Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) TIK Surabaya, melaksanakan fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK bagi angkatan  kerja muda di Kota Tarakan. Fasilitasi Sertifikasi SKKNI tersebut diikuti oleh peserta yang berasal dari Kota Tarakan dan sekitarnya. Skema yang diujikan yaitu  Junior Network Administrator, Junior Web Programming, Desain Grafis Junior, Desainer Multi Media, Digital Imaging.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini dimulai pada tanggal 24 s.d. 26 Oktober 2018 bertempat di Hotel Lotus Tarakan yang diikuti oleh 60 peserta yang merupakan lulusan SMK, D1 , D2, D3,  dan S1,  bidang TIK. Dengan tujuan membantu angkatan kerja muda, khususnya lulusan sekolah menengah kejuruan bidang TIK dalam memperoleh sertifikat keahlian. Pembukaan dilaksanakan pada Hari Rabu, tanggal 24 Oktober 2018, yang dihadiri oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Drs.Irbar Samekto, M.Si, Kadis Kominfo, Statistik dan Persandian Kota Tarakan, Muhammad Haris, SH, M.Hum, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tarakan, Direktur LSP TIK Indonesia Surabaya, Ir.Edwin Suryosaptanto,BBA, MBA, Kepala SMK Negeri 2 Tarakan diwakili oleh Zulfikar, para perwakilan perguruan tinggi/institut/sekolah tinggi, para instruktur dan assesor.

Sambutan Kepala Badan Litbang SDM Kominfo yang disampaikan oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si  dalam sambutannya mengatakan, yang memicu peningkatan pengembangan SDM bidang kominfo/TIK dalam rangka  menghadapi perkembangan global menuju ekonomi berbasis pengetahuan. Pertama, persaingan  yang semakin  tinggi  di era globalisasi ditandai dengan inovasi dan strategi   baru dari tiap negara, institusi dan individu. Kedua, penguatan blog perdagangan antar kawasan, seperti kehadiran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Ketiga trending revolusi industri 4.0, saat ini sudah terasa cenderung berkembang khususnya dalam menangani/menggunakan kecerdasan buatan (artifical intellegent), rekayasa genetika dan teknologi lainnya.

Lanjutnya teknologi pada revolusi industri 4.0 akan mengubah struktur ekonomi dunia secara mendasar, termasuk efeknya pada tenaga kerja dan masa depan pekerjaaan yang mengakibatkan ketidaksetaraan pendapatan. Kegiatan bimtek vokasional SKKNI di Kota Tarakan ini merupakan upaya untuk membibit angkatan kerja muda menuju Indonesia digital, bersamaan dengan tiga momentum besar tersebut, sehingga angkatan kerja muda  yang merupakan bonus demografi dalam masa Indonesia emas akan memiliki jati diri  yang kuat serta lebih bermakna bagi masyarakat dan negara.

Fasilitasi sertifikasi SKKNI dibuka secara resmi oleh Walikota Tarakan dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Tarakan, Mohammad Haris, SH, M.Hum dalam sambutannya mengatakan, di era  globalisasi sekarang dengan semakin pesatnya perkembangan pembangunan yang  memanfaatkan teknologi informasi diperlukan sumber daya manusia yang mampu  bersaing dan menguasai TIK. Untuk memenuhi SDM tersebut angkatan muda yang  sekarang disebut kaum milenial yang akan mampu menjawab dan berperan dalam persaingan tersebut. Sejalan dengan program pemerintah Kota Tarakan yang membangun kota  dengan cerdas yaitu Smart City. Smart City yang dimaksud antara lain Smart Living, Smart Economy, Smart Government, Smart People, Smart Mobility.

Badan Litbang SDM Kemkominfo mengharapkan adanya sinergitas pelaksanaan program  pengembangan SDM Kominfo bersama-sama dengan pemerintah Kota Tarakan dalam  upaya mewujudkan pemerataan yang berkesinambungan dalam pengembangan SDM  bidang kominfo di setiap wilayah/daerah di Indonesia.

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *