LOMBA PEMENTASAN MEDIA TRADISIONAL PERTUNJUKAN RAKYAT TAHUN 2018

Dalam rangka pengembangan dan pemberdayaan Kelompok Media Tradisional di bidang  Komunikasi  dan Informasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) menggelar Lomba Pementasan Media Tradisional Pertunjukan Rakyat  Tahun 2018 di Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Selasa, 16 Oktober 2018. Dengan  mengangkat Tema “Media Tradisional Pertunjukan Rakyat Sumut Sadar Teknologi Informasi dan Memelihara Kearifan Lokal”.

Lomba pementasan media  tradisional pertunjukan rakyat tersebut dinilai oleh Dewan Juri yang terdiri dari Budayawan Sumut, Syawaluddin, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto M,Si; dan Kadis Budaya dan Pariwisata, Hidayati. Kegiatan juga dihadiri para  tokoh seni, pimpinan sanggar budaya, para peserta lomba dari kabupaten/kota se-provinsi Sumatera Utara dan para insan pers. Maksud dan tujuan digelarnya lomba tersebut adalah untuk mengembangkan media tradisional yang mampu bersinergi dengan media-media lain dalam upaya memperlancar arus informasi di Provinsi Sumtera Utara dan memilih kelompok pertunjukan rakyat terbaik dan berprestasi tingkat Provinsi  Sumatera Utara  tahun 2018.

Perlombaan tersebut dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi yang diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo Provsu, Drs. H. Mhd. Fitriyus, SH, MSP.  Dalam sambutannya Gubsu yang dibacakan oleh Kadis Kominfo Provsu menyampaikan, bahwa pemenang perlombaan ini akan mewakili Provinsi Sumatera Utara dalam Festival Nasional Pertunjukan Rakyat pada tanggal 28-29 Oktober 2018 di Serpong Banten, Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi (SAIK) merupakan event tahunan yang rutin digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas). Gubsu juga menambahkan agar peserta lomba pementasan media tradisional pertunjukan rakyat perwakilan Sumatera Utara dapat meraih juara pertama pada Festival Nasional Pertunjukan Rakyat yang diselenggarakan di Serpong Banten nanti.

Peserta lomba ini diikuti 15 kelompok Media Tradisional Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara yaitu 1. Kota Medan, 2. Kota Tebing Tinggi, 3. Binjai, 4. Kab. Deli Serdang, 3.Kab. Serdang Bedagai, 4.Kab. Langkat, 5. Kab. Karo, 6. Kab. Pakpak Barat, 7. Kota Padang Sidempuan, 8. Kota Tanjung Balai, 9. Kab. Paluta, 10. Kab. Asahan, 11. Kab. Labuhan Batu, 12, Kab. Humbahas, 13. Kab. Labuhan Batu Utara dan 15. Kab. Samosir. Kegiatan ini diharapkan  dapat menjadi fasilitator bagi pemerintah untuk menyampaikan program-program dan kebijakan terbaru dalam pemerintahan kepada masyarakat demi terwujudnya visi Provinsi Sumatera Utara maju, aman dan bermartabat.

Setelah dilakukan penilaian terhadap satu-persatu peserta lomba pementasan media tradisional pertunjukan rakyat Sumatera Utara, dewan juri akhirnya menetapkan 3 (tiga) Kelompok Pertunjukan Rakyat Tradisional sebagai pemenang yaitu juara I dari Kota Medan, Juara II Kabupaten Deli Serdang dan juara III Kabupaten Asahan, sementara pada juara harapan I dari Kabupaten Serdang Bedagai, juara  harapan II dari Kabupaten  Langkat dan juara harapan III dari Kabupaten Paluta.

Bimtek dan Sertifikasi SKKNI Bidang TIK di Kabupaten Karo

BERASTAGI (14/2) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan bekerjasama dengan Pemerintahan Kabupaten Karo melaksanakan fasilitasi bimbingan teknis dan sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi angkatan kerja muda di Berastagi Kabupaten Karo. Peserta berasal dari Kabupaten Karo, Kabupaten Pakpak Barat, dan Kabupaten Dairi. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPPKI Medan, Drs. Irbar Samekto, MSi, di Aula Hotel Rudang, Berastagi, Selasa (25/4). Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan bimtek dan sertifikasi ini merupakan salah satu upaya Negara untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia khususnya bidang kominfo untuk mampu bersaing/berkompetisi dalam dunia kerja secara global, terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sertifikasi SKKNI hadir untuk menjembatani lulusan SMK, D1, D2, dan D3 bidang TIK untuk memiliki bukti kompetensi standar yang dapat dimanfaatkan dalam mencari pekerjaan. Sinergitas dan Kontinuitas penyiapan program pengembangan SDM bidang Kominfo bersama dengan Pemerintah kabupaten/kota sangat dibutuhkan agarterwujud peningkatan pengembangan SDM bidang kominfo yang merata di setiap daerah. Di masa depan bidang Kominfo merupakan leading sector dari seluruh sektor, yang mempunyai peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing bangsa. Selanjutnya beliau juga menghimbau kepada peserta agar dapat memanfaatkan kegiatan sertifikasi tersebut dengan sebaik-baiknya sebagai kesempatan untuk menguji kompetensi dan mengembangkan diri menjadi SDM bidang TIK yang handal.

Pembukaan acara dihadiri oleh beberapa pejabat dari Dinas Kominfo Kabupaten Karo dan Dairi. Berdasarkan laporan ketua panitia, Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si, kegiatan ini diikuti 46 peserta dari Kabupaten Karo, Dairi, dan Pakpak Barat yang terdiri dari lulusan SMK , D1, D2 dan D3 bidang TIK. Adapun bidang keahlian yang dapat dipilih oleh peserta sesuai dengan kompetensi masing-masing adalah Junior Network Administrator, Junior Graphic Design, Junior Computer Operator, dan Junior Programmer. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 25 s.d. 28 April 2017. Tes Uji Kemampuan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Berastagi dengan menggunakan fasilitas Ruang Laboratorium Komputer. Uji kompetensi (assessment) dilaksanakan oleh Tim Asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komputer Jakarta.

Bupati Kabupaten Karo yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kominfo Kab Karo, Drs. Jhonson Tarigan dalam sambutannya menyampaikan bahwa sertifikasi SKKNI ini merupakan salah satu upaya pengembangan SDM terutama tenaga kerja muda bidang TIK agar secara sistematik dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus benteng pertahanan dari berbagai ancaman SDM tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. Hal ini juga sebagai implementasi dari permen kominfo No 24 Tahun 2015 tentang pemberlakuan standar kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai amanat UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan serta mengantisipasi pasar Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Selanjutnya pemkab berharap bimtek ini dapat bermanfaat dan hasilnya dapat diaplikasikan langsung di dunia kerja baik pemerintahan maupun swasta di Kabupaten Karo.

Penyerahan Hasil Kerjasama Bidang Penelitian Antara BBPPKI Medan Dengan Dinas Kominfo Provinsi Sumut

Kepala Balai Besar Pengkajian Dan Pengembangan Komunikasi Dan Informatika (BBPPKI) Medan, Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo Drs. Irbar Samekto M.Si  mengadakan kunjungan kerja dalam rangka penyerahan hasil kerjasama  bidang penelitian antara BBPPKI Medan dengan Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian diserahkan oleh Kepala BBPPKI Medan kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara  Drs. H. MHD. Fitriyus, SH, MSP,  didampingi Kepala Bidang Publikasi dan Dokumentasi Drs.Arifuddini,MSi, Kasubbag Umum Parluhutan Siregar.S.Sos, Kasubid Dokumentasi Yusrizal, S.Kom Eng. Turut hadir dalam penyerahan hasil kerjasama tersebut Sekretaris  Dinas Kominfo Provsu H. M. ayub, SE, Kepala Bidang Aplikasi Telematika Dra. Eli Suhaeriyah M.Si, di ruang Rapat Kepala Dinas Kominfo Provsu, jumat (16/12/16)

Tujuan penyerahan hasil kerjasama bidang penelitian ke Dinas Kominfo Provinsi sumatera Utara untuk memberikan  masukan dan rekomendasi terkait dengan penerapan e-government di Sumatera Utara dan sebagai langkah perbaikan Aparatur Pemerintah Daerah dalam penerapan E-Government menuju Smart Province di Sumatera Utara.

Kepala BBPPKI Medan menjelaskan Kominfo berupaya bagaimana pemanfaatan e-government menuju smart province bisa dimanfaatkan masyarakat, hasil penelitian yang  sudah dilaksanakan  bisa bermakna berupa masukan dan dapat dijadikan rekomendasi secara menyeluruh baik dari kesiapan SDM maupun infrastrukturnya. Kebijakan akses jaringan menjadi dilema hal ini tergantung dengan operatornya yang menagani  aplikasi oleh karna itu perlu  menetapkan pejabat pengelola TIK yang mengawali smart province di Kabupaten/Kota Province Sumatera Utara.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara  Drs. H. MHD. Fitriyus, SH, MSP menjelaskan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mengalami perkembangan yang sangat cepat dan membawa dunia memasuki era baru yang lebih cepat. Pemanfaatan TIK di Sumut dibuat seperti target yaitu e-planing, e-budgetting dengan pelayanan satu pintu terpadu (PLSTP) dan di Bappeda sudah menerapkan pelayaanan e-governmnet untuk meningkatkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat menjadi  lebih  baik.

Smart Province di 14 (empat belas) Kabupaten /Kota Province Sumatera Utara sudah lebih  maju dan sudah online dalam mengakses informasi mulai informasi dirumah sakit, banjir, dan segala informasi  yang dibutuhkan dalam mendukung program smart province. Penerapan Electronic Government, Smart Province Sumatera Utara masih rendah pada SDM pengelolahan TIK dan hambatan E-Government di Kab/Kota Provinsi Sumatera Utara perlu dilakukan bimbingan teknis akses jaringan TIK bagi ANS.

Dengan adanya hasil kerjasama bidang penelitian kesiapan pemerintah daerah  dalam implementasi e-government  untuk mendukung program smart province diharapkan hasil penelitian ini dapat memberi masukan kepada Pemerintah dalam pembuatan kebijakan dan pihak yang terkait di bidang Komunikasi dan Informatika dalam memberikan dan memenuhi  informasi kebutuhan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara.(marta)

Rapat Koordinasi Daerah Kominfo Se Sumatera Utara

Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan rapat koordinasi  daerah Kominfo se Sumatera Utara, Rabu( 14/12/2016) bertempat di  Madani  Hotel. Medan . Rapat Koordinasi dihadiri Gubernur Sumut diwakili Kepala Dinas Kominfo Provsu Drs.H.Mhd. Fitriyus, SH, M.SP, para Kepala Dinas Kominfo Kabupaten/Kota se Sumatera Utara, peserta rakorda Kominfo  Kab/Kota se Sumatera Utara.

Laporan ketua pelaksana Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut H.M Ayub.SE mengatakan rapat koordinasi daerah kominfo se Sumatera Utara diselenggarakan dengan  maksud memberikan  gambaran kepada pemerintah Kabupaten/Kota se Sumatera utara  tentang persiapan Pemprovsu/Diskominfo Provsu dalam pelaksanaan program kegiatan tahun 2017 dengan  tujuan  untuk  menjalin kesepakatan dan menyamakan persepsi dalam melakukan  langkah-langkah persiapan Pemprovsu/Diskominfo Provsu dalam pelaksanaan program  Kominfo di tahun 2017.

Dengan menghadirkan nara sumber  yaitu 1.Kepala Dinas Kominfo Provsu Drs.H.Mhd. Fitriyus, SH, M.SP, 2. Kabag kelembagaan Biro Organisasi Provsu Romolo Sumitro Harianja, SE. Kata sambutan sekaligus membuka kegiatan rapat koordinasi daerah Kominfo se Sumatera Utara oleh Kepala Dinas Kominfo Provsu Drs.H.Mhd. Fitriyus, SH, M.SP, mengatakan tuntutan  terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dengan perkembangan TIK  membawa  konsekuensi dan implikasi terhadap penyelenggara pemerintahan. Sebagai trend  masyarakat  yang modren sudah tentu didalam kehidupan seharian tidak lepas dengan pemanfaatan TIK dalam aktivitasnya, seiring  dengan terbitnya UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah berdampak pada perubahan serta kelembagaan khususnya komunikasi dan informatika.

Didalam peraturan pemerintah  no 18 tahun 2016 tentang perangkat daerah sebagai revisi dari peraturan pemerintah no 41 tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah  disebutkan variabel penetapan nomenklatur  dapat melalui tipe A.B.C baik pemerintah Provinsi maupun pemerintah Kab/Kota. Berdasarkan peraturan  Menkominfo RI  no 13 tahun 2016  hasil pemetaan urusan pemerintah daerah dibidang Kominfo tipe A, terkait dengan pelayanan publik masyarakat harus mendapatkan layanan informasi  yang bermanfaat baik berupa data maupun informasi.

Selanjutya peningkatan kualitas pelayanan publik membawa konsekuensi perubahan dalam  tatanan kehidupan ketatanegaraan dan penyelenggara pemerintahan, pemerintah  berperan mengembangkan dan meningkatkan pelayanan publik  dalam kehidupan masyarakat  dalkam upanya  untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan tersebut. “Pemerintah Provsu  punya  rancangan besar menjadikan wilayah Sumut ini sebagai Smart Province menjadi  provinsi cerdas dan berbasis teknologi  bertujuan menyuguhkan pelayanan   publik  yang maksimal, “ujarnya.

Melalui rapat koordinasi Kominfo ini diharapkan adanya pemahaman dan persepsi  yang sama dalam pembangunan  Kominfo dengan segala permasalahan yang ada  guna mensinergikan program kegiatan Kominfo antara pemerintah Provsu dengan pemerintahan kab/kota.  Meningkatkan peran dan fungsi Kominfo didaerah dalam melaksanakan pelayanan publik dan meningkatkan  status kelembagaan/nomenklatur mengingat komunikasi dan informatika sangat diperlukan di era TIK. (marta)