Pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) Digital Talent Sholarship (DTS) Di Kota Medan

Pemko Medan mengapresiasi kegiatan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) yang digelar Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, 17-18 Juni, di Hotel Grand Mercure Medan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi penguatan bagi UMKM di Kota Medan untuk bisa berkembang di era digital saat ini.

Hal ini disampaikan Wali Kota Medan, Bobby Nasution, yang diwakili oleh Kadis Koperasi dan UMKM Kota Medan, Edliaty, saat membuka kegiatan tersebut, Kamis (17/06). Turut hadir pada acara tersebut Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan, Mansursyah, S.Sos, M.A.P., Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si., dan juga puluhan pelaku UMKM Medan yang menjadi peserta kegiatan tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan atas diselenggarakannya Digital Entrepreneurship Academy (DEA) ini. Kegiatan yang bertemakan Penguatan UMKM Digital Untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat ini tentunya sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM,” ucap Edliaty.

Edliaty mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak ke segala sektor, salah satunya sektor ekonomi. Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengalami krisis ekonomi. Menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 juga sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha UMKM. Krisis ekonomi yang dialami UMKM tanpa disadari dapat menjadi ancaman bagi perekonomian nasional.

“Oleh karena itu pembinaan dan bantuan untuk pelaku UMKM di masa pandemi perlu  menjadi perhatian banyak sektor terutama lembaga pemerintah. Salah satunya dengan diadakannya kegiatan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) ini,” ungkapnya.

Usai acara pembukaan dan jeda, sesi pertama pun dibuka. Bertindak sebagai narasumber adalah Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Medan, Mansursyah, S.Sos, M.A.P. dengan materi berjudul “Infrastruktur Digital untuk Keberhasilan Perdagangan Digital”.

Dengan bahasa sederhana, Mansursyah memaparkan tentang peran teknologi komunikasi dan informasi dalam mengembangkan usaha pelaku UMKM. Dia mengatakan, digitalisasi membuat UMKM menjadi lebih mudah dan cepat berkembang.

“Untuk digitalisasi itu, tentunya diperlukan infrastruktur digital. Tidak mungkin perekonomian digital berjalan tanpa insfrastruktur digital yang mumpuni,” ucapnya.

Mansursyah menambahkan, pengadaan infrastruktur digital ini merupakan upaya penguatan UMKM. Teknologi digital ini dapat dilakukan untuk pendataan UMKM, melakukan kerjasama dengan marketplace terkait pemasaran produk UMKM, juga memperluas pasar bagi produk UMKM.