Seminar Hasil Penelitian Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Penelitian Komunikasi Dan Informatika Medan Tahun 2019

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan menggelar seminar hasil penelitian BBPSDMP Kominfo Medan Tahun 2019 di Hotel Miyana, Kabupaten Deli Serdang, 21 November 2019. Dengan mengusung tema “Kontribusi E-Commerce dan E-Goverment di Era Digital untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat”. Tujuan kegiatan seminar ini adalah untuk berbagi informasi tentang berbagai strategi peningkatan kemampuan peneliti dan penerapan hasil-hasil penelitian dalam pembuatan kebijakan secara nasional  maupun daerah. Seminar  tersebut  dihadiri Dinas Kominfo Provsu, Badan Litbang Provsu, Dinas Kominfo Kota Medan, Badan Litbang Kota Medan, Dinas Koperasi dan UKM Kota Tanjung Balai, Dinas Koperasi UKM dan Ketenagakerjaan Kota Sibolga, Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang Sidempuan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Gunung Sitoli, Dinas Kominfo Kabupaten Padang Lawas Utara, Dinas Kominfo Kota Padang Madina, Ketua GRADASI Sumut, Ketua LPPM: USU, UNIMED, UIN-SU, UMSU, Pejabat Eselon II, III dan IV di lingkungan BBPSDMP Kominfo Medan, fungsional Peneliti dan menghadirkan narasumber sebagai reviewer Drs. Poltak Sihombing, M.Kom, Ph.D dan Dr. Dra. Nina Siti S.Siregar, M.Si dan pembicara mengenai ‘success story’ pelaku UKM, M. Taimiah Nasution, S.Pd.

Kegiatan seminar  hasil penelitian ini dibuka secara resmi oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs.  Irbar Samekto, M.Si dalam  sambutannya  mengatakan, “Digitalisasi dan inovasi perspektif ke masa depan telah memperlihatkan betapa bangganya profesi peneliti, Nasa menyatakan, hari ini kami telah sukses mendarat kedelapan kalinya di Planet Mars dalam sejarah manusia. Insight (sejenis robot penjelajah), akan meneliti interior Mars dan akan memberi ilmu sains yang berharga saat kami mempersiapkan astronot ke bulan dan kemudian Mars, yang berjarak 481,6 juta kilometer dan akan menjadi rumah kedua penduduk bumi. Peryataan  tersebut  untuk memposisikan  betapa  peran  peneliti  amatlah  penting  manakalah hasil penelitian tersebut bermanfaat bagi lembaga/industri maupun masyarakat dan pemerintah pun mendukung dalam bentuk pengakuan serta anggaran penelitian yang lebih dari memadai. Saat ini, seiring dengan penggunan teknologi 4-5 G, teknologi digital telah memasuki barbagai  sisi kehidupan manusia, dengan kondisi demikian memberikan kesempatan metamorposis profesi peneliti menjadi digital researcher/peneliti digital. Profesi peneliti digital merupakan adaptasi dan antisipasi ke masa depan dimana Indonesia saat ini telah memasuki pasar bebas dan hasil  riset dunia dengan mudah ada dihadapan kita. Peneliti digital ini diharapkan dapat menjawab  tantangan Presiden RI Bapak Joko Widodo, tentang pemanfaatan lembaga riset agar  menghasilkan outcome hasil penelitian yang bernilai inovasi pada bidang teknologi, maka untuk pencapaian  tujuan  tersebut dibutuhkan penguatan kompetensi peneliti bidang kominfo yang diharapkan dapat beradaptasi terhadap era disrupsi dan kehadiran revolusi industri 4.0. Lanjutnya di Indonesia penggunaan penelitian sebagai dasar pembuatan kebijakan belum cukup membumi, meskipun peran serta peneliti dalam penyusunan peraturan perundang-undangan sebagai instrumen kebijakan telah dibuka melalui UU No 12 tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan yang mengatur bahwa dalam penyusunan peraturan perundang-undangan juga harus melibatkan peneliti dan tenaga ahli. Namun permasalahannya saat ini  adalah relasi antara lembaga penelitian sebagai para pihak penyedia data dan hasil-hasil penelitian dengan pihak pengambil  kebijakan masih belum optimal. Penyebab utamanya adalah  kurangnya kualitas dan kuantitas penelitian yang relevan dengan prioritas kebijakan pemerintah, serta belum optimalnya akses pengambilan kebijakan terhadap hasil penelitian yang relevan”.

Seminar ini menghadirkan 4 (empat) orang penyaji yang menyampaikan materi:

  1. Muttaqin, ST, M.Eng: Penelitian Penyusunan Rencana Induk Pengembangan TIK Kabupaten Padang Lawas Utara.
  2. Burhanuddin Panjaitan, SH: Kesiapan Usaha Kecil Dalam Menghadapi E-Commerce di Sumatera Utara.
  3. Oktolina Simatupang, Sos, M.I.Kom: Pemanfaatan TIK dalam proses Bauran Pemasaran Oleh Usaha Mikro dan Kecil di Kota Gunungsitoli.
  4. Ratna, SE, MS: Persepsi Pelaku UMKM di Kota Tanjung Balai Terhadap Penggunaan Financial Technology.
  5. Idawati Pandia, S.Sos : Penggunaan Internet Untuk Pemasaran Produk UK Pallet di Kota Binjai.

Forum seminar diawali dengan pemaparan hasil studi oleh penyaji dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan peserta dan kemudian ulasan oleh pakar/reviewer. Dengan seminar ini diharapkan menjadikan hasil-hasil penelitian sebagai masukan penyusunan dan penyempurnaan kebijakan, dapat berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sosial budaya khususnya bidang kominfo.

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *