Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Kominfo Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Langsa

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Langsa melaksanakan fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK bagi angkatan kerja muda. Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari tersebut dimulai pada tanggal  05 s/d 09 November 2019, bertempat di SMK Negeri 2 Langsa dan diikuti oleh 66 peserta yang merupakan lulusan SMK, D3 dan S1 bidang TIK yang berasal dari wilayah Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur. Skema yang diujikan yaitu Junior Programming, Junior Networking, Junior Technical Support dan Graphic Design.

Dengan tujuan membantu angkatan kerja muda, khususnya lulusan sekolah menengah kejuruan bidang TIK dalam memperoleh sertifikat keahlian. Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Rabu, 06 November 2019 yang dihadiri oleh Wakil Walikota Langsa yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Langsa, Yanis Prianto, SE, M.Si, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Drs.Irbar Samekto, M.SI, Asisten Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Langsa Riza Fahlevi, S.STP., M.AP, Direktur LSP Komputer Jakarta, Ir. Besar Agung Martono, MM, DBA, diwakili oleh Satrya Gunayoman, Instruktur Rian Farta Wijaya, S.Kom, M.Kom, Saiful Bahril, S.Kom, M.Kom, Khairul, S. Kom, M.Kom dan Firdaus Nuzula, S.Kom, M.Kom.

Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, “Untuk mendorong perubahan, ada tiga kemajuan teknologi spesifik yaitu kecerdasan buatan, adopsi bigdata analitik yang meluas dan teknologi cloud. Di negara berkembang khususnya langkah menuju ekonomi global yang lebih maju akan dicapai melalui kemajuan teknologi energi baru”. Lanjutnya, “Mengingat gelombang teknologi dan tren baru yang menggangu model bisnis dan perubahan pembagian kerja antara pekerja dan mesin yang mengubah profil pekerjaan saat ini, sebagian besar pengusaha yang di survei mengharapkan pada tahun 2021, keterampilan yang diperlukan untuk melakukan sebagian besar pekerjaan akan berubah secara signifikan”.

Fasilitasi sertifikasi SKKNI dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Langsa yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Langsa, Yanis Prianto, SE, M.Si Yanis Prianto, SE, M.Si, dalam  sambutannnya mengatakan, “Bimbingan dan Sertifikasi ini akan menghasilkan tenaga kerja yang handal dan teruji kompetensinya sehingga sanggup bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif. Saat ini kita sudah berada di era industri 4.0 yang salah satunya ditandai dengan digitalisasi dan otomasi yang akan mengubah struktur dan lapangan pekerjaan di Indonesia. Menurut riset PT. McKinsey Indonesia, pada tahun 2030 diperkirakan 23 juta pekerjaan di Indonesia bakal digantikan mesin otomasi. Analisis mereka menunjukkan 800 jenis pekerjaan dari 2.000 jenis pekerjaan yang dijadikan unit analisis rentan diganti otomasi yaitu jenis pekerjaan yang mengandalkan aktivitas fisik berulang dan pengolahan data. Potensi kehilangan pekerjaan tersebut akan tergantikan dengan terciptanya peluang pekerjaan baru yang diperkirakan akan mencapai 27 juta pekerjaan tambahan darii otomasi, artinya Indonesia akan mendapatkan keuntungan bersih dari sektor tenaga kerja sebanyak 4 juta pada tahun 2030”. Lanjutnya, “Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, yang dapat memberikan bekal pengetahuan bagi generasi muda agar memiliki kesiapan skill untuk memasuki lapangan pekerjaan”. Tambahnya lagi, “Di dalam dunia kerja harus ada keterbukaan informasi agar dapat terjalin hubungan komunikasi yang baik di Kota Langsa dalam rangka pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)”. Kegiatan Fasilitasi Sertifikasi Bagi Angkatan Kerja Muda Bidang TIK ini diharapkan dapat dipergunakan sebaik mungkin oleh para peserta agar angkatan kerja muda di Kota Langsa dapat meningkatkan kompetensi dan mampu bersaing dengan angkatan kerja lainnya.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kabupaten Aceh Utara

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, bekerjasama dengan SMK Negeri 1 Lhoksukon, Bidang Kominfo Sekretariat Daerah (Setda) Kab. Aceh Utara dan LSP Komputer Jakarta menyelenggarakan fasilitasi bimbingan teknis dan sertifikasi berbasis SKKNI bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi angkatan kerja muda di Kab. Aceh Utara. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 (lima) hari  dimulai tanggal  22  s.d 26 Oktober 2019 di sekolah SMK Negeri 1 Lhoksukon dan diikuti oleh 65 peserta yang merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3, D4 bidang TIK yang berasal dari wilayah Kabupaten  Aceh Utara dan sekitarnya. Skema yang diujikan yaitu Junior Programming, Junior Networking, Junior Technical Support dan Junior Graphic Design. Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu angkatan kerja muda, khususnya lulusan sekolah menengah kejuruan bidang TIK dalam memperoleh sertifikat keahlian.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Selasa, 22 Oktober 2019 yang dihadiri oleh Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.SI, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Lhoksukon, Dra. Nurazizah, Ketua Jurusan TI Politeknik Lokseumawe Arhami, Kepala Bidang Kominfo Setda Kab. Aceh Utara, Yulizar, M.Si, Direktur LSP Komuputer Jakarta dan para Instruktur.

Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si dalam sambutannya mengatakan, “Menurut proyeksi ILO (International Labour Organization) Indonesia akan menikmati bonus demografi pada tahun 2020 – 2030, namun hal ini tidak diikuti dengan ketersediaan tenaga ahli, dari 113 juta pekerja, kita hanya memiliki 13,4 juta tenaga ahli. Kerena itu perlu adanya percepatan peningkatan SDM bidang TIK untuk menghadapi ekonomi digital dengan membentuk kompetensi dalam level operator atau teknis guna mengawal  pencapaian tenaga ahli untuk  digital talentpreneur”. Lanjutnya lagi “Kegiatan bimtek vocasional SKKNI di Lhoksukon Kab. Aceh Utara ini merupakan upaya untuk membibit angkatan kerja muda menuju Indonesia digital bersamaan dengan kemajuan TIK itu sendiri. Melalui kegiatan bimtek dan sertifikasi berbasis SKKNI ini, Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo mengharapkan terwujudnya sinergitas pelaksanaan program pengembangan SDM TIK dengan pemerintah Kab. Aceh Utara dalam upaya mewujudkan pemerataan yang berkesinambungan pengembangan SDM bidang TIK di setiap wilayah/daerah di Indonesia”.

Fasilitasi bimtek dan sertifikasi berbasis SKKNI ini dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib, yang dalam sambutannya mengatakan, “Dengan adanya kegiatan bimtek dan sertifikasi berbasis SKKNI bagi angkatan kerja muda bidang TIK di Kab Aceh utara ini akan dapat meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang akan berdampak dalam upaya pengurangan angka penggangguran, serta mampu memenuhi kebutuhan tenaga terampil di bidang TIK. Kegiatan ini cukup strategis, terutama bagi para lulusan SMK, yang bisa mendapatkan sertifikat kompetensi berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan adanya program kerjasama Kementerian Kominfo dengan Politeknik Negeri Lhokseumawe juga diharapkan akan dapat mencetak talenta/SDM level teknis sehingga dapat meningkatkan daya  saing SDM Indonesia di bidang TIK dengan negara lain. Pemerintah Kab. Aceh Utara sangat mengharapkan kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan setiap tahunnya, karena sangat  bermanfaat bagi Kab. Aceh Utara dalam rangka memutus mata rantai pengangguran”.

Sertifikasi Berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Informatika di Kota Tarakan

Fasilitasi Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Informatika yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Medan bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari pada tanggal 10-14 September 2019 di Hotel Lotus Panaya. Peserta berjumlah 60 orang yang berasal dari Kota Tarakan dan sekitarnya dengan skema yang diujikan yaitu Junior Programming, Junior Networking, Junior Technical Support dan Graphic Design.

Sertifikasi SKKNI dibuka secara resmi oleh Walikota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes pada tanggal 12 September 2019, dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tarakan Supriono, SE, M.Si, Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Medan Irbar Samekto, Kepala Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Banjarmasin Ricky Paat serta Organisasi Perangkat Daerah Kab.Tarakan.

Dalam sambutannya Walikota Tarakan menyampaikan Bimtek dan Sertifikasi SKKNI yang dilaksanakan dapat menjembatani dan mempermudah lulusan SMK, Diploma dan Sarjana untuk memasuki dunia kerja secara kompetitif. Era keterbukaan yang saat ini sedang kita hadapi merupakan peluang besar, apabila angkatan kerja dapat membekali dirinya bukan hanya dengan ijazah formal, namun juga dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang baik.

Walikota Tarakan mengapresiasi dan penghargaan kepada Kementerian Kominfo melalui BBPSDMP Kominfo Medan yang telah melakukan fasilitasi sehingga bimtek dan sertifikasi dapat terlaksana, beliau juga berpesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius dan terus berupaya meningkatkan kompetensi yang dimiliki. Sertifikasi SKKNI sejalan dengan visi terwujudnya Kota Tarakan sebagai kota maju dan sejahtera memalui Smart City, maka kita juga harus mulai berpikir tentang pembangunan SDM Informatika yang professional.

SERTIFIKASI NASIONAL BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI BERBASIS SKKNI DI BANDA ACEH

Dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta mengimplimentasikan Permen Kominfo No. 24 tahun 2015 tentang pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai amanat UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Kominfo Medan bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh menyelenggarakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda pada tanggal 25 s/d 27 September 2018 di Kota Banda Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari bertempat di Hotel Mekkah Banda Aceh dan diikuti oleh 60 peserta yang merupakan lulusan SMK, D3 dan S1 bidang TIK yang berasal dari Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Selasa, 25 September 2018 dan dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Hukum, Prof. Dr. Henri Subiakto, MA, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, Msi, Kadis Kominfo Kota Banda Aceh, Direktur LSP TIK Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA dan dibuka secara resmi oleh oleh Wakil Walikota Banda Aceh, Drs. Zainal Arifin. Dalam sambutannya Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, MSi mengatakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap pengembangan SDM angkatan kerja muda agar mereka dapat meningkatkan kompetensi diri dan memiliki daya saing tinggi dalam mencari kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo yang diwakili oleh Kepala Biro Perencanaan, Ir. Arifin Saleh Lubis, MT mengatakan bahwa peluang pertumbuhan ekonomi terbuka lebar dengan adanya Revolusi Industri 4.0 yang merupakan hasil dari percepatan kemajuan pengetahuan dan teknologi yang inovatif, disamping e-commerce yang semakin memberikan harapan peningkatan perekonomian. Senada dengan hal tersebut, Wakil Walikota Banda Aceh, Drs. Zainal Arifin dalam sambutannya sebelum membuka acara secara resmi menyampaikan bahwa perkembangan TIK membuka banyak peluang untuk bergerak maju, baik itu peluang untuk berwirausaha, peluang kerja maupun peluang untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Kegiatan dibuka secara resmi dengan harapan Fasilitasi Sertifikasi ini dapat dipergunakan sebaik mungkin oleh para peserta agar mereka dapat meningkatkan kompetensi dan mampu bersaing dengan angkatan kerja lainnya bahkan diharapkan para peserta mampu menciptakan peluang kerja baru sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Ratna)

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kabupaten Pidie Provinsi Aceh

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pidie Provinsi Aceh dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) TIK Surabaya, melaksanakan Fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK bagi angkatan  kerja muda di Kabupaten Pidie. Fasilitasi Sertifikasi SKKNI tersebut diikuti oleh peserta yang berasal dari Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Pidie dan Kota Banda Aceh.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini dimulai pada tanggal 30 Agustus s.d. 01 September 2018 yang diikuti oleh 54 peserta yang merupakan lulusan SMK, D1 , D2, D3,  dan S1,  bidang TIK. Pembukaan dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 30 Agustus 2018 dihadiri oleh Bupati Kabupaten Pidie yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM Kabupaten Pidie, Bapak Bahrul Walidi, Kepala BBPPSDMP Kominfo Medan yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Bapak Amal Hasyim, S.Sos, Direktur LSP TIK Indonesia Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto, BBA, MBA, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Pidie diwakili oleh Bapak Muzakkir.

Fasilitasi sertifikasi SKKNI dibuka secara  resmi oleh Bupati Pidie dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM Kabupaten Pidie, Bapak Bahrul Walidi. Dalam sambutannya mengatakan, diselenggarakannya sertifikasi SKKNI  ini memberikan konstribusi besar dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang TIK khususnya bagi calon tenaga kerja muda yang handal dan siap pakai. Lebih lanjut Barul Walidi menjelaskan hal ini sejalan dengan peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Tranmigrasi RI Nomor 5 Tahun 2012 tentang Sistem Standarisasi Kompentensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sebagai salah satu rumusan kemampuan para tenaga kerja yang mencakup aspek pengetahuan keterampilan dan keahlian dan kemampuan serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan perundang-undangan. Kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-sebaiknya dan diharapkan lulus memperoleh sertifikat Standarisasi Kompentensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Pencerahan/pembekalan yang disampaikan oleh Nara Sumber Yusrizal,  S. Kom, M. Eng tentang fungsi TIK dalam segala bentuk termasuk dalam bidang ekonomi. Nara sumber dari LSP TIK Indonesia, Ir. Edwin Suryosuptanto, BBA, MBA dalam  paparannya menjelaskan tentang pentingnya TIK  pada masa sekarang ini, kompentensi kerja merupakan spesifikasi yang terdiri dari sikap kerja (attitude) pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) maka kepada peserta  dapat meningkatkan tiga hal tersebut dalam mengelola SDM TIK sehingga impelementasinya dapat mendukung tata kelola TIK di Kabupaten Pidie.

Bimtek Dan Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda Indonesia di Kabupaten Aceh Besar

Aceh Besar (23/5) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melaksanakan fasilitasi bimbingan teknis dan sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi angkatan kerja muda di Kabupaten Aceh Besar. Peserta sebanyak 88 orang yang berasal dari Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya dan Kota Banda Aceh.
Kegiatan SKKNI dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Besar yang diwakili oleh Staff Ahli Bupati bidang pelayanan publik, kesejahteraan rakyat dan hubungan antar lembaga, Bpk. T. Hasbi, SH di Aula Hotel Mekkah Banda Aceh, Selasa (23/5). Dalam sambutannya T. Hasbi mengatakan bahwa upaya pengembangan SDM tenaga kerja Indonesia sudah tidak bisa ditunda lagi, mengingat sudah diberlakukannya secara penuh perdagangan bebas ASEAN Ekonomi Community (AEC) pada tahun 2015 yang lalu, juga perdagangan bebas diwilayah Asia (AFTA) serta menyongsong era perdagangan bebas dunia. Dimana bukan saja arus perdagangan bebas dalam bentuk barang, namun juga perdagangan bebas tenaga kerja yang memungkinkan SDM asing memasuki lapangan kerja di wilayah Indonesia dari tingkat manajerial hingga tingkat teknisi atau operator. Ancaman tenaga kerja asing ini berpotensi mengancam lapangan kerja Indonesia jika SDM Indonesia tidak memiliki kompetensi memadai untuk bersaing dengan sumber daya asing. Melalui sertifikasi SKKNI inilah, salah satu upaya pengembangan SDM Indonesia, terutama SDM tenaga kerja yang sekaligus sebagai benteng pertahanan dari berbagai ancaman SDM tenaga kerja asing yang akan masuk ke Indonesia. Bupati berharap agar para peserta dapat memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan ini untuk menyiapkan SDM angkatan kerja muda bidang TIK, agar memiliki sertifikat sebagai bukti kepemilikan kompetensi standar yang dimanfaatkan dan membantu dalam mencari pekerjaan. Tak lupa bupati menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kemkominfo (BBPPKI) Medan karena Kabupaten Aceh Besar mendapat kesempatan dalam Pelaksanaan SKKNI ini.
Kepala Badan Litbang SDM Kemkominfo yang diwakili Sekretaris Badan Litbang SDM, Ibu Sri Cahaya Khoironi dalam sambutannya mengatakan adanya ketidak sesuaian antara dunia ketenaga kerjaan dengan keterampilan yang dimiliki. Dilihat dari sisi pendidikan dan produktivitas, Indonesia masih kalah bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari Malaysia, Singapura, dan Thailand serta pondasi industri yang bagi Indonesia sendiri membuat Indonesia masih berada pada peringkat keempat di ASEAN.
Pembukaan acara SKKNI juga dihadiri oleh Anggota Komisi I DPR RI, Prof. Dr. Bachtiar Aly, MA yang menyambut baik program SKKNI bidang TIK sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan kualitas angkatan kerja muda Indonesia di era MEA ini. Kepada peserta Bachtiar mengatakan beruntung kalian ada disini, mendapat fasilitas yang wah, tidur di hotel yang bagus, makan gratis, tidur juga gratis. Syukuri nikmat Allah itu, karena tidak semua orang mendapat kesempatan ini. Kalau tidak punya sertifikasi, out anda, terpental anda. Kalau tidak punya kompetensi tidak ada cerita.
Hadir dalam pembukaaan Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum , Bapak Prof. Dr. Henri Subiakto, MA, Kadis Kominfo Kabupaten Aceh Besar Bapak Rasidi, S.Sos beserta jajarannya , Kepala SMKN II Banda Aceh, Kepala Balai Jakarta dan yang mewakili Direktur LSP TIK Surabaya. Adapun bidang keahlian yang dapat dipilih oleh peserta sesuai dengan kompetensi masing-masing adalah Junior Network Administrator, Junior Graphic Design, Junior Computer Operator, dan Junior Programmer. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 22 Mei s.d 25 Mei 2017. Tes Uji Kemampuan dilaksanakan di SMKN II Banda Aceh dengan menggunakan fasilitas Ruang Laboratorium Komputer. Uji kompetensi (assessment) dilaksanakan Oleh Tim Asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) TIK Surabaya. (idawati)