Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Informatika Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Batam

Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan melaksanakan fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK bagi angkatan Kerja Muda di Kota Batam. Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari dimulai pada tanggal 17 s/d 21 September 2019 bertempat di Hotel 89 Batam dan diikuti oleh 62  peserta yang merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3 dan S1 bidang TIK  yang berasal dari Kota Batam dan sekitarnya. Fasilitasi sertifikasi ini bertujuan untuk membantu angkatan kerja muda, khususnya lulusan sekolah menengah kejuruan bidang TIK dalam memperoleh sertifikat keahlian.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari  Selasa (17/9)  dan dihadiri oleh Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, DR. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, MSi, Kadis Kominfo Kota Batam, Salim, S.Sos, Msi, Direktur LSP Telematika, Victor Terinathe, dan para Instruktur. Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si selaku penanggung jawab kegiatan dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan fasilitasi sertifikasi ini mengimplementasikan program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam  nawacita, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Peningkatan pengembangan SDM bidang TIK mutlak diperlukan dalam rangka menghadapi perkembangan global menuju ekonomi berbasis digital. Kementerian Kominfo telah  melakukan  beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas SDM bidang TIK berbasis kompetensi dan merupakan kunci peningkatan daya saing nasional di era global. Sementara itu Kadis Kominfo Kota Batam, Bapak Salim, S.Sos, M.Si mengapresiasi BBPSDMP Kominfo Medan memilih Kota Batam sebagi tempat dilaksanakannya fasilitasi SKKNI ini, beliau juga mengatakan pengembangan kompetensi SDM di era Revolusi Industri 4.0 mutlak diperlukan, Dilaksanakannya SKKNI bidang TIK ini bertujuan untuk mewujudkan tenaga kerja bidang komunikasi dan informatika yang kompeten dan professional. Oleh karena itu peserta diharapkan fokus agar tercapai komponen kompetensi yakni sikap kerja yang merupakan satu dari tiga aspek penting yang membentuk kompetensi kerja.

Sementara itu Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, DR. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA dalam paparannya mengatakan dampak disrupsi digital sangat berpengaruh terhadap SDM di Indonesia. Berdasarkan riset Oxford Economic, pada tahun 2028 akan terdapat 9,5 juta job displaced jika tidak dilakukan shifting. Kondisi ketenagakerjaan di Indonesia saat ini mayoritas tenaga kerja Indonesia berpendidikan dan berketerampilan rendah namun era digitalisasi berpotensi memberikan peningkatan tenaga kerja hingga 2,1 juta pekerjaan baru pada tahun 2025. Semua keterampilan di bidang teknologi baik yang dasar maupun lanjutan akan mengalami kenaikan permintaan yang substansial di masa mendatang karena itulah sikap kerja (attitude), pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Dengan terselenggaranya sertifikasi nasional berbasis SKKNI diharapkan peserta dapat meningkatkan kompetensi  diri, disiplin dan memiliki daya saing tinggi dalam  mencari kerja dan menciptakan peluang kerja baru. (Ratna)