Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Pontianak

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan pada tanggal 8 s/d 10 November 2018 melaksanakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Pontianak. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini bertempat di Hotel Grand Mahkota Pontianak dan diikuti oleh 60 peserta yang merupakan lulusan SMK, D3 dan S1 bidang TIK yang berasal dari Kota Pontianak dan sekitarnya.

Acara pembukaan dilaksanakan pada 8 November 2018 dan dihadiri oleh Asisten III Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Marlina, MSi, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, MSi, Plt. Kadis Kominfo Kota Pontianak, Drs. Alfian, MSi, Direktur LSP TIK Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA dan dibuka secara resmi oleh oleh Asisten III Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Marlina, Msi. Dalam laporan Panitia, Abdul Rahman, S.Sos, M.Si selaku Kabid Pengembangan SDM BBPSDMP Kominfo Medan mengatakan fasilitasi sertifikasi SKKNI ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap pengembangan SDM angkatan kerja muda agar mereka dapat meningkatkan kompetensi diri dan memiliki daya saing tinggi dalam mencari kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Sementara itu Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto mengatakan bahwa dengan adanya Revolusi Industri 4.0 maka peluang pertumbuhan ekonomi semakin terbuka lebar dan hal ini merupakan hasil dari percepatan kemajuan pengetahuan dan teknologi yang inovatif, disamping e-commerce yang semakin memberikan harapan terhadap peningkatan perekonomian. Senada dengan hal tersebut, Asisten III Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Marlina, M.Si dalam sambutannya sebelum membuka acara secara resmi menyampaikan apresiasi kepada Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo atas perhatian yang diberikan kepada pengembangan SDM bidang TIK di Provinsi Kalimantan Barat dan mengatakan bahwa perkembangan TIK dewasa ini semakin membuka banyak peluang bagi angkatan kerja muda untuk bergerak maju, baik itu peluang untuk berwirausaha, peluang kerja maupun peluang untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Kegiatan Fasilitasi Sertifikasi Bagi Angkatan Kerja Muda Bidang TIK dibuka secara resmi dengan harapan sertifikasi ini dapat dipergunakan sebaik mungkin oleh para peserta agar angkatan kerja muda di Kota Pontianak dapat meningkatkan kompetensi dan mampu bersaing dengan angkatan kerja lainnya bahkan diharapkan para peserta mampu menciptakan peluang kerja baru sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) TIK Surabaya, melaksanakan fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK bagi angkatan  kerja muda di Kota Tarakan. Fasilitasi Sertifikasi SKKNI tersebut diikuti oleh peserta yang berasal dari Kota Tarakan dan sekitarnya. Skema yang diujikan yaitu  Junior Network Administrator, Junior Web Programming, Desain Grafis Junior, Desainer Multi Media, Digital Imaging.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini dimulai pada tanggal 24 s.d. 26 Oktober 2018 bertempat di Hotel Lotus Tarakan yang diikuti oleh 60 peserta yang merupakan lulusan SMK, D1 , D2, D3,  dan S1,  bidang TIK. Dengan tujuan membantu angkatan kerja muda, khususnya lulusan sekolah menengah kejuruan bidang TIK dalam memperoleh sertifikat keahlian. Pembukaan dilaksanakan pada Hari Rabu, tanggal 24 Oktober 2018, yang dihadiri oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Drs.Irbar Samekto, M.Si, Kadis Kominfo, Statistik dan Persandian Kota Tarakan, Muhammad Haris, SH, M.Hum, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tarakan, Direktur LSP TIK Indonesia Surabaya, Ir.Edwin Suryosaptanto,BBA, MBA, Kepala SMK Negeri 2 Tarakan diwakili oleh Zulfikar, para perwakilan perguruan tinggi/institut/sekolah tinggi, para instruktur dan assesor.

Sambutan Kepala Badan Litbang SDM Kominfo yang disampaikan oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si  dalam sambutannya mengatakan, yang memicu peningkatan pengembangan SDM bidang kominfo/TIK dalam rangka  menghadapi perkembangan global menuju ekonomi berbasis pengetahuan. Pertama, persaingan  yang semakin  tinggi  di era globalisasi ditandai dengan inovasi dan strategi   baru dari tiap negara, institusi dan individu. Kedua, penguatan blog perdagangan antar kawasan, seperti kehadiran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Ketiga trending revolusi industri 4.0, saat ini sudah terasa cenderung berkembang khususnya dalam menangani/menggunakan kecerdasan buatan (artifical intellegent), rekayasa genetika dan teknologi lainnya.

Lanjutnya teknologi pada revolusi industri 4.0 akan mengubah struktur ekonomi dunia secara mendasar, termasuk efeknya pada tenaga kerja dan masa depan pekerjaaan yang mengakibatkan ketidaksetaraan pendapatan. Kegiatan bimtek vokasional SKKNI di Kota Tarakan ini merupakan upaya untuk membibit angkatan kerja muda menuju Indonesia digital, bersamaan dengan tiga momentum besar tersebut, sehingga angkatan kerja muda  yang merupakan bonus demografi dalam masa Indonesia emas akan memiliki jati diri  yang kuat serta lebih bermakna bagi masyarakat dan negara.

Fasilitasi sertifikasi SKKNI dibuka secara resmi oleh Walikota Tarakan dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Tarakan, Mohammad Haris, SH, M.Hum dalam sambutannya mengatakan, di era  globalisasi sekarang dengan semakin pesatnya perkembangan pembangunan yang  memanfaatkan teknologi informasi diperlukan sumber daya manusia yang mampu  bersaing dan menguasai TIK. Untuk memenuhi SDM tersebut angkatan muda yang  sekarang disebut kaum milenial yang akan mampu menjawab dan berperan dalam persaingan tersebut. Sejalan dengan program pemerintah Kota Tarakan yang membangun kota  dengan cerdas yaitu Smart City. Smart City yang dimaksud antara lain Smart Living, Smart Economy, Smart Government, Smart People, Smart Mobility.

Badan Litbang SDM Kemkominfo mengharapkan adanya sinergitas pelaksanaan program  pengembangan SDM Kominfo bersama-sama dengan pemerintah Kota Tarakan dalam  upaya mewujudkan pemerataan yang berkesinambungan dalam pengembangan SDM  bidang kominfo di setiap wilayah/daerah di Indonesia.

SERTIFIKASI NASIONAL BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI BERBASIS SKKNI DI BANDA ACEH

Dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta mengimplimentasikan Permen Kominfo No. 24 tahun 2015 tentang pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai amanat UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Kominfo Medan bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh menyelenggarakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda pada tanggal 25 s/d 27 September 2018 di Kota Banda Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari bertempat di Hotel Mekkah Banda Aceh dan diikuti oleh 60 peserta yang merupakan lulusan SMK, D3 dan S1 bidang TIK yang berasal dari Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Selasa, 25 September 2018 dan dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Hukum, Prof. Dr. Henri Subiakto, MA, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, Msi, Kadis Kominfo Kota Banda Aceh, Direktur LSP TIK Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA dan dibuka secara resmi oleh oleh Wakil Walikota Banda Aceh, Drs. Zainal Arifin. Dalam sambutannya Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, MSi mengatakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap pengembangan SDM angkatan kerja muda agar mereka dapat meningkatkan kompetensi diri dan memiliki daya saing tinggi dalam mencari kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo yang diwakili oleh Kepala Biro Perencanaan, Ir. Arifin Saleh Lubis, MT mengatakan bahwa peluang pertumbuhan ekonomi terbuka lebar dengan adanya Revolusi Industri 4.0 yang merupakan hasil dari percepatan kemajuan pengetahuan dan teknologi yang inovatif, disamping e-commerce yang semakin memberikan harapan peningkatan perekonomian. Senada dengan hal tersebut, Wakil Walikota Banda Aceh, Drs. Zainal Arifin dalam sambutannya sebelum membuka acara secara resmi menyampaikan bahwa perkembangan TIK membuka banyak peluang untuk bergerak maju, baik itu peluang untuk berwirausaha, peluang kerja maupun peluang untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Kegiatan dibuka secara resmi dengan harapan Fasilitasi Sertifikasi ini dapat dipergunakan sebaik mungkin oleh para peserta agar mereka dapat meningkatkan kompetensi dan mampu bersaing dengan angkatan kerja lainnya bahkan diharapkan para peserta mampu menciptakan peluang kerja baru sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Ratna)

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kabupaten Pidie Provinsi Aceh

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pidie Provinsi Aceh dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) TIK Surabaya, melaksanakan Fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK bagi angkatan  kerja muda di Kabupaten Pidie. Fasilitasi Sertifikasi SKKNI tersebut diikuti oleh peserta yang berasal dari Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Pidie dan Kota Banda Aceh.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini dimulai pada tanggal 30 Agustus s.d. 01 September 2018 yang diikuti oleh 54 peserta yang merupakan lulusan SMK, D1 , D2, D3,  dan S1,  bidang TIK. Pembukaan dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 30 Agustus 2018 dihadiri oleh Bupati Kabupaten Pidie yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM Kabupaten Pidie, Bapak Bahrul Walidi, Kepala BBPPSDMP Kominfo Medan yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Bapak Amal Hasyim, S.Sos, Direktur LSP TIK Indonesia Surabaya, Ir. Edwin Suryosuptanto, BBA, MBA, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Pidie diwakili oleh Bapak Muzakkir.

Fasilitasi sertifikasi SKKNI dibuka secara  resmi oleh Bupati Pidie dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM Kabupaten Pidie, Bapak Bahrul Walidi. Dalam sambutannya mengatakan, diselenggarakannya sertifikasi SKKNI  ini memberikan konstribusi besar dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang TIK khususnya bagi calon tenaga kerja muda yang handal dan siap pakai. Lebih lanjut Barul Walidi menjelaskan hal ini sejalan dengan peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Tranmigrasi RI Nomor 5 Tahun 2012 tentang Sistem Standarisasi Kompentensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sebagai salah satu rumusan kemampuan para tenaga kerja yang mencakup aspek pengetahuan keterampilan dan keahlian dan kemampuan serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan perundang-undangan. Kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-sebaiknya dan diharapkan lulus memperoleh sertifikat Standarisasi Kompentensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Pencerahan/pembekalan yang disampaikan oleh Nara Sumber Yusrizal,  S. Kom, M. Eng tentang fungsi TIK dalam segala bentuk termasuk dalam bidang ekonomi. Nara sumber dari LSP TIK Indonesia, Ir. Edwin Suryosuptanto, BBA, MBA dalam  paparannya menjelaskan tentang pentingnya TIK  pada masa sekarang ini, kompentensi kerja merupakan spesifikasi yang terdiri dari sikap kerja (attitude) pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) maka kepada peserta  dapat meningkatkan tiga hal tersebut dalam mengelola SDM TIK sehingga impelementasinya dapat mendukung tata kelola TIK di Kabupaten Pidie.

BIMBINGAN TEKNIS DAN SERTIFIKASI BERBASIS SKKNI BIDANG TIK BAGI ANGKATAN KERJA MUDA DI KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

Penggunaan internet di Indonesia semakin meningkat dari masa ke masa dan akan semakin meningkat pada masa yang akan datang. Pemerintah juga telah membangun berbagai infrastruktur pendukung aksesibilitas internet secara menyeluruh melalui proyek palapa ring, yakni proyek yang menghubungkan pulau – pulau besar di negeri ini dengan menggunakan fiber optik. Proses negara ini dalam industri digital akan semakin diperhitungkan dunia manakala Indonesia pada tahun 2030 akan menjadi the big five GDP Forecast In Purchasing Power Parity. Hal ini disampaikan Prof. Dr. Henri Subiakto, SH, MA, staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI Bidang Hukum dalam acara Pembukaan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Berbasis SKKNI Bidang TIK Bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Asahan Sumatera Utara, Selasa 2 Oktober 2018.

Menurut Henri, secara kasatmata perkembangan ekonomi digital akan menjadi tren menarik bagi Indonesia dan dipastikan akan menjadi penopang utama perekonomian nasional saat ini dan masa mendatang. Saat ini sektor budaya sosial pantas menjadi perhatian kita semua agar perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang diselaraskan dengan ekonomi dan perkembangan digitalisasi pada seluruh sektor kehidupan dapat menjadi selaras. Perkembangan Artificial Intelligence yang tertanam dalam platform Internet Of Thing akan memberi dampak besar dalam berbagai kondisi termasuk pada pengembangan sumber daya manusia. Upaya untuk hadir dan menjadi bagian dari perkembangan dan penerapan revolusi industri 4.0 bagi semua kalangan, khususnya bagi angkatan kerja adalah dengan meningkatkan pengetahuan serta meningkatkan kreativitas diri. Dengan kreativitas tinggi maka, melesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk didalamnya revolusi industri 4.0 akan menjadi peluang besar bagi siapapun baik dari sisi karir, sosial dan finansial.

Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, Msi mengingatkan semua pihak untuk bersiap diri, ditengah hadirnya revolusi industri 4.0. Sebagaimana diketahui bahwa revolusi industri 4.0 akan mengedepankan penerapan Artificial Intelligence (AI) pada seluruh sistem dan kebutuhan manusia, termasuk didalamnya aplikasi robotic yang akan memberikan beberapa dampak bagi manusia, khususnya sumber daya manusianya. Ibarat kata, saat ini gerbong-gerbong industri teknologi tinggi sudah dibuka, dan akan kembali kepada diri kita sendiri, apakah kita akan menjadi bagian dari gerbong industri itu sendiri, atau hanya menjadi penonton dan tidak mendapatkan apa – apa, selain hanya sebagai user atau pengguna semata. Dengan bimbingan teknis dan uji kompetensi ini, diharapkan sinergisitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengadvokasi kesiapan angkatan kerja menyongsong masifnya penerapan industri 4.0 akan menjadi lebih siap.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Asahan yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Bapak Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, Msi mengatakan bahwa era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi secara global dipastikan juga akan menerpa Kabupaten Asahan. Secara birokrasi, Pemerintah Kabupaten Asahan harus siap dengan perkembangan apapun itu. Berbagai upaya telah dilakukan baik perbaikan infrastruktur, termasuk peningkatan sumber daya manusia. Upaya dan fasilitasi yang diberikan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam uji kompetensi ini akan menjadi tren sangat positif serta selaras dengan tujuan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah ini. Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5/2012 tentang Sistem Standar Kompetensi Kerja Nasional telah dirumuskan tentang kemampuan standar angkatan kerja yang harus disepakati bersama. Untuk itu, kepada seluruh peserta yang merupakan angkatan kerja di Kabupaten Asahan ini untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, sehinga daya saing daerah ini akan didukung oleh sumber daya kompeten dan mampu menjawab tantangan dan kebutuhan daerah ini terkait teknologi informasi dan komunikasi.

Secara umum, pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Berbasis SKKNI Bidang TIK di Kisaran, Kabupaten Asahan Sumatera Utara berjalan lancar. Acara yang diikuti 65 orang angkatan kerja bidang TIK dari berbagai kawasan di Kabupaten Asahan, beberapa pimpinan OPD Kabupaten Asahan, jajaran pimpinan dan asesor LSP Komputer Jakarta dan undangan dari berbagai pihak, diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan semangat dan kreativitas semua pihak dalam menyongsong hadirnya berbagai teknologi informasi dan komunikasi yang pada akhirnya akan memperkuat fondasi dalam menyonsong hadirnya ekonomi digital di negeri ini pada masa mendatang.

KEGIATAN BIMTEK DAN UJI SERTIFIKASI SKKNI BAGI ANGKATAN KERJA MUDA INDONESIA BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI KOTA TEBING TINGGI

Tebing Tinggi(18/09/18). Pada era globalisasi saat ini, penggunaan teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Perkembangan teknologi infomasi semakin hari semakin berkembang pesat. Pada dasarnya, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membuat semua teknologi yang berhubungan dengan penanganan informasi. TIK adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Dengan demikian teknologi informasi atau information technology (IT) dipahami sebagai keterpaduan antara tiga aspek, yaitu hardware, software, dan brainware. Secara normatif hal diatas adalah pengertian TIK, tetapi dewasa ini kita perlu mengetahui bersama bahwa terdapat transformasi nilai, yaitu dimasa kini TIK sudah menjadi sebuah kebutuhan yang melekat pada diri manusia, bukan lagi hanya pelengkap dalam kehidupan sehari-hari. Kita ambil saja satu sampel data dari komponen yang ada dalam TIK yaitu internet. Jumlah pengguna internet tahun 2017 telah mencapai 143,26 juta jiwa atau setara dengan 54,68% dari total jumlah penduduk Indonesia. Ini menjadi sebuah fakta yang menuntut kita sebagai angkatan kerja muda mawas diri tentang pentingnya menguasai TIK dalam peningkatan kualitas diri. Alasan lain pentingnya menguasai TIK bagi para pemuda adalah untuk menjadi modal awal dalam mempersiapkan diri untuk bersaing khususnya dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid. M.IP saat pembukaan acara Uji sertifikasi berbasis SKKNI bidang TIK bagi angkatan kerja Muda di kota Tebing Tinggi.

Lebih Lanjut Meutya Viada Hafid menjelaskan, bahwa tanpa dukungan sumber daya manusia yang handal dan terampil, maka teknologi informasi tidak dapat digunakan secara optimal yang pada gilirannya tujuan penggunaan teknologi informasi untuk pencapaian tujuan kinerja yang baik akan sulit dicapai.

Meutya Viada hafid berharap, bahwa melalui Uji Sertifikasi SKKNI, dapat mencetak para angkatan kerja muda yang memiliki kualitas penggunaan teknologi yang baik, sehingga siap berkompetisi di dalam dan luar negeri. kita harus memiliki keyakinan, dan semangat bahwa setiap hal yang kita mulai dengan baik dan sungguh-sungguh, insya Allah pasti akan berjalan dengan baik.

Wali kota Tebing Tinggi dalam sambutannya yang diwakili oleh Asisten Umum Bapak Kamlan Rasyid, SH, MM menyampaikan bahwa saat ini Kota Tebing Tinggi berupaya menerapkan konsep “Smart City”, kota cerdas untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Mengingatdinamika masyarakat yang berkembang dengan pesat harus diiringi dengan pelayanan publik yang cepat. Pendekatan E-Government dan Open-Government adalah sebuat jawaban dari tuntutan dinamika saat ini, bukan sekedar konsumsi teknologi semata. Kecepatan dan keakuratan sistem pelayanan adalah langkah yang harus di tempuh. Dukungan untuk mempermudah kinerja membutuhkan sistem aplikasi di suatu organisasi, sehingga efisien terhadap penggunaan anggaran dan SDM.

Sedangkan Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, Kegiatan fasilitasi sertifikasi SKKNI angkatan kerja muda saat ini merupakan salah satu upaya Kementerian KOMINFO mengimplementasikan program “INDONESIA KERJA” yang termaktub dalam NAWA CITA, yakni memperkuat daerah-daerah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Ada tiga momentum besar yang memicu dalam peningkatan pengembangan SDM bidang Kominfo/TIK yaitu: Persaingan yang makin tinggi di era globalisasi ditandai dengan inovasi dan strategi baru dari setiap negara, institusi, dan individu.Kedua, Penguatan blog perdagangan antar kawasan, seperti kehadian Masyarakat Ekonomi Asean(MEA) telah membuka peluang persaingan, peluang pasar serta aliran perpindahan tenaga ahli (Profesionalism Expert) dan jasa.Ketiga, trending revolusi industri 4.0.

Momentum pertama dan kedua dampaknya sedang kita rasakan sampai saat waktu ini (Real Time), adanya lintas komunikasi mendunia, dan adanya industri maupun institusi yang terus maju, ada juga institusi/perusahaan yang tidak mampu beradaptasi terhadap keberadaan momentum tersebut dengan berbagai alasan.

Kemampuan bangsa untuk berdaya saing tinggi adalah kunci bagi tercapainya kemajuan dan kemakmuran bangsa. Daya saing yang tinggi, akan menjadikan Indonesia siap menghadapi tantangan-tantangan globalisasi dan mampu memanfaatkan peluang yang ada.

Kementerian KOMINFO telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas SDM bidang TIK, antara lain dengan penyusunan peta okupasi bidang teknologi informasi dan komunikasi dan diterbitkannya peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2015 tentang pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang komunikasi dan informatika yang bertujuan mewujudkan tenaga kerjabidang komunikasi dan informatika yang kompeten dan profesional dalam meningkatkan daya saing nasional serta produktivitas lapangan usaha dan industri komunikasi dan informatika. SKKNI bidang KOMINFO ini diberlakukan terhadap tenaga kerja industri, baik tenaga kerja Indonesia maupun tenaga kerja asing, yang keahlian atau keterampilannya di bidang komunikasi dan informatika.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Irbar Samekto  berpesan kepada peserta agar melihat peradaban yang terus berubah cepat akibat kehadiran teknologi informasi dan komunikasi serta bila memperoleh kerja nanti agar terus meningkatkan kompetensi, disiplin, kejujuran dan etos kerja serta mewujudkan profesionalitas dalam bekerja.

Abdul Rahman Harahap, S.Sos.,M.Si dalam laporan panitia menyampaikan jumlah peserta sebanyak 65 orang lulusan SMK, D3 , dan S1 bidang Teknologi informasi dan Komunikasi yang berasal dari Kota Tebing Tinggi dan sekitarnya. Kegiatan Uji Sertifikasi dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 18-20 September 2018 di Hotel Malibou Kota tebing Tinggi. Adapun kegiatan dilaksanakan berupa:

  1. Pengantar berupa penjelasan materi uji kompetensi, disampaikan Oleh Tim Assesor LSP Komputer,
  2. Kemudian Pra Assesment, untuk memberikan gambaran kepada peserta mengenai Skema yang di ujikan,
  3. Kemudian peserta melakukan Registrasi Online.
  4. Uji Kompetensi/Assesment, berupa Uji Praktek dan Observasi demonstrasi yang dilaksanakan oleh Tim Asesor.
  5. Kemudian hari terakhir Peserta dibekali dengan semangat dan pemahaman Enterpreneurship untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan

Skema yang diujikan yaitu:Operator Komputer Junior, Disain grafis Junior, Desainer Multi Media Junior,  Junior Technical Support, Junior Programming, dan Junior Networking, dan lembaga yang melakukan pengujian adalah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komputer Jakarta. (BP 19/09/18).

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Kominfo Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kota Padang Panjang

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang Panjang melaksanakan fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang Kominfo bagi angkatan kerja muda di Kota Padang Panjang. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut dimulai pada tanggal 12 s/d 14  September 2018, bertempat di Hotel Flaminggo dan diikuti oleh 60  peserta yang merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3 dan S1 bidang Kominfo yang berasal dari Kota Padang Panjang, Kota Bukit Tinggi, Kabupaten Payakumbuh dan Kabupaten Tanah Datar. Dengan tujuan membantu angkatan kerja muda, khususnya lulusan sekolah menengah kejuruan bidang TIK dalam memperoleh sertifikat keahlian.Acara pembukaan dilaksanakan pada hari  Rabu  tanggal 12 September  2018 yang dihadiri oleh Wakil Walikota Padang Panjang, DR. H. Mawardi, M.KM, Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo RI, DR. IR. Basuki Yusuf Iskandar, MA yang diwakili Kabag Tata Usaha BBPSDMP Kominfo Medan Amal Hasyim S.Sos,  Direktur LSP TIK Indonesia, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA, Kepala SKPD Se-Kota Padang Panjang, Instruktur dan Asesor LSP TIK Surabaya.

Sambutan Kepala Badan Litbang SDM Kominfo yang diwakili oleh Kabag Tata Usaha BBPSDMP Kominfo Medan, Amal Hasyim S.Sos dalam sambutannya mengatakan, kegiatan fasilitasi bimtek dengan mengimplementasikan program “Indonesia Kerja” yang termaktub dalam  nawa cita, yakni memperkuat daerah-derah untuk memperkuat NKRI serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Ada tiga momentum besar yang memicu peningkatan pengembangan SDM bidang Kominfo/TIK dalam rangka menghadapi perkembangan global menuju ekonomi berbasis pengetahuan. Pertama, persaingan di era globalisasi ditandai  dengan inovasi, Kedua, penguatan blog perdagangan antar kawasan masyarakat ekonomi Asean, Ketiga, trending revolusi industri 4.0.

Lanjutnya tiga  revolusi industri sebelumnya telah menciptakan perubahan dan peluang besar masyarakat, tetapi transformasi hari ini unik, teknologi baru menyebar di seluruh  dunia melalui kecepatan ide-ide. Saat ini setiap perusahaan, industri dipaksa untuk mempertimbangkan kembali cara-cara tradisional mereka dalam berbisnis untuk mengimbangi teknologi yang berubah dengan cepat serta harapan-harapan konsumen. Revolusi industri 4.0 merupakan hasil dari  percepatan  kemajuan pengetahuan dan teknologi yang inovatif,  hasil dari fasilitas penelitian. E– Commerce  yang memberikan harapan peningkatan  ekonomi sampai dengan transportasi online yang membuka  ribuan lapangan pekerjaan.

Kegiatan Bimtek dan SKKNI dibuka secara resmi oleh Wakil  Walikota Padang Panjang, DR. H. Mawardi, M.KM  dalam sambutannya mengatakan, era kemajuan yang ditandai dengan semakin pesatnya perkembangan TIK sekarang ini, telah membuat kita semua untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terlebih dalam menyiapkan para generasi muda calon  angkatan kerja yang handal dan siap  pakai. Setiap angkatan kerja ke depan akan dituntut untuk mampu bekerja secara  professional dengan upaya perubahan dan perbaikan diberbagai tatanan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diorientasikan kepada peningkata kinerja yang ditopang oleh kualitas SDM yang menguasai TIK. Melalui penyelenggaraan  pelatihan ini harus terwujud angkatan kerja yang sudah tersedia, ke depan Padang Panjang akan terus mengalami kemajuan  sejalan dengan visi dan misi pembangunan kita. ”Pelaksanaan pembangunan dan dampak dari hasil yang kita capai tidak terlepas dari kemajuan TIK dan sistem komputerisasi yang setiap saat mengalami perubahan seiring dengan kemajuan zaman,“ ujarnya.

Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si dalam paparannya menyampaikan, fasilitasi sertifikasi kompetensi berbasis SKKNI bidang  kominfo menjelaskan bahwa Kementerian Kominfo telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas SDM bidang TIK berbasis kompetensi dan merupakan kunci peningkatan daya saing nasional di era global. Dilaksanakannya SKKNI bidang Kominfo untuk mewujudkan tenaga kerja bidang komunikasi dan informatika yang kompeten dan professional. Oleh karena itu peserta harus fokus agar tercapai komponen kompetensi sebagai sikap kerja, adalah satu dari tiga aspek penting yang membentuk kompetensi kerja. Selain sikap kerja, pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Terselenggaranya sertifikasi nasional berbasis SKKNI ini diharapkan peserta dapat meningkatkan kompetensi  diri, disiplin, kejujuran dan memiliki daya saing tinggi dalam  mencari kerja dan menciptakan peluang kerja baru.

Pembukaan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Deli Serdang 2018 Soroti Attitude Angkatan Kerja Indonesia

“Kekurangan (angkatan kerja) kita ada di attitude!”, demikian penegasan Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA., saat mengisi arahan dalam agenda pembukaan fasilitasi sertifikasi SKKNI angkatan kerja muda bidang TIK di Kabupaten Deli Serdang 6 hingga 8 September 2018. Attitude, yang jika diterjemahkan dalam komponen kompetensi sebagai sikap kerja, adalah satu dari tiga aspek penting yang membentuk kompetensi kerja. Selain sikap kerja, pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) juga menjadi hal yang harus diperhatikan.

Kekurangan dari  sisi sikap kerja, khususnya rasa kurang percaya diri, harus segera dibenahi mengingat Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain global di era ekonomi digital. Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada kurun 2020 hingga 2030, ketika angkatan kerja yang merupakan generasi millenials mencapai komposisi 70% populasi penduduk Indonesia. Indonesia juga memiliki potensi ekonomi digital yang besar melalui layanan jasa keuangan dan game. Jika Indonesia mampu memanfaatkan potensi-potensi tersebut, Bank Indonesia memprediksi sharing digital economy Indonesia akan mencapai 10% PDB bahkan Google meramalkan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor satu di Asia Tenggara. Namun, Indonesia akan kehilangan kesempatan emas, jika gagal menyiapkan tenaga ahli. Manpower Indonesia yang akan berjumlah 113 juta tidak cukup diimbangi dengan ketersediaan expert hanya sebanyak 13,4 juta orang. Sertifikasi SKKNI menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli yang kompeten.

Anggota Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid, M.IP juga menyoroti aspek attitude dalam angkatan kerja Indonesia. Ia menekankan bahwa aset bangsa Indonesia yang paling penting adalah manusianya, sehingga investasi fisik harus dibarengi dengan investasi di sisi sumber daya manusia. Terlebih lagi, akses informasi saat ini masuk sebagai hak asasi sesuai amanat hasil amandemen II UUD 1945, maka kompetensi SDM yang menjadi pengawal hak asasi ini mutlak ditingkatkan, yaitu SDM TIK. SKKNI merupakan standar yang diakui di ASEAN sebagai standar angkatan kerja, sehingga angkatan kerja muda TIK yang berhasil lulus dalam sertifikasi ini akan memiliki kesempatan kerja yang lebih besar, yaitu dapat bekerja di negara-negara ASEAN. Namun di era globalisasi ini, angkatan kerja negara tetangga juga memiliki kesempatan yang sama untuk bisa masuk ke Indonesia jika mereka memiliki standar kompetensi setara SKKNI. Oleh karena itu, kelemahan angkatan kerja Indonesia, yaitu sikap kerja yang kurang percaya diri harus segera diperbaiki.

“Yakin bisa bersaing dengan tenaga kerja luar negeri?”, Meutya Hafid mencoba memotivasi peserta yang disambut dengan jawaban “Yakin!” dari pada peserta. Motivasi itu sekaligus mengakhiri sambutan Anggota Komisi I DPR RI tersebut. Meutya Hafid juga didaulat untuk membuka secara resmi acara fasilitasi sertifikasi SKKNI bidang TIK di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2018.

Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta oleh Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo Bapak Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA dan Anggota Komisi I DPR RI Ibu Meutya Viada Hafid, M. IP. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Plt. Irjen III Kementerian Kominfo, Fajar Budianto; Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Drs. Irbar Samekto, M. Si; Kepala Seksi Pengolahan Data Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara, Junaidi Irwansyah, ST; Kepala Seksi Infrastruktur Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara, Imron Pribadi, ST; Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Deli Serdang, Drs, Haris Binar Ginting; Direktur LSP Komputer, Ir. Besar Agung Martono, MM, DBA; Ketua APJII Sumatera Utara, Bambang Heru Wijaksono; dan CEO PT. Jualan Online Indonesia, Diatce G. Harahap. Fasilitasi sertifkasi SKKNI di Kabupaten Deli Serdang 2018 diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP KOMINFO) Medan dan diikuti oleh 65 peserta dari kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya. (mohm)

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Batam

   Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan melaksanakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Batam. Fasilitasi Sertifikasi SKKNI tersebut diikuti oleh peserta yang berasal dari Kota Batam, Tanjung Pinang dan Anambas.
     Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari dimulai pada tanggal 06 s/d 08 Agustus 2018 dengan diikuti 60 peserta yang merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3 dan S1 bidang TIK. Cluster yang disertifikasi SKKNI Bidang Kominfo yaitu : Digital Artist, Networking Technical, Junior Web Programmer, Junior Technical Support dan Multimedia. Pembukaan pelaksanaan SKKNI ini dihadiri oleh Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP) Kominfo Medan Bapak Drs. Irbar Samekto, M.Si, Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Bapak Salim, S.Sos, M.Si yang mewakili Walikota Batam, Ketua LSP TIK Indonesia Surabaya, Ir. Edwin Surjosaptanto, BBA, MBA.
     Fasilitasi Sertifikasi SKKNI dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Batam Bapak Salim, S.Sos, MSi yang mewakili Walikota Batam. Dalam sambutan Kepala Dinas Kominfo Kota Batam mengatakan agar kiranya anak-anak generasi muda bangsa bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan SKKNI ini, karena jarang ada kesempatan seperti ini. Oleh karena itu ikutilah semua rangkaian kegiatan dan kami sangat mengharapkan kelulusan mencapai 100%.
    Sambutan dan arahan dari Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo yang diwakili Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Bapak Drs. Irbar Samekto, M.Si mengatakan pentingnya sertifikasi bagi angkatan kerja muda untuk melengkapi para alumi SMK, D1, D2, D3 dan S1, dengan forto polio. Selain ijazah yang didapat pada pendidikan formal fasilitasi yang dilakukan oleh pemerintah ini merupakan manifestasi dari sumber anggaran pemerintah dengan prinsip dari rakyat runtuk rakyat. Kesempatan yang baik mendapatkan fasilitasi uji kompetensi harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

      Lanjutnya di sisi lain perkembangan teknologi informasi pada semua lini dan sektor kehidupan, juga ditandai dengan berkembang pesatnya teknologi otomatisasi, Robotic, Artificial Intelligence, Internet of Thing dan lainnya. Kondisi ini menjadi sebuah tantangan bagi profesi bidang TIK karena dapat dipastikan bahwa tenaga terampil untuk menjalankan, men-support serta mengimplementasikannya memerlukan sentuhan manusia dalam hal ini para profesi dan ahli di bidang TIK. Pengembangan sumber daya manusia bidang TIK merupakan tanggug jawab semua pihak dalam hal ini pemerintah daerah bersinergi dengan pemerintah pusat. Dan hal ini akan terus ditingkatkan baik dari sisi manajemen dan penyediaan infrastruktur dalam rangka pengembangan kualitas sumber daya manusia. Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang TIK bagi Angkatan Kerja Muda di Kota Batam ditutup oleh Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Bapak Drs. Irbar Samekto, M.Si. Beliau mengharapkan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten pada bursa tenaga kerja nasional akan meningkat signifikan yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing bangsa pada percaturan dunia. Dengan tingkat kelulusan 96 persen dari jumlah peserta 60 orang, kepada peserta yang dinyatakan kompeten agar dapat menggunakan sertifikat tersebut untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Kominfo Bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Bengkalis

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis melaksanakan Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Kominfo Bagi Angkatan Kerja Muda di Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari dimulai pada tanggal 06 s/d 08 Agustus 2018 dengan  diikuti 60 peserta  yang merupakan lulusan SMK, D1, D2, D3 dan S1 bidang Kominfo  yang berasal dari Kota Dumai, Kabupaten Siak, Kabupaten Meranti, Kabupaten Bengkalis.  Jurusan yang di sertifikasii  SKKNI Bidang Kominfo yaitu Digital Imaging, Junior Networking, Junior Programming, Junior Tecnical Support, Practical Office Advanced, Practical Office Basic.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari  Senin tanggal 6 Agustus 2018 dihadiri oleh Bupati Bengkalis yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kabupaten Bengkalis Drs. Haholongan, Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum Prof. Dr. Henri Subiakto, SH, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan yang diwakili Kabid Pengembangan SDM Kominfo Abdul Rahman S,Sos, M.Si, Direktur LSP TIK Indonesia, Ir. Edwin Suryosuptanto, MBA, Kepala SKPD Se –Kabupaten Bengkalis.

Sambutan dan arahan Kepala Badan Litbang SDM Kominfo yang diwakili oleh Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Hukum Prof. DR. Hendri Subiakto, SH, MA, dalam sambutanya  mengatakan kegiatan fasilitasi  sertifikasi dimaksudkan untuk membantu angkatan kerja muda, khususnya  lulusan pendidikan kejuruan bidang TIK( lulusan SMK TIK, D1, D2  dan D3), yang memiliki prestasi belajar  yang baik dan belum memperoleh sertifikat keahlian tingkat junior agar memiliki sertifikat sebagai bukti kepemilikan kompetensi  standar  yang dapat dimanfatkan dalam mencari pekerjaan.

Lanjutnya Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai leading-sector pembangunan dibidang kominfo mempunyai tugas mengembangkan SDM  dibidang kominfo sejalan  dengan kebijakan pembangunan  nasional, yaitu perluasan penciptaan  lapangan kerja serta  peningkatan keterampilan tenaga kerja. Melaui Pusat penelitian dan Pengembangan Literasi dan Profesi Kominfo, Badan Litbang SDM melaksanakan program untuk mendukung kebijakan nasional dengan  menyelenggarakan  kegiatan sertifikasi kompetensi bidang TIK bagi  angkatan kerja muda.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Bengkalis yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kabupaten Bengkalis Drs.Haholongan  dalam sambutannya mengatakan sesuai dengan amanat undang-undang No 13 Tahun 2003 tentang  ketenagakerjaan, angkatan kerja muda Kabupaten Bengkalis harus  siap menghadapi persaingan  yang semakin kompetetif dan komprehensif. Kegiatan  ini sangat bermanfaat sekali  dalam membantu angkatan kerja muda untuk memperoleh sertifikasi kompetensi  melalui  uji kompetensi  sebagai bukti kepemilikan kompetensi standart yang dapat dimanfaatkan  untuk mencari kerja.

Direktur LSP TIK Indonesia, Ir.Edwin Suryosuptanto dalam paparannyan pelaksanaan sertifikasi kompetensi berbasis SKKNI bidang informatika menjelaskan bahwa kompetensi kerja merupakan spesifikasi yang terdiri dari sikap kerja (attitude), pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) maka diharapkan para peserta benar-benar mengupayakan peningkatan ketiga hal tersebut sebagai bentuk dukungan dalam pengelolaan SDM TIK sehingga implementasinya dapat mendukung  tata kelola TIK di Kabupaten Bengkalis bisa terlaksana  dengan baik.

Hari  kedua pelaksanaan Uji Kompetensi Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Drs. Irbar Samekto, M.Si menjadi nara sumber pada kegiatan tersebut. Dalam paparanya menjelaskan  sertifikasi dan kesiapan menyongsong Revolusi Industri 4.0 merupakan  proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu Kepada  Standar  kerja Nasional (SKKNI), regional, internasional dan/ atau khusus. Mempunyai dasar hukum PP No 31.Tahun 2006 tentang sistem pelatihan kerja nasional,  PM Tenaga kerja No 5 Tahun 2012 tentang Sistem SKKNI, Permen Kominfo No 24 Tahun 2015 tentang SKKNI. Dengan tujuan memberikan kesempatan dan motivasi SDM Kominfo untuk memiliki sertifikat nasional sebagai modal berupa pengakuan kompetensi untuk meningkatkan daya saing yang lebih baik dibidang industri. Sementara itu Enterpreneurs Desi Amirullah, S.Kom, M.T dengan paparannya menjelaskan Innovasi bisnis TIK, saat ini  kita perlu menciptakan lapangan kerja menjadi enterpreneurs. Seorang Enterpreneur mampu menyesuaikan  dan mengikuti perkembangan  zaman dan mengubah pola pikir untuk membuat perusahaan/usaha  sebesar  mungkin tanpa ada batasan.

Fasilitasi Sertifikasi SKKNI Bidang Kominfo Bagi Angkatan Kerja Muda Di Kabupaten Bengkalis ditutup oleh Kabag Tata Usaha Amal Hasyim S.Sos mengatakan dengan terselenggaranya sertifikasi nasional berbasis SKKNI diharapkan para peserta dapat meningkatkan kompetensi  diri dan memiliki daya saing tinggi dalam  mencari kerja dan menciptakan peluang kerja baru. Dengan tingkat kelulusan 75 persen dari jumlah peserta 60 orang, kepada peserta yang kompeten diharapkan dapat menggunakan sertifikat untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya. Manfaatkanlah sertifikat tersebut untuk mencari kerja dan BBPSDMP Kominfo Medan akan mengevaluasi apakah peserta yang kompeten yang berhasil mendapatkan pekerjaan atau belum.