• By Ahmad Rozy
  • 10 November 2021
  • No Comments

PELATIHAN THEMATIC ACADEMY (TA) IT EKS PEKERJA MIGRAN DI KECAMATAN RUPAT, KABUPATEN BENGKALIS

Pelatihan Thematic Academy (TA) dilakukan sebagai upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia kelompok eks pekerja migran yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan. (10/11/2021)

Adapun peserta pelatihan untuk kelompok eks pekerja migran sebanyak 60 orang dengan latar belakang dan usia yang beragam. Pelatihan ini dilakukan selama 4 (empat) hari, mulai tanggal 10 sampai 13 November 2021 di Kantor Camat Rupat, Bengkalis

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs Irbar Samekto, M.Si. dihadiri oleh Camat Rupat Selatan diwakili oleh Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum, Ali Sapri, S.Ag, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkalis diwakili oleh Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Nazly, SH, M.Si serta para lurah daerah Kecamatan Rupat.

Dalam sambutan Kepala BBPSDMP Kominfo Medan menjelaskan bahwa pelatihan digitalisasi kelompok ekonomi eks pekerja migran Indonesia terdiri dari tiga klaster yaitu digitalisasi kelembagaan dan manajemen keuangan, pemasaran digital dan pengembangan inovasi produk secara digital, serta topik pilihan mengenai ekspor.

“Tenaga kerja asal Rupat  perlu disiapkan lebih baik karena merupakan salah satu provinsi yang cukup banyak mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri sepakat untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang baik dengan kerja sama antara pusat dan daerah, sektor jasa PMI telah penyumbang devisa negara melalui remitansi sebesar Rp. 159,6 triliun dari 3,7 juta PMI yang terdaftar di SISKOP2MI. Nilai ini setara dengan sumbangan sektor migas senilai Rp. 159,7 triliun atau 42,2% dari target APBN 2019.”, jelasnya.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan. Dimana selurih peserta telah mengikuti rapid test antigen covid19, mengenakan masker, jaga jarak dan tetap menjaga kebersihan tangan dengan handsanitizer. Agar menjaga jarak aman antar peserta, pelaksanaan pelatihan dibagi menjadi 2 (dua) kelas yang pada tiap kelasnya sebanyak 30 orang. (Prini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *