia, dan adanya industri maupun institusi yang terus maju, ada juga institusi/perusahaan yang tidak mampu beradaptasi terhadap keberadaan momentum tersebut dengan berbagai alasan.

Kemampuan bangsa untuk berdaya saing tinggi adalah kunci bagi tercapainya kemajuan dan kemakmuran bangsa. Daya saing yang tinggi, akan menjadikan Indonesia siap menghadapi tantangan-tantangan globalisasi dan mampu memanfaatkan peluang yang ada.

Kementerian KOMINFO telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas SDM bidang TIK, antara lain dengan penyusunan peta okupasi bidang teknologi informasi dan komunikasi dan diterbitkannya peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2015 tentang pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang komunikasi dan informatika yang bertujuan mewujudkan tenaga kerjabidang komunikasi dan informatika yang kompeten dan profesional dalam meningkatkan daya saing nasional serta produktivitas lapangan usaha dan industri komunikasi dan informatika. SKKNI bidang KOMINFO ini diberlakukan terhadap tenaga kerja industri, baik tenaga kerja Indonesia maupun tenaga kerja asing, yang keahlian atau keterampilannya di bidang komunikasi dan informatika.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Irbar Samekto  berpesan kepada peserta agar melihat peradaban yang terus berubah cepat akibat kehadiran teknologi informasi dan komunikasi serta bila memperoleh kerja nanti agar terus meningkatkan kompetensi, disiplin, kejujuran dan etos kerja serta mewujudkan profesionalitas dalam bekerja.

Abdul Rahman Harahap, S.Sos.,M.Si dalam laporan panitia menyampaikan jumlah peserta sebanyak 65 orang lulusan SMK, D3 , dan S1 bidang Teknologi informasi dan Komunikasi yang berasal dari Kota Tebing Tinggi dan sekitarnya. Kegiatan Uji Sertifikasi dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 18-20 September 2018 di Hotel Malibou Kota tebing Tinggi. Adapun kegiatan dilaksanakan berupa:

  1. Pengantar berupa penjelasan materi uji kompetensi, disampaikan Oleh Tim Assesor LSP Komputer,
  2. Kemudian Pra Assesment, untuk memberikan gambaran kepada peserta mengenai Skema yang di ujikan,
  3. Kemudian peserta melakukan Registrasi Online.
  4. Uji Kompetensi/Assesment, berupa Uji Praktek dan Observasi demonstrasi yang dilaksanakan oleh Tim Asesor.
  5. Kemudian hari terakhir Peserta dibekali dengan semangat dan pemahaman Enterpreneurship untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan

Skema yang diujikan yaitu:Operator Komputer Junior, Disain grafis Junior, Desainer Multi Media Junior,  Junior Technical Support, Junior Programming, dan Junior Networking, dan lembaga yang melakukan pengujian adalah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komputer Jakarta. (BP 19/09/18).

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Kominfo Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Padang Panjang

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang Panjang melaksanakan fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang Kominfo bagi angkatan kerja muda di Kota Padang Panjang. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut dimulai pada tanggal 12 s/d 14  September 2018, bertempat di Hotel Flaminggo dan diikuti oleh 60  peserta yang merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3 dan S1 bidang Kominfo yang berasal dari Kota Padang Panjang, Kota Bukit Tinggi, Kabupaten Payakumbuh dan Kabupaten Tanah Datar. Dengan tujuan membantu angkatan kerja muda, khususnya lulusan sekolah menengah kejuruan bidang TIK dalam memperoleh sertifikat keahlian.Acara pembukaan dilaksanakan pada hari  Rabu  tanggal 12 September  2018 yang dihadiri oleh Wakil Walikota Padang Panjang, DR. H. Mawardi, M.KM, Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo RI, DR. IR. Basuki Yusuf Iskandar, MA yang diwakili Kabag Tata Usaha BBPSDMP Kominfo Medan Amal Hasyim S.Sos,  Direktur LSP TIK Indonesia, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA, Kepala SKPD Se-Kota Padang Panjang, Instruktur dan Asesor LSP TIK Surabaya.

Sambutan Kepala Badan Litbang SDM Kominfo yang diwakili oleh Kabag Tata Usaha BBPSDMP Kominfo Medan, Amal Hasyim S.Sos dalam sambutannya mengatakan, kegiatan fasilitasi bimtek dengan mengimplementasikan program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam  nawa cita, yakni memperkuat daerah-derah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Ada tiga momentum besar yang memicu peningkatan pengembangan SDM bidang Kominfo/TIK dalam rangka menghadapi perkembangan global menuju ekonomi berbasis pengetahuan. Pertama, persaingan di era globalisasi ditandai  dengan inovasi, Kedua, penguatan blog perdagangan antar kawasan masyarakat ekonomi Asean, Ketiga, trending revolusi industri 4.0.

Lanjutnya tiga  revolusi industri sebelumnya telah menciptakan perubahan dan peluang besar masyarakat, tetapi transformasi hari ini unik, teknologi baru menyebar di seluruh  dunia melalui kecepatan ide-ide. Saat ini setiap perusahaan, industri dipaksa untuk mempertimbangkan kembali cara-cara tradisional mereka dalam berbisnis untuk mengimbangi teknologi yang berubah dengan cepat serta harapan-harapan konsumen. Revolusi industri 4.0 merupakan hasil dari  percepatan  kemajuan pengetahuan dan teknologi yang inovatif,  hasil dari fasilitas penelitian. E– Commerce  yang memberikan harapan peningkatan  ekonomi sampai dengan transportasi online yang membuka  ribuan lapangan pekerjaan.

Kegiatan Bimtek dan SKKNI dibuka secara resmi oleh Wakil  Walikota Padang Panjang, DR. H. Mawardi, M.KM  dalam sambutannya mengatakan, era kemajuan yang ditandai dengan semakin pesatnya perkembangan TIK sekarang ini, telah membuat kita semua untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terlebih dalam menyiapkan para generasi muda calon  angkatan kerja yang handal dan siap  pakai. Setiap angkatan kerja ke depan akan dituntut untuk mampu bekerja secara  professional dengan upaya perubahan dan perbaikan diberbagai tatanan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diorientasikan kepada peningkata kinerja yang ditopang oleh kualitas SDM yang menguasai TIK. Melalui penyelenggaraan  pelatihan ini harus terwujud angkatan kerja yang sudah tersedia, ke depan Padang Panjang akan terus mengalami kemajuan  sejalan dengan visi dan misi pembangunan kita. ”Pelaksanaan pembangunan dan dampak dari hasil yang kita capai tidak terlepas dari kemajuan TIK dan sistem komputerisasi yang setiap saat mengalami perubahan seiring dengan kemajuan zaman,“ ujarnya.

Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si dalam paparannya menyampaikan, fasilitasi sertifikasi kompetensi berbasis SKKNI bidang  kominfo menjelaskan bahwa Kementerian Kominfo telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas SDM bidang TIK berbasis kompetensi dan merupakan kunci peningkatan daya saing nasional di era global. Dilaksanakannya SKKNI bidang Kominfo untuk mewujudkan tenaga kerja bidang komunikasi dan informatika yang kompeten dan professional. Oleh karena itu peserta harus fokus agar tercapai komponen kompetensi sebagai sikap kerja, adalah satu dari tiga aspek penting yang membentuk kompetensi kerja. Selain sikap kerja, pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Terselenggaranya sertifikasi nasional berbasis SKKNI ini diharapkan peserta dapat meningkatkan kompetensi  diri, disiplin, kejujuran dan memiliki daya saing tinggi dalam  mencari kerja dan menciptakan peluang kerja baru.

Pembukaan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Deli Serdang 2018 Soroti Attitude Angkatan Kerja Indonesia

“Kekurangan (angkatan kerja) kita ada di attitude!”, demikian penegasan Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA., saat mengisi arahan dalam agenda pembukaan fasilitasi sertifikasi SKKNI angkatan kerja muda bidang TIK di Kabupaten Deli Serdang 6 hingga 8 September 2018. Attitude, yang jika diterjemahkan dalam komponen kompetensi sebagai sikap kerja, adalah satu dari tiga aspek penting yang membentuk kompetensi kerja. Selain sikap kerja, pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) juga menjadi hal yang harus diperhatikan.

Kekurangan dari  sisi sikap kerja, khususnya rasa kurang percaya diri, harus segera dibenahi mengingat Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain global di era ekonomi digital. Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada kurun 2020 hingga 2030, ketika angkatan kerja yang merupakan generasi millenials mencapai komposisi 70% populasi penduduk Indonesia. Indonesia juga memiliki potensi ekonomi digital yang besar melalui layanan jasa keuangan dan game. Jika Indonesia mampu memanfaatkan potensi-potensi tersebut, Bank Indonesia memprediksi sharing digital economy Indonesia akan mencapai 10% PDB bahkan Google meramalkan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor satu di Asia Tenggara. Namun, Indonesia akan kehilangan kesempatan emas, jika gagal menyiapkan tenaga ahli. Manpower Indonesia yang akan berjumlah 113 juta tidak cukup diimbangi dengan ketersediaan expert hanya sebanyak 13,4 juta orang. Sertifikasi SKKNI menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli yang kompeten.

Anggota Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid, M.IP juga menyoroti aspek attitude dalam angkatan kerja Indonesia. Ia menekankan bahwa aset bangsa Indonesia yang paling penting adalah manusianya, sehingga investasi fisik harus dibarengi dengan investasi di sisi sumber daya manusia. Terlebih lagi, akses informasi saat ini masuk sebagai hak asasi sesuai amanat hasil amandemen II UUD 1945, maka kompetensi SDM yang menjadi pengawal hak asasi ini mutlak ditingkatkan, yaitu SDM TIK. SKKNI merupakan standar yang diakui di ASEAN sebagai standar angkatan kerja, sehingga angkatan kerja muda TIK yang berhasil lulus dalam sertifikasi ini akan memiliki kesempatan kerja yang lebih besar, yaitu dapat bekerja di negara-negara ASEAN. Namun di era globalisasi ini, angkatan kerja negara tetangga juga memiliki kesempatan yang sama untuk bisa masuk ke Indonesia jika mereka memiliki standar kompetensi setara SKKNI. Oleh karena itu, kelemahan angkatan kerja Indonesia, yaitu sikap kerja yang kurang percaya diri harus segera diperbaiki.

“Yakin bisa bersaing dengan tenaga kerja luar negeri?”, Meutya Hafid mencoba memotivasi peserta yang disambut dengan jawaban “Yakin!” dari pada peserta. Motivasi itu sekaligus mengakhiri sambutan Anggota Komisi I DPR RI tersebut. Meutya Hafid juga didaulat untuk membuka secara resmi acara fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2018.

Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta oleh Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo Bapak Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA dan Anggota Komisi I DPR RI Ibu Meutya Viada Hafid, M. IP. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Plt. Irjen III Kementerian Kominfo, Fajar Budianto; Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Drs. Irbar Samekto, M. Si; Kepala Seksi Pengolahan Data Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara, Junaidi Irwansyah, ST; Kepala Seksi Infrastruktur Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara, Imron Pribadi, ST; Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Deli Serdang, Drs, Haris Binar Ginting; Direktur LSP Komputer, Ir. Besar Agung Martono, MM, DBA; Ketua APJII Sumatera Utara, Bambang Heru Wijaksono; dan CEO PT. Jualan Online Indonesia, Diatce G. Harahap. Fasilitasi sertifkasi SKKNI di Kabupaten Deli Serdang 2018 diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP KOMINFO) Medan dan diikuti oleh 65 peserta dari kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya. (mohm)

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Batam

   Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan melaksanakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Batam. Fasilitasi Sertifikasi SKKNI tersebut diikuti oleh peserta yang berasal dari Kota Batam, Tanjung Pinang dan Anambas.
     Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari dimulai pada tanggal 06 s/d 08 Agustus 2018 dengan diikuti 60 peserta yang merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3 dan S1 bidang TIK. Cluster yang disertifikasi SKKNI Bidang Kominfo yaitu : Digital Artist, Networking Technical, Junior Web Programmer, Junior Technical Support dan Multimedia. Pembukaan pelaksanaan SKKNI ini dihadiri oleh Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP) Kominfo Medan Bapak Drs. Irbar Samekto, M.Si, Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Bapak Salim, S.Sos, M.Si yang mewakili Walikota Batam, Ketua LSP TIK Indonesia Surabaya, Ir. Edwin Surjosaptanto, BBA, MBA.
     Fasilitasi Sertifikasi SKKNI dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Batam Bapak Salim, S.Sos, MSi yang mewakili Walikota Batam. Dalam sambutan Kepala Dinas Kominfo Kota Batam mengatakan agar kiranya anak-anak generasi muda bangsa bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan SKKNI ini, karena jarang ada kesempatan seperti ini. Oleh karena itu ikutilah semua rangkaian kegiatan dan kami sangat mengharapkan kelulusan mencapai 100%.
    Sambutan dan arahan dari Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo yang diwakili Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Bapak Drs. Irbar Samekto, M.Si mengatakan pentingnya sertifikasi bagi angkatan kerja muda untuk melengkapi para alumi SMK, D1, D2, D3 dan S1, dengan forto polio. Selain ijazah yang didapat pada pendidikan formal fasilitasi yang dilakukan oleh pemerintah ini merupakan manifestasi dari sumber anggaran pemerintah dengan prinsip dari rakyat runtuk rakyat. Kesempatan yang baik mendapatkan fasilitasi uji kompetensi harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

      Lanjutnya di sisi lain perkembangan teknologi informasi pada semua lini dan sektor kehidupan, juga ditandai dengan berkembang pesatnya teknologi otomatisasi, Robotic, Artificial Intelligence, Internet of Thing dan lainnya. Kondisi ini menjadi sebuah tantangan bagi profesi bidang TIK karena dapat dipastikan bahwa tenaga terampil untuk menjalankan, men-support serta mengimplementasikannya memerlukan sentuhan manusia dalam hal ini para profesi dan ahli di bidang TIK. Pengembangan sumber daya manusia bidang TIK merupakan tanggug jawab semua pihak dalam hal ini pemerintah daerah bersinergi dengan pemerintah pusat. Dan hal ini akan terus ditingkatkan baik dari sisi manajemen dan penyediaan infrastruktur dalam rangka pengembangan kualitas sumber daya manusia. Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Batam ditutup oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Bapak Drs. Irbar Samekto, M.Si. Beliau mengharapkan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten pada bursa tenaga kerja nasional akan meningkat signifikan yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing bangsa pada percaturan dunia. Dengan tingkat kelulusan 96 persen dari jumlah peserta 60 orang, kepada peserta yang dinyatakan kompeten agar dapat menggunakan sertifikat tersebut untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Kominfo Bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Bengkalis

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis melaksanakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Kominfo Bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari dimulai pada tanggal 06 s/d 08 Agustus 2018 dengan  diikuti 60 peserta  yang merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3 dan S1 bidang Kominfo  yang berasal dari Kota Dumai, Kabupaten Siak, Kabupaten Meranti, Kabupaten Bengkalis.  Jurusan yang di sertifikasii  SKKNI Bidang Kominfo yaitu Digital Imaging, Junior Networking, Junior Programming, Junior Tecnical Support, Practical Office Advanced, Practical Office Basic.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari  Senin tanggal 6 Agustus 2018 dihadiri oleh Bupati Bengkalis yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kabupaten Bengkalis Drs. Haholongan, Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum Prof. Dr. Henri Subiakto, SH, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan yang diwakili Kabid Pengembangan SDM Kominfo Abdul Rahman S,Sos, M.Si, Direktur LSP TIK Indonesia, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA, Kepala SKPD Se –Kabupaten Bengkalis.

Sambutan dan arahan Kepala Badan Litbang SDM Kominfo yang diwakili oleh Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Hukum Prof. DR. Hendri Subiakto, SH, MA, dalam sambutanya  mengatakan kegiatan fasilitasi  sertifikasi dimaksudkan untuk membantu angkatan kerja muda, khususnya  lulusan pendidikan kejuruan bidang TIK( lulusan SMK TIK, D1, D2  dan D3), yang memiliki prestasi belajar  yang baik dan belum memperoleh sertifikat keahlian tingkat junior agar memiliki sertifikat sebagai bukti kepemilikan kompetensi  standar  yang dapat dimanfatkan dalam mencari pekerjaan.

Lanjutnya Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai leading-sector pembangunan dibidang kominfo mempunyai tugas mengembangkan SDM  dibidang kominfo sejalan  dengan kebijakan pembangunan  nasional, yaitu perluasan penciptaan  lapangan kerja serta  peningkatan keterampilan tenaga kerja. Melaui Pusat penelitian dan Pengembangan Literasi dan Profesi Kominfo, Badan Litbang SDM melaksanakan program untuk mendukung kebijakan nasional dengan  menyelenggarakan  kegiatan sertifikasi kompetensi bidang TIK bagi  angkatan kerja muda.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Bengkalis yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kabupaten Bengkalis Drs.Haholongan  dalam sambutannya mengatakan sesuai dengan amanat undang-undang No 13 Tahun 2003 tentang  ketenagakerjaan, angkatan kerja muda Kabupaten Bengkalis harus  siap menghadapi persaingan  yang semakin kompetetif dan komprehensif. Kegiatan  ini sangat bermanfaat sekali  dalam membantu angkatan kerja muda untuk memperoleh sertifikasi kompetensi  melalui  uji kompetensi  sebagai bukti kepemilikan kompetensi standart yang dapat dimanfaatkan  untuk mencari kerja.

Direktur LSP TIK Indonesia, Ir.Edwin Suryosuptanto dalam paparannyan pelaksanaan sertifikasi kompetensi berbasis SKKNI bidang informatika menjelaskan bahwa kompetensi kerja merupakan spesifikasi yang terdiri dari sikap kerja (attitude), pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) maka diharapkan para peserta benar-benar mengupayakan peningkatan ketiga hal tersebut sebagai bentuk dukungan dalam pengelolaan SDM TIK sehingga implementasinya dapat mendukung  tata kelola TIK di Kabupaten Bengkalis bisa terlaksana  dengan baik.

Hari  kedua pelaksanaan Uji Kompetensi Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Drs. Irbar Samekto, M.Si menjadi nara sumber pada kegiatan tersebut. Dalam paparanya menjelaskan  sertifikasi dan kesiapan menyongsong Revolusi Industri 4.0 merupakan  proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu Kepada  Standar  kerja Nasional (SKKNI), regional, internasional dan/ atau khusus. Mempunyai dasar hukum PP No 31.Tahun 2006 tentang sistem pelatihan kerja nasional,  PM Tenaga kerja No 5 Tahun 2012 tentang Sistem SKKNI, Permen Kominfo No 24 Tahun 2015 tentang SKKNI. Dengan tujuan memberikan kesempatan dan motivasi SDM Kominfo untuk memiliki sertifikat nasional sebagai modal berupa pengakuan kompetensi untuk meningkatkan daya saing yang lebih baik dibidang industri. Sementara itu Enterpreneurs Desi Amirullah, S.Kom, M.T dengan paparannya menjelaskan Innovasi bisnis TIK, saat ini  kita perlu menciptakan lapangan kerja menjadi enterpreneurs. Seorang Enterpreneur mampu menyesuaikan  dan mengikuti perkembangan  zaman dan mengubah pola pikir untuk membuat perusahaan/usaha  sebesar  mungkin tanpa ada batasan.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Kominfo Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kabupaten Bengkalis ditutup oleh Kabag Tata Usaha Amal Hasyim S.Sos mengatakan dengan terselenggaranya sertifikasi nasional berbasis SKKNI diharapkan para peserta dapat meningkatkan kompetensi  diri dan memiliki daya saing tinggi dalam  mencari kerja dan menciptakan peluang kerja baru. Dengan tingkat kelulusan 75 persen dari jumlah peserta 60 orang, kepada peserta yang kompeten diharapkan dapat menggunakan sertifikat untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya. Manfaatkanlah sertifikat tersebut untuk mencari kerja dan BBPSDMP Kominfo Medan akan mengevaluasi apakah peserta yang kompeten yang berhasil mendapatkan pekerjaan atau belum.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Komunikasi Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Binjai

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, pada tanggal 25 s/d 27 Juli 2018 melaksanakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Komunikasi Bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Binjai. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini bertempat di Hotel Kardopa Binjai dan diikuti oleh 58 peserta yang merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3 dan S1 bidang Komunikasi yang berasal dari Kota Binjai, Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 25 Juli 2018 dan dihadiri oleh Plh. Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Budiman, S.Sos, Kadis Kominfo Kota Binjai yang diwakili oleh Kabid IKP, Lindung Limbong, S.Sos, Direktur LSP TIK Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA dan dibuka secara resmi oleh oleh Walikota Binjai yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pengembangan SDM dan Kemasyarakatan Kota Binjai, Ir. Efi Yuniman Mendrofa. Dalam sambutannya mewakili Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Kabid Penelitian Kominfo, Budiman,S.Sos mengatakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap pengembangan SDM angkatan kerja muda agar mereka dapat meningkatkan kompetensi diri dan memiliki daya saing tinggi dalam mencari kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Sementara itu Direktur LSP TIK Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto dalam sambutannya mengatakan bahwa kompetensi kerja merupakan spesifikasi yang terdiri dari sikap kerja (attitude), pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) maka diharapkan para peserta benar-benar mengupayakan peningkatan ketiga hal tersebut. Demikian halnya dengan Staf Ahli Bidang Pengembangan SDM dan Kemasyarakatan Kota Binjai, Ir. Efi Yuniman Mendrofa dalam sambutannya menjelaskan bahwa Pilar Pembangunan SDM Indonesia yang pertama adalah Pelatihan Berbasis Kompetensi (Lemdiklat) yang kedua adalah Standar Kompetensi (SKKNI dan KKNI) dan yang ketiga adalah Asesmen Berbasis Kompetensi (LSP dan BNSP). Sebagai penutup sambutannya, Ir. Efi Yuniman Mendrofa mengharapkan kesempatan Fasilitasi Sertifikasi ini agar dipergunakan sebaik mungkin oleh para peserta agar mereka dapat meningkatkan kompetensi dan mampu bersaing dengan angkatan kerja lainnya bahkan diharapkan para peserta mampu menciptakan peluang kerja baru sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (RATNA)

Sertifikasi SKKNI Bidang TIK di Kota Samarinda

Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda menyelenggarakan fasilitasi Bimtek dan Sertifikasi SKKNI Bidang TIK bagi angkatan kerja muda Indoensia pada tanggal 26 – 29 September 2017 di Kota Samarinda. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu angkatan kerja muda khususnya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan bidang TIK, yaitu lulusan SMK, D1, D2, D3, dan S1 dalam memperoleh sertifikasi keahlian, Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Walikota Samarinda, Ir. H. Nusyirwan Ismail pada acara pembukaan bertempat di Aula Rumah Dinas Walikota Samarinda. Dan dihadiri oleh para undangan, diantaranya Kepala Dinas Komunikasi Informatika Kota Samarinda H. Syarif Hidayatullah, Pimpinan OPD Kota Samarinda, Dekan Fakultas TI Komunikasi Universitas Mulawarman, Pimpinan Politeknik Pertanian Samarinda, dan pihak media.
Dalam sambutan Kepala Badan Litbang SDM yang disampaikan oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan Drs. Irbar Samekto. M.Si, menyampaikan : Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Kementerian Kominfo dalam mengembangkan program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam Nawa Cita, yakni program prioritas pemerintah yang ditujukan untuk membantu perluasan lapangan dan kesempatan kerja, sehingga tenaga kerja kita siap bersaing dalam menyambut era perdagangan bebas di negara-negara Asia Tenggara (ASEAN Free Trade Area – AFTA) sebagai bagian dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Kegiatan ini di ikuti 72 (tujuh puluh dua) orang peserta dari alumni SMK, D1, D2, D3 dan S1 yang telah diseleksi dari 300 orang peminat yang berasal dari wilayah Kota Samarinda, Balikpapan, Kabupaten Kutai Kartanegara menjalini sertifikasi berbasis SKKNI dengan bidang keahlian : Network technician (24 orang), Junior Technical Support ( 5 orang ), Junior Office operator (10 orang ), Junior Digital Artis, ( 13 orang ), Junior Programer (6 orang ), dan Junior Web Programer (14 orang). Adapun Tempat Uji Kompetenasi (TUK) adalah STIMIK Widya Cipta Darma Samarinda dengan menggunakan fasilitas Ruang Praktek Laboratorium Jaringan, Lab. Software. Uji Kompetensi/assessment dilakukan oleh Tim Asessor dari Lembaga Sertifikasi Profesi ( LSP ) Komputer dari Jakarta.
Sambutan Walikota Kota Samarinda yang diwakili oleh Wakil Walikota Samarinda Bapak Ir. H. Nusyirwan Ismail, menyampaikan agar semua para peserta bisa memanfaatkan kegiatan ini untuk benar-benar belajar dan menambah pengetahuan agar memiliki kemampuan yang lebih baik di bidang TIK. Walikota juga mengimbau bagi kaum muda untuk mencoba membangun bisnis sendiri yang sesuai minat dan bakat. Mulailah menjadi wirausaha, dengan memanfaatkan TIK. Saya yakin dengan ketekunan, semangat, menggunakan teknik yang tepat dan efektif, maka kesuksesan pun bisa diraih.

Sertifikasi SKKNI Bidang TIK di Kota Singkawang

Singkawang merupakan lokasi kedua pelaksanaan Bimtek dan Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi angkatan kerja muda tahun 2017 di Provinsi Kalimantan Barat. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan yang bertindak sebagai panitia, menyelenggarakan kegiatan tersebut di Ballroom Swiss-Belinn Hotel Singkawang. Kepala BBPPKI Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si dalam sambutannya mengatakan, “Kegiatan fasilitasi Bimtek SKKNI ini merupakan salah satu upaya Kementerian Kominfo mengimplementasikan program Indonesia Kerja yang termaktub dalam Nawacita yakni memperkuat daerah-daerah dan desa-desa di perbatasan atau daerah terdepan untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.” Sebanyak 76 angkatan kerja muda ulusan SMK, D1, D2. D3 dan Sarjana bidang teknologi komputer dan jaringan yang berasal dari Singkawang, Bengkayang dan Sambas menjadi peserta dalam kegiatan ini. Peserta menjalani proses sertifikasi yang diuji dan dipandu oleh para asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) TIK Surabaya. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari yaitu 14-17 Juni 2017 tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Drs. Syech Bandar, M.Si. Dalam sambutannya yang sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan SKKNI di Singkawang, Syech Bandar meminta kepada seluruh peserta agar serius mengikuti sertifikasi. Menurut beliau dengan memiliki sertifikat SKKNI maka peluang kerja akan semakin terbuka dan mempermudah peserta yang lulus untuk memperoleh pekerjaan. (oktolina)

Sertifikasi SKKNI Bidang TIK di Kabupaten Bintan

Pemerintah Kabupaten Bintan sangat menyambut baik kegiatan Bimbingan Teknis sekaligus Fasilitasi sertifikasi SKKNI bagi Angkatan Kerja Muda Bidang TIK yang dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM di kawasan ini, sekaligus suatu langkah dalam mempersiapkan pemimpin di kabupaten ini pada masa mendatang. Hal ini disampaikan oleh Bupati Bintan dalam hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan Tamsir, MSi dalam kegiatan pembukaan acara Fasilitasi Bimbingan Teknis Sertifikasi SKKNI Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Bintan. Acara pembukaan dilaksanakan di Gedung Nasional Tanjung Uban hari Senin 12 Juni 2017 pukul 08.30 Wib.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Kabupaten Bintan adalah sebuah kawasan yang sangat strategis karena berada pada jalur perlintasan internasional sekaligus memiliki kedekatan dengan Negara Singapore dan Malaysia. Fakta lain memperlihatkan bahwa Kabupaten Bintan hanya memiliki tingkat kepadatan penduduk sebanyak 3/meter persegi, sehingga tergambarkan bahwa kawasan ini masih didominasi pendatang, termasuk didalam nya pengisian tenaga kerja. Harus diakui bahwa penduduk Kabupaten Bintan kalah bersaing dengan SDM daerah lain dalam mengisi posisi lowongan kerja yang ada. Oleh karena itu, kegiatan Sertifikasi kompetensi SKKNI ini diharapkan dapat menjadi awal untuk meningkatkan daya saing bagi angkatan kerja yang ada saat ini. Momen itu sangat menarik karena saat ini pengenaan standar kompetensi merupakan sebuah keharusan menyusul disepakati nya beberapa konsensus, termasuk konsensus Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pemberlakukan MEA akan memunculkan sebuah kondisi terkait dengan bebasnya keluar masuk arus tenaga kerja dari seluruh Negara Asean, sehingga kompetensi dan keahlian tenaga kerja menjadi satu tolak ukur seseorang untuk mampu bersaing satu sama lain.
Dalam sambutannya, Bupati juga mengingatkan semua pihak bahwa perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang sangat massif merupakan sebuah keharusan dan tidak dapat dihindari. Dapat kita lihat bersama bahwa seluruh lini aktivitas kehidupan masyarakat sudah “terkontaminasi” kehadiran teknologi informasi dan komunikasi. Sebagai contoh, kita dapat melihat berbagai penggunaan istilah “e” seperti e- learning, e-commerce, e-procuretment dan lainnya. Hal ini menunjukan bahwa kehadiran Teknologi Informasi dan komunikasi yang massif akan semakin dekat dengan kehidupan kita dimasa yang akan dating.
Teknologi informasi dan komunikasi sangat dekat dengan generasi muda saat ini. Banyak pemuda pemuda yang berhasil mewujudkan keinginannya dengan menggunakan bantuan teknologi informasi. Mark Zuckerberg, pendiri sekaligus pemilik jejaring media social terpopuler di dunia mengembangkan aplikasi ini ketika masih berusia muda. Untuk skala dalam negeri, banyak perusahaan start-up sukses seperti Gojek, OLX, Tokopedia dan lainnya yang diawaki oleh anak anak muda kreatif dan memiliki semangat yang sangat tinggi. Semangat itulah kiranya yang memotivasi anak muda di Kabupaten Bintan ini, khususnya peserta kegiatan sertifikasi SKKNI ini sehingga mampu menjadi motor penggerak pembangunan di kabupaten Bintan.

Kepala BBPPKI Medan ,menyampaikan sambutan Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo RI pada pembukaan Sertifikasi SKKNI Bagi Angkatan Kerja Muda di Gedung Nasional Tanjung Uban Kabupaten Bintan tanggal 12 Juni 2017.
Sementara itu, Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika RI yang diwakili oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Drs. Irbar Samekto, MSi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu implementasi program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam Nawa Cita, yakni memperkuat daerah daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Irbar Samekto mengatakan bahwa potensi Indonesia menjadi salah satu Negara dengan ekonomi terbesar di dunia seperti hasil riset yang dipublish oleh McKinsley Global Institut menunjukan bahwa Negara ini akan menjadi sebuah Negara besar dengan berbagai potensi yang dimiliki. Kebutuhan tenaga kerja trampil sangat mendesak. Namun demikian, keberadaan angkatan kerja yang ada yang hanya didominasi SMA/SMK masih memiliki kekurangan terkait dengan kemampuan dan keterampilan bekerja yang dimiliki. Kondisi ini ditegaskan dalam peringkat daya saing Indonesia berdasarkan penelitian Institute Management Development (IMD) tahun 2017 yang mengatakan masih berada dibawah Singapore, Malaysia, Thailand dan Philipina yang notebene merupakan pesaing nyata Indonesia dalam kelompok Masyarakat Ekonomi Asean.
Atas dasar dan fakta tersebut, maka Pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika RI berupaya meningkatkan kualitas dan kompetensi kerja masyarakat dengan menyusun Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 24 Tahun 2015 tentang pemberlakukan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Kominfo. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan tenaga kerja Indonesia bidang Kominfo yang kompeten dan professional serta memiliki daya saing nasional dan produktivitas. Seperti diketahui bahwa langkah ini dilakukan sebagai pelaksanaan mandat dari UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Upaya penyiapan Sumber Day Manusia Indonesia yang berkualitas dalam menghadapi MEA dan persaingan global harus dilakukan secara sinergitas dan kontinuitas. Penyiapan program dan pengembangan SDM Kominfo bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan dapat berjalan harmonis sehingga terwujud peningkatan pengembangan SDM bidang Kominfo yang merata pada tiap daerah.
Secara umum, pembukaan kegiatan Fasilitasi Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Standar Kompetenasi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Bintan berlangsung lancar. Antusias semua pihak pada pelaksanaan kegiatan ini cukup besar. Kehadiran jajaran pimpinan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bintan, peserta yang antusias menjadi indikator yang dapat dinilai. Diharapkan kegiatan ini berjalan lancar hingga beberapa hari kedepan, termasuk dalam proses pengujian peserta yang akan dilaksanakan oleh Tim Asseor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komputer Jakarta.

Bimtek Dan Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda Indonesia di Kabupaten Aceh Besar

Aceh Besar (23/5) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melaksanakan fasilitasi bimbingan teknis dan sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi angkatan kerja muda di Kabupaten Aceh Besar. Peserta sebanyak 88 orang yang berasal dari Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya dan Kota Banda Aceh.
Kegiatan SKKNI dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Besar yang diwakili oleh Staff Ahli Bupati bidang pelayanan publik, kesejahteraan rakyat dan hubungan antar lembaga, Bpk. T. Hasbi, SH di Aula Hotel Mekkah Banda Aceh, Selasa (23/5). Dalam sambutannya T. Hasbi mengatakan bahwa upaya pengembangan SDM tenaga kerja Indonesia sudah tidak bisa ditunda lagi, mengingat sudah diberlakukannya secara penuh perdagangan bebas ASEAN Ekonomi Community (AEC) pada tahun 2015 yang lalu, juga perdagangan bebas diwilayah Asia (AFTA) serta menyongsong era perdagangan bebas dunia. Dimana bukan saja arus perdagangan bebas dalam bentuk barang, namun juga perdagangan bebas tenaga kerja yang memungkinkan SDM asing memasuki lapangan kerja di wilayah Indonesia dari tingkat manajerial hingga tingkat teknisi atau operator. Ancaman tenaga kerja asing ini berpotensi mengancam lapangan kerja Indonesia jika SDM Indonesia tidak memiliki kompetensi memadai untuk bersaing dengan sumber daya asing. Melalui sertifikasi SKKNI inilah, salah satu upaya pengembangan SDM Indonesia, terutama SDM tenaga kerja yang sekaligus sebagai benteng pertahanan dari berbagai ancaman SDM tenaga kerja asing yang akan masuk ke Indonesia. Bupati berharap agar para peserta dapat memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan ini untuk menyiapkan SDM angkatan kerja muda bidang TIK, agar memiliki sertifikat sebagai bukti kepemilikan kompetensi standar yang dimanfaatkan dan membantu dalam mencari pekerjaan. Tak lupa bupati menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kemkominfo (BBPPKI) Medan karena Kabupaten Aceh Besar mendapat kesempatan dalam Pelaksanaan SKKNI ini.
Kepala Badan Litbang SDM Kemkominfo yang diwakili Sekretaris Badan Litbang SDM, Ibu Sri Cahaya Khoironi dalam sambutannya mengatakan adanya ketidak sesuaian antara dunia ketenaga kerjaan dengan keterampilan yang dimiliki. Dilihat dari sisi pendidikan dan produktivitas, Indonesia masih kalah bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari Malaysia, Singapura, dan Thailand serta pondasi industri yang bagi Indonesia sendiri membuat Indonesia masih berada pada peringkat keempat di ASEAN.
Pembukaan acara SKKNI juga dihadiri oleh Anggota Komisi I DPR RI, Prof. Dr. Bachtiar Aly, MA yang menyambut baik program SKKNI bidang TIK sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan kualitas angkatan kerja muda Indonesia di era MEA ini. Kepada peserta Bachtiar mengatakan beruntung kalian ada disini, mendapat fasilitas yang wah, tidur di hotel yang bagus, makan gratis, tidur juga gratis. Syukuri nikmat Allah itu, karena tidak semua orang mendapat kesempatan ini. Kalau tidak punya sertifikasi, out anda, terpental anda. Kalau tidak punya kompetensi tidak ada cerita.
Hadir dalam pembukaaan Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum , Bapak Prof. Dr. Henri Subiakto, MA, Kadis Kominfo Kabupaten Aceh Besar Bapak Rasidi, S.Sos beserta jajarannya , Kepala SMKN II Banda Aceh, Kepala Balai Jakarta dan yang mewakili Direktur LSP TIK Surabaya. Adapun bidang keahlian yang dapat dipilih oleh peserta sesuai dengan kompetensi masing-masing adalah Junior Network Administrator, Junior Graphic Design, Junior Computer Operator, dan Junior Programmer. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 22 Mei s.d 25 Mei 2017. Tes Uji Kemampuan dilaksanakan di SMKN II Banda Aceh dengan menggunakan fasilitas Ruang Laboratorium Komputer. Uji kompetensi (assessment) dilaksanakan Oleh Tim Asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) TIK Surabaya. (idawati)