UPACARA MEMPERINGATI HARI LAHIR PANCASILA 1 JUNI 2020

Istana Kepresidenan, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Televisi Republik Indonesia (TVRI) dan  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melaksanakan upacara dalam memperingati Hari Lahir Pancasila pada hari Senin  (01/6/2020), dimulai pada pukul 07.30 WIB. Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pada kondisi darurat pandemi COVID-19 dengan menggunakan Aplikasi Zoom. Dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo selaku pembina Upacara, Wakil Presiden Indonesia Bapak KH. Mahruf Amin, Ketua MPR RI Bapak Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI Ibu Puan Maharani, Kepala BPIP Bapak Yudian Wahyudi dan Menko PMK Bapak Muhadjir Effendy. Turut dihadiri pula oleh 500 karyawan/karyawati dilingkungan Kementerian Kominfo secara virtual melalui relay tayangan via aplikasi zoom. Upacara ini juga dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia melalui kanal Youtube Kementerian Komunikasi dan Informastika TV.

Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo menyampaikan:

Di tengah pandemi Covid-19 yang menguji daya juang kita sebagai bangsa, nguji pengorbanan kita, menguji kedisiplinan kita, menguji kepatuhan kita, menguji ketenangan dalam mengambil langkah kebijakan yang cepat dan tepat dalam menghadapi semua ujian tersebut kita bersyukur bahwa pancasila tetap menjadi bintang penjuru untuk menggerakan kita semuanya, menggerakan persatuan kita dalam mengatasi semua tantangan, menggerakan rasa keperdulian kita untuk saling berbagi, memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan kita untuk meringankan beban seluruh anak negeri dan menumbuhkan daya juang kita dalam mengatasi setiap kesulitan setiap tantangan yang kita hadapi.

Nilai luhur Pancasila harus kita hadirkan secara nyata di kehidupan kita, Pancasila harus terus menjadi nilai yang hidup dan bekerja dalam kehidupan kita, nilai yang bekerja dalam kebijakan dan keputusan pemerintah, nilai yang hidup terus bergelora dan semangat dalam rakyat Indonesia”.

Bapak Joko Widodo juga meminta Penyelenggara Negara Pusat dan Daerah untuk terus meneguhkan kepedulian kita untuk masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, untuk melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan kelompok, ras dan agama serta untuk memenuhi kewajiban kita melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. Serta mengajak seluruh warga Indonesia dari Sabang sampai Marauke untuk terus memperkokoh tali persatuan dan persaudaraan, saling membantu dan saling bergotongroyong serta selalu optimis bahwa bangsa kita adalah bangsa pemenang dalam menghadapi masalah tantangan yang menghadang, saling memperbaiki dan berdiri diatas kaki sendiri.

Webinar Kominfo Pengembangan SDM TIK Dalam Kondisi Normal Baru

Balai Besar Pengembangan SDM Kominfo Medan melaksanakan kegiatan  Webinar menggunakan Aplikasi Zoom dan diikuti seluruh lapisan masyarakat. Setiap peserta Webinar yang sudah mendaftar diberikan Link (ID Meeting dan Password).  Webinar dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 28 Mei 2020 jam 09.00 WIB, yang di prakarsai BBPSDMP Kominfo Medan dengan tema “ Pengembangan SDM TIK dalam Kondisi Normal Baru”.

Kepala Balai Besar Pengembangan SDM Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan Drs. Irbar Samekto, M. Si.  dalam paparannya tentang ”Adaptasi e-Commerce di masa New Normal”.  Beliau menyampaikan pada saat masa pandemi Covid-19, setiap orang melaksanakan himbauan social distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dalam hal ini dunia bisnis dan ekonomi mencoba beberapa strategi agar brand bertahan dengan pemanfaatan media online dan digital branding sebagai sarana komunikasi dengan target konsumen serta merancang dan membangun brand online-internet melalui website, aplikasi, sosial media, video dan lain-lain media konten.

Acara ini dibuka oleh Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, M.A,  dengan materi “Kompetensi SDM TIK untuk pengembangan Ekonomi Digital pada Kondisi Normal Baru”.

Kepala Badan Litbang SDM menyampaikan peluang tantangan, kendala dan ketidakpastian akan selalu ada yang semakin lama akan semakin tinggi dan tidak ada yang dapat memastikannya. Permasalahannya saat ini adalah Bagaimana mempersiapkan SDM untuk Era Revolusi Indonesia.

Aacara selanjutnya dengan Narasumber Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum Prof. Dr. Hendri Subiakto, dengan paparan “Damai Dengan Covid-19, Produktif Tapi Aman”

Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa akan muncul kebijakan-kebijakan untuk pelaksanaan New Normal yang akan diterapkan di masing-masing lembaga sesuai dengan protokol kesehatan dari pemerintah. Untuk itu kita perlu berdamai dengan situasi yang terjadi. Semua Negara Tidak ada yang punya pengalaman tentang pandemi yang terjadi saat ini, semuanya “Learning by doing”

Acara Webinar ini juga diisi dengan sesi tanya jawab dari peserta Webinar kepada Narasumber yang dipimpin oleh moderator. Semua peserta Webinar sangat antusias untuk mengajukan pertanyaan. Dari para penanya dan pertanyaan yang diajukan, terlihat bahwa peserta Webinar ini diikuti oleh berbagai profesi seperti guru, dosen, pelaku dunia usaha dan pegawai. Karena waktu yang terbatas, pertanyaan juga diajukan melalui fasilitas chat yang tersedia.

Acara Webinar Selesai jam 12.08 WIB dan ditutup dengan pelatihan menggunakan aplikasi Canva untuk peserta Webinar untuk mendesain logo perusahaan.

RAPAT ZOOM MEETING MENGENAI PRESENSI GEOTAGGING DI BBPSDMP KOMINFO MEDAN

Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyelenggarakan rapat zoom meeting pada Senin, 27 April 2020, melauli aplikasi cloud zoom meeting. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas pelaksanaan jam masuk dan jam keluar pegawai selama bulan Ramadhan. Ketentuan jam kerja tersebut sesuai dengan SE Sekjen Kementerian Komunikasi dan Informatika Nomor 7 Tahun 2020 tentang jam kerja di bulan ramadhan 1441 H dan pembatasan kegiatan berpergian keluar daerah atau mudik serta pelaksanaan presensi geogtagging bagi pegawai ASN di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Nota Dinas Sekretaris Badan Litbang Nomor: 349/BLSDM.1/KOMINFO/KP.07.01/04/2020 tanggal 29 April 2020 mengenai pemantauan tempat kedudukan para pegawai oleh atasannya selama presensi geotagging.

Bahwa waktu check in presensi geotagging dimulai pada pukul 05:00-11:59 WIB dan check out pada 12.01-22:00 WIB, hal ini harus dipatuhi oleh seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pemberlakuan presensi geotagging dimulai pada tanggal 1 Mei 2020, Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si meminta agar seluruh pegawai BBPSDMP Kominfo Medan melaksanakan uji coba presensi geotagging dan menyesuaikan titiknya sebelum tanggal 1 Mei 2020. Kepala BBPSDMP Kominfo Medan menyampaikan bahwa perhitungan tunjangan kinerja dan pemberian uang makan akan diberikan berdasarkan presensi geotagging.

Teknis pelaksanaan presensi geotagging tersebut akan dikoordinir dan dimonitoring oleh Kabag Tata Usaha. Jika terjadi down server (error) pada saat ingin melakukan presensi geotagging, agar melapor ke Kasubbag Umum dengan mengirimkan bukti screenshot dan Kasubbag Umum akan menindaklanjutinya dengan mengirimkan ke PDSI.

Dalam rapat yang dipimpin oleh kepala BBPSDMP Kominfo Medan tersebut, beliau juga menyampaikan terkait larangan mudik bagi ASN. Hal ini sesuai dengan SE Nomor 11 tahun 2020 tentang Pedoman Penjatuhan Hukuman Disiplin bagi ASN yang melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah atau kegiatan mudik selama masa kedaruratan kesehatan masyarakat corona virus Disease 2019 (Covid-19). Beliau juga meminta agar ASN mematuhi terkait aturan larangan mudik tersebut.

Strategi Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila Kepada Kaum Millenial

Keteladanan hidup para penyelenggara dan aparatur negara merupakan langkah yang paling strategis untuk mengajarkan kembali nilai-nilai utama Pancasila. Penekanannya adalah satunya antara kata dan perbuatan. Ketidaksesuaian antara kata dan perbuatan oleh penyelenggara negara menjadi penyebab sosialisasi dan edukasi Pancasila menjadi tidak efektif. Penyebab lainnya adalah ada upaya membenturkan Pancasila dengan Agama. Sementara di Indonesia ada banyak agama dan aliran kepercayaan. Agen-agen pembentur telah terlalu lama dibiarkan hidup secara bebas di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Fikarwin Zuska Sosiolog Universitas Sumatera Utara (USU) dalam Focus Group Discussion (FGD) “Pengembangan Strategi Komunikasi, Informasi dan Edukasi Implementasi Nilai-nilai Pancasila”  yang diselenggarakan oleh Tim Peneliti Pusat Litbang Aptika dan IKP Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di BBPSDMP Kominfo Medan Jalan Tombak No 31 Medan.

Dalam kesempatan itu Wakil Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Provinsi Sumatra Utara Danil Sitorus mengatakan. hasil survei yang dilakukan oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, bahwa 80 % responden kaum milenial memiliki pengetahuan tentang Pancasila hanya sebatas “Burung Garuda”. Hanya 10% yang menjawab bahwa Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa mayoritas kaum milenial belum memahamil Pancasila. Danil menyarankan agar proses sosialisasi nilai-nilai Pancasila tidak dilakukan seperti selama ini yang monoton dan hanya sebatas ceramah (retorika). Pemerintah sebaiknya membina duta-duta Pancasila (sosok yang toleran) untuk menjadi perpanjangan tangan pemerintah melakukan sosialisasi nilai-nilai Pancasila ke daerah-daerah dan hasilnya dievaluasi secara berkala.

Untuk melihat sikap kaum milenial terhadap Pancasila influencer Kota Medan, Kinahar Uyak memakai analogi Mie Pecal dan Spageti. Pancasila diibaratkan seperti mie pecal yang tampilannya kuno dan tidak menarik. Berbeda dengan tampilan spageti yang lebih indah sehingga diminati. Namun dari segi rasa maka mie pecal lebih dipilih oleh kaum milenial khususnya di Kota Medan. Artinya, kaum milenial lebih fokus pada tampilan. Maka strategi komunikasi, informasi dan edukasi implementasi nilai-nilai Pancasila yang tepat untuk kaum milenial adalah seperti mengemas mie pecal dengan tampilan spageti. Filosofinya, Pancasila bisa hadir dalam bentuk spageti tetapi dengan rasa mie pecal. Dari sisi rasa, maka Pancasila adalah kebutuhan semua orang Indonesia. Warisan terbaik dari para pendahulu bangsa. Yang harus diperhatikan adalah bagaimana mengemas Pancasila lebih inovatif sesuai dengan keadaan zaman sekarang sehingga mudah diterima khususnya oleh kaum milenial. Mau tidak mau harus disesuaikan dengan minat kaum milenial sehingga mudah dicerna mereka.Kegiatan FGD ini dilaksanakan di Tiga kota yaitu Medan, Yogyakarta, dan Banjarmasin. FGD di Kota Medan diselenggarakan pada Jumat, 6 Maret 2020, Tim Peneliti menyampaikan bahwa saran dan pendapat dari narasumber pada FGD ini akan sangat bermanfaat untuk merumuskan strategi menanamkan nilai-nilai Pancasila bagi kaum milenial yang efektif dan efisien. Harapannya jelas, melestarikan nilai-nilai Pancasila dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Oktolina)

SEKJEN KOMINFO INGATKAN KEMBALI HAK DAN KEWAJIBAN ASN DENGAN NILAI-NILAI PANCASILA

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti, kembali mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) untuk menjaga negara dengan taat dan setia kepada Pancasila, UUD RI 1945, NKRI, dan pemerintah yang sah.

“Sebagai pegawai yang telah menerima hak-hak dari Pemerintah, kita ASN mau tidak mau, kita harus menjalankan kewajiban menjaga negara ini”, kata Niken dalam sambutannya sekaligus membuka acara “Sosialisasi Pemantapan Nilai-Nilai Pancasila Dikalangan ASN”, yang diselenggarakan Sekretariat Kementerian Komunikasi dan Informatika di Hotel Soechi Internasional Jalan Cirebon No.76A Medan (27/02/2020).

Menurut Ibu Rosarita Niken Widiastuti,  sebagai ASN   yang menerima hak  gaji, tunjangan, cuti, perlindungan  kesehatan, pensiun, dan pengembangan  kompetensi serta berbagai fasilitas lainnya,  harus menjalankan kewajibannya juga, karena ketentuan itu telah diatur dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.  Dalam UU tersebut diatur bahwa kewajiban  pertama ASN yaitu setia dan taat pada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan pemerintah yang sah.  Kemudian yang kedua  menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, melaksanakan kebijakan pemerintah, menaati ketentuan peraturan perundang-undangan, melaksanakan tugas kedinasan, menunjukan integritas dan keteladanan, menyimpan rahasia jabatan, dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah RI,”

Ibu Rosarita Niken Widiastuti yang juga mantan  Dirut LPP RRI  itu mengatakan, untuk  meningkatkan kesadaran pegawai  terhadap nilai nilai pancasila tersebut,  Menpan RB   telah mengeluarkan  surat edaran kepada seluruh kementerian  dan lembaga, agar ASN tidak ikut terlibat dalam  kegiatan menyebarkan ujaran kebencian  terhadap 4 konsensus nasional yang sudah diikrarkan dalam sumpah dan janji  pada awal pengangkatan ASN. “Janji dan sumpah  yang kita  ikrarkan  saat diangkat menjadi ASN  harus dilaksanakan, dan tidak boleh dilanggar “ ujarnya.

Sekjen Niken juga mengimbau ASN untuk netral dalam Pemilihan Umum Presiden/Wakil Daerah/Wakil Rakyat, serta melarang PNS terlibat dalam aktivitas ujaran kebencian. “Larangan keterlibatan ASN dalam aktifitas ujaran kebencian antara lain dilarang mengikuti atau menghadiri kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, serta membenci Pancasila, UUD RI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah. Selain itu, ASN juga dilarang menanggapi atau mendukung sebagai tanda setuju pendapat dengan memberikan likes, dislike, love, retweet, atau comment di media sosial. Untuk pelanggaran netralitas ASN dari larangan ujaran kebencian dapat dilaporkan melalui email disiplin@kominfo.go.id, yang disertai bukti-bukti antara lain berupa link, screenshoot dan lain-lain”, lanjutnya.

 Saat dikonfirmasi terkait jumlah pelanggaran yang dilakukan ASN yang terlibat dalam kegiatan ujaran kebencian di kalangan ASN, Niken menyebutkan  hingga saat ini  berdasarkan laporan  yang masuk dalam aplikasi yang dikelola Kementerian Kominfo jumlahnya  lebih dari 100 kasus. Dari kasus ASN yang dilaporkan  masih perlu klarifikasi dan pembuktian  yang lebih lanjut.

Dalam kegiatan ini juga menghadirkan sebagai  pembicara  Kasubdit Kontra Propaganda Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kolonel Pas Drs. Sujatmiko, Staf Ahli Kemenkominfo, Zulfan Lindan. Diikuti kepala dan perwakilan pejabat struktural dari LPP RRI Sumatera Utara, TVRI Sumbar, TVRI Sumut, BBPSDMP Kominfo Medan dan Kepala Balmon Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit Medan.

Implementasi UU KIP & UU ITE dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan Dinas Kominfo Kota Subulussalam

Workshop Implementasi UU KIP & UU ITE dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Dinas Kominfo Kota Subulussalam dengan BBPSDMP Kominfo Medan telah dilaksanakan di Aula LPSE Setda Kota Subulussalam tanggal 20 Februari 2020. Dalam kesempatan itu Wakil Walikota Subulussalam mengatakan perjanjian kerjasama ini harus menjadi komitmen bersama dalam meningkatkan SDM di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Peningkatan kompetensi SDM sangat penting bagi aparat, masyarakat dan pelajar, ditambah lagi adanya program smart city yang menjadi bagian dalam program peningkatan akses jaringan layanan informasi dan komunikasi bagi masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Kota Subulussalam menyampaikan ucapan terimakasih kepada BBPSDMP Kominfo Medan yang telah menghadirkan Staf Ahli Menteri Prof. Dr. Henri Subiakto, SH, MA di Kota Subulussalam. Latar belakang dilakukannya Perjanjian Kerjasama ini adalah sebagai tindak lanjut pertemuan Kepala Diskominfo terdahulu dan juga kunjungan kami beberapa minggu yang lalu agar bisa dilakukan perjanjian kerjasama untuk kemajuan bidang komunikasi dan informatika di Kota Subulussalam. Alhamdulillah, respon cepat Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, permohonan kami bisa diterima dan ditindaklanjuti.

Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si dalam kesempatan ini mengatakan, “Anak anak kitalah yang akan menjadi aktor dan menjadi pemimpin Indonesia mendatang, untuk itu maka kita perlu menyiapkan mereka menjadi generasi emas Indonesia mendatang, seperti Kominfo yang telah menyiapkan beasiswa gratis. Selain itu era digital saat ini yang menjadi trending dengan penggunaan hp android dan perangkat lainnya menghadirkan hal yang menjadi perhatian kita karena maraknya muncul berita berita hoaks atau doksi istilah anyarnya yang menghantui kita, oleh karena itu kerjasama adalah dalam upaya meningkatkan pemahaman SDM untuk bijak dalam penggunaan perangkat TIK”.

Sedangkan Prof. Dr. Henri Subiakto, SH, MA, sebagai Narasumber pada Workshop Impelemntasi UU KIP & UU ITE dalam paparannya mengatakan bahwa banyak aparat atau pejabat yang kurang memahami terkait UU KIP dan UU ITE. Ketahuilah bahwa UU tersebut lahir pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhonoyono yang usulannya berasal dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Era keterbukaan saat ini menjadi keharusan, suka atau tidak suka kita harus menerima sistem keterbukaan dan transparansi. Dengan adanya kritik maka kita akan lebih berhati hati, lebih bijaksana dan lebih cerdas dalam menghadapi sesuatu hal. Makna lahirnya UU KIP adalah untuk menjadikan kultur ketrbukaan. Mengelola informasi dilakukan oleh petugas yang dikenal dengan PPID atau Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi. PPID ini harus mampu mengelola informasi dengan baik. Dengan sistem tata kelola informasi yang baik maka layanan informasi publik akan berjalan dengan baik dan mudah diakses.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat eselon II, III dan Kepala Kampong, disamping itu juga turut hadir anggota DPRD Kota Subulussalam H. Zainuddin dan Jefri, Kasdim 0118/Subulussalam Mayor Inf. Ramdhan, SIP, Klasat Binmas Polres SubulussalamAKP Asmadi, Kasi barang Bukti Kejari Subulussalam Idham Kholid Daulay, SH.

PELATIHAN PEMBUATAN DAN PENGEMBANGAN WEBSITE BAGI OPERATOR DESA DAN SISWA SMU

Balai Besar  Pengembangan SDM dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyelenggarakan Pelatihan  Pembuatan dan Pengembangan Website Menggunakan Content Management System (CMS) WordPress  Bagi Operator Desa dan Siswa Sekolah Menengah Umum (SMU) pada Selasa, 17 Februari 2020, di Aula BBPSDMP Kominfo Medan. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi  pengelola website, khususnya operator desa di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang dan operator kelurahan di Kecamatan Medan Timur Kota Medan serta para pelajar SMU yang berasal dari dua kecamatan tersebut.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penting bagi operator desa untuk memahami pembuatan dan pengembangan website, dan diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, operator desa dapat membuat sekaligus mengisi konten website desa tersebut, sehingga seluruh informasi, berita dan program-program desa, dapat dipublikasikan lebih luas.

Pelatihan yang diikuti oleh 42 orang peserta ini dilaksanakan dalam bentuk teori dan praktik, dengan dibimbing oleh dua orang instruktur, yaitu Alex Siregar, S.Kom dan Fachri Auliansyah, S.Kom. Materi yang diajarkan adalah cara membuat website dan database, memperbaharui data ,serta menambahkan berita.

Pelatihan diawali dengan pre test dan diakhiri dengan post test untuk melihat kemampuan awal dan akhir peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan peserta setelah mengikuti pelatihan.

Kegiatan ini ditutup oleh Kabid Pengembangan SDM Kominfo BBPSDMP Kominfo Medan, Bapak Abdul Rahman Harahap, S.Sos., M.Si.

PENGENALAN TIK DAN KEAMANAN INFORMASI BAGI PELAJAR DI KOTA MEDAN

  Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Medan (BBPSDMP Kominfo Medan) menyelenggarakan Pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Keamanan Informasi bagi Pelajar di Kota Medan, pada hari Senin, 20 Januari 2020 di Aula BBPSDMP Kominfo Medan, Jl. Tombak No. 31, Kec. Medan Tembung. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Drs. Irbar Samekto, M.Si.

   Kegiatan Pengenalan TIK  dan Keamanan Informasi ini dihadiri oleh 100 peserta pelajar yang berasal dari SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan, SMK Karya Bunda,  SMK Swasta Tengku Amir Hamzah Indrapura dan SMK Imelda Kota Medan. Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, “Saat ini pengguna internet di Indonesia sangat aktif dalam berbagi informasi. Dalam era globalisasi seperti saat ini, TIK menjadi kekuatan perubahan terbesar dalam membuka pintu pengetahuan dan TIK juga bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Kegiatan Pengenalan TIK dan Keamanan ini merupakan salah satu upaya Kementerian Kominfo dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terutama bagi pelajar terhadap perkembangan TIK yang begitu pesat”.

    Lanjutnya, Kepala BBPSDMP Kominfi Medan mengatakan bahwa satu dekade lalu kita tentu tidak menyangka perkembangan pengenalan TIK akan sepesat ini. Hal ini dapat terjadi karena anak mudanya berpikir jauh ke depan, dapat membaca perkembangan zaman dan terus berinovasi. Beliau berharap Kegiatan Pengenalan TIK dan Keamanan Informasi ini dapat bermanfaat bagi seluruh peserta. Adapun topik yang dipaparkan dalam kegiatan ini yaitu Meredam Hoax dan Internet Sehat dan Aman yang dipaparkan oleh Drs. Irbar Samekto, M.Si; Tips dan Trik Keamanan Informasi yang dipaparkan oleh Alex Siregar, S.Kom; dan Pemanfaatan Media Sosial dan Instant Messaging Sebagai Nilai Tambah Ekonomis yang dipaparkan oleh Fachri Auliasnsyah, S.Kom.

Konsinyering Penyusunan Program Kerja BBPSDMP Kominfo Medan Tahun 2020

    Dalam rangka mendukung pelaksanaan program kerja BBPSDMP Kominfo Medan tahun 2020, Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan menyelenggarakan kegiatan konsinyering program kerja Tahun 2020 di Hotel Miyana, Jl. H. Anif No. 28, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 9-10 Januari 2020, dan dihadiri oleh seluruh pegawai di lingkungan BBPSDMP Kominfo Medan, dengan tujuan untuk menyusun dan mengoordinasikan program kerja setiap bidang pada trimester pertama.

    Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Drs. Irbar Samekto, M.Si, membuka kegiatan ini dengan memberi arahan mengenai peran penting Kementerian Kominfo dalam perkembangan komunikasi dan informatika nasional. Untuk itu, Kementerian Kominfo dituntut untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan dengan peningkatan kecepatan, kecermatan, kedisplinan, dan keikhlasan dalam bekerja.

    Dalam pelaksanaannya, kegiatan konsinyering ini diisi dengan pemaparan rencana kerja setiap bagian/bidang pada trimester pertama. Bagian Tata Usaha yang menangani urusan administrasi, menyampaikan rencana penerbitan SK, pengelolaan surat masuk dan surat keluar serta arsip dan dokumen lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan operasional instansi. Bidang Pengembangan SDM memaparkan rencana pelaksanaan Digital Talent Scholarship (DTS) dan Bimtek Literasi TIK, dalam hal jadwal dan lokasi penyelenggaraan, serta strategi yang dilakukan untuk mencapai target jumlah SDM TIK tersertifikasi sebanyak 1500 orang pada tahun 2020. Selain itu, bidang ini juga akan membentuk tim pengawas pelaksanaan DTS tersebut, yang akan berjalan secara serentak mulai tanggal 1 April 2020, di lima wilayah kerja BBPSDMP Kominfo Medan. Bidang Penelitian Kominfo memaparkan beberapa program kerjanya, di antaranya adalah pelaksanaan dua kegiatan penelitian pada tahun 2020, yaitu Survei Penggunaan TIK serta Implikasinya Terhadap Aspek Pendidikan, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Masyarakat, dan penelitian Rencana Strategis TIK Bagi Pemerintah Daerah. Selain itu, Bidang Penelitian juga memaparkan timeline pengelolaan Jurnal PIKOM sebagai media publikasi ilmiah bagi para peneliti dan akademisi, rencana penerbitan policy brief yang akan menghasilkan output laporan setiap bulannya, serta penjaminan mutu penelitian sesuai dengan aturan dan SOP yang telah tercantum dalam dokumen KNAPPP.

     Dengan adanya pelaksanaan konsinyering ini diharapkan program-program kerja BBPSDMP Kominfo Medan yang telah disusun dapat menjadi lebih matang dan dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Seminar Hasil Penelitian BBPSDMP Kominfo Medan di Kota Padang Tahun 2019

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan menggelar seminar hasil penelitian BBPSDMP Kominfo Medan Tahun 2019 di Hotel Ibis, Kota Padang, Hari Kamis, 28 November 2019. Dengan mengusung tema “Penyediaan Keberagaman Data Digital Aktual Untuk Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat”. Tujuan kegiatan seminar ini adalah untuk berbagi informasi tentang berbagai strategi peningkatan kemampuan peneliti dan penerapan hasil-hasil penelitian dalam pembuatan kebijakan secara nasional  maupun daerah. Seminar  tersebut  dihadiri Dinas Kominfo Kota Padang, Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang Sidempuan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Gunung Sitoli, Dinas Kominfo Kabupaten Padang Lawas Utara, Pejabat Eselon II, III dan IV di lingkungan BBPSDMP Kominfo Medan, fungsional Peneliti dan menghadirkan narasumber sebagai reviewer Yuhefizar, S.Kom, M.Eng dan Dr. Emerald, S.Kom, M.Kom.

Kegiatan seminar  hasil penelitian ini dibuka secara resmi oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs.  Irbar Samekto, M.Si dalam  sambutannya  mengatakan, “Penelitian dan Big Data Analitik Tinjauan Pra Dasar Untuk Meningkatkan”, Nasa menyatakan, hari ini kami telah sukses mendarat kedelapan kalinya di Planet Mars dalam sejarah manusia. Insight (sejenis robot penjelajah), akan meneliti interior Mars dan akan memberi ilmu sains yang berharga saat kami mempersiapkan astronot ke bulan dan kemudian Mars, yang berjarak 481,6 juta kilometer dan akan menjadi rumah kedua penduduk bumi. Peryataan  tersebut  untuk memposisikan  betapa  peran  peneliti  amatlah  penting  manakalah hasil penelitian tersebut bermanfaat bagi lembaga/industri maupun masyarakat dan pemerintah pun mendukung dalam bentuk pengakuan serta anggaran penelitian yang lebih dari memadai. Saat ini, seiring dengan penggunan teknologi 4-5 G, teknologi digital telah memasuki barbagai  sisi kehidupan manusia, dengan kondisi demikian memberikan kesempatan metamorposis profesi peneliti menjadi digital researcher/peneliti digital. Profesi peneliti digital merupakan adaptasi dan antisipasi ke masa depan dimana Indonesia saat ini telah memasuki pasar bebas dan hasil  riset dunia dengan mudah ada dihadapan kita. Peneliti digital ini diharapkan dapat menjawab  tantangan Presiden RI Bapak Joko Widodo, tentang pemanfaatan lembaga riset agar  menghasilkan outcome hasil penelitian yang bernilai inovasi pada bidang teknologi, maka untuk pencapaian  tujuan  tersebut dibutuhkan penguatan kompetensi peneliti bidang kominfo yang diharapkan dapat beradaptasi terhadap era disrupsi dan kehadiran revolusi industri 4.0.

Seminar ini menghadirkan 1 (satu) orang penyaji yang menyampaikan materi:

  1. Meilinia D.Ginting, S.Kom : Survei Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Serta Implikasinya Terhadap Aspek Pendidikan, Sosial, Budaya dan Ekonomi Masyarakat 2019.

Forum seminar diawali dengan pemaparan hasil studi oleh penyaji dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan peserta dan kemudian ulasan oleh pakar/reviewer. Dengan seminar ini diharapkan menjadikan hasil-hasil penelitian sebagai masukan penyusunan dan penyempurnaan kebijakan, dapat berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sosial budaya khususnya bidang kominfo.