Bimtek dan Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Aceh Besar

Fasilitasi Bimbingan Teknis dan Sertifikasi SKKNI Bidang TIK bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Aceh Besar dilaksanakan oleh Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 (lima) hari di Kabupaten Aceh Besar dan diikuti oleh 60 peserta yang merupakan lulusan SMK bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Acara pembukaan Bimtek dan Sertifikasi ini dihadiri oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto MSi, Direktur LSP TIK Indonesia, Edwin Suryosaptanto, Kabid Media Informasi, Pos dan Telekomunikasi Dinas Kominfo Kabupaten Aceh Besar, Drs. Amran, MSi dan para instruktur.

Kabid Pengembangan SDM BBPSDMP Kominfo Medan, Abdul Rahman Harahap, S.Sos, MSi mengatakan tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu angkatan kerja muda khususnya SDM bidang TIK yang belum memperoleh sertifikasi. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Kementerian Kominfo dalam mengembangkan program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam Nawa Cita yakni program prioritas pemerintah yang ditujukan untuk membantu perluasan lapangan dan kesempatan kerja. Sementara itu Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, MSi dalam sambutannya mengatakan bahwa persoalan kompetensi adalah persoalan yang sangat strategis, banyak komponen yang bisa dihadapi bila kita memiliki kompetensi yang tepat. Saat ini Indonesia berada pada posisi peringkat 34 di dunia dan masih di bawah empat negara Asean lainnya seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand dalam hal komtensi SDM-nya. Disampaikan juga tentang  bagaimana pentingnya TIK pada era globalisasi saat ini, semua aspek kehidupan baik ekonomi, pemerintahan, pendidikan dan kesehatan membutuhkan TIK, hal ini dapat kita lihat dengan bermunculan beberapa istilah seperti e-finance, e-government, e-learning, e-health yang semuanya itu membutuhkan tenaga kerja yang berkompeten di bidang TIK.

Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sangat penting bagi angkatan kerja muda dalam mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Dengan jumlah angkatan kerja yang cukup besar yang merupakan bonus demografi, sebenarnya merupakan peluang bagi Indonesia namun hal ini dapat menguntungkan bagi kita apabila tenaga kerjanya memiliki kompetensi dan produktif di bidangnya. Melihat pentingnya kegiatan sertifikasi SKKNI bidang TIK ini, peserta diharapkan dapat serius mengikuti  kegiatan ini sehingga nantinya memiliki kompetensi dan sertifikasi seperti yang diharapkan. Kegiatan ini diharapkan akan berdampak pada muncunya tenaga-tenaga kerja profesional di bidang TIK sekaligus juga akan dapat menciptakan peluang-peluang kerja baru sebagai enterpreneurship (wirausaha).

Pemilihan Miss Internet Indonesia 2018 Sumatera Utara

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyelenggarakan pemilihan Miss Internet Indonesia 2018 di Sumatera Utara, Rabu (5/9/2018). Kegiatan ini diselenggarakan di Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention Medan. Dengan tujuan untuk mencari duta-duta yang akan mewakili dan membantu APJII dalam mensosialisasikan program-program APJII, supaya bisa berinternet yang bersih, selektif dan  aman.

Pemilihan Miss Internet Indonesia ini dibuka secara resmi oleh PJ. Gubernur Sumatera Utara Drs. Eko Subowo, MBA yang dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Bapak Nouval Mahyar, SH, M.Hum dan dihadiri Sekretaris Dinas Kominfo Provsu, H. M. Ayub SE, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si yang diwakili, Kabid Pengembangan SDM BBPSDMP Kominfo Medan, Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si, Kadis Pariwisata Medan Agus Suryono, Sekjen APJII Sumut Bambang Heru Wijaksono dan Staf APJII Sumut.

Sambutan PJ. Gubernur Sumatera Utara yang disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, H. Nouval Mahyar, SH, M.Hum mengatakan internet telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, semoga saja nantinya para peserta miss internet bisa  menjadi duta yang akan mensosialisasikan internet yang baik dan bermanfaat di masyarakat. Terutama dalam menyampaikan informasi tentang budaya melalui media sosial maupun sarana yang lain, sehingga informasi tersebut bisa sampai kepada masyarakat serta berguna dan dan membawa bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu Ketua Pengurus Wilayah Asosiasi Penyedia Jasa Internet  Indonesia (APJII) Sumut, Bambang Heru Wikjaksono mengatakan marilah kita berinternet dengan secara dewasa apapun yang kita buka, baik itu sharing, maupun posting menjadi tanggung jawab kita sendiri. Pemilihan Miss Internet merupakan kompetisi yang digelar oleh APJII sejak tahun 2017 untuk memilih Duta/Miss yang bertugas mengkampanyekan program-program APJII dan pemerintah.  Kompetisi ini dibuka untuk perempuan Indonesia dengan syarat harus mampu berbahasa inggris, dan berwawasan luas.

Pemerintah Sumatera Utara berharap Miss Internet dapat bersinergi, ikut terlibat dan berkolaborasi pada program-program pemerintah dalam mengedukasi masyarakat dalam masalah sosial, budaya, kerukunan beragama dan cinta tanah air. Untuk tahun 2018, pencarian finalis Miss Internet digelar di 12 kota termasuk Medan. Pada pemilihan di Medan terpilih Difa Putri Anriani dari Universitas Prima Indonesia Medan sebagai Miss Internet Sumut yang akan mewakili Sumut untuk berkompetisi di tingkat nasional. Diharapkan Miss internet yang terpilih  dapat membantu pemerintah dalam usaha pemerataan informasi dan komunikasi di Sumatera Utara.

Dinas Komunikasi dan Informatika Provsu Selenggarakan Halalbihalal dan Silaturrahim

Dinas Komunikasi dan informatika Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan Halalbihalal dan Sillaturrahim di Aula Transparansi Dinas Kominfo Provsu, Kamis (28/06/2018). Acara dihadiri Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Drs. Irbar Samekto, M.Si, Ketua Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara Prof. Dr. H. Ramli Abdul Wahid, MA, Ketua IJTI Sumatera Utara Budiman Tanjung, Ketua PWI Sumatera Utara H. Hermansyah, Kepala LPP RRI Medan Nawir S. Sos, Kepala LPP TVRI Sumatera Utara Wisnu, Media cetak dan elektronik serta Staf Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara.

Pada Kesempatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara Drs. H. MHD. Fitriyus, SH, M.SP menyampaikan kegiatan halal bihalal  dilaksanakan setiap tahun untuk saling bermaaf – maafan serta menjalin silaturrahim, mempererat tali persaudaraan untuk menguatkan kebersamaan dan kekompakan.

Dengan halal bilhalal kita membina persahabatan memberikan semangat spiritual bekerja  lebih baik lagi. Hal ini merupakan salah satu makna implementasi untuk meningkatkan kinerja pagawai ASN dilingkungan Dinas Kominfo Provsu dan ASN instansi terkait, dengan melayani masyarakat diberbagai bidang khususnya bidang informatika. “Halal bihalal bisa juga dilaksanakan melalui media sosial meskipun dengan tidak tatap muka, tapi dengan media sosial bersilaturahim bisa menjadi hal negatip,” ujar Kadis Kominfo Provsu  Fitriyus.

Pada kesempatan yang  sama Ketua Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara Prof. Dr. H. Ramli Abdul Wahid, MA menjelaskan, halal bilhalal dan saling memaafkan  sesama saudara, teman itu baik sekali, tidak ada manusia  yang tidak bersalah. Halal bihalal sudah bagus dilakukan  tapi  harus punya ilmu  dan beramal hal ini yang perlu diterapkan kepada masyarakat.