BIMBINGAN TEKNIS DAN SERTIFIKASI BERBASIS SKKNI BIDANG TIK BAGI ANGKATAN KERJA MUDA DI KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

Penggunaan internet di Indonesia semakin meningkat dari masa ke masa dan akan semakin meningkat pada masa yang akan datang. Pemerintah juga telah membangun berbagai infrastruktur pendukung aksesibilitas internet secara menyeluruh melalui proyek palapa ring, yakni proyek yang menghubungkan pulau – pulau besar di negeri ini dengan menggunakan fiber optik. Proses negara ini dalam industri digital akan semakin diperhitungkan dunia manakala Indonesia pada tahun 2030 akan menjadi the big five GDP Forecast In Purchasing Power Parity. Hal ini disampaikan Prof. Dr. Henri Subiakto, SH, MA, staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI Bidang Hukum dalam acara Pembukaan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Berbasis SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Asahan Sumatera Utara, Selasa 2 Oktober 2018.

Menurut Henri, secara kasatmata perkembangan ekonomi digital akan menjadi tren menarik bagi Indonesia dan dipastikan akan menjadi penopang utama perekonomian nasional saat ini dan masa mendatang. Saat ini sektor budaya sosial pantas menjadi perhatian kita semua agar perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang diselaraskan dengan ekonomi dan perkembangan digitalisasi pada seluruh sektor kehidupan dapat menjadi selaras. Perkembangan Artificial Intelligence yang tertanam dalam platform Internet Of Thing akan memberi dampak besar dalam berbagai kondisi termasuk pada pengembangan sumber daya manusia. Upaya untuk hadir dan menjadi bagian dari perkembangan dan penerapan revolusi industri 4.0 bagi semua kalangan, khususnya bagi angkatan kerja adalah dengan meningkatkan pengetahuan serta meningkatkan kreativitas diri. Dengan kreativitas tinggi maka, melesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk didalamnya revolusi industri 4.0 akan menjadi peluang besar bagi siapapun baik dari sisi karir, sosial dan finansial.

Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, Msi mengingatkan semua pihak untuk bersiap diri, ditengah hadirnya revolusi industri 4.0. Sebagaimana diketahui bahwa revolusi industri 4.0 akan mengedepankan penerapan Artificial Intelligence (AI) pada seluruh sistem dan kebutuhan manusia, termasuk didalamnya aplikasi robotic yang akan memberikan beberapa dampak bagi manusia, khususnya sumber daya manusianya. Ibarat kata, saat ini gerbong-gerbong industri teknologi tinggi sudah dibuka, dan akan kembali kepada diri kita sendiri, apakah kita akan menjadi bagian dari gerbong industri itu sendiri, atau hanya menjadi penonton dan tidak mendapatkan apa – apa, selain hanya sebagai user atau pengguna semata. Dengan bimbingan teknis dan uji kompetensi ini, diharapkan sinergisitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengadvokasi kesiapan angkatan kerja menyongsong masifnya penerapan industri 4.0 akan menjadi lebih siap.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Asahan yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Bapak Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, Msi mengatakan bahwa era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi secara global dipastikan juga akan menerpa Kabupaten Asahan. Secara birokrasi, Pemerintah Kabupaten Asahan harus siap dengan perkembangan apapun itu. Berbagai upaya telah dilakukan baik perbaikan infrastruktur, termasuk peningkatan sumber daya manusia. Upaya dan fasilitasi yang diberikan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam uji kompetensi ini akan menjadi tren sangat positif serta selaras dengan tujuan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah ini. Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5/2012 tentang Sistem Standar Kompetensi Kerja Nasional telah dirumuskan tentang kemampuan standar angkatan kerja yang harus disepakati bersama. Untuk itu, kepada seluruh peserta yang merupakan angkatan kerja di Kabupaten Asahan ini untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, sehinga daya saing daerah ini akan didukung oleh sumber daya kompeten dan mampu menjawab tantangan dan kebutuhan daerah ini terkait teknologi informasi dan komunikasi.

Secara umum, pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Berbasis SKKNI Bidang TIK di Kisaran, Kabupaten Asahan Sumatera Utara berjalan lancar. Acara yang diikuti 65 orang angkatan kerja bidang TIK dari berbagai kawasan di Kabupaten Asahan, beberapa pimpinan OPD Kabupaten Asahan, jajaran pimpinan dan asesor LSP Komputer Jakarta dan undangan dari berbagai pihak, diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan semangat dan kreativitas semua pihak dalam menyongsong hadirnya berbagai teknologi informasi dan komunikasi yang pada akhirnya akan memperkuat fondasi dalam menyonsong hadirnya ekonomi digital di negeri ini pada masa mendatang.

KEGIATAN BIMTEK DAN UJI SERTIFIKASI SKKNI BAGI ANGKATAN KERJA MUDA INDONESIA BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI KOTA TEBING TINGGI

Tebing Tinggi(18/09/18). Pada era globalisasi saat ini, penggunaan teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Perkembangan teknologi infomasi semakin hari semakin berkembang pesat. Pada dasarnya, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membuat semua teknologi yang berhubungan dengan penanganan informasi. TIK adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Dengan demikian teknologi informasi atau information technology (IT) dipahami sebagai keterpaduan antara tiga aspek, yaitu hardware, software, dan brainware. Secara normatif hal diatas adalah pengertian TIK, tetapi dewasa ini kita perlu mengetahui bersama bahwa terdapat transformasi nilai, yaitu dimasa kini TIK sudah menjadi sebuah kebutuhan yang melekat pada diri manusia, bukan lagi hanya pelengkap dalam kehidupan sehari-hari. Kita ambil saja satu sampel data dari komponen yang ada dalam TIK yaitu internet. Jumlah pengguna internet tahun 2017 telah mencapai 143,26 juta jiwa atau setara dengan 54,68% dari total jumlah penduduk Indonesia. Ini menjadi sebuah fakta yang menuntut kita sebagai angkatan kerja muda mawas diri tentang pentingnya menguasai TIK dalam peningkatan kualitas diri. Alasan lain pentingnya menguasai TIK bagi para pemuda adalah untuk menjadi modal awal dalam mempersiapkan diri untuk bersaing khususnya dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid. M.IP saat pembukaan acara Uji sertifikasi berbasis SKKNI bidang TIK bagi angkatan kerja Muda di kota Tebing Tinggi.

Lebih Lanjut Meutya Viada Hafid menjelaskan, bahwa tanpa dukungan sumber daya manusia yang handal dan terampil, maka teknologi informasi tidak dapat digunakan secara optimal yang pada gilirannya tujuan penggunaan teknologi informasi untuk pencapaian tujuan kinerja yang baik akan sulit dicapai.

Meutya Viada hafid berharap, bahwa melalui Uji Sertifikasi SKKNI, dapat mencetak para angkatan kerja muda yang memiliki kualitas penggunaan teknologi yang baik, sehingga siap berkompetisi di dalam dan luar negeri. kita harus memiliki keyakinan, dan semangat bahwa setiap hal yang kita mulai dengan baik dan sungguh-sungguh, insya Allah pasti akan berjalan dengan baik.

Wali kota Tebing Tinggi dalam sambutannya yang diwakili oleh Asisten Umum Bapak Kamlan Rasyid, SH, MM menyampaikan bahwa saat ini Kota Tebing Tinggi berupaya menerapkan konsep “Smart City”, kota cerdas untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Mengingatdinamika masyarakat yang berkembang dengan pesat harus diiringi dengan pelayanan publik yang cepat. Pendekatan E-Government dan Open-Government adalah sebuat jawaban dari tuntutan dinamika saat ini, bukan sekedar konsumsi teknologi semata. Kecepatan dan keakuratan sistem pelayanan adalah langkah yang harus di tempuh. Dukungan untuk mempermudah kinerja membutuhkan sistem aplikasi di suatu organisasi, sehingga efisien terhadap penggunaan anggaran dan SDM.

Sedangkan Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, Kegiatan fasilitasi sertifikasi SKKNI angkatan kerja muda saat ini merupakan salah satu upaya Kementerian KOMINFO mengimplementasikan program “INDONESIA KERJA” yang termaktub dalam NAWA CITA, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Ada tiga momentum besar yang memicu dalam peningkatan pengembangan SDM bidang Kominfo/TIK yaitu: Persaingan yang makin tinggi di era globalisasi ditandai dengan inovasi dan strategi baru dari setiap negara, institusi, dan individu.Kedua, Penguatan blog perdagangan antar kawasan, seperti kehadian Masyarakat Ekonomi Asean(MEA) telah membuka peluang persaingan, peluang pasar serta aliran perpindahan tenaga ahli (Profesionalism Expert) dan jasa.Ketiga, trending revolusi industri 4.0.

Momentum pertama dan kedua dampaknya sedang kita rasakan sampai saat waktu ini (Real Time), adanya lintas komunikasi mendunia, dan adanya industri maupun institusi yang terus maju, ada juga institusi/perusahaan yang tidak mampu beradaptasi terhadap keberadaan momentum tersebut dengan berbagai alasan.

Kemampuan bangsa untuk berdaya saing tinggi adalah kunci bagi tercapainya kemajuan dan kemakmuran bangsa. Daya saing yang tinggi, akan menjadikan Indonesia siap menghadapi tantangan-tantangan globalisasi dan mampu memanfaatkan peluang yang ada.

Kementerian KOMINFO telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas SDM bidang TIK, antara lain dengan penyusunan peta okupasi bidang teknologi informasi dan komunikasi dan diterbitkannya peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2015 tentang pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang komunikasi dan informatika yang bertujuan mewujudkan tenaga kerjabidang komunikasi dan informatika yang kompeten dan profesional dalam meningkatkan daya saing nasional serta produktivitas lapangan usaha dan industri komunikasi dan informatika. SKKNI bidang KOMINFO ini diberlakukan terhadap tenaga kerja industri, baik tenaga kerja Indonesia maupun tenaga kerja asing, yang keahlian atau keterampilannya di bidang komunikasi dan informatika.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Irbar Samekto  berpesan kepada peserta agar melihat peradaban yang terus berubah cepat akibat kehadiran teknologi informasi dan komunikasi serta bila memperoleh kerja nanti agar terus meningkatkan kompetensi, disiplin, kejujuran dan etos kerja serta mewujudkan profesionalitas dalam bekerja.

Abdul Rahman Harahap, S.Sos.,M.Si dalam laporan panitia menyampaikan jumlah peserta sebanyak 65 orang lulusan SMK, D3 , dan S1 bidang Teknologi informasi dan Komunikasi yang berasal dari Kota Tebing Tinggi dan sekitarnya. Kegiatan Uji Sertifikasi dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 18-20 September 2018 di Hotel Malibou Kota tebing Tinggi. Adapun kegiatan dilaksanakan berupa:

  1. Pengantar berupa penjelasan materi uji kompetensi, disampaikan Oleh Tim Assesor LSP Komputer,
  2. Kemudian Pra Assesment, untuk memberikan gambaran kepada peserta mengenai Skema yang di ujikan,
  3. Kemudian peserta melakukan Registrasi Online.
  4. Uji Kompetensi/Assesment, berupa Uji Praktek dan Observasi demonstrasi yang dilaksanakan oleh Tim Asesor.
  5. Kemudian hari terakhir Peserta dibekali dengan semangat dan pemahaman Enterpreneurship untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan

Skema yang diujikan yaitu:Operator Komputer Junior, Disain grafis Junior, Desainer Multi Media Junior,  Junior Technical Support, Junior Programming, dan Junior Networking, dan lembaga yang melakukan pengujian adalah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komputer Jakarta. (BP 19/09/18).

Pembukaan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Deli Serdang 2018 Soroti Attitude Angkatan Kerja Indonesia

“Kekurangan (angkatan kerja) kita ada di attitude!”, demikian penegasan Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA., saat mengisi arahan dalam agenda pembukaan fasilitasi sertifikasi SKKNI angkatan kerja muda bidang TIK di Kabupaten Deli Serdang 6 hingga 8 September 2018. Attitude, yang jika diterjemahkan dalam komponen kompetensi sebagai sikap kerja, adalah satu dari tiga aspek penting yang membentuk kompetensi kerja. Selain sikap kerja, pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) juga menjadi hal yang harus diperhatikan.

Kekurangan dari  sisi sikap kerja, khususnya rasa kurang percaya diri, harus segera dibenahi mengingat Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain global di era ekonomi digital. Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada kurun 2020 hingga 2030, ketika angkatan kerja yang merupakan generasi millenials mencapai komposisi 70% populasi penduduk Indonesia. Indonesia juga memiliki potensi ekonomi digital yang besar melalui layanan jasa keuangan dan game. Jika Indonesia mampu memanfaatkan potensi-potensi tersebut, Bank Indonesia memprediksi sharing digital economy Indonesia akan mencapai 10% PDB bahkan Google meramalkan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor satu di Asia Tenggara. Namun, Indonesia akan kehilangan kesempatan emas, jika gagal menyiapkan tenaga ahli. Manpower Indonesia yang akan berjumlah 113 juta tidak cukup diimbangi dengan ketersediaan expert hanya sebanyak 13,4 juta orang. Sertifikasi SKKNI menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli yang kompeten.

Anggota Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid, M.IP juga menyoroti aspek attitude dalam angkatan kerja Indonesia. Ia menekankan bahwa aset bangsa Indonesia yang paling penting adalah manusianya, sehingga investasi fisik harus dibarengi dengan investasi di sisi sumber daya manusia. Terlebih lagi, akses informasi saat ini masuk sebagai hak asasi sesuai amanat hasil amandemen II UUD 1945, maka kompetensi SDM yang menjadi pengawal hak asasi ini mutlak ditingkatkan, yaitu SDM TIK. SKKNI merupakan standar yang diakui di ASEAN sebagai standar angkatan kerja, sehingga angkatan kerja muda TIK yang berhasil lulus dalam sertifikasi ini akan memiliki kesempatan kerja yang lebih besar, yaitu dapat bekerja di negara-negara ASEAN. Namun di era globalisasi ini, angkatan kerja negara tetangga juga memiliki kesempatan yang sama untuk bisa masuk ke Indonesia jika mereka memiliki standar kompetensi setara SKKNI. Oleh karena itu, kelemahan angkatan kerja Indonesia, yaitu sikap kerja yang kurang percaya diri harus segera diperbaiki.

“Yakin bisa bersaing dengan tenaga kerja luar negeri?”, Meutya Hafid mencoba memotivasi peserta yang disambut dengan jawaban “Yakin!” dari pada peserta. Motivasi itu sekaligus mengakhiri sambutan Anggota Komisi I DPR RI tersebut. Meutya Hafid juga didaulat untuk membuka secara resmi acara fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2018.

Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta oleh Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo Bapak Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA dan Anggota Komisi I DPR RI Ibu Meutya Viada Hafid, M. IP. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Plt. Irjen III Kementerian Kominfo, Fajar Budianto; Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Drs. Irbar Samekto, M. Si; Kepala Seksi Pengolahan Data Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara, Junaidi Irwansyah, ST; Kepala Seksi Infrastruktur Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara, Imron Pribadi, ST; Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Deli Serdang, Drs, Haris Binar Ginting; Direktur LSP Komputer, Ir. Besar Agung Martono, MM, DBA; Ketua APJII Sumatera Utara, Bambang Heru Wijaksono; dan CEO PT. Jualan Online Indonesia, Diatce G. Harahap. Fasilitasi sertifkasi SKKNI di Kabupaten Deli Serdang 2018 diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP KOMINFO) Medan dan diikuti oleh 65 peserta dari kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya. (mohm)

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Komunikasi Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Binjai

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, pada tanggal 25 s/d 27 Juli 2018 melaksanakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Komunikasi Bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Binjai. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini bertempat di Hotel Kardopa Binjai dan diikuti oleh 58 peserta yang merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3 dan S1 bidang Komunikasi yang berasal dari Kota Binjai, Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 25 Juli 2018 dan dihadiri oleh Plh. Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Budiman, S.Sos, Kadis Kominfo Kota Binjai yang diwakili oleh Kabid IKP, Lindung Limbong, S.Sos, Direktur LSP TIK Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA dan dibuka secara resmi oleh oleh Walikota Binjai yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pengembangan SDM dan Kemasyarakatan Kota Binjai, Ir. Efi Yuniman Mendrofa. Dalam sambutannya mewakili Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Kabid Penelitian Kominfo, Budiman,S.Sos mengatakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap pengembangan SDM angkatan kerja muda agar mereka dapat meningkatkan kompetensi diri dan memiliki daya saing tinggi dalam mencari kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Sementara itu Direktur LSP TIK Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto dalam sambutannya mengatakan bahwa kompetensi kerja merupakan spesifikasi yang terdiri dari sikap kerja (attitude), pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) maka diharapkan para peserta benar-benar mengupayakan peningkatan ketiga hal tersebut. Demikian halnya dengan Staf Ahli Bidang Pengembangan SDM dan Kemasyarakatan Kota Binjai, Ir. Efi Yuniman Mendrofa dalam sambutannya menjelaskan bahwa Pilar Pembangunan SDM Indonesia yang pertama adalah Pelatihan Berbasis Kompetensi (Lemdiklat) yang kedua adalah Standar Kompetensi (SKKNI dan KKNI) dan yang ketiga adalah Asesmen Berbasis Kompetensi (LSP dan BNSP). Sebagai penutup sambutannya, Ir. Efi Yuniman Mendrofa mengharapkan kesempatan Fasilitasi Sertifikasi ini agar dipergunakan sebaik mungkin oleh para peserta agar mereka dapat meningkatkan kompetensi dan mampu bersaing dengan angkatan kerja lainnya bahkan diharapkan para peserta mampu menciptakan peluang kerja baru sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (RATNA)

Bimtek dan Sertifikasi SKKNI Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kota Tebing Tinggi

Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tebing Tinggi melaksanakan fasilitasi bimbingan teknis dan sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi angkatan kerja muda di Kota Tebing Tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 s/d 12 Mei 2017 dan diikuti oleh 70 peserta yang berasal dari Tebing Tinggi, Batubara dan Kisaran. Dalam acara pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BBPPKI Medan, Drs. Irbar Samekto, Msi, Pj. Walikota Tebing Tinggi, H.Zulkarnain, Kadis Kominfo Kota Tebing Tinggi, Ernawati Lubis dan turut hadir Anggota Komisi I DPR RI, Prananda Surya Paloh. Acara Pembukaan dilaksanak di Gedung Hj.Sawiyah Tebing Tinggi, Senin (9/5).

Dalam sambutannya Kepala BBPPKI Medan, Drs. Irbar Samekto, Msi menyampaikan kegiatan bimtek dan sertifikasi ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia lulusan SMK, D1, D2 dan TIK bidang TIK agar mampu bersaing dalam mencari pekerjaan. Acara dibuka secara resmi oleh Pj. Walikota Tebing Tinggi, H. Zulkarnain, SH, Msi yang dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini dilaksanakan di Kota Tebing Tinggi dan berharap para peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin karena sertifikasi merupakan bukti kompetensi standar yang dapat dimanfaatkan dalam mencari pekerjaan . Turut hadir dalam acara pembukaan ini anggota Komisi I DPR RI, Bpk. Prananda Surya Paloh yang memberikan motivasi kepada para peserta sertifikasi agar selalu berusaha meningkatkan kompetensi diri karena Teknologi Informasi dan Komunikasi itu berkembang sangat pesat dan jika para peserta tidak berusaha meningkatkan kemampuan diri maka akan jauh tertinggal dan tidak mampu bersaing dengan tenaga kerja lain.

Adapun klaster yang dapat dipilih oleh peserta sesuai dengan kompetensi masing-masing adalah Klaster Junior Programming, Klaster Practical Office Advanced, Klaster Junior Networking dan Klaster Help Desk. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 25 s.d 28 Mei 2017 dan Tempat Uji Kompetensi dilaksanakan di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi dengan menggunakan fasilitas ruang laboratorium komputer. Uji kompetensi dilaksanakan oleh Tim Asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) TIK Surabaya. (Ratna)

Bimtek Dan Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda Indonesia Di Kota Pematang Siantar

PEMATANG SIANTAR (8/5). Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan informatika (BBPPKI) Medan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Pematang Siantar melaksanakan fasilitasi bimbingan teknis dan sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi angkatan kerja muda di Kota Pematang Siantar. Peserta sebanyak 70 orang yang berasal dari Kota Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Samosir dan Kabupaten Tobasa.
Kegiatan SKKNI dibuka secara resmi oleh Plh. Walikota Siantar, Hefriansyah, SE, MM di Aula Sapadia Hotel Pematang Siantar, Senin (8/5). Dalam sambutannya Hefriansyah mengatakan bahwa upaya pengembangan SDM tenaga kerja Indonesia sudah tidak bisa ditunda lagi, mengingat sudah diberlakukannya secara penuh perdagangan bebas Asean Ekonomi Community (AEC) pada tahun 2015 yang lalu, juga perdagangan bebas diwilayah Asia (AFTA) serta menyongsong era perdagangan bebas dunia. Dimana bukan saja arus perdagangan bebas dalam bentuk barang, namun juga perdagangan bebas tenaga kerja yang memungkinkan SDM asing memasuki lapangan kerja di wilayah Indonesia dari tingkat manajerial hingga tingkat teknisi atau operator. Ancaman tenaga kerja asing ini berpotensi mengancam lapangan kerja Indonesia jika SDM Indonesia tidak memiliki kompetensi memadai untuk bersaing dengan sumber daya asing. Melalui sertifikasi SKKNI inilah, salah satu upaya pengembangan SDM Indonesia, terutama SDM tenaga kerja yang sekaligus sebagai benteng pertahanan dari berbagai ancaman SDM tenaga kerja asing yang akan masuk ke Indonesia. Walikota berharap agar para peserta dapat memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan ini untuk menyiapkan SDM angkatan kerja muda bidang TIK, agar memiliki sertifikat sebagai bukti kepemilikan kompetensi standar yang dimanfaatkan dan membantu dalam mencari pekerjaan. Tak lupa walikota menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kemkominfo (BBPPKI) Medan karena kota Pematang Siantar mendapat kesempatan dalam Pelaksanaan SKKNI.
Kepala Badan Litbang SDM Kemkominfo yang diwakili Kepala BBPPKI Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si dalam sambutannya mengatakan kualitas tenaga kerja Indonesia saat ini lebih dari 40% berpendidikan SD yang akan menyebabkan peluang besar akan hilang pada masa depan. Peluang ini terkait dengan prediksi Indonesia akan menjadi Negara ketujuh dengan ekonomi terbesar pada tahun 2030 dengan kebutuhan tenaga terampil yang besar. Pada tahun tersebut di estimasi terdapat 135 juta kelas konsumen dan 113 juta tenaga terampil. Para pakar menyebutnya dengan banyaknya lulusan yang kuat di aspek wawasan namun kurang dari sisi keterampilan teknis yang dibutuhkan oleh dunia usaha. Karena itulah SDM tenaga kerja harus memenuhi standar kompetensi dan tersertifikasi. Sertifikasi tersebut mutlak agar tersambung dengan dunia usaha/industri.
Pembukaan acara SKKNI juga dihadiri oleh Anggota Komisi I dan Badan Legislasi DPR RI, Martin Hutabarat menyambut baik program SKKNI bidang TIK sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan kualitas angkatan kerja muda Indonesia di era MEA ini, dan merespon kebijakan MRA yakni Negara tujuan atau Negara penerima mengakui kualifikasi professional dan muatan latihan yang diperoleh dari negara pengirim atau negara asal tenaga kerja terampil, dan negara asal diberikan otoritas untuk mengesahkan kualifikasi dan pelatihan dengan cara memberikan diploma atau sertifikat. Acara pembukaan juga dihadiri Kadis Kominfo Kota Pematang Siantar, Kepala SMKN I Pematang Siantar dan Para Pimpinan OPD se Kota pematang Siantar. Adapun bidang keahlian yang dapat dipilih oleh peserta sesuai dengan kompetensi masing-masingadalah Junior Network Administrator, Junior Graphic Design, Junior Computer Operator, dan Junior Programmer. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 8 Mei s.d 11 Mei 2017. Tes Uji Kemampuan dilaksanakan di SMKN I Pematang Siantar dengan menggunakan fasilitas Ruang Laboratorium Komputer. Uji kompetensi (assessment) dilaksanakan Oleh Tim Asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Telematika Jakarta (ida).

Bimtek dan Sertifikasi SKKNI Bidang TIK di Kabupaten Karo

BERASTAGI (14/2) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan bekerjasama dengan Pemerintahan Kabupaten Karo melaksanakan fasilitasi bimbingan teknis dan sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi angkatan kerja muda di Berastagi Kabupaten Karo. Peserta berasal dari Kabupaten Karo, Kabupaten Pakpak Barat, dan Kabupaten Dairi. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPPKI Medan, Drs. Irbar Samekto, MSi, di Aula Hotel Rudang, Berastagi, Selasa (25/4). Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan bimtek dan sertifikasi ini merupakan salah satu upaya Negara untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia khususnya bidang kominfo untuk mampu bersaing/berkompetisi dalam dunia kerja secara global, terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sertifikasi SKKNI hadir untuk menjembatani lulusan SMK, D1, D2, dan D3 bidang TIK untuk memiliki bukti kompetensi standar yang dapat dimanfaatkan dalam mencari pekerjaan. Sinergitas dan Kontinuitas penyiapan program pengembangan SDM bidang Kominfo bersama dengan Pemerintah kabupaten/kota sangat dibutuhkan agarterwujud peningkatan pengembangan SDM bidang kominfo yang merata di setiap daerah. Di masa depan bidang Kominfo merupakan leading sector dari seluruh sektor, yang mempunyai peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing bangsa. Selanjutnya beliau juga menghimbau kepada peserta agar dapat memanfaatkan kegiatan sertifikasi tersebut dengan sebaik-baiknya sebagai kesempatan untuk menguji kompetensi dan mengembangkan diri menjadi SDM bidang TIK yang handal.

Pembukaan acara dihadiri oleh beberapa pejabat dari Dinas Kominfo Kabupaten Karo dan Dairi. Berdasarkan laporan ketua panitia, Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si, kegiatan ini diikuti 46 peserta dari Kabupaten Karo, Dairi, dan Pakpak Barat yang terdiri dari lulusan SMK , D1, D2 dan D3 bidang TIK. Adapun bidang keahlian yang dapat dipilih oleh peserta sesuai dengan kompetensi masing-masing adalah Junior Network Administrator, Junior Graphic Design, Junior Computer Operator, dan Junior Programmer. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 25 s.d. 28 April 2017. Tes Uji Kemampuan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Berastagi dengan menggunakan fasilitas Ruang Laboratorium Komputer. Uji kompetensi (assessment) dilaksanakan oleh Tim Asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komputer Jakarta.

Bupati Kabupaten Karo yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kominfo Kab Karo, Drs. Jhonson Tarigan dalam sambutannya menyampaikan bahwa sertifikasi SKKNI ini merupakan salah satu upaya pengembangan SDM terutama tenaga kerja muda bidang TIK agar secara sistematik dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus benteng pertahanan dari berbagai ancaman SDM tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. Hal ini juga sebagai implementasi dari permen kominfo No 24 Tahun 2015 tentang pemberlakuan standar kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai amanat UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan serta mengantisipasi pasar Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Selanjutnya pemkab berharap bimtek ini dapat bermanfaat dan hasilnya dapat diaplikasikan langsung di dunia kerja baik pemerintahan maupun swasta di Kabupaten Karo.

Bimtek dan Sertifikasi SKKNI Bidang TIK di Kabupaten Deli Serdang

Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan bekerja sama dengan Dinas Kominfo Kabupaten Deli Serdang menyelenggarakan Bimtek dan Sertifikasi SKKNI Bidang TIK bagi Angkatan Kerja Muda pada 7-10 April 2017 di Kabupaten Deli Serdang. Bimtek dan sertifikasi ini bertujuan untuk membantu angkatan kerja muda khususnya lulusan sekolah menengah kejuruan bidang TIK, baik lulusan SMK, D1, D2, dan D3 dalam memperoleh sertifikasi keahlian. Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Deli Serdang yang diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo Deli Serdang, Drs. Haris Binar Ginting pada acara pembukaan di Hotel Miyana Percut Sei Tuan.

Kepala BBPPKI Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si, dalam sambutannya mengatakan bahwa Bimtek dan sertifikasi SKKNI ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian tentang pentingnya kompetensi sebagai suatu standar yang harus dicapai di tempat kerja. Sertifikasi SKKNI merupakan upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja bidang Kominfo sekaligus bukti kepemilikan kompetensi standar yang dapat dimanfaatkan dalam mencari pekerjaan. Di sisi lain sertifikasi SKKNI ini juga merupakan salah satu komponen tingkat daya saing bangsa dari empat negara ASEAN yaitu Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand.

Sebanyak 70 (tujuh puluh) peserta yang berasal dari wilayah Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai menjalani sertifikasi kompetensi berbasis SKKNI dengan bidang keahlian: Junior Network Administrator (21 orang), Junior Graphic Design (7 orang), Junior Computer Operator (37 orang) dan Junior Programmer (4 orang). Adapun tempat uji kompetensi adalah SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan dengan menggunakan fasilitas  Ruang Praktek Lab Jaringan dan Lab Software. Uji kompetensi/assessment dilaksanakan oleh Tim Asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komputer Jakarta.

Bupati Deli Serdang dalam hal ini diwakili oleh Kadis Kominfo Deli Serdang Bapak Drs. Haris Binar Ginting dalam sambutannya menyampaikan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara serius dan sungguh-sungguh dengan mengikuti seluruh tahapan Bimtek dan Sertifikasi karena kegiatan ini tentunya lebih menekankan pada pembentukan keterampilan/praktek yang kelak akan menjadi dasar keterampilan peserta dalam menguasai TIK sebagai modal untuk mendapatkan lapangan pekerjaan apalagi peserta tidak dipungut biaya. Diharapkan semua peserta dapat lulus dan mendapat pengakuan secara nasional yang ditandai dengan kepemilikan sertifikat SKKNI bidang TIK.

Sertifikasi SKKNI Bidang Teknologi Informasi Dan Komunikasi Bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Gunungsitoli

Sertifikasi SKKNI bidang TIK di Kota Gunungsitoli dilaksanakan pada tanggal 7-14 Maret 2017 diikuti oleh 50 peserta, dihadiri oleh beberapa Pejabat SKPD Kab. Nias dan Staff Ahli Menteri Kominfo Bidang Hukum  (Prof. Dr Henri Sibiakto, SH, MH). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Gunungsitoli (Sowa’a Laoli, SE, M.Si) di Aula Kantor Walikota Gunungsitoli. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan Persaingan dalam mendapatkan pekerjaan dewasa ini semakin ketat, yang disebabkan meningkatnya jumlah angkatan kerja yang membutuhkan lapangan pekerjaan. Selain angkatan kerja dalam negeri juga ada angkatan kerja yang berasal dari luar negeri terutama dari negara-negara ASEAN, seiring dengan kesepakatan perdagangan bebas antar negara-negara anggota ASEAN sejak tahun 2016, atau yang lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Pemberlakuan MEA tersebut secara tidak langsung menuntut peningkatan kompetensi atau kemampuan sumber daya manusia Indonesia. Bukan hanya arus perdagangan barang, tapi juga arus perdagangan tenaga kerja profesional (seperti dokter, pengacara, akuntan, teknisi/operator komputer, dll) menjadi terbuka antara negara-negara Asia Tenggara dengan pemberlakuan MEA.
Diharapkan kiranya ke-50 orang peserta yang lulus seleksi administrasi pada kesempatan ini dapat mengikuti pelatihan dan uji kompetensi SKKNI dengan sungguh-sungguh dan kita berharap semuanya bisa lulus. Lulus berarti mendapat pengakuan secara nasional yang ditandai dengan kepemilikan Sertifikat SKKNI Bidang TIK.
Kepada pihak BBPPKI Medan Kementerian Kominfo, Pemerintah Kota Gunungsitoli memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya karena telah memberikan kesempatan bagi angkatan muda kerja di Kepulauan Nias dan memilih Kota Gunungsitoli sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini. Harapan kami, kiranya di masa mendatang BBPPKI Medan tetap dapat melihat Kota Gunungsitoli sebagai tempat yang potensial dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang serupa, untuk memberikan peluang bagi angkatan kerja muda yang jumlahnya setiap tahun bertambah seiring dengan kelulusan dari sekolah dan/atau perguruan tinggi.