• By Ahmad Rozy
  • 3 Juni 2021
  • No Comments

DIGITAL ENTREPRENEUR ACADEMY (DEA) BBPSDMP KOMINFO MEDAN DI KOTA PADANG SIDEMPUAN

Tapanuli Selatan 3/6/21,  Pemberdayaan UMKM terbukti menjadi Penggerak Roda Perekonomian Nasional dengan kontribusi dan perannya dalam menyerap tenaga kerja lebih banyak dibandingkan entitas bisnis lainnya, membuktikan bahwa UMKM mampu menekan jumlah angka pengangguran dan kemiskinan. Permasalahan umum yang dihadapi UMKM seperti keterbatasan modal, SDM yang kurang kompoten di bidangnya dan penggunaan teknologi, perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam bentuk penguatan pasar UMKM terlebih di tengah pandemi covid yang berakibat merosotnya ekonomi nasional, ujar Amal Hasyim, S.Sos. Hal ini disampaikan beliau dalam sambutannya mewakili kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan pada pelatihan Digital Enterpreneur Academy (DEA) yang diselenggarakan BBPSDMP Kominfo Medan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan dengan tema “Penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Digital untuk Peningkatan Ekonomi Digital“ yang diadakan di Hotel Mega Permata, Padang Sidimpuan pada tanggal 3-4 Juni 2021 dengan jumlah peserta 70 orang. Dalam pelatihan ini setiap  peserta dilakukan Swap Test Covid pada tanggal 2 Juni 2021 sebelum pelaksanaan acara tersebut, dengan jumlah peserta 70 orang dinyatakan negatif.

Pembukaan acara DEA ini dibuka oleh Wakil Bupati Kab. Tapanuli Selatan, Rasyid Assaf Dongoran yang juga di hadiri oleh Kadis Kominfo serta Kadis Perdagangan, Koperasi dan UMKM kab. Tapanuli Selatan. Dalam Hal ini, Wakil Bupati Kab. Tapanuli Selatan menyampaikan kepada peserta pelatihan harus mempunyai keberanian, mampu melihat Pasar, Peluang Usaha dan Pasar serta membangunan Komunikasi sehingga terciptanya Pengusaha yang handal yang mandiri. Dan juga pelatihan ini diharapkan kepada peserta menjadi pelaku usaha yang handal di tengah pandemi saat ini. Dengan Materi dan Intruktur yang handal diharapkan para peserta dapat menerapkan dan mengembangkan UMKM ke arah yang lebih baik.

Salah satu faktor pendukung terciptanya Digitalisasi  Ekonomi dibutuhkan peningkatan Infrastruktur Komunikasi yang handal. Terdapat berbagai kendala untuk membangun infrastruktur di daerah terpencil, seperti di wilayah Tapanuli Selatan yang memiliki geografis berbukit dan bergunung tersebar di 15 kecamatan tidak terpusat di satu wilayah menjadi kendala dalam pembangunan infrastruktur digital. “Tapanuli Selatan tahun ini memperoleh bantuan BTS dari Kementerian Kominfo untuk daerah Non 3T sebanyak 5 titik  yang akan diusulkan untuk daerah blank spot yang diutamakan wilayah Kecamatan Aek Bilah dan Kecamatan Saipar Dolok Hole” ujar Drs. M Inganan Dalimunthe,  Kadis Kominfo Kab. Tapanuli Selatan.

Peningkatan pemanfaatan Marketplace untuk menguatkan ekosistem ekonomi Digital merupakan salah satu cara diharapkan penerapannya dari pelaku UMKM.  Sosial Media merupakan wadah pemamfaatan digitalisasi ekonomi yang bisa langsung diterapkan oleh pelaku UMKM dalam mempromosikan dan menjual produknya, seperti Facebook, IG, whatsapp, google business dan website. Hal ini disampaikan oleh Kadis Perdagangan, Ekonomi dan UMKM Daerah Kab. Tapanuli Selatan, Drs. Achmad Raja Nst, M.Si.

Dengan diadakannya pelatihan DEA ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat meningkatkan ekonomi digital, sehingga kendala dan tantangan yang dihadapi UMKM dapat teratasi dan terpecahkan, dengan faktor-faktor pendukung baik dari pemerintah maupun swasta. Terciptanya SDM yang handal dan didukung dengan infrastruktur yang memadai serta tercakup ke berbagai daerah, akan menciptakan penguatan UMKM digital untuk peningkatan ekonomi masyarakat, lanjut Achmad Raja Nst.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *