Pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) Pengelola Keuangan Kabupaten Bireuen

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Biruen menyelenggarakan pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) Keuangan bertempat di Hotel Fajar Bireuen.

Sekretaris Kabupaten Bireuen, Ibrahim Ahmad, membuka kegiatan tersebut secara resmi dalam sambutannya yang membacakan pidato tertulis Bupati Kabupaten Biruen Muzakkar A. Gani, mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Medan. Sebab, telah mempercayakan dan melaksanakan DEA selama empat hari di wilayah Kabupaten Bireuen.

“Peranan platform media sosial juga telah menjadi tumpuan utama para pelaku UMKM. Selain itu pelaku UMKM juga mulai beradaptasi menggunakan berbagai aplikasi pendukung seperti platform keuangan digital,” katanya. Transformasi digital pada UMKM di masa pandemi Covid-19 ini akhirnya dapat membuat UMKM kembali mengembangkan usahanya.

Dengan demikian, pengembangan UMKM digital di masa pandemi Covid-19 bisa menjadi salah satu alternative penyelamatan sektor UMKM agar tetap eksis. Meski demikian, upaya pengembangan UMKM digital juga harus mendapat dukungan dari pemerintah dikarenakan pelaku UMKM masih membutuhkan banyak dukungan, bimbingan dan permodalan yang notabene berasal dari pemerintah di masa pandemi Covid-19. Bila terjadi sinergisitas antara UMKM, pemerintah dan stakeholder pendukung lainnya maka bisa dipastikan proses transformasi digital UMKM akan dapat berjalan sempurna. Sehingga, target pemerintah untuk memperbanyak UMKM berbasis digital dapat segera terwujud.

Selain itu, pengembangan UMKM digital pasca pandemi Covid 19 juga menjadi prioritas utama pemerintah dan semua stakeholder agar ekosistem ekonomi digital di Indonesia tetap berjalan dengan baik. Sebab, pengembangan UMKM digital juga akan ikut berkontribusi dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan digital di Indonesia.

Para pelaku UMKM yakin bahwa penggunaan digital marketing memperluas pangsa pasar mereka, meningkatkan awareness bagi konsumen karena pelaku UMKM rutin memperbarui informasi mengenai produk setiap hari sekali serta meningkatkan penjualan karena beberapa UMKM juga berkolaborasi dengan beberapa marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, kemudian bagi pelaku UMKM yang kategorinya makanan dan minuman berkolaborasi dengan aplikasi GoFood sehingga memudahkan konsumen untuk membeli produk mereka.

Para pelaku usaha menyadari media sosial dalam konteks ekonomi semakin membuka peluang usaha baru bagi masyarakat dalam mengembangkan model kewirausahaan digital. Melalui proses transformasi menuju digital sekarang diharapkan kepada seluruh pelaku UMKM agar dapat memberikan inovasi-inovasi yang kreatif guna membangun peningkatan ekonomi masyarakat pada masa pandemi saat ini, UMKM digital merupakan kunci pemulihan ekonomi yang akan menunjang perekonomian masyarakat kearah yang lebih baik.

Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si, diwakili Koordinator Tata Usaha, Amal Hasyim, S.Sos, melaporkan, pelatihan DEA saat ini bertemakan pengelola keuangan digital. DEA ini merupakan salah satu dari tema pelatihan DTS dan merupakan suatu latihan untuk meningkatkan Kompetensi pengelolaan keuangan digital yang merupakan bagian dari implementasi nota Kesepakatan akselerasi program

DTS 2022 melalui sinergitas pengembangan SDM Digital antara Badan Litbang SDM Kemkominfo dengan tujuh Pemerintah Kabupaten/Kota yang telah ditandatangani oleh para pihak pada tanggal 23 Desember 2021. Dalam nota kesepakatan tersebut masing-masing kab/kota memperoleh kuota antara 5000- 10.000 peserta DTS. Salah satu pelajaran penting dalam pandemi Covid-19 adalah terjadinya akselerasi penggunaan digital dalam memenuhi kebutuhan konsumsi, kegiatan produksi, maupun transaksi investasi.

Kondisi pelaku Usaha Mikro Kecil dan menengah (UMKM) di tengah dan pasca pandemi Covid-19 membutuhkan dukungan semua pihak termasuk pemerintah untuk mempertahankan usaha bisnisnya agar tetap bertahan selama pandemi. UMKM dalam negeri dituntut cepat beradaptasi agar usaha terus berjalan.

“Untuk adaptasi, penguatan, dan peningkatan partisipasi dalam ekosisistem digital tersebut, perlu dilakukan peningkatan kapasitas SDM seperti yang dilakukan pelatihan DEA saat Ini,” sebut .

Dijelaskan, pelatihan DEA ini berlangsung selama dua hari, 2-3 Februari 2022 dengan jumlah peserta peserta 105 orang. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dan instruktur dari praktisi pelaku usaha dan akademisi.  Peserta melakukan tes antigen dan menjaga protokol kesehatan dengan membagi ke dalam tiga kelas maksimum 35 orang per kelas.

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *