SERTIFIKASI BERBASIS SKKNI BIDANG TIK BAGI ANGKATAN KERJA MUDA DI KOTA TEBING TINGGI

Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi Dan Informatika Medan Kementerian Kominfo bekerjasama dengan Dinas Kominfo Kota Tebing Tinggi menggelar Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Berbasis Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi angkatan kerja muda pada hari Rabu (10/04/2019) di Hotel Malibou, Kota Tebing Tinggi.

Kegiatan ini dibuka oleh Walikota Tebing Tinggi yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemko Tebing Tinggi, H. Kamlan, SH, MM, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa pendekatan e-government dan open-government adalah sebuah jawaban dari tuntutan dinamika saat ini, bukan sekedar konsumsi teknologi semata. Mengingat kecepatan dan keakuratan sistem pelayanan adalah langkah yang harus dilaksanakan.

Sesuai Peraturan Walikota Tebing Tinggi Nomor 39 tahun 2017 tentang pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan Pemerintah Kota Tebing Tinggi bahwa nantinya Dinas Kominfo akan dijadikan tempat data center dan command center, sehingga pelayanan publik, kewilayahan dan kinerja organisasi dapat ditampilkan dalam satu ruangan.
Kegiatan bimtek dan sertifikasi ini merupakan salah satu upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang siap dan terampil dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Pemkot Tebing Tinggi sangat mengapresiasi Kementerian Kominfo yang telah menyelenggarakan kegiatan ini secara rutin setiap tahun.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si, menjelaskan tujuan dan sasaran kegiatan adalah untuk membantu angkatan kerja muda khususnya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang TIK dalam memperoleh sertifikat keahlian sehingga melalui kegiatan ini diharapkan akan terwujud SDM angkatan kerja muda bidang kominfo yang memiliki kompetensi sekaligus membibit angkatan muda menuju Indonesia digital, sehingga angkatan kerja muda akan memiliki jati diri yang kuat dan bermakna bagi masyarakat dan negara.

Peserta Sertifikasi SKKNI ini sebanyak 59 orang yang terdiri dari lulusan SMK , D1, D2, dan D3 bidang TIK dengan skema Programmer, Networking, Technical Support dan Graphic Design. Pesertanya berasal dari Kota Tebinggi, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kab. Simalungun.

SERTIFIKASI NASIONAL BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI BERBASIS SKKNI DI BANDA ACEH

Dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta mengimplimentasikan Permen Kominfo No. 24 tahun 2015 tentang pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai amanat UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Kominfo Medan bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh menyelenggarakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda pada tanggal 25 s/d 27 September 2018 di Kota Banda Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari bertempat di Hotel Mekkah Banda Aceh dan diikuti oleh 60 peserta yang merupakan lulusan SMK, D3 dan S1 bidang TIK yang berasal dari Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Selasa, 25 September 2018 dan dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Hukum, Prof. Dr. Henri Subiakto, MA, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, Msi, Kadis Kominfo Kota Banda Aceh, Direktur LSP TIK Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA dan dibuka secara resmi oleh oleh Wakil Walikota Banda Aceh, Drs. Zainal Arifin. Dalam sambutannya Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, MSi mengatakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap pengembangan SDM angkatan kerja muda agar mereka dapat meningkatkan kompetensi diri dan memiliki daya saing tinggi dalam mencari kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo yang diwakili oleh Kepala Biro Perencanaan, Ir. Arifin Saleh Lubis, MT mengatakan bahwa peluang pertumbuhan ekonomi terbuka lebar dengan adanya Revolusi Industri 4.0 yang merupakan hasil dari percepatan kemajuan pengetahuan dan teknologi yang inovatif, disamping e-commerce yang semakin memberikan harapan peningkatan perekonomian. Senada dengan hal tersebut, Wakil Walikota Banda Aceh, Drs. Zainal Arifin dalam sambutannya sebelum membuka acara secara resmi menyampaikan bahwa perkembangan TIK membuka banyak peluang untuk bergerak maju, baik itu peluang untuk berwirausaha, peluang kerja maupun peluang untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Kegiatan dibuka secara resmi dengan harapan Fasilitasi Sertifikasi ini dapat dipergunakan sebaik mungkin oleh para peserta agar mereka dapat meningkatkan kompetensi dan mampu bersaing dengan angkatan kerja lainnya bahkan diharapkan para peserta mampu menciptakan peluang kerja baru sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Ratna)

Bimtek Dan Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda Indonesia Di Kota Pematang Siantar

PEMATANG SIANTAR (8/5). Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan informatika (BBPPKI) Medan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Pematang Siantar melaksanakan fasilitasi bimbingan teknis dan sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi angkatan kerja muda di Kota Pematang Siantar. Peserta sebanyak 70 orang yang berasal dari Kota Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Samosir dan Kabupaten Tobasa.
Kegiatan SKKNI dibuka secara resmi oleh Plh. Walikota Siantar, Hefriansyah, SE, MM di Aula Sapadia Hotel Pematang Siantar, Senin (8/5). Dalam sambutannya Hefriansyah mengatakan bahwa upaya pengembangan SDM tenaga kerja Indonesia sudah tidak bisa ditunda lagi, mengingat sudah diberlakukannya secara penuh perdagangan bebas Asean Ekonomi Community (AEC) pada tahun 2015 yang lalu, juga perdagangan bebas diwilayah Asia (AFTA) serta menyongsong era perdagangan bebas dunia. Dimana bukan saja arus perdagangan bebas dalam bentuk barang, namun juga perdagangan bebas tenaga kerja yang memungkinkan SDM asing memasuki lapangan kerja di wilayah Indonesia dari tingkat manajerial hingga tingkat teknisi atau operator. Ancaman tenaga kerja asing ini berpotensi mengancam lapangan kerja Indonesia jika SDM Indonesia tidak memiliki kompetensi memadai untuk bersaing dengan sumber daya asing. Melalui sertifikasi SKKNI inilah, salah satu upaya pengembangan SDM Indonesia, terutama SDM tenaga kerja yang sekaligus sebagai benteng pertahanan dari berbagai ancaman SDM tenaga kerja asing yang akan masuk ke Indonesia. Walikota berharap agar para peserta dapat memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan ini untuk menyiapkan SDM angkatan kerja muda bidang TIK, agar memiliki sertifikat sebagai bukti kepemilikan kompetensi standar yang dimanfaatkan dan membantu dalam mencari pekerjaan. Tak lupa walikota menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kemkominfo (BBPPKI) Medan karena kota Pematang Siantar mendapat kesempatan dalam Pelaksanaan SKKNI.
Kepala Badan Litbang SDM Kemkominfo yang diwakili Kepala BBPPKI Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si dalam sambutannya mengatakan kualitas tenaga kerja Indonesia saat ini lebih dari 40% berpendidikan SD yang akan menyebabkan peluang besar akan hilang pada masa depan. Peluang ini terkait dengan prediksi Indonesia akan menjadi Negara ketujuh dengan ekonomi terbesar pada tahun 2030 dengan kebutuhan tenaga terampil yang besar. Pada tahun tersebut di estimasi terdapat 135 juta kelas konsumen dan 113 juta tenaga terampil. Para pakar menyebutnya dengan banyaknya lulusan yang kuat di aspek wawasan namun kurang dari sisi keterampilan teknis yang dibutuhkan oleh dunia usaha. Karena itulah SDM tenaga kerja harus memenuhi standar kompetensi dan tersertifikasi. Sertifikasi tersebut mutlak agar tersambung dengan dunia usaha/industri.
Pembukaan acara SKKNI juga dihadiri oleh Anggota Komisi I dan Badan Legislasi DPR RI, Martin Hutabarat menyambut baik program SKKNI bidang TIK sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan kualitas angkatan kerja muda Indonesia di era MEA ini, dan merespon kebijakan MRA yakni Negara tujuan atau Negara penerima mengakui kualifikasi professional dan muatan latihan yang diperoleh dari negara pengirim atau negara asal tenaga kerja terampil, dan negara asal diberikan otoritas untuk mengesahkan kualifikasi dan pelatihan dengan cara memberikan diploma atau sertifikat. Acara pembukaan juga dihadiri Kadis Kominfo Kota Pematang Siantar, Kepala SMKN I Pematang Siantar dan Para Pimpinan OPD se Kota pematang Siantar. Adapun bidang keahlian yang dapat dipilih oleh peserta sesuai dengan kompetensi masing-masingadalah Junior Network Administrator, Junior Graphic Design, Junior Computer Operator, dan Junior Programmer. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 8 Mei s.d 11 Mei 2017. Tes Uji Kemampuan dilaksanakan di SMKN I Pematang Siantar dengan menggunakan fasilitas Ruang Laboratorium Komputer. Uji kompetensi (assessment) dilaksanakan Oleh Tim Asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Telematika Jakarta (ida).