Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda di Labuhan Batu Utara

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan pada tanggal 29 Oktober s/d 2 November 2019 melaksanakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Labuhan Batu Utara. Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari ini bertempat di Hotel Grans Labura Aek Kanopan dan diikuti oleh 53 peserta yang merupakan lulusan SMK, D3 dan S1 bidang TIK yang berasal dari Kabupaten Labuhan Batu Utara dan sekitarnya.

Acara pembukaan dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2019 dan dihadiri oleh Asisten III Kabupaten Labuhan Batu Utara, Abdul Haris Rangkuti, MAP, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, MSi, Kadis Kominfo Kabupaten Labuhan Batu Utara, Drs. Sugeng, Direktur LSP Komputer, Ir. Besar Agung Martono, MM dan dibuka secara resmi oleh oleh Asisten III Kabupaten Labuhan Batu Utara, Abdul Haris Rangkuti, MAP. Dalam laporan Panitia, Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si selaku Kabid Pengembangan SDM BBPSDMP Kominfo Medan mengatakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap pengembangan SDM angkatan kerja muda agar mereka dapat meningkatkan kompetensi diri dan memiliki daya saing tinggi dalam mencari kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Sementara itu Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto mengatakan bahwa dengan adanya Revolusi Industri 4.0 maka peluang pertumbuhan ekonomi semakin terbuka lebar dan hal ini merupakan hasil dari percepatan kemajuan pengetahuan dan teknologi yang inovatif, disamping e-commerce yang semakin memberikan harapan terhadap peningkatan perekonomian. Senada dengan hal tersebut, Asisten III Kabupaten Labuhan Batu Utara, Abdul Haris Rangkuti, MAP dalam sambutannya sebelum membuka acara secara resmi menyampaikan apresiasi kepada BBPSDMP Kominfo Medan atas perhatian yang diberikan kepada pengembangan SDM bidang TIK di Kabupaten Labuhan Batu Utara dan mengatakan bahwa perkembangan TIK dewasa ini semakin membuka banyak peluang bagi angkatan kerja muda untuk bergerak maju, baik itu peluang untuk berwirausaha, peluang kerja maupun peluang untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Kegiatan Fasilitasi Sertifikasi Bagi Angkatan Kerja Muda Bidang TIK ini diharapkan dapat dipergunakan sebaik mungkin oleh para peserta agar angkatan kerja muda di Kabupaten Labuhan Batu Utara dapat meningkatkan kompetensi dan mampu bersaing dengan angkatan kerja lainnya bahkan diharapkan para peserta mampu menciptakan peluang kerja baru sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Fasilitasi Bimbingan Teknis dan Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda Indonesia Di Kota Binjai

      Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, bekerjasama dengan Dinas Komunikasi Dan Informatika Kota Binjai Dan LSP Komputer melaksanakan fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang Kominfo bagi angkatan kerja muda di Kota Binjai. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 (lima) hari dimulai tanggal 8-12 Oktober 2019 bertempat di SMK Tunas Pelita Binjai dan diikuti oleh 71 peserta yang merupakan lulusan SMK, D1, D2,D3 bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berasal dari wilayah Kota Binjai dan sekitarnya. Skema yang diujikan dalam kegiatan kali ini adalah Junior Programming, Junior Networking, Junior Technical Support dan Junior Graphic Design. Tujuan kegiatan ini adalah membantu angkatan kerja muda, khususnya lulusan sekolah menengah kejuruan bidang TIK dalam memperoleh sertifikat keahlian.

     Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Rabu, 09 Oktober 2019, yang dihadiri oleh Walikota Binjai yang diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Binjai, H. Ahmad Ilham, SH, M.AP, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.SI, Direktur LSP Komputer, diwakili oleh Taufik Akbar Fauji, Kepala Sekolah SMK Tuna Pelita Binjai, Emri Yurizal, S.Pd, Ketua Tim Leader  Binjai Smart City, Ing Heru Pranoto, ST.,M.Sc dan  para Instruktur.

   Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, “Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sangat penting bagi angkatan kerja muda, khususnya di Kota Binjai dan sekitarnya. Karena generasi muda yang sekarang pada tahun 2030 yang akan menjadi leadership di Kota Binjai, tentunya juga akan mempermudah dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Jumlah angkatan kerja Indonesia saat ini cukup besar tapi itu merupakan bonus demografi. Oleh karena itu peningkatan pengembangan SDM bidang TIK mutlak diperlukan dalam rangka menghadapi perkembangan global menuju ekonomi berbasis digital. Selain kegiatan sertifikasi SKKNI, Kementerian Kominfo juga melakukan kegiatan Digital Talent Scholarship (DTS) yang juga untuk meningkatkan kualitas SDM bidang TIK berbasis kompetensi yang mana hal ini merupakan kunci peningkatan daya saing nasional di era global. Melihat pentingnya kegiatan sertifikasi SKKNI bidang TIK ini, peserta diharapkan dapat serius mengikuti kegiatan ini sehingga nantinya memiliki kompetensi dan sertifikat”.

      Fasilitasi sertifikasi SKKNI ini dibuka secara resmi oleh Walikota Binjai yang diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Binjai, H. Ahmad Ilham, SH,M.AP, dalam sambutannnya mengatakan, “Kegiatan bimtek dan sertifikasi SKKNI bagi angkatan kerja muda bidang TIK di kota Binjai ini sangat penting untuk mempersiapkan SDM yang ada yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan tingkah laku bidang TIK yang bersertifikasi SKKNI. Melalui kegiatan ini diharapkan angkatan kerja muda Kota Binjai dapat memanfaatkannya untuk mendukung pencarian lapangan pekerjaan. Dihimbau kepada semua peserta dagar apat mengikuti dan memanfatkan kegiatan ini dengan baik. Saya juga mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada BBPPSDM Kominfo Medan yang telah melakukan kegiatan ini di Kota  Binjai”.

   Kepala Sekolah SMK Tunas Pelita Binjai, Emri Yurizal, S.Pd mengharapkan agar para peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, karena akan memberikan bekal pengetahuan bagi mereka untuk memiliki kesiapan skill dalam memasuki lapangan pekerjaan. Saat ini Kota Binjai terus melakukan penerapan konsep “Smart City”, yaitu sebuah kota cerdas yang mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Untuk meraih masa depan yang lebih baik perlu dilakukannya kolaborasi antara dunia industri, akedemisi dan masyarakat untuk mengidentifikasi permintaan dan ketersediaan skill bagi era digital di masa depan.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Kominfo Bagi Angkatan Kerja Muda Di Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan

   BBPSDMP Kominfo Medan melaksanakan Sertifikasi berbasis SKKNI bidang TIK bagi Angkatan Kerja Muda di Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, 20/08/2019, bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nias Selatan. Kegiatan dilaksanakan selama lima hari bertempat di SEM Hotel Teluk Dalam dan diikuti oleh peserta yang merupakan lulusan SMK, D3, dan S1 bidang TIK yang bukan hanya berasal dari Teluk Dalam saja, melainkan juga berasal dari daerah lain bahkan dari luar pulau Nias. Skema yang diujikan antara lain, Junior Technical Support, Junior Networking, Graphic Design, dan Junior Programming.

      Acara pembukaan dihadiri oleh Bupati Kabupaten Nias Selatan, Bapak  Dr. Hilarius Duha, S.H., M.H., Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Bapak Drs. Irbar Samekto, M.Si, Kepala Dinas Kominfo Nias Selatan, Bapak Deri Dohude, S.Ag., MM., dan Direktur LSP Komputer, Bapak Satria Gunayoman.

       Laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nias Selatan, Bapak Dery Dohude, dalam laporannya disebutkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya SKKNI saja, melainkan ada empat kegiatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Nias Selatan yaitu Sosialiasi Dampak IT yang dilaksanakan di 2 (dua) lokasi yaitu SMPN 1 Teluk Dalam dan SMPN 1 Lolowao, dan terakhir adalah Pelatihan Dasar Komputer dan Internet bagi ASN dalam lingkup Pemkab Nias Selatan.

        Diharapkan dengan adanya kegiatan-kegiatan ini, siswa-siswi dan juga para ASN di lingkungan Pemkab Nias Selatan mampu berinternet secara kritis, sehat, dan aman, juga diharapkan mampu mengoperasikan perangkat komputer dan jaringan.

       Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Medan pada sambutannya mengatakan “Indonesia harus melihat MEA sebagai peluang yang terbuka untuk memperbaiki kualitas SDM yang ada dengan meningkatkan daya saing dan juga menyediakan pendidikan. Perkembangan TIK tidak hanya pada satu bagian saja bahkan telah berkembang di berbagai lini dan sektor kehidupan. Seperti otomatisasi, Artifisial Intelegensia, Internet of Things dan sebagainya yang dimana kita dipaksa untuk dapat mengembangkan SDM kita agar nantinya dapat dengan mudah menghadapi kemajuan teknologi pada bagian-bagian tersebut”.

    Selanjutnya Bupati Nias Selatan Bapak Hilarius Duha dalam sambutannya mengatakan “ Tumbuhnya Industri Teknologi Informasi di Indonesia memunculkan kebutuhan tenaga kerja yang cukup signifikan, terutama di sektor industri kesehatan, pertambangan, ritel, dan energi. Penggunaan teknologi informasi untuk melihat kebutuhan konsumen dan tren yang terjadi menjadi hal yang krusial dalam meningkatkan efisien dan daya saing perusahaan ”. Sebelum membuka kegiatan di Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan secara resmi, Bapak Hilarius Duha menambahkan, “Bahwa dengan adanya kegiatan fasilitasi sertifikasi ini diharapkan, angkatan kerja muda Kabupaten Nias Selatan harus siap menghadapi persaingan yang semakin kompetitif dan komprehensif”.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Kominfo Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kabupaten Asahan

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan melaksanakan fasilitasi sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Kominfo bagi angkatan kerja muda. Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 (lima) hari tersebut dimulai pada tanggal 09 s/d 13 Juli 2019, bertempat di Hotel Septy Garden dan diikuti oleh 60  peserta yang merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3 dan S1 bidang Kominfo yang berasal dari wilayah Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara, Kabupaten Labura dan Kota Tanjung Balai. Skema yang diujikan yaitu Junior Programming, Junior Networking, Junior Technical Support dan Graphic Design. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu angkatan kerja muda, khususnya lulusan SMK bidang TIK dalam memperoleh sertifikat keahlian.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 11 Juli 2019 yang dihadiri oleh Bupati Kabupaten Asahan yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan H. Rahmad Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si, mewakili Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo yaitu Kepala Bidang Pengembangan SDM Kominfo Medan, Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si, Direktur LSP TIK Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA, Instruktur dan Assesor LSP TIK Surabaya.

Sambutan Kepala Badan Litbang SDM Kominfo yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan SDM Kominfo Medan, Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si dalam  sambutannya mengatakan, kegiatan  fasilitasi sertifikasi SKKNI bagi angkatan kerja muda  ini merupakan salah satu upaya Kementerian Kominfo mengimplementasikan  program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam Nawa Cita, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Pertama, era distrubsi dan persaingan bisnis/usaha  yang makin  tinggi diera globalisasi ditandai dengan inovasi dan strategi baru dari tiap negara, institusi dan individu. Kedua, penguatan blog perdagangan  antar kawasan, seperti kehadiran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah membuka peluang persaingan, peluang pasar serta aliran perpindahan tenaga ahli (profesionalism expert) dan jasa. Ketiga, trending revolusi industri 4.0 menuju making Indonesia 4.0.

Lanjutnya momentum pertama dan kedua dampaknya sedang  kita  rasakan sampai saat ini (real time), adanya lintas komunikasi mendunia dan adanya industri maupun institusi yang terus maju ada juga institusi/perusahaan yang tidak mampu beradaptasi terhadap  keberadaan momentum tersebut dengan berbagai alasan. Revolusi industri 4.0 merupakan hasil dari percepatan kemajuan pengetahuan dan teknologi yang inovatif hasil dari fasilitas penelitian dan pengembangan yang tidak pernah berhenti.

Fasilitasi sertifikasi SKKNI ini dibuka secara resmi oleh Bupati Asahan dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan, H. Rahmad Hidayat  Siregar S.Sos, Msi dalam sambutannnya mengatakan, era kemajuan yang ditandai dengan  semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini telah menuntut kita semua untuk meningkatkan kualitas sumber daya  manusia, terlebih  dalam  upaya kita menyiapkan para generasi mudah calon angkatan kerja yang handal dan siap pakai. Hal ini sejalan  dengan peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No 5 Tahun 2012, tentang Sistem Standarisasi Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai salah satu rumusan kemampuan para tenaga kerja, yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan keahlian serta sikap kerja  yang  relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan perundang-undangan.

Badan Litbang SDM Kemkominfo mengharapkan hasil dari bimtek dan sertifikasi ini dapat  membentuk tenaga kerja bidang kominfo yang mengenali kompetensi milik sendiri, yang dapat diindikasikan melalui sikap dan perilakunya, pengetahuan dan keahlian. Standar  kompetensi yang akan diujikan kepada para peserta merupakan persyaratan kompetensi manajerial minimal yang harus dimiliki oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas  jabatan kelak. Diharapkan juga untuk pemerintah di setiap kabupaten/kota untuk sinergitas dan kontinuitas dalam menyiapkan program pengembangan SDM bidang kominfo agar  terwujud pemerataan pengembangan SDM bidang kominfo di setiap  daerah.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Deli Serdang dan Sekitarnya

Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan melaksanakan fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK bagi angkatan kerja muda di Kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, yaitu mulai tanggal 26 s/d 30 Maret 2019, bertempat di Hotel Grand Sakura Medan. 60 peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3, dan S1 bidang TIK yang berasal dari Kabupaten Deli Serdang, Kota Medan, dan sekitarnya. Fasilitasi sertifikasi ini bertujuan untuk membantu angkatan kerja muda bidang TIK dalam memperoleh sertifikat kompetensi.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari  Selasa (26/3)  dan dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid; Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si; Direktur LSP TIK Indonesia, Ir. Edwin Suryosuptanto; dan para instruktur. Kabid Pengembangan SDM Kominfo, BBPSDMP Kominfo Medan, Abdul Rahman, S.Sos, MSi selaku penanggung jawab kegiatan dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan fasilitasi sertifikasi ini mengimplementasikan program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam nawacita, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Peningkatan pengembangan SDM bidang TIK mutlak diperlukan dalam rangka menghadapi  perkembangan global menuju ekonomi berbasis digital.

Sementara itu, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si, dalam paparannya menjelaskan, Kementerian Kominfo telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas SDM bidang TIK berbasis kompetensi dan sekaligus merupakan kunci peningkatan daya saing nasional di era global. SKKNI bidang kominfo merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memfasilitasi sertifikasi kompetensi tenaga kerja bidang komunikasi dan informatika. Oleh karena itu, dalam mengikuti kegiatan ini peserta diharapkan dapat fokus agar setiap komponen yang diujikan dapat memenuhi standar kompetensi. Komponen kompetensi tersebut yakni meliputi sikap (attitude), pengetahuan (knowledge), dan keterampilan (skill). Dengan diselenggarakannya sertifikasi nasional berbasis SKKNI ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan kompetensi diri, disiplin, kejujuran, dan memiliki daya saing tinggi dalam  mencari kerja dan menciptakan peluang kerja baru.

BIMBINGAN TEKNIS DAN SERTIFIKASI BERBASIS SKKNI BIDANG TIK BAGI ANGKATAN KERJA MUDA DI KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

Penggunaan internet di Indonesia semakin meningkat dari masa ke masa dan akan semakin meningkat pada masa yang akan datang. Pemerintah juga telah membangun berbagai infrastruktur pendukung aksesibilitas internet secara menyeluruh melalui proyek palapa ring, yakni proyek yang menghubungkan pulau – pulau besar di negeri ini dengan menggunakan fiber optik. Proses negara ini dalam industri digital akan semakin diperhitungkan dunia manakala Indonesia pada tahun 2030 akan menjadi the big five GDP Forecast In Purchasing Power Parity. Hal ini disampaikan Prof. Dr. Henri Subiakto, SH, MA, staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI Bidang Hukum dalam acara Pembukaan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Berbasis SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Asahan Sumatera Utara, Selasa 2 Oktober 2018.

Menurut Henri, secara kasatmata perkembangan ekonomi digital akan menjadi tren menarik bagi Indonesia dan dipastikan akan menjadi penopang utama perekonomian nasional saat ini dan masa mendatang. Saat ini sektor budaya sosial pantas menjadi perhatian kita semua agar perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang diselaraskan dengan ekonomi dan perkembangan digitalisasi pada seluruh sektor kehidupan dapat menjadi selaras. Perkembangan Artificial Intelligence yang tertanam dalam platform Internet Of Thing akan memberi dampak besar dalam berbagai kondisi termasuk pada pengembangan sumber daya manusia. Upaya untuk hadir dan menjadi bagian dari perkembangan dan penerapan revolusi industri 4.0 bagi semua kalangan, khususnya bagi angkatan kerja adalah dengan meningkatkan pengetahuan serta meningkatkan kreativitas diri. Dengan kreativitas tinggi maka, melesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk didalamnya revolusi industri 4.0 akan menjadi peluang besar bagi siapapun baik dari sisi karir, sosial dan finansial.

Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, Msi mengingatkan semua pihak untuk bersiap diri, ditengah hadirnya revolusi industri 4.0. Sebagaimana diketahui bahwa revolusi industri 4.0 akan mengedepankan penerapan Artificial Intelligence (AI) pada seluruh sistem dan kebutuhan manusia, termasuk didalamnya aplikasi robotic yang akan memberikan beberapa dampak bagi manusia, khususnya sumber daya manusianya. Ibarat kata, saat ini gerbong-gerbong industri teknologi tinggi sudah dibuka, dan akan kembali kepada diri kita sendiri, apakah kita akan menjadi bagian dari gerbong industri itu sendiri, atau hanya menjadi penonton dan tidak mendapatkan apa – apa, selain hanya sebagai user atau pengguna semata. Dengan bimbingan teknis dan uji kompetensi ini, diharapkan sinergisitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengadvokasi kesiapan angkatan kerja menyongsong masifnya penerapan industri 4.0 akan menjadi lebih siap.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Asahan yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Bapak Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, Msi mengatakan bahwa era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi secara global dipastikan juga akan menerpa Kabupaten Asahan. Secara birokrasi, Pemerintah Kabupaten Asahan harus siap dengan perkembangan apapun itu. Berbagai upaya telah dilakukan baik perbaikan infrastruktur, termasuk peningkatan sumber daya manusia. Upaya dan fasilitasi yang diberikan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam uji kompetensi ini akan menjadi tren sangat positif serta selaras dengan tujuan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah ini. Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5/2012 tentang Sistem Standar Kompetensi Kerja Nasional telah dirumuskan tentang kemampuan standar angkatan kerja yang harus disepakati bersama. Untuk itu, kepada seluruh peserta yang merupakan angkatan kerja di Kabupaten Asahan ini untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, sehinga daya saing daerah ini akan didukung oleh sumber daya kompeten dan mampu menjawab tantangan dan kebutuhan daerah ini terkait teknologi informasi dan komunikasi.

Secara umum, pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Berbasis SKKNI Bidang TIK di Kisaran, Kabupaten Asahan Sumatera Utara berjalan lancar. Acara yang diikuti 65 orang angkatan kerja bidang TIK dari berbagai kawasan di Kabupaten Asahan, beberapa pimpinan OPD Kabupaten Asahan, jajaran pimpinan dan asesor LSP Komputer Jakarta dan undangan dari berbagai pihak, diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan semangat dan kreativitas semua pihak dalam menyongsong hadirnya berbagai teknologi informasi dan komunikasi yang pada akhirnya akan memperkuat fondasi dalam menyonsong hadirnya ekonomi digital di negeri ini pada masa mendatang.

KEGIATAN BIMTEK DAN UJI SERTIFIKASI SKKNI BAGI ANGKATAN KERJA MUDA INDONESIA BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI KOTA TEBING TINGGI

Tebing Tinggi(18/09/18). Pada era globalisasi saat ini, penggunaan teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Perkembangan teknologi infomasi semakin hari semakin berkembang pesat. Pada dasarnya, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membuat semua teknologi yang berhubungan dengan penanganan informasi. TIK adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Dengan demikian teknologi informasi atau information technology (IT) dipahami sebagai keterpaduan antara tiga aspek, yaitu hardware, software, dan brainware. Secara normatif hal diatas adalah pengertian TIK, tetapi dewasa ini kita perlu mengetahui bersama bahwa terdapat transformasi nilai, yaitu dimasa kini TIK sudah menjadi sebuah kebutuhan yang melekat pada diri manusia, bukan lagi hanya pelengkap dalam kehidupan sehari-hari. Kita ambil saja satu sampel data dari komponen yang ada dalam TIK yaitu internet. Jumlah pengguna internet tahun 2017 telah mencapai 143,26 juta jiwa atau setara dengan 54,68% dari total jumlah penduduk Indonesia. Ini menjadi sebuah fakta yang menuntut kita sebagai angkatan kerja muda mawas diri tentang pentingnya menguasai TIK dalam peningkatan kualitas diri. Alasan lain pentingnya menguasai TIK bagi para pemuda adalah untuk menjadi modal awal dalam mempersiapkan diri untuk bersaing khususnya dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid. M.IP saat pembukaan acara Uji sertifikasi berbasis SKKNI bidang TIK bagi angkatan kerja Muda di kota Tebing Tinggi.

Lebih Lanjut Meutya Viada Hafid menjelaskan, bahwa tanpa dukungan sumber daya manusia yang handal dan terampil, maka teknologi informasi tidak dapat digunakan secara optimal yang pada gilirannya tujuan penggunaan teknologi informasi untuk pencapaian tujuan kinerja yang baik akan sulit dicapai.

Meutya Viada hafid berharap, bahwa melalui Uji Sertifikasi SKKNI, dapat mencetak para angkatan kerja muda yang memiliki kualitas penggunaan teknologi yang baik, sehingga siap berkompetisi di dalam dan luar negeri. kita harus memiliki keyakinan, dan semangat bahwa setiap hal yang kita mulai dengan baik dan sungguh-sungguh, insya Allah pasti akan berjalan dengan baik.

Wali kota Tebing Tinggi dalam sambutannya yang diwakili oleh Asisten Umum Bapak Kamlan Rasyid, SH, MM menyampaikan bahwa saat ini Kota Tebing Tinggi berupaya menerapkan konsep “Smart City”, kota cerdas untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Mengingatdinamika masyarakat yang berkembang dengan pesat harus diiringi dengan pelayanan publik yang cepat. Pendekatan E-Government dan Open-Government adalah sebuat jawaban dari tuntutan dinamika saat ini, bukan sekedar konsumsi teknologi semata. Kecepatan dan keakuratan sistem pelayanan adalah langkah yang harus di tempuh. Dukungan untuk mempermudah kinerja membutuhkan sistem aplikasi di suatu organisasi, sehingga efisien terhadap penggunaan anggaran dan SDM.

Sedangkan Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, Kegiatan fasilitasi sertifikasi SKKNI angkatan kerja muda saat ini merupakan salah satu upaya Kementerian KOMINFO mengimplementasikan program “INDONESIA KERJA” yang termaktub dalam NAWA CITA, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Ada tiga momentum besar yang memicu dalam peningkatan pengembangan SDM bidang Kominfo/TIK yaitu: Persaingan yang makin tinggi di era globalisasi ditandai dengan inovasi dan strategi baru dari setiap negara, institusi, dan individu.Kedua, Penguatan blog perdagangan antar kawasan, seperti kehadian Masyarakat Ekonomi Asean(MEA) telah membuka peluang persaingan, peluang pasar serta aliran perpindahan tenaga ahli (Profesionalism Expert) dan jasa.Ketiga, trending revolusi industri 4.0.

Momentum pertama dan kedua dampaknya sedang kita rasakan sampai saat waktu ini (Real Time), adanya lintas komunikasi mendunia, dan adanya industri maupun institusi yang terus maju, ada juga institusi/perusahaan yang tidak mampu beradaptasi terhadap keberadaan momentum tersebut dengan berbagai alasan.

Kemampuan bangsa untuk berdaya saing tinggi adalah kunci bagi tercapainya kemajuan dan kemakmuran bangsa. Daya saing yang tinggi, akan menjadikan Indonesia siap menghadapi tantangan-tantangan globalisasi dan mampu memanfaatkan peluang yang ada.

Kementerian KOMINFO telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas SDM bidang TIK, antara lain dengan penyusunan peta okupasi bidang teknologi informasi dan komunikasi dan diterbitkannya peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2015 tentang pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang komunikasi dan informatika yang bertujuan mewujudkan tenaga kerjabidang komunikasi dan informatika yang kompeten dan profesional dalam meningkatkan daya saing nasional serta produktivitas lapangan usaha dan industri komunikasi dan informatika. SKKNI bidang KOMINFO ini diberlakukan terhadap tenaga kerja industri, baik tenaga kerja Indonesia maupun tenaga kerja asing, yang keahlian atau keterampilannya di bidang komunikasi dan informatika.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Irbar Samekto  berpesan kepada peserta agar melihat peradaban yang terus berubah cepat akibat kehadiran teknologi informasi dan komunikasi serta bila memperoleh kerja nanti agar terus meningkatkan kompetensi, disiplin, kejujuran dan etos kerja serta mewujudkan profesionalitas dalam bekerja.

Abdul Rahman Harahap, S.Sos.,M.Si dalam laporan panitia menyampaikan jumlah peserta sebanyak 65 orang lulusan SMK, D3 , dan S1 bidang Teknologi informasi dan Komunikasi yang berasal dari Kota Tebing Tinggi dan sekitarnya. Kegiatan Uji Sertifikasi dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 18-20 September 2018 di Hotel Malibou Kota tebing Tinggi. Adapun kegiatan dilaksanakan berupa:

  1. Pengantar berupa penjelasan materi uji kompetensi, disampaikan Oleh Tim Assesor LSP Komputer,
  2. Kemudian Pra Assesment, untuk memberikan gambaran kepada peserta mengenai Skema yang di ujikan,
  3. Kemudian peserta melakukan Registrasi Online.
  4. Uji Kompetensi/Assesment, berupa Uji Praktek dan Observasi demonstrasi yang dilaksanakan oleh Tim Asesor.
  5. Kemudian hari terakhir Peserta dibekali dengan semangat dan pemahaman Enterpreneurship untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan

Skema yang diujikan yaitu:Operator Komputer Junior, Disain grafis Junior, Desainer Multi Media Junior,  Junior Technical Support, Junior Programming, dan Junior Networking, dan lembaga yang melakukan pengujian adalah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komputer Jakarta. (BP 19/09/18).

Pembukaan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Deli Serdang 2018 Soroti Attitude Angkatan Kerja Indonesia

“Kekurangan (angkatan kerja) kita ada di attitude!”, demikian penegasan Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA., saat mengisi arahan dalam agenda pembukaan fasilitasi sertifikasi SKKNI angkatan kerja muda bidang TIK di Kabupaten Deli Serdang 6 hingga 8 September 2018. Attitude, yang jika diterjemahkan dalam komponen kompetensi sebagai sikap kerja, adalah satu dari tiga aspek penting yang membentuk kompetensi kerja. Selain sikap kerja, pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) juga menjadi hal yang harus diperhatikan.

Kekurangan dari  sisi sikap kerja, khususnya rasa kurang percaya diri, harus segera dibenahi mengingat Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain global di era ekonomi digital. Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada kurun 2020 hingga 2030, ketika angkatan kerja yang merupakan generasi millenials mencapai komposisi 70% populasi penduduk Indonesia. Indonesia juga memiliki potensi ekonomi digital yang besar melalui layanan jasa keuangan dan game. Jika Indonesia mampu memanfaatkan potensi-potensi tersebut, Bank Indonesia memprediksi sharing digital economy Indonesia akan mencapai 10% PDB bahkan Google meramalkan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor satu di Asia Tenggara. Namun, Indonesia akan kehilangan kesempatan emas, jika gagal menyiapkan tenaga ahli. Manpower Indonesia yang akan berjumlah 113 juta tidak cukup diimbangi dengan ketersediaan expert hanya sebanyak 13,4 juta orang. Sertifikasi SKKNI menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli yang kompeten.

Anggota Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid, M.IP juga menyoroti aspek attitude dalam angkatan kerja Indonesia. Ia menekankan bahwa aset bangsa Indonesia yang paling penting adalah manusianya, sehingga investasi fisik harus dibarengi dengan investasi di sisi sumber daya manusia. Terlebih lagi, akses informasi saat ini masuk sebagai hak asasi sesuai amanat hasil amandemen II UUD 1945, maka kompetensi SDM yang menjadi pengawal hak asasi ini mutlak ditingkatkan, yaitu SDM TIK. SKKNI merupakan standar yang diakui di ASEAN sebagai standar angkatan kerja, sehingga angkatan kerja muda TIK yang berhasil lulus dalam sertifikasi ini akan memiliki kesempatan kerja yang lebih besar, yaitu dapat bekerja di negara-negara ASEAN. Namun di era globalisasi ini, angkatan kerja negara tetangga juga memiliki kesempatan yang sama untuk bisa masuk ke Indonesia jika mereka memiliki standar kompetensi setara SKKNI. Oleh karena itu, kelemahan angkatan kerja Indonesia, yaitu sikap kerja yang kurang percaya diri harus segera diperbaiki.

“Yakin bisa bersaing dengan tenaga kerja luar negeri?”, Meutya Hafid mencoba memotivasi peserta yang disambut dengan jawaban “Yakin!” dari pada peserta. Motivasi itu sekaligus mengakhiri sambutan Anggota Komisi I DPR RI tersebut. Meutya Hafid juga didaulat untuk membuka secara resmi acara fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2018.

Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta oleh Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo Bapak Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA dan Anggota Komisi I DPR RI Ibu Meutya Viada Hafid, M. IP. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Plt. Irjen III Kementerian Kominfo, Fajar Budianto; Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Drs. Irbar Samekto, M. Si; Kepala Seksi Pengolahan Data Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara, Junaidi Irwansyah, ST; Kepala Seksi Infrastruktur Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara, Imron Pribadi, ST; Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Deli Serdang, Drs, Haris Binar Ginting; Direktur LSP Komputer, Ir. Besar Agung Martono, MM, DBA; Ketua APJII Sumatera Utara, Bambang Heru Wijaksono; dan CEO PT. Jualan Online Indonesia, Diatce G. Harahap. Fasilitasi sertifkasi SKKNI di Kabupaten Deli Serdang 2018 diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP KOMINFO) Medan dan diikuti oleh 65 peserta dari kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya. (mohm)

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Komunikasi Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Binjai

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, pada tanggal 25 s/d 27 Juli 2018 melaksanakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Komunikasi Bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Binjai. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini bertempat di Hotel Kardopa Binjai dan diikuti oleh 58 peserta yang merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3 dan S1 bidang Komunikasi yang berasal dari Kota Binjai, Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 25 Juli 2018 dan dihadiri oleh Plh. Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Budiman, S.Sos, Kadis Kominfo Kota Binjai yang diwakili oleh Kabid IKP, Lindung Limbong, S.Sos, Direktur LSP TIK Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA dan dibuka secara resmi oleh oleh Walikota Binjai yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pengembangan SDM dan Kemasyarakatan Kota Binjai, Ir. Efi Yuniman Mendrofa. Dalam sambutannya mewakili Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Kabid Penelitian Kominfo, Budiman,S.Sos mengatakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap pengembangan SDM angkatan kerja muda agar mereka dapat meningkatkan kompetensi diri dan memiliki daya saing tinggi dalam mencari kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Sementara itu Direktur LSP TIK Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto dalam sambutannya mengatakan bahwa kompetensi kerja merupakan spesifikasi yang terdiri dari sikap kerja (attitude), pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) maka diharapkan para peserta benar-benar mengupayakan peningkatan ketiga hal tersebut. Demikian halnya dengan Staf Ahli Bidang Pengembangan SDM dan Kemasyarakatan Kota Binjai, Ir. Efi Yuniman Mendrofa dalam sambutannya menjelaskan bahwa Pilar Pembangunan SDM Indonesia yang pertama adalah Pelatihan Berbasis Kompetensi (Lemdiklat) yang kedua adalah Standar Kompetensi (SKKNI dan KKNI) dan yang ketiga adalah Asesmen Berbasis Kompetensi (LSP dan BNSP). Sebagai penutup sambutannya, Ir. Efi Yuniman Mendrofa mengharapkan kesempatan Fasilitasi Sertifikasi ini agar dipergunakan sebaik mungkin oleh para peserta agar mereka dapat meningkatkan kompetensi dan mampu bersaing dengan angkatan kerja lainnya bahkan diharapkan para peserta mampu menciptakan peluang kerja baru sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (RATNA)

Bimtek dan Sertifikasi SKKNI Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kota Tebing Tinggi

Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tebing Tinggi melaksanakan fasilitasi bimbingan teknis dan sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi angkatan kerja muda di Kota Tebing Tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 s/d 12 Mei 2017 dan diikuti oleh 70 peserta yang berasal dari Tebing Tinggi, Batubara dan Kisaran. Dalam acara pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BBPPKI Medan, Drs. Irbar Samekto, Msi, Pj. Walikota Tebing Tinggi, H.Zulkarnain, Kadis Kominfo Kota Tebing Tinggi, Ernawati Lubis dan turut hadir Anggota Komisi I DPR RI, Prananda Surya Paloh. Acara Pembukaan dilaksanak di Gedung Hj.Sawiyah Tebing Tinggi, Senin (9/5).

Dalam sambutannya Kepala BBPPKI Medan, Drs. Irbar Samekto, Msi menyampaikan kegiatan bimtek dan sertifikasi ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia lulusan SMK, D1, D2 dan TIK bidang TIK agar mampu bersaing dalam mencari pekerjaan. Acara dibuka secara resmi oleh Pj. Walikota Tebing Tinggi, H. Zulkarnain, SH, Msi yang dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini dilaksanakan di Kota Tebing Tinggi dan berharap para peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin karena sertifikasi merupakan bukti kompetensi standar yang dapat dimanfaatkan dalam mencari pekerjaan . Turut hadir dalam acara pembukaan ini anggota Komisi I DPR RI, Bpk. Prananda Surya Paloh yang memberikan motivasi kepada para peserta sertifikasi agar selalu berusaha meningkatkan kompetensi diri karena Teknologi Informasi dan Komunikasi itu berkembang sangat pesat dan jika para peserta tidak berusaha meningkatkan kemampuan diri maka akan jauh tertinggal dan tidak mampu bersaing dengan tenaga kerja lain.

Adapun klaster yang dapat dipilih oleh peserta sesuai dengan kompetensi masing-masing adalah Klaster Junior Programming, Klaster Practical Office Advanced, Klaster Junior Networking dan Klaster Help Desk. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 25 s.d 28 Mei 2017 dan Tempat Uji Kompetensi dilaksanakan di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi dengan menggunakan fasilitas ruang laboratorium komputer. Uji kompetensi dilaksanakan oleh Tim Asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) TIK Surabaya. (Ratna)