PELATIHAN THEMATIC ACADEMY (TA) DI BANDA ACEH

Eks pekerja migran dari berbagai negara asal Indonesia mengikuti pelatihan Thematic Academy (TA) yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan dengan tema “Pelatihan dan Praktik Digitalisasi Proses Bisnis Kelompok Eks Pekerja Migran Indonesia”.

Adapun peserta dari kegiatan ini sebanyak 60 orang yang berlangsung selama 4 (empat) hari, mulai tanggal 4 sampai 7 November 2021 di Hotel Mekkah, Banda Aceh (4/11/2021).

Sebelum kegiatan dimulai peserta diwajibkan bebas Covid19 dengan mengikuti rapid test antigen dan mengikuti protokol kesehatan selama mengikuti pelatihan. Para peserta dibagi menjadi 2 (dua) kelas yang pada tiap kelasnya sebanyak 30 orang dengan mengikuti protokol kesehatan.

Pelaksanaan kegiatan TA tidak hanya untuk mengembangkan sumber daya manusia, melainkan juga memberikan inovasi unutk kelompok eks pekerja migran dalam proses berbisnis.

Kegiatan TA tidak hanya dihadiri oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si, melainkan juga Pengantar Kerja Ahli Pertama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2Mi), Fauzah Marhamah, S.Psi, dan Kasi Penyelenggaraan Pelatihan dan Kelembagaan Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Provinsi Aceh, Qifti Reza kesuma, ST

Acara dibuka secara resmi oleh Drs. Irbar Samekto, M.Si yang dalam sambutannya menjelaskan bahwa Kementerian Kominfo melalui pelatihan ini menargetkan peningkatan kewirausahaan digital di kalangan eks pekerja migran yang tinggal di Aceh.  Berwirausaha digital sebagai alternatif dari kegiatan ekonomi yang mengandalkan lahan sekaligus mengurangi migrasi penduduk desa, Pelatihan ini membekali peserta keterampilan untuk memanfaatkan teknologi, sehingga mampu melahirkan keuntungan yang progresif untuk produk unggulan yang dipasarkan.

“Kementerian Kominfo ingin mengambil peran dalam upaya memberdayakan pelaku UMKM dengan keterampilan digital melalui program Digtal Talent Scholarship (DTS). Salah satunya Thematic Academy yang di desain khusus sesuai kebutuhan industri atau kalangan tertentu, yakni untuk pengembangan usaha eks-pekerja migran Indonesia”, jelasnya.

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *