Pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) di Kabupaten Bireuen

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen menyelenggarakan pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) Dasar-Dasar Kewirausahaan Digital pada tanggal 14 s.d. 15 April 2022 bertempat di Hotel Fajar, Kabupaten Bireuen.

Bupati Kabupaten Bireuen, Dr. H. Muzakkir A. Gani, S.H., M.Si., membuka kegiatan tersebut secara resmi, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui BBPSDMP Kominfo Medan. Sebab, telah mempercayakan dan melaksanakan DEA selama dua hari di wilayah Kabupaten Bireuen.

“Pandemi covid-19 yang melanda dunia saat ini memberikan dampak perekonomian bagi Indonesia, untuk itu pemerintah berupaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan penguatan daya beli masyarakat melalui penguatan perlindumgan sosial dan dukungan terhadap sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Selain itu pemerataan terhadap akses teknologi, kebutuhan akan talenta digital bagi UMKM juga mutlak harus dipenuhi. Dalam masa pandemi covid-19 ini telah banyak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengalami stagnan hingga ada yang harus menutup usahanya. Hal ini disebabkan perubahan kebiasaan baru dengan penerapan protokol kesehatan yang berdampak pada penurunan daya beli masyarakat”, lanjut Muzakkir.

“Dalam konteks ekonomi Indonesia pandemi covid-19 akhirnya dapat mendorong terciptanya ekosistem baru yaitu kewirausahaan digital. Pemerintah telah berupaya mendorong program digitalisasi pada UMKM di Indonesia, hal ini dapat dilacak dari adaptasi para pelaku UMKM untuk menggunakan marketplace dan media sosial dalam pemasaran digital. Peranan platform media sosialjuga telah mejadi tumpuan utama para pelaku UMKM. Pelaku UMKM juga mulai beradaptasi menggunakan berbagai aplikasi pendukung keuangan digital. Transformasi digital pada UMKM dimasa pandemi covid-19 ini akhirnya dapat membuat UMKM kembali mengembangkan usahanya. Dengan demikian pengembangan UMKM digital dimasa pandemi covid-19 menjadi salah satu alternatif penyelamatan sektor UMKM agar tetap eksis. Upaya pengembangan UMKM digital harus mendapat dukungan dari pemerintah dikarenakan pelaku UMKM masih membutuhkan banyak dukungan, bimbingan dan permodalan yang notabene berasal dari pemerintah dimasa pandemi covid-19. Bila terjadi sinergitas antara UMKM pemerintah dan stakeholder pendukung lainnya bisa dipastikan proses transformasi digital UMKM akan dapat berjalan sempurna. Sehingga target pemerintah untuk memperbanyak UMKM berbasis digital dapat segera terwujud. Pengembangan UMKM digital pasca pandemi covid -19 menjadi prioritas utama pemerintah dan semua stakeholder agar ekosistem ekonomi digital di Indonesia tetap berjalan dengan baik. Sebab pengembangan UMKM digital juga akan ikut berkontribusi dalam memperkuat ekositim kewirausahaan digital di Indonesia”, tegas Muzakkir.

Sementara Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kondisi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di tengah dan pasca pandemi covid-19 membutuhkan dukungan semua pihak termasuk pemerintah untuk mempertahankan usaha bisnisnya agar tetap bertahan selama pandemi. UMKM dalam negeri dituntut cepat beradaptasi agar usaha terus berjalan.

“Untuk adaptasi, penguatan dan peningkatan partisipasi dalam ekosistem digital tersebut, perlu dilakukan peningkatan kapasitas SDM seperti yang dilakukan pelatihan DEA saat ini”, ujar Irbar. Dijelaskan, pelatihan DEA ini berlangsung selama dua hari, 14 s.d. 15 April 2022 dengan jumlah peserta 110 orang. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dan instruktur dari praktisi pelaku usaha dan akademisi.

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *