Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kabupaten Padang Lawas Utara

             Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Medan menggelar Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi angkatan kerja muda bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), di Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas Utara, pada 24-28 September 2019. Bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara, penyelenggaraan kegiatan ini adalah yang kesepuluh kalinya dilaksanakan oleh BBPSDMP Kominfo Medan pada tahun 2019, setelah sebelumnya diadakan di beberapa kabupaten/kota, yakni Deliserdang, Aceh Besar, Tebing Tinggi, Asahan, Takengon, Nias Selatan, Bukittinggi, Tarakan, dan Batam.

           Kegiatan yang diikuti oleh 60 peserta lulusan SMK bidang TIK  yang berasal dari Kabupaten Padang Lawas Utara dan sekitarnya ini, dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Padang Lawas Utara, H. Hariro Harahap, SE, M.Si. Dalam sambutannya, Hariro menyampaikan bahwa Padang Lawas Utara memiliki komitmen dalam peningkatan keterampilan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang TIK, khususnya bagi aparatur dan angkatan kerja muda, dalam mencapai visi dan misi yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023; dan penyelenggaraan bimtek dan sertifikasi ini merupakan salah satu upaya untuk mengejar ketertinggalan generasi muda pada keahlian, keterampilan, dan pengetahuan bidang TIK. Tidak hanya itu, sertifikasi ini juga merupakan upaya untuk memberikan pengakuan atas kompetensi peserta, agar mampu memenuhi tuntutan industri dan bersaing dalam pasar kerja nasional dan internasional.

          Pada kesempatan yang sama, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si, juga mengajak para peserta agar dapat memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya untuk menguji kompetensinya. Dari kegiatan ini diharapkan dapat terwujud SDM bidang TIK yang kompeten dan tersertifikasi, yang diperlukan dalam rangka percepatan peningkatan SDM bidang kominfo dalam menghadapi ekonomi digital.

          Dalam pelaksanaannya, bimtek dan sertifikasi yang diselenggarakan di Aula Kantor Bupati Padang Lawas Utara ini melalui beberapa tahapan, yaitu pembekalan oleh instruktur, pemaparan materi uji kompetensi oleh Tim Asesor LSP Komputer Jakarta, Pre Assesment, registrasi online, uji kompetensi, dan pembekalan entrepreneurship. Kali ini, bimtek dan sertifikasi dilaksanakan untuk skema Junior Networking, Junior Programming, Junior Graphic Design, dan Junior Technical Support.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Informatika Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Batam

Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan melaksanakan fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK bagi angkatan Kerja Muda di Kota Batam. Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari dimulai pada tanggal 17 s/d 21 September 2019 bertempat di Hotel 89 Batam dan diikuti oleh 62  peserta yang merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3 dan S1 bidang TIK  yang berasal dari Kota Batam dan sekitarnya. Fasilitasi sertifikasi ini bertujuan untuk membantu angkatan kerja muda, khususnya lulusan sekolah menengah kejuruan bidang TIK dalam memperoleh sertifikat keahlian.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari  Selasa (17/9)  dan dihadiri oleh Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, DR. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, MSi, Kadis Kominfo Kota Batam, Salim, S.Sos, Msi, Direktur LSP Telematika, Victor Terinathe, dan para Instruktur. Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si selaku penanggung jawab kegiatan dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan fasilitasi sertifikasi ini mengimplementasikan program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam  nawacita, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Peningkatan pengembangan SDM bidang TIK mutlak diperlukan dalam rangka menghadapi perkembangan global menuju ekonomi berbasis digital. Kementerian Kominfo telah  melakukan  beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas SDM bidang TIK berbasis kompetensi dan merupakan kunci peningkatan daya saing nasional di era global. Sementara itu Kadis Kominfo Kota Batam, Bapak Salim, S.Sos, M.Si mengapresiasi BBPSDMP Kominfo Medan memilih Kota Batam sebagi tempat dilaksanakannya fasilitasi SKKNI ini, beliau juga mengatakan pengembangan kompetensi SDM di era Revolusi Industri 4.0 mutlak diperlukan, Dilaksanakannya SKKNI bidang TIK ini bertujuan untuk mewujudkan tenaga kerja bidang komunikasi dan informatika yang kompeten dan professional. Oleh karena itu peserta diharapkan fokus agar tercapai komponen kompetensi yakni sikap kerja yang merupakan satu dari tiga aspek penting yang membentuk kompetensi kerja.

Sementara itu Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, DR. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA dalam paparannya mengatakan dampak disrupsi digital sangat berpengaruh terhadap SDM di Indonesia. Berdasarkan riset Oxford Economic, pada tahun 2028 akan terdapat 9,5 juta job displaced jika tidak dilakukan shifting. Kondisi ketenagakerjaan di Indonesia saat ini mayoritas tenaga kerja Indonesia berpendidikan dan berketerampilan rendah namun era digitalisasi berpotensi memberikan peningkatan tenaga kerja hingga 2,1 juta pekerjaan baru pada tahun 2025. Semua keterampilan di bidang teknologi baik yang dasar maupun lanjutan akan mengalami kenaikan permintaan yang substansial di masa mendatang karena itulah sikap kerja (attitude), pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Dengan terselenggaranya sertifikasi nasional berbasis SKKNI diharapkan peserta dapat meningkatkan kompetensi  diri, disiplin dan memiliki daya saing tinggi dalam  mencari kerja dan menciptakan peluang kerja baru. (Ratna)

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Kominfo Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Bukit Tinggi

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukit Tinggi melaksanakan fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang Kominfo bagi angkatan kerja muda. Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari tersebut dimulai pada tanggal 27 s/d 31 Agustus 2019, bertempat di Hotel Grand Royal Denai dan diikuti oleh 60 peserta yang merupakan lulusan SMK, D3 dan S1 bidang Kominfo yang berasal dari wilayah Kabupaten Darmasraya, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pariaman, Kota Padang dan Kota Bukit Tinggi. Skema yang diujikan yaitu Junior Programming, Junior Networking, Junior Technical Support dan Graphic Design.

Dengan tujuan membantu angkatan kerja muda, khususnya lulusan sekolah menengah kejuruan bidang TIK dalam memperoleh sertifikat keahlian. Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Selasa, 27 Agustus 2019 yang dihadiri oleh Wakil Walikota Bukit Tinggi, H. Irwandi, SH, Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Medan Drs. Irbar Samekto, M.SI, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukit Tinggi Drs. Novri, M.Pd, Direktur LSP TIK Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA, Instruktur Dr. Yuhefizar, S.Kom.,M.Kom, Taufik Gusman, M.DS, Lilik Suhery, S. Kom, M.Kom.

Sambutan Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Medan Drs. Irbar Samekto, M.Si mengatakan, dalam mendorong perubahan ada empat kemajuan teknologi spesifik yaitu internet seluler yang berkecepatan tinggi dimana-mana, kecerdasan buatan, adopsi big data analitik yang meluas dan teknologi cloud, yang ditetapkan untuk mendominasi periode 2018-2022 sebagai pendorong yang secara positif mempengaruhi pertumbuhan bisnis. Mereka diapit oleh berbagai tren sosial-ekonomi yang mendorong peluang bisnis seiring dengan penyebaran teknologi, seperti lintasan pertumbuhan ekonomi nasional, perluasan pendidikan dan kelas menengah khususnya di negara berkembang dan langkah menuju ekonomi global yang lebih maju melalui kemajuan teknologi energi baru.

Lanjutnya mengingat gelombang teknologi dan tren baru yang menggangu model bisnis dan perubahan pembagian kerja antara pekerja dan mesin yang mengubah profil pekerjaan saat ini, sebagian besar pengusaha yang di survei mengharapkan pada tahun 2022, keterampilan yang diperlukan untuk melakukan sebagian besar pekerjaan akan berubah secara signifikan. Stabilitas keterampilan rata-rata global proporsi keterampilan inti yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan yang akan tetap sama, diperkirakan sekitar 58%, yang berarti perubahan rata-rata 42% dalam keterampilan tenaga kerja yang diperlukan selama periode 2018-2022.

Fasilitasi sertifikasi SKKNI dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Bukit Tinggi H. Irwandi,SH dalam sambutannnya mengatakan, arus globalisasi yang sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia, disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan serba digitalisasi dan otomasi. Pada era globalisasi saat ini, penggunaan teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari dan perkembangan teknologi informasi semakin hari semakin berkembang pesat. Saat ini Kota Bukit tinggi berupaya melakukan percepatan untuk penerapan konsep “Smart City”, sebuah kota cerdas yang mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, harus mampu kita siasati dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki skill dibidang TIK. Bagi pemerintah Kota Bukit Tinggi memandang bimtek dan sertifikasi SKKNI bidang TIK merupakan suatu kegiatan yang sangat berharga, karena dengan bimtek dan sertifikasi TIK memberikan ilmu dan pengayaan untuk meningkatkan skill dari generasi muda.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukit Tinggi Drs. Novri, M.Pd, mengharapkan, “manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, yang dapat memberikan bekal pengetahuan bagi generasi muda agar memiliki kesiapan skill untuk memasuki lapangan pekerjaan. Selalu mencoba dan menerapkan prototype teknologi terbaru, dengan menggali bentuk kolaborasi baru bagi model sertifikasi atau pendidikan dalam ranah peningkatan digital skill. Untuk meraih masa depan perlu dilakukannya kolaborasi antara dunia industri, akedemisi dan masyarakat untuk mengidentifikasi permintaan dan ketersediaan skill bagi era digital dimasa depan”.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Kominfo Bagi Angkatan Kerja Muda Di Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan

   BBPSDMP Kominfo Medan melaksanakan Sertifikasi berbasis SKKNI bidang TIK bagi Angkatan Kerja Muda di Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, 20/08/2019, bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nias Selatan. Kegiatan dilaksanakan selama lima hari bertempat di SEM Hotel Teluk Dalam dan diikuti oleh peserta yang merupakan lulusan SMK, D3, dan S1 bidang TIK yang bukan hanya berasal dari Teluk Dalam saja, melainkan juga berasal dari daerah lain bahkan dari luar pulau Nias. Skema yang diujikan antara lain, Junior Technical Support, Junior Networking, Graphic Design, dan Junior Programming.

      Acara pembukaan dihadiri oleh Bupati Kabupaten Nias Selatan, Bapak  Dr. Hilarius Duha, S.H., M.H., Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Bapak Drs. Irbar Samekto, M.Si, Kepala Dinas Kominfo Nias Selatan, Bapak Deri Dohude, S.Ag., MM., dan Direktur LSP Komputer, Bapak Satria Gunayoman.

       Laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nias Selatan, Bapak Dery Dohude, dalam laporannya disebutkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya SKKNI saja, melainkan ada empat kegiatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Nias Selatan yaitu Sosialiasi Dampak IT yang dilaksanakan di 2 (dua) lokasi yaitu SMPN 1 Teluk Dalam dan SMPN 1 Lolowao, dan terakhir adalah Pelatihan Dasar Komputer dan Internet bagi ASN dalam lingkup Pemkab Nias Selatan.

        Diharapkan dengan adanya kegiatan-kegiatan ini, siswa-siswi dan juga para ASN di lingkungan Pemkab Nias Selatan mampu berinternet secara kritis, sehat, dan aman, juga diharapkan mampu mengoperasikan perangkat komputer dan jaringan.

       Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Medan pada sambutannya mengatakan “Indonesia harus melihat MEA sebagai peluang yang terbuka untuk memperbaiki kualitas SDM yang ada dengan meningkatkan daya saing dan juga menyediakan pendidikan. Perkembangan TIK tidak hanya pada satu bagian saja bahkan telah berkembang di berbagai lini dan sektor kehidupan. Seperti otomatisasi, Artifisial Intelegensia, Internet of Things dan sebagainya yang dimana kita dipaksa untuk dapat mengembangkan SDM kita agar nantinya dapat dengan mudah menghadapi kemajuan teknologi pada bagian-bagian tersebut”.

    Selanjutnya Bupati Nias Selatan Bapak Hilarius Duha dalam sambutannya mengatakan “ Tumbuhnya Industri Teknologi Informasi di Indonesia memunculkan kebutuhan tenaga kerja yang cukup signifikan, terutama di sektor industri kesehatan, pertambangan, ritel, dan energi. Penggunaan teknologi informasi untuk melihat kebutuhan konsumen dan tren yang terjadi menjadi hal yang krusial dalam meningkatkan efisien dan daya saing perusahaan ”. Sebelum membuka kegiatan di Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan secara resmi, Bapak Hilarius Duha menambahkan, “Bahwa dengan adanya kegiatan fasilitasi sertifikasi ini diharapkan, angkatan kerja muda Kabupaten Nias Selatan harus siap menghadapi persaingan yang semakin kompetitif dan komprehensif”.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Kominfo Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kabupaten Asahan

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan melaksanakan fasilitasi sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Kominfo bagi angkatan kerja muda. Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 (lima) hari tersebut dimulai pada tanggal 09 s/d 13 Juli 2019, bertempat di Hotel Septy Garden dan diikuti oleh 60  peserta yang merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3 dan S1 bidang Kominfo yang berasal dari wilayah Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara, Kabupaten Labura dan Kota Tanjung Balai. Skema yang diujikan yaitu Junior Programming, Junior Networking, Junior Technical Support dan Graphic Design. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu angkatan kerja muda, khususnya lulusan SMK bidang TIK dalam memperoleh sertifikat keahlian.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 11 Juli 2019 yang dihadiri oleh Bupati Kabupaten Asahan yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan H. Rahmad Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si, mewakili Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo yaitu Kepala Bidang Pengembangan SDM Kominfo Medan, Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si, Direktur LSP TIK Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA, Instruktur dan Assesor LSP TIK Surabaya.

Sambutan Kepala Badan Litbang SDM Kominfo yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan SDM Kominfo Medan, Abdul Rahman Harahap, S.Sos, M.Si dalam  sambutannya mengatakan, kegiatan  fasilitasi sertifikasi SKKNI bagi angkatan kerja muda  ini merupakan salah satu upaya Kementerian Kominfo mengimplementasikan  program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam Nawa Cita, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Pertama, era distrubsi dan persaingan bisnis/usaha  yang makin  tinggi diera globalisasi ditandai dengan inovasi dan strategi baru dari tiap negara, institusi dan individu. Kedua, penguatan blog perdagangan  antar kawasan, seperti kehadiran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah membuka peluang persaingan, peluang pasar serta aliran perpindahan tenaga ahli (profesionalism expert) dan jasa. Ketiga, trending revolusi industri 4.0 menuju making Indonesia 4.0.

Lanjutnya momentum pertama dan kedua dampaknya sedang  kita  rasakan sampai saat ini (real time), adanya lintas komunikasi mendunia dan adanya industri maupun institusi yang terus maju ada juga institusi/perusahaan yang tidak mampu beradaptasi terhadap  keberadaan momentum tersebut dengan berbagai alasan. Revolusi industri 4.0 merupakan hasil dari percepatan kemajuan pengetahuan dan teknologi yang inovatif hasil dari fasilitas penelitian dan pengembangan yang tidak pernah berhenti.

Fasilitasi sertifikasi SKKNI ini dibuka secara resmi oleh Bupati Asahan dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan, H. Rahmad Hidayat  Siregar S.Sos, Msi dalam sambutannnya mengatakan, era kemajuan yang ditandai dengan  semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini telah menuntut kita semua untuk meningkatkan kualitas sumber daya  manusia, terlebih  dalam  upaya kita menyiapkan para generasi mudah calon angkatan kerja yang handal dan siap pakai. Hal ini sejalan  dengan peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No 5 Tahun 2012, tentang Sistem Standarisasi Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai salah satu rumusan kemampuan para tenaga kerja, yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan keahlian serta sikap kerja  yang  relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan perundang-undangan.

Badan Litbang SDM Kemkominfo mengharapkan hasil dari bimtek dan sertifikasi ini dapat  membentuk tenaga kerja bidang kominfo yang mengenali kompetensi milik sendiri, yang dapat diindikasikan melalui sikap dan perilakunya, pengetahuan dan keahlian. Standar  kompetensi yang akan diujikan kepada para peserta merupakan persyaratan kompetensi manajerial minimal yang harus dimiliki oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas  jabatan kelak. Diharapkan juga untuk pemerintah di setiap kabupaten/kota untuk sinergitas dan kontinuitas dalam menyiapkan program pengembangan SDM bidang kominfo agar  terwujud pemerataan pengembangan SDM bidang kominfo di setiap  daerah.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Deli Serdang dan Sekitarnya

Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan melaksanakan fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK bagi angkatan kerja muda di Kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, yaitu mulai tanggal 26 s/d 30 Maret 2019, bertempat di Hotel Grand Sakura Medan. 60 peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3, dan S1 bidang TIK yang berasal dari Kabupaten Deli Serdang, Kota Medan, dan sekitarnya. Fasilitasi sertifikasi ini bertujuan untuk membantu angkatan kerja muda bidang TIK dalam memperoleh sertifikat kompetensi.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari  Selasa (26/3)  dan dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid; Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si; Direktur LSP TIK Indonesia, Ir. Edwin Suryosuptanto; dan para instruktur. Kabid Pengembangan SDM Kominfo, BBPSDMP Kominfo Medan, Abdul Rahman, S.Sos, MSi selaku penanggung jawab kegiatan dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan fasilitasi sertifikasi ini mengimplementasikan program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam nawacita, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Peningkatan pengembangan SDM bidang TIK mutlak diperlukan dalam rangka menghadapi  perkembangan global menuju ekonomi berbasis digital.

Sementara itu, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si, dalam paparannya menjelaskan, Kementerian Kominfo telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas SDM bidang TIK berbasis kompetensi dan sekaligus merupakan kunci peningkatan daya saing nasional di era global. SKKNI bidang kominfo merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memfasilitasi sertifikasi kompetensi tenaga kerja bidang komunikasi dan informatika. Oleh karena itu, dalam mengikuti kegiatan ini peserta diharapkan dapat fokus agar setiap komponen yang diujikan dapat memenuhi standar kompetensi. Komponen kompetensi tersebut yakni meliputi sikap (attitude), pengetahuan (knowledge), dan keterampilan (skill). Dengan diselenggarakannya sertifikasi nasional berbasis SKKNI ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan kompetensi diri, disiplin, kejujuran, dan memiliki daya saing tinggi dalam  mencari kerja dan menciptakan peluang kerja baru.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Batam

Pemerintah Kota Batam sangat menyambut baik kegiatan Bimbingan Teknis sekaligus Fasilitasi sertifikasi SKKNI bagi Angkatan Kerja Muda Bidang TIK yang dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Pelatihan ini diharapkan akan menciptakan banyak entrepreneur/wirausaha yang bisa menumbuhkan ekonomi kreatif. Orang orang yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Orang-orang pintar bergabung saya yakin suatu saat Kota Batam mampu bersaing. Tak lupa beliau menyampaikan terima kasih kepada Kominfo yang sudah memberi kesempatan kedua pada anak muda Batam. Hal ini disampaikan oleh Walikota Batam dalam hal ini diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Batam, Pebrialin, SE, MSi dalam kegiatan pembukaan acara Fasilitasi Bimbingan Teknis dan Sertifikasi SKKNI Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Batam. Acara pembukaan dilaksanakan di Nagoya Mansion Hotel & Residence hari Rabu 21 November 2018.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Kota Batam adalah sebuah kawasan yang sangat strategis karena berada pada jalur perlintasan internasional sekaligus memiliki kedekatan dengan Negara Singapore dan Malaysia. Fakta lain tergambarkan bahwa kawasan ini masih didominasi pendatang,  termasuk di dalamnya pengisian tenaga kerja. Harus diakui bahwa penduduk Kota Batam kalah bersaing dengan SDM daerah lain dalam mengisi posisi lowongan kerja yang ada. Disamping itu pertumbuhan ekonomi Kepri masuk dalam urutan ke-33  dari 34 provinsi yang ada. Batam tidak mampu jadi lokomotif perekonomian. Ini belum pernah terjadi. Dan ini terjadi karena pergeseran pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, beliu berharap anak-anak peserta ini nantinya dapat menumbuhkan kembali pertumbuhan ekonomi ini, dan juga kegiatan Sertifikasi kompetensi SKKNI ini diharapkan nantinya dapat menjadi awal untuk meningkatkan daya saing bagi angkatan kerja yang ada saat ini. Momen itu sangat menarik karena saat ini pengenaan standar kompetensi merupakan sebuah keharusan menyusul disepakatinya beberapa konsensus, termasuk konsensus Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pemberlakukan MEA akan memunculkan sebuah kondisi terkait dengan bebasnya keluar masuk arus tenaga kerja dari seluruh Negara Asean, sehingga kompetensi dan keahlian tenaga kerja menjadi satu tolak ukur seseorang untuk mampu bersaing satu sama lain.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika , DR. Basuki Yusuf Iskandar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu implementasi program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam NawaCita, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Kabadan mengatakan bahwa potensi Indonesia menjadi salah satu Negara dengan ekonomi terbesar di dunia seperti hasil riset yang dipublikasikan oleh McKinsley Global Institut menunjukan bahwa Negara ini akan menjadi sebuah Negara besar dengan berbagai potensi yang dimiliki. Kebutuhan tenaga kerja terampil sangat mendesak. Namun demikian, keberadaan angkatan kerja yang ada yang hanya didominasi SMA/SMK masih memiliki kekurangan terkait dengan kemampuan dan keterampilan bekerja yang dimiliki. Kondisi ini ditegaskan dalam peringkat daya saing Indonesia berdasarkan penelitian Institute Management Development (IMD) tahun 2017 yang mengatakan masih berada di bawah Singapore, Malaysia, Thailand dan Philipina yang notebene merupakan pesaing nyata Indonesia dalam kelompok Masyarakat Ekonomi Asean. Globalisasi dan liberalisasi perdagangan bebas antar Negara (MEA dan WTO) menimbulkan dampak ganda di satu sisi era ini membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi tenaga SDM professional Indonesia untuk bisa berkiprah secara global namun di sisi lain berdampak SDM asing juga mendapatkan kesempatan yang sama berkompetisi menempati posisi tenaga SDM professional lokal Indonesia. Integrasi global, berdampak pada semakin derasnya arus: 1. manusia, 2.  Barang dan jasa, 3.  modal dan investasi , 4. Informasi. Era sekarang apalagi di era industri 4.0 keunggulan ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan yang melekat pada Sumber Daya Manusia dan suatu masyarakat /komunitas peran kompetensi SDM menjadi sangat penting.

Atas dasar dan fakta tersebut, maka Pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika RI berupaya meningkatkan kualitas dan kompetensi kerja masyarakat dengan menyusun Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 24 Tahun 2015 tentang pemberlakukan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Kominfo. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan tenaga kerja Indonesia bidang Kominfo yang kompeten dan professional serta memiliki daya saing nasional dan produktivitas. Seperti diketahui bahwa langkah ini dilakukan sebagai pelaksanaan mandat dari UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Upaya penyiapan Sumber Daya Manusia Indonesia yang berkualitas dalam menghadapi MEA dan persaingan global harus dilakukan secara sinergitas dan kontinuitas. Penyiapan program dan pengembangan SDM Kominfo bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan dapat berjalan harmonis sehingga terwujud peningkatan pengembangan SDM bidang Kominfo  yang merata pada tiap daerah.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini (21 November S/d 23 November 2018) diikuti oleh 60 peserta yang merupakan lulusan SMK, D3 dan S1 bidang TIK yang berasal dari Kota Batam dan sekitarnya. Secara umum, pembukaan kegiatan Fasilitasi Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Batam berlangsung lancar. Antusias semua pihak pada pelaksanaan kegiatan ini cukup besar. Kehadiran jajaran pimpinan dilingkungan Pemerintah Kota Batam, peserta yang antusias menjadi indikator yang dapat dinilai. Diharapkan kegiatan ini berjalan lancar hingga beberapa hari ke depan, termasuk dalam proses pengujian peserta yang akan dilaksanakan oleh Tim Assesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Telematika Jakarta.

Batam, 21 November 2018 (Ida)

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Pontianak

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan pada tanggal 8 s/d 10 November 2018 melaksanakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Pontianak. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini bertempat di Hotel Grand Mahkota Pontianak dan diikuti oleh 60 peserta yang merupakan lulusan SMK, D3 dan S1 bidang TIK yang berasal dari Kota Pontianak dan sekitarnya.

Acara pembukaan dilaksanakan pada 8 November 2018 dan dihadiri oleh Asisten III Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Marlina, MSi, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, MSi, Plt. Kadis Kominfo Kota Pontianak, Drs. Alfian, MSi, Direktur LSP TIK Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA dan dibuka secara resmi oleh oleh Asisten III Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Marlina, Msi. Dalam laporan Panitia, Abdul Rahman, S.Sos, M.Si selaku Kabid Pengembangan SDM BBPSDMP Kominfo Medan mengatakan fasilitasi sertifikasi SKKNI ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap pengembangan SDM angkatan kerja muda agar mereka dapat meningkatkan kompetensi diri dan memiliki daya saing tinggi dalam mencari kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Sementara itu Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto mengatakan bahwa dengan adanya Revolusi Industri 4.0 maka peluang pertumbuhan ekonomi semakin terbuka lebar dan hal ini merupakan hasil dari percepatan kemajuan pengetahuan dan teknologi yang inovatif, disamping e-commerce yang semakin memberikan harapan terhadap peningkatan perekonomian. Senada dengan hal tersebut, Asisten III Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Marlina, M.Si dalam sambutannya sebelum membuka acara secara resmi menyampaikan apresiasi kepada Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo atas perhatian yang diberikan kepada pengembangan SDM bidang TIK di Provinsi Kalimantan Barat dan mengatakan bahwa perkembangan TIK dewasa ini semakin membuka banyak peluang bagi angkatan kerja muda untuk bergerak maju, baik itu peluang untuk berwirausaha, peluang kerja maupun peluang untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Kegiatan Fasilitasi Sertifikasi Bagi Angkatan Kerja Muda Bidang TIK dibuka secara resmi dengan harapan sertifikasi ini dapat dipergunakan sebaik mungkin oleh para peserta agar angkatan kerja muda di Kota Pontianak dapat meningkatkan kompetensi dan mampu bersaing dengan angkatan kerja lainnya bahkan diharapkan para peserta mampu menciptakan peluang kerja baru sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) TIK Surabaya, melaksanakan fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK bagi angkatan  kerja muda di Kota Tarakan. Fasilitasi Sertifikasi SKKNI tersebut diikuti oleh peserta yang berasal dari Kota Tarakan dan sekitarnya. Skema yang diujikan yaitu  Junior Network Administrator, Junior Web Programming, Desain Grafis Junior, Desainer Multi Media, Digital Imaging.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini dimulai pada tanggal 24 s.d. 26 Oktober 2018 bertempat di Hotel Lotus Tarakan yang diikuti oleh 60 peserta yang merupakan lulusan SMK, D1 , D2, D3,  dan S1,  bidang TIK. Dengan tujuan membantu angkatan kerja muda, khususnya lulusan sekolah menengah kejuruan bidang TIK dalam memperoleh sertifikat keahlian. Pembukaan dilaksanakan pada Hari Rabu, tanggal 24 Oktober 2018, yang dihadiri oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Drs.Irbar Samekto, M.Si, Kadis Kominfo, Statistik dan Persandian Kota Tarakan, Muhammad Haris, SH, M.Hum, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tarakan, Direktur LSP TIK Indonesia Surabaya, Ir.Edwin Suryosaptanto,BBA, MBA, Kepala SMK Negeri 2 Tarakan diwakili oleh Zulfikar, para perwakilan perguruan tinggi/institut/sekolah tinggi, para instruktur dan assesor.

Sambutan Kepala Badan Litbang SDM Kominfo yang disampaikan oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si  dalam sambutannya mengatakan, yang memicu peningkatan pengembangan SDM bidang kominfo/TIK dalam rangka  menghadapi perkembangan global menuju ekonomi berbasis pengetahuan. Pertama, persaingan  yang semakin  tinggi  di era globalisasi ditandai dengan inovasi dan strategi   baru dari tiap negara, institusi dan individu. Kedua, penguatan blog perdagangan antar kawasan, seperti kehadiran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Ketiga trending revolusi industri 4.0, saat ini sudah terasa cenderung berkembang khususnya dalam menangani/menggunakan kecerdasan buatan (artifical intellegent), rekayasa genetika dan teknologi lainnya.

Lanjutnya teknologi pada revolusi industri 4.0 akan mengubah struktur ekonomi dunia secara mendasar, termasuk efeknya pada tenaga kerja dan masa depan pekerjaaan yang mengakibatkan ketidaksetaraan pendapatan. Kegiatan bimtek vokasional SKKNI di Kota Tarakan ini merupakan upaya untuk membibit angkatan kerja muda menuju Indonesia digital, bersamaan dengan tiga momentum besar tersebut, sehingga angkatan kerja muda  yang merupakan bonus demografi dalam masa Indonesia emas akan memiliki jati diri  yang kuat serta lebih bermakna bagi masyarakat dan negara.

Fasilitasi sertifikasi SKKNI dibuka secara resmi oleh Walikota Tarakan dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Tarakan, Mohammad Haris, SH, M.Hum dalam sambutannya mengatakan, di era  globalisasi sekarang dengan semakin pesatnya perkembangan pembangunan yang  memanfaatkan teknologi informasi diperlukan sumber daya manusia yang mampu  bersaing dan menguasai TIK. Untuk memenuhi SDM tersebut angkatan muda yang  sekarang disebut kaum milenial yang akan mampu menjawab dan berperan dalam persaingan tersebut. Sejalan dengan program pemerintah Kota Tarakan yang membangun kota  dengan cerdas yaitu Smart City. Smart City yang dimaksud antara lain Smart Living, Smart Economy, Smart Government, Smart People, Smart Mobility.

Badan Litbang SDM Kemkominfo mengharapkan adanya sinergitas pelaksanaan program  pengembangan SDM Kominfo bersama-sama dengan pemerintah Kota Tarakan dalam  upaya mewujudkan pemerataan yang berkesinambungan dalam pengembangan SDM  bidang kominfo di setiap wilayah/daerah di Indonesia.

SERTIFIKASI NASIONAL BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI BERBASIS SKKNI DI BANDA ACEH

Dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta mengimplimentasikan Permen Kominfo No. 24 tahun 2015 tentang pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai amanat UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Kominfo Medan bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh menyelenggarakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda pada tanggal 25 s/d 27 September 2018 di Kota Banda Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari bertempat di Hotel Mekkah Banda Aceh dan diikuti oleh 60 peserta yang merupakan lulusan SMK, D3 dan S1 bidang TIK yang berasal dari Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Selasa, 25 September 2018 dan dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Hukum, Prof. Dr. Henri Subiakto, MA, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, Msi, Kadis Kominfo Kota Banda Aceh, Direktur LSP TIK Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA dan dibuka secara resmi oleh oleh Wakil Walikota Banda Aceh, Drs. Zainal Arifin. Dalam sambutannya Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, MSi mengatakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap pengembangan SDM angkatan kerja muda agar mereka dapat meningkatkan kompetensi diri dan memiliki daya saing tinggi dalam mencari kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo yang diwakili oleh Kepala Biro Perencanaan, Ir. Arifin Saleh Lubis, MT mengatakan bahwa peluang pertumbuhan ekonomi terbuka lebar dengan adanya Revolusi Industri 4.0 yang merupakan hasil dari percepatan kemajuan pengetahuan dan teknologi yang inovatif, disamping e-commerce yang semakin memberikan harapan peningkatan perekonomian. Senada dengan hal tersebut, Wakil Walikota Banda Aceh, Drs. Zainal Arifin dalam sambutannya sebelum membuka acara secara resmi menyampaikan bahwa perkembangan TIK membuka banyak peluang untuk bergerak maju, baik itu peluang untuk berwirausaha, peluang kerja maupun peluang untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Kegiatan dibuka secara resmi dengan harapan Fasilitasi Sertifikasi ini dapat dipergunakan sebaik mungkin oleh para peserta agar mereka dapat meningkatkan kompetensi dan mampu bersaing dengan angkatan kerja lainnya bahkan diharapkan para peserta mampu menciptakan peluang kerja baru sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Ratna)