KIM MENUJU EKONOMI DIGITAL MAMPU MEMBERIKAN NILAI TAMBAH

Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera, Nouval Mahyar, SH, yang mewakili Gubernur Sumatera Utara, membuka acara Workshop Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara (Diskominfo Provsu) dengan tema “KIM Berbasis Teknologi Informasi Jembatan Meningkatkan Nilai Tambah Ekonomi Anggotanya” di Hotel Grand Kanaya Medan, Kamis (14/03/2019).

Dalam sambutannya Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Nouval Mahyar, SH mengatakan, kegiatan workshop KIM se-Sumatera Utara ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia KIM di Sumatera Utara. KIM mempunyai peran besar dalam mendukung Pemerintahan Sumatera Utara, melalui penyampaian informasi-informasi yang positif kepada masyarakat, KIM dapat mengedukasi masyarakat. KIM sebagai agen informasi diharapkan dapat berperan menjadi jembatan peningkatan ekonomi masyarakat. KIM harus mampu memanfaatkan teknologi informasi yang sesuai dengan kebutuhan KIM sendiri sehingga KIM dapat lebih produktif dan mampu memberikan nilai tambah.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber, yakni: Eko Setiawan, SI.Kom, M.Med.Kom, Kepala Seksi Sumber Daya Komunikasi Publik, Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur (Materi: Revitalisasi Tata Kelola dan Pemberdayaan Kim), Heri Dwi Utoyo, Dinas Kominfo Kota Surabaya (Materi: Peran Kim dalam literasi media sosial), Drs. Irbar Samekto, M.Si, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan (Materi: Kim menuju ekonomi digital), , S.Si, M.Comp.Sc, Ketua ABDSI Kota Medan (Materi: Kim berbasis E-Community KUMKM) yang dipandu oleh Moderator Setia Pandia.

Drs. Irbar Samekto, M.Si, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan selaku narasumber dalam paparanya, Kim menuju ekonomi digital, menjelaskan pemberdayaan informasi melalui Kim bisa dilakukan dengan cara two step flow model, perumusan kebijakan antara pemerintah, Kim dan masyarakat melalui literasi TIK. Literasi TIK adalah kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, menggunakan dan berbagi informasi dengan berpikir kritis, kreatif dan etis. Hal ini akan menjaga tentang kapan, mengapa dan bagaimana menggunakan TIK dengan cara bertanggung jawab. Kim dapat berperan mendorong perekonomian semakin baik melalui keleluasan mempromosikan produk usaha kecil melalui media sosial, blog maupun website atau membuat mempromosikan produksi sendiri dengan menggunakan sistim e- commerce”, Ujar Irbar.

Dari hasil paparan dari nara sumber Hj. Gadis Melani Rusli, SH, Kabid Pengelola Informasi Publik Dinas Kominfo Provsu, menyimpulkan fungsi dan peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Daerah dalam memberikan pelayanan bidang informasi dan komunikasi kepada masyarakat. Hal ini mengingat KIM sebagai agen penyebar informasi pembangunan dalam melakukan diseminasi informasi.

Turut hadir dalam acara ini, Perwakilan OPD Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara, Insan Pers dan Perwakilan KIM dari Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara.

Sertifikasi SKKNI Bidang TIK di Kabupaten Bintan

Pemerintah Kabupaten Bintan sangat menyambut baik kegiatan Bimbingan Teknis sekaligus Fasilitasi sertifikasi SKKNI bagi Angkatan Kerja Muda Bidang TIK yang dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM di kawasan ini, sekaligus suatu langkah dalam mempersiapkan pemimpin di kabupaten ini pada masa mendatang. Hal ini disampaikan oleh Bupati Bintan dalam hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan Tamsir, MSi dalam kegiatan pembukaan acara Fasilitasi Bimbingan Teknis Sertifikasi SKKNI Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Bintan. Acara pembukaan dilaksanakan di Gedung Nasional Tanjung Uban hari Senin 12 Juni 2017 pukul 08.30 Wib.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Kabupaten Bintan adalah sebuah kawasan yang sangat strategis karena berada pada jalur perlintasan internasional sekaligus memiliki kedekatan dengan Negara Singapore dan Malaysia. Fakta lain memperlihatkan bahwa Kabupaten Bintan hanya memiliki tingkat kepadatan penduduk sebanyak 3/meter persegi, sehingga tergambarkan bahwa kawasan ini masih didominasi pendatang, termasuk didalam nya pengisian tenaga kerja. Harus diakui bahwa penduduk Kabupaten Bintan kalah bersaing dengan SDM daerah lain dalam mengisi posisi lowongan kerja yang ada. Oleh karena itu, kegiatan Sertifikasi kompetensi SKKNI ini diharapkan dapat menjadi awal untuk meningkatkan daya saing bagi angkatan kerja yang ada saat ini. Momen itu sangat menarik karena saat ini pengenaan standar kompetensi merupakan sebuah keharusan menyusul disepakati nya beberapa konsensus, termasuk konsensus Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pemberlakukan MEA akan memunculkan sebuah kondisi terkait dengan bebasnya keluar masuk arus tenaga kerja dari seluruh Negara Asean, sehingga kompetensi dan keahlian tenaga kerja menjadi satu tolak ukur seseorang untuk mampu bersaing satu sama lain.
Dalam sambutannya, Bupati juga mengingatkan semua pihak bahwa perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang sangat massif merupakan sebuah keharusan dan tidak dapat dihindari. Dapat kita lihat bersama bahwa seluruh lini aktivitas kehidupan masyarakat sudah “terkontaminasi” kehadiran teknologi informasi dan komunikasi. Sebagai contoh, kita dapat melihat berbagai penggunaan istilah “e” seperti e- learning, e-commerce, e-procuretment dan lainnya. Hal ini menunjukan bahwa kehadiran Teknologi Informasi dan komunikasi yang massif akan semakin dekat dengan kehidupan kita dimasa yang akan dating.
Teknologi informasi dan komunikasi sangat dekat dengan generasi muda saat ini. Banyak pemuda pemuda yang berhasil mewujudkan keinginannya dengan menggunakan bantuan teknologi informasi. Mark Zuckerberg, pendiri sekaligus pemilik jejaring media social terpopuler di dunia mengembangkan aplikasi ini ketika masih berusia muda. Untuk skala dalam negeri, banyak perusahaan start-up sukses seperti Gojek, OLX, Tokopedia dan lainnya yang diawaki oleh anak anak muda kreatif dan memiliki semangat yang sangat tinggi. Semangat itulah kiranya yang memotivasi anak muda di Kabupaten Bintan ini, khususnya peserta kegiatan sertifikasi SKKNI ini sehingga mampu menjadi motor penggerak pembangunan di kabupaten Bintan.

Kepala BBPPKI Medan ,menyampaikan sambutan Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo RI pada pembukaan Sertifikasi SKKNI Bagi Angkatan Kerja Muda di Gedung Nasional Tanjung Uban Kabupaten Bintan tanggal 12 Juni 2017.
Sementara itu, Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika RI yang diwakili oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Drs. Irbar Samekto, MSi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu implementasi program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam Nawa Cita, yakni memperkuat daerah daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Irbar Samekto mengatakan bahwa potensi Indonesia menjadi salah satu Negara dengan ekonomi terbesar di dunia seperti hasil riset yang dipublish oleh McKinsley Global Institut menunjukan bahwa Negara ini akan menjadi sebuah Negara besar dengan berbagai potensi yang dimiliki. Kebutuhan tenaga kerja trampil sangat mendesak. Namun demikian, keberadaan angkatan kerja yang ada yang hanya didominasi SMA/SMK masih memiliki kekurangan terkait dengan kemampuan dan keterampilan bekerja yang dimiliki. Kondisi ini ditegaskan dalam peringkat daya saing Indonesia berdasarkan penelitian Institute Management Development (IMD) tahun 2017 yang mengatakan masih berada dibawah Singapore, Malaysia, Thailand dan Philipina yang notebene merupakan pesaing nyata Indonesia dalam kelompok Masyarakat Ekonomi Asean.
Atas dasar dan fakta tersebut, maka Pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika RI berupaya meningkatkan kualitas dan kompetensi kerja masyarakat dengan menyusun Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 24 Tahun 2015 tentang pemberlakukan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Kominfo. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan tenaga kerja Indonesia bidang Kominfo yang kompeten dan professional serta memiliki daya saing nasional dan produktivitas. Seperti diketahui bahwa langkah ini dilakukan sebagai pelaksanaan mandat dari UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Upaya penyiapan Sumber Day Manusia Indonesia yang berkualitas dalam menghadapi MEA dan persaingan global harus dilakukan secara sinergitas dan kontinuitas. Penyiapan program dan pengembangan SDM Kominfo bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan dapat berjalan harmonis sehingga terwujud peningkatan pengembangan SDM bidang Kominfo yang merata pada tiap daerah.
Secara umum, pembukaan kegiatan Fasilitasi Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Standar Kompetenasi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Bintan berlangsung lancar. Antusias semua pihak pada pelaksanaan kegiatan ini cukup besar. Kehadiran jajaran pimpinan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bintan, peserta yang antusias menjadi indikator yang dapat dinilai. Diharapkan kegiatan ini berjalan lancar hingga beberapa hari kedepan, termasuk dalam proses pengujian peserta yang akan dilaksanakan oleh Tim Asseor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komputer Jakarta.