PELATIHAN ASPIRASI TIK MASYARAKAT DENGAN TEMA DIGITAL MARKETING UNTUK UMKM

Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan menggelar kegiatan pelatihan aspirasi TIK masyarakat dengan tema digital marketing untuk UMKM di Kota Lhoksumawe.

Acara tersebut akan berlangsung mulai tanggal 24-25 Februari 2022 di Aula BAPPEDA Kota Lhoksumawe dengan jumlah peserta 50 orang.

Kepala Balai Besar Pengembangan SDM  Kominfo Medan yang diwakili oleh Koordinator Penelitian Kominfo, Budiman, S.Sos dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Kota Lhoksumawe atas kerjasamanya sehingga kegiatan ini terlaksana sebagaimana mestinya.

“Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika menyakini penyelenggaraan kegiatan pelatihan dan semacamnya ini, dapat mendorong peningkatan kualitas pengembangan sumber daya manusia (SDM) khususnya dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi /digital  untuk meraih tingkat daya saing bangsa Indonesia yang lebih baik.  Secara spesifik, pelatihan ini diharapkan menumbuhkan kompetensi di Bidang TIK/digital yang dapat mengoptimalkan penjualan secara digital sehingga pemanfaatan TIK dapat memberikan hasil bagi  peningkatan kesejahteraan masyarakat”, ujar Budiman.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala BAPPEDA Kota Lhoksumawe Salahuddin, S.ST, MSM, beliau menyampaikan kegiatan ini sejalan dengan strategi pemberdayaan UMKM Pemerintah Kota Lhoksumawe tentang pengembangan sistem penumbuhan wirausaha baru dengan cara merumuskan dan mengembangkan kebijakan; mendorong, mengembangkan dan membantu pelaksanaan pendidikan, pelatihan dan penyuluhan UMKM; memasyarakatkan dan membudayakan kewirausahaan; serta membentuk dan mengembangkan lembaga diklat untuk melakukan pendidikan, pelatihan, penyuluhan, motivasi dan kreatifitas bisnis, keahlian teknis dan keterampilan dasar (life skill) dan penciptaan wirausaha baru melalui digitalisasi.

Kepala BAPPEDA juga menyampaikan permasalahan UMKM di Kota Lhoksumawe yaitu masih terdapat sumber daya manusia yang memiliki skill dan kompetensi yang tidak sesuai dengan tugas dan kewajiban utamanya, Belum terkelolanya sumber data dan informasi yang mendukung proses pelayanan dan pembinaan stakeholder, kualitas sumber daya pengelola UMKM masih rendah dan pelaku UMKM masih cenderung tradisonal dan enggan memasuki dunia pasar ekonomi digital.

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *